NovelToon NovelToon
JULIA

JULIA

Status: tamat
Genre:Ketos / Teen Angst / Teen School/College / Keluarga / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nisa saumatgerat

Sinopsi cerita
Gadis cantik yang bernama Julia anita, putri dari seorang pengusaha hebat sanjaya kusuma, diasingkan oleh keluarganya sedari kecil. Ia sedari memasuki dunia pendidikan, kedua orang tuanya, saudara ataupu saudarinya, kakek neneknya bahkan keluarga besarnya tidak mermperdulikan dirinya. Ya, walaupun secara finansial, hidunya juga ditanggung, namun biaya yang diberikan tak sama dengan saudarnnya yang lain. Ia juga tak pernah mendapat kasih sayang dan perhatian dari keluarganya.

karena merasa lelah dengan perlakuan kedua orang tuanya dan keluarganya itu, akhirnya Julia memutuskan untuk menyerah dan fokus pada hidupnya sendiri. ia berhenti mengharapkan kasih sayang keluarganya dan memilih untuk menjauh.

Lalu, bagaimanakah kisah selanjutnya ? di kepoin aja..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. ternyata aku perempuan yang hebat

Mereka semua tertawa. Sudah menjadi kebiasaan mereka setiap hari nya ketika Julia menghampiri Brian. Pasti, Julia akan melakukan hal-hal ekstrim. tapi kadang-kadang juga, mereka merasa kasihan kepada Julia ketika perlakuan Brian sudah keterlaluan. tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. toh juga gadis itu yang mau diperlakukan seperti itu.

"Ck... Aku tidak menyangka, ternyata gadis ini cukup gigih untuk menaklukkan kamu bri.." timpal Carles lagi. Mereka pun kembali tertawa. Sementara Brian yang menjadi obyek obrolan hanya mampu mencebikkan bibirnya saja.

"diamlah !! kalian berisik sekali !!" seru Brian. Ia juga sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Brian pun kembali melanjutkan langkahnya untuk menuruni tangga, sampai akhirnya mereka berpapasan.

Brian yang sudah akan berbicara, ternyata malah dilewati begitu saja oleh Julia. Ia juga tak menyapa mengeluarkan suaranya, ia juga tak menempelinya seperti yang biasa ia lakukan. Sementara itu, tangan Brian sudah sedikit terangkat, namun dikejutkan dengan aksi Julia yang tak meliriknya sama sekali. Tak hanya Brian, semua teman-teman nya pun ikut di buat melongo.

"Eh !! Tumben si gadis cantik nan centil itu tak membuat drama.?" Ungkap Carles. Tatapan matanya mengikuti arah kemana Julia melangkahkan. Brian juga ikut heran.

"Iya tuh.!! Tumben. Ngak nempelin. Biasanya kalau bertemu dengan Brian, ia pasti akan kosplay jadi mahluk halus, yang menempel tapi keberadaan nya tak di akui." Ungkap Adri yang sedari tadi diam dan menyimak saja.

"Mungkin sudah insyaf dia. Barangkali hantu yang suka menempel itu telah keluar dari tubuhnya." Timpal Galang juga yang ikut merasa heran. Mereka bertiga pun langsung mengarahkan tatapan mereka kearah Brian secara bersamaan. Kemudian salah satu dari mereka mencibir ke arah Brian.

"Bagaimana rasanya terbebas dari mahluk halus itu..??" Tanya Carles tanpa filter. Tentu saja, Carles dan teman-teman nya itu, menganggap Julia seperti itu. Sementara, Brian langsung dikejutkan dengan suara Carles itu.

"Ck. Sudah lah. Bagus kalau ia tidak lagi membuat drama. Sebaiknya kita segera kekantin." Ujar Brian lagi. Ia berjalan menjauh. Ia berfikir, setidaknya, hari ini, ia bisa terbebas dari gangguan Julia. teman-temannya pun segera menyusul langkah kaki Bryan.

"Iya sih bro. Takutnya nanti, kamu akan merasakan hal yang sama dengan lagunya pak haji Roma irama. Seperti ini. Kalau sudah tiada.. baru terasa... Bahwa kehadiran nya sangat berharga. Wkwkwk.... Gitu kali ya. Pokoknya gitu deh. Hahaha..." Mendengar candaan teman-teman nya itu, Brian hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya, sampai akhirnya mereka tiba di kantin.

***

Sementara itu, pada posisi Julia. Karena pikiran yang sedikit kacau, ia tidak tau, bahwa tadi ia melewati Brian sang pujaan hatinya bersama dengan teman-teman nya.

