♡LOVE IN VALMOR♡
2 Hati
2 Kutukan
2 Jiwa
2 Galaxi
Semuanya sangatlah berbeda dibandingkan dengan Cinta dan Benci...
sehingga aku merasa bahwa Cinta itu adalah Benci dan Benci itu adalah Cinta...
Karena keduanya mengalir dalam darahku...berhembus dalam nafasku...dan berdetak dalam jantungku...
Namun...seluas jagat raya dan dengan jarak 300 juta tahun cahayalah aku mencintaimu...hingga pada akhirnya salah satu galaxi kita menyerah akan Cinta kita...
Menyatukan kita dengan kebencian, air mata dan bahkan kutukan yang berubah menjadi sebuah Cinta abadi...karena Valmor dan Bumi...adalah bukti Cinta kita...
"Bumi atau Valmor?...dimanakah tempatku yang sebenarnya?...begitu banyak Benci yang kuterima namun hanya ada 1 Cinta yang kuterima...Cinta yang berubah menjadi Benci akan selalu menjadi momok yang menyakitkan dan memunculkan sebuah kutukan atas hancurnya hati seorang Cinta...begitulah aku terlahir...Alena Vins seorang gadis terkutuk yang membenci kutukannya" (Alena Vins)
"Kita berbeda dan tak akan mungkin bersama...2 dunia dan 2 kutukan yang sulit disatukan...yang hanya akan berakhir air mata...jangan berlari...jangan menghilang dan jangan pergi...biar aku yang berlari...menghilang dan pergi...seperti angin yang berhembus tanpa meninggalkan jejak...agar penyesalan tak lagi meliputiku dengan gelapnya kutukan" (Avan Valmor)
⚠️Jangan lupa Bintang 5, Like, Komen & Vote nya ya🤗💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAHDA_SHANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog page 13
♡LOVE IN VALMOR♡
Sebelum para binatu menuju kamar Alena...terlihat tabib Nars menahan mereka dan meminta seorang kepala binatu mengikutinya kesebuah ruangan...
"Tabib...apakah ada yang bisa saya bantu?" (Ujar kepala binatu tersebut dengan penasaran)
*(Foto ini hanya ilustrasi gambaran tokoh pada cerita...latar dan ekspresi pada gambar bukanlah yang terlihat pada situasi cerita)
"Pangeran Avan memintaku untuk mengatakan beberapa hal kepadamu sebagai kepala bintau yang akan memandikan dan memeriksa tubuh putri Alena nanti..." (Ujar tabib Nars)
"Apa yang ingin pangeran katakan tabib?...apakah ada kaitannya dengan putri Alena?"
"Pangeran mengatakan bahwa dia sudah mengetahui bahwa dipergelangan tangan putri Alena ada bekas luka...jadi...pangeran ingin kau menyembunyikan luka itu dari siapapun...termasuk yang mulia raja dan yang mulia ratu!"
"A..apa??...tabib!...maafkan saya!...saya tidak bisa melakukan hal itu...itu akan melanggar peraturan kerajaan...aku...aku tidak bisa tabib!!...jika benar putri Alena memiliki bekas luka pada tubuhnya...bukankah itu adalah salah satu hal yang bisa membuat pernikahan ini dibatalkan?...karena...bagi putri yang akan menikahi keluarga kerajaan...dia tidak boleh memiliki bekas luka atau kecacatan pada tubuh dan kesehatannya...itu adalah syarat utama pada pernikahan anggota kerajaan!!" (Ujar kepala binatu dengan ketakutan)
Tiba-tiba...
"Aku adalah peraturan dan juga perintah dinegeri ini...lalu apa yang membuatmu tidak bisa melakukan hal itu??" (Saut pangeran Avan yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan tersebut)
"Pangeran!!!" (Teriak kepala binatu tersebut dan seketika berlutut dihadapan Avan)
"Dia adalah wanita yang akan memberikan penerus di negeri Valmor...apakah kau mampu menghalangi hal itu terjadi??...dan apakah kau lupa bagaimana sulitnya aku menemukan wanita yang bisa membuatku jatuh hati padanya setelah Amera??...lagi pula bukankah ibundaku juga memiliki bekas luka sayatan pada telapak tangannya??...lalu bagaimana bisa ibundaku menikah dengan seorang pangeran Velix??...bukankah pada saat itu kau juga yang melakukan pemerah padanya??...itu artinya kau telah melakukan pencurangan dan juga kebohongan sejak awal!!...lalu untuk kali ini...kenapa kau merasa berat untuk melakukan hal yang dulu pernah kau lakukan dengan lancarnya??...aku akan mengatakan kepadamu kebenaran dari luka itu...luka yang kini ada dipergelangan tangan Alena...akulah yang membuat luka itu tercipta...dia...terluka karena aku meminum darahnya!!" (Ujar Avan dengan nada tingginya)
Seketika kepala binatu pun gemetar ketakutan mendengar hal tersebut...
"[Pangeran..pangeran melukai putri Alena??...ya Syaro!!...aku sempat lupa bahwa dia tetaplah seorang Xavanmor!!]" (Ujar kepala binatu didalam hatinya dengan ketakutan)
"Apakah kau lupa?...makhluk apa yang kini ada dihadapanmu??...apakah kebenaran ini tidak cukup untuk membuatmu bisa melakukan hal itu??" (Teriak Avan dengan amarahnya)
"Ampun pangeran!!!...ampuni hamba!!!...saya akan melakukannya!!...saya akan melakukan semua yang pangeran katakan!!...saya berjanji!!!...saya akan menutupi semua ini dari siapapun!!!" (Teriak ketakutan kepala binatu tersebut denga berlutut dihadapan Avan)
Dengan amarahnya Avan pun keluar dari ruangan tersebut dengan disusuli tabib Nars dibelakangnya...
"[Apakah yang dikatakan pangeran tulus dari hatinya?...ataukah...hanya ucapan untuk melancarkan rencananya?...jelas-jelas luka itu bukanlah karenanya...dia memang meminum sedikit darah Alena...tapi luka itu tergores saat Alena tenggelam didanau itu]" (Ujar tabib Nars didalam hatinya dengan menatapi Avan dari belakang)
》》》》》》》
jangan 2 2 nya di embat dong.
serakah banget
berasa anak dan orang tua muka muda semua
apa lagi anak nya
oh..akuu irii