Tapi, ia sudah tidak peduli lagi. Toh, Brian juga tak pernah menanggapinya. Akhirnya, Julia sampai di balkon sekolah. Angin sepoi-sepoi menyambut kedatangan nya disana. Julia berjalan sedikit mendekat kearah pagar pembatas. Ia juga sejenak merasa kan Angin sepoi-sepoi yang menerbangkan sedikit rambutnya.

"Hah !!! Ternyata disini cukup sejuk." Ujarnya. Kemudian ia melirik jam tangannya sebentar. Ia ingin melihat waktu saat ini.

"Mm... Masih, ada waktu setengah jam lagi." Setelah itu, Julia langsung menunju kursi panjang yang tersedia disana.

Kemudian mendudukkan tubuhnya dan melihat jauh ke depan. Ia kembali menyelami hari hari yang pernah dilaluinya. Hari-hari menyedihkan yang ia dapatkan di lingkungan tempat tinggalnya. Ia memejamkan matanya sejenak kemudian menarik nafasnya dengan dalam.

" Ternyata aku adalah perempuan yang hebat. Melewati kesulitan selama 12 tahun tanpa dampingan dari keluarga. Aku tidak menyangka setelah kelahiran adik-adikku, aku tak lagi mendapatkan hak ku sebagai seorang anak." Lirih Julia dalam kesendiriannya. Ia pun kembali menarik nafasnya dengan dalam. Iya kembali mengingat masa-masa menjadikan itu.

"pah.. aku mau merayakan ulang tahun juga dong..!!" ujar Julia tapi malah diabaikan oleh sang ayah.

"pah Julia juga mau es krim.. "lirih Julia namun Tuan Sanjaya malah berkilah.

"pah Julia juga mau digendong.. seperti papa menggendong adik-adik Julia." ucap Julia sambil merentangkan kedua tangannya. ayah malah mengatakan kalau dirinya telah dewasa padahal saat itu ia masih berusia 6 tahun.

"mah Julia juga mau disuapin sama mama.. boleh ya.." ujar Julia dengan mata yang berbinar-binar.

"pah Julia juga mau dipangku sama papa.. papa sudah lama tidak pangku Julia." saat itu Julia juga teringat di saat ayahnya menghukum dirinya.

"kamu benar-benar anak yang tidak tahu diri ya. kamu sudah tahu kalau kamu mengajak adik-adikmu keluar dan bermain bersama mereka akan membuat mereka kelelahan.. dan kamu dengan senangnya malah melakukan hal itu.!!" teriak Tuan Sanjaya.

"papa ampun pah.. ampun Julia janji tidak akan melakukan hal itu lagi.!!" seru Julia. Karena untuk mendapatkan perhatian kedua orang tuanya. Julia mulai mengindahkan dan menurut apa saja yang dinasehatkan kepadanya walaupun nasehat yang mereka berikan sambil membentak.

Julia mulai pandai membersihkan tempat tidurnya sendiri setelah ia bangun, menggosok gigi dan mencuci wajah sendiri tanpa dampingan orang dewasa. mencuci pakaian sendiri dan memasak sendiri untuk dirinya. Ia berharap papa dan mamanya akan meliriknya dan mengatakan kepadanya {pintarnya anak papa. atau pintarnya anak mama.} tapi lamban laun Julia tak pernah mendapatkan ucapan itu sampai ia berusia sekarang.

mengingat semua kenangan-kenangan pahit itu, langsung membuat Julia ingin meneteskan air matanya namun ia tahan. Ia malah berbalik untuk menyemangati dirinya sendiri.

"Tidak apa-apa Julia. Kamu adalah wanita yang hebat. Jangan terus bersedih dengan keadaan ini. Lagu Ari Lasso mengatakan, badai pasti berlalu. Anggap saja saat ini kamu sedang menghadapi badai yang mengamuk, Dan suatu saat nanti semuanya pasti akan terlewatkan. Semangatlah..!!" Ujar Julia menyemangati dirinya sendiri.

Benar. Memangnya siapa lagi yang akan ia andalkan di dunia ini. Kedua orang tuanya ? Saudara-saudaranya ? Kakek neneknya atau teman-temannya ?. Tidak !! Tak satupun dari orang-orang yang disebutkan itu. Mereka hanya tahu cara menghakimi dirinya dan menyudutkannya. Mereka tidak tahu kesulitan apa yang tengah ia alami di tengah badai ini.

Hanya ada dirinya dan hanya dirinya lah yang memahami kehidupannya. Saat Julia sedang merenung sendiri, memikirkan kehidupannya di kemudian hari, tiba-tiba perutnya berbunyi pertanda bahwa perutnya minta diisi.

KRUUUUKKKK..

Amelia yang mendengar suara perutnya yang mendemo itu, dengan cepat langsung memeluk perutnya.

"Hai..sabarlah. Nanti kalau sudah sampai rumah baru kita makan. Saat ini aku belum memiliki uang. Nanti tunggu uang dari Pak Sanjaya dulu ya." Ujar Julia mengelus-elus perutnya yang tadi berbunyi sambil mengajak ngobrol.

"Aduh Malang sekali nasibku. Hanya untuk ke kantin saja saat ini aku tidak punya uang. Hidup sendiri memang sulit. Ingin cari kerja tapi nggak ada waktu untuk bekerja.? Hah pasrahkan sajalah semuanya. Lagi pula Tuan Sanjaya yang berkedok papa itu masih memberikanku uang jajan per minggu walaupun tidak sama dengan saudara-saudariku yang lain." Ujar Julia yang begitu merasa kasihan terhadap perutnya yang keroncongan minta diisi itu.

1
Nindi Maylawati
crtanya bgus
Itoh
kalau tau critanya bgini AQ jngn pke skincare dluuu.
Nia Risma
tiap chapter selalu bisa buat kita ikut ke dlaam alur cerita
Nia Risma
satu kata untukmu tuan Sanjaya "TERLAMBAT"
Marie Louis AK
orang tua macam apa itu. karma baru tahu rasa.
Nia Risma
mampir Thor,,,
baru baca udah nyesek banget
Fatima
nangis aku Thor🥲
Yuni Ngsih
Authooooor ceritramu hebat banget ,bagiku yg baca banyak contoh" yg positipnya ,satu kata buat B.Ratih keu Anaknya dzolim . pasti bakal ada karma sekarang jg dah ditinggal sm suaminya ,untuk Julia smg Sucses bahkan lebih sucses .......tetap semangat ....lanjut Thor 👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Yanti Uud
banyak bawang ceritanya
Memyr 67
𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗄𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁𝖺𝗇 𝗋𝖺𝗍𝗂𝗁. 𝗌𝖺𝗇𝗃𝖺𝗒𝖺 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗍𝖾𝗍𝖺𝗉 𝗆𝖾𝗆𝗉𝖾𝗋𝗍𝖺𝗁𝖺𝗇𝗄𝖺𝗇 𝗋𝖺𝗍𝗂𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗇𝗃𝖺𝗒𝖺 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝗃𝗎𝗀𝖺. 𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝖺𝖽𝖺 𝖡𝖤𝖪𝖠𝖲 𝖺𝗇𝖺𝗄, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖡𝖤𝖪𝖠𝖲 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗉𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺, 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝗃𝗎𝗅𝗂𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝗅𝗎 𝗄𝖾𝗆𝖻𝖺𝗅𝗂 𝗄𝖾 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺.
Wulan Dy
🐕🐕🐕
Wulan Dy
🐒🐒🐒
Sapna Anah
😭😭😭 jdi terbawa sedih
Muffin🧚🏻‍♀️: ✨ Halo Sahabat Pembaca! ✨
Aku baru saja merilis cerita terbaru berjudul “SCARLET MEMORIES” 🖤

Kisah tentang Diana Rosemary Falika— yang diusir oleh orang tuanya, dikhianati, dihancurkan, dan ditinggalkan dalam kondisi hamil.

Saat ia mulai sembuh karena satu pria yang dia anggap tulus.

lelaki dari masa lalunya kembali, membawa rahasia yang bisa membuat Diana hancur dan memilih pergi jauh membawa bayinya .

✨ Baca SCARLET MEMORIES sekarang.

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa❤️
total 1 replies
Hannoy Rz
mataku jadi sembab menangisi nasib juliaaa oh juliaa ku sayangg😭
Noneng Nurhasanah
g bisa nhan air mata... terjun deras sndiri 😭😭😭
Noneng Nurhasanah
aku sampe nangis sesegukan,,, krna pa yh d alami julia ak alami...
Salsa aja
ceritanya ringan.. enak alurnya.. menghibur..
/Good/
Ermi Yenti
mantapppppp ....heppy....... semua.....
Erlina Ibrik
Kota Cilegon gk ada Bandara.adanya Pelabuhan kapal laut 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!