NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Setan Kecil

...[Beri like dan komen]...

Kini di hadapan Raka, seorang wanita bermata merah delima berdiri terdiam sambil menatapnya. Ia yang tak lain adalah Mira yang berhasil mengontrol dirinya kembali.

Mira mulai perlahan mundur dan masih dalam perasaan terkejut melihat pria tampan menatap dirinya. Mira masih tak menyangka pria di depannya dengan gaya rambut bowl cut adalah Raka Alendra. Cowok yang dulu sering ia hindari kini ia berhadapan langsung dengannya.

Langkah kaki Mira masih terlihat mundur menjauhi Raka, lalu ia segera berbalik ingin pergi dari hadapan Raka. Namun tangannya langsung ditahan oleh Raka. Sontak, Mira segera menepisnya membuat Dean yang melihatnya langsung berhenti menangis. Hal itu karena ia terkejut melihat Ibunya nampak mulai kasar pada Ayahnya.

"Mira ...." lirih Raka terdengar begitu kecil sambil melihat Mira yang menunduk dari tadi.

"Jangan--jangan mendekatiku!" ucap Mira masih menunduk nampak tak mau menatap Raka.

"Mira ...." ucap Raka sekali lagi dan perlahan mendekati Mira.

"Aku--aku bilang jangan mendekatiku!" bentak Mira kini menatap Raka dengan sinis membuat pria tampan di depannya itu agak terkejut.

Mira agak tak percaya dan mengira dirinya selama ini berada di rumah Raka. Ia merasa sedih mengingat dirinya dimasa lalunya.

"Kenapa ... kenapa bisa begini,"

"Seharusnya aku tak bertemu denganmu ...." lanjut Mira dalam hati dan ia kembali menunduk. Ia nampak merasa bersalah atas dirinya karena Raka dulu hampir mati karena ulah dari perbuatannya.

Nampak Raka kembali terkejut karena ia dapat mendengar isi hati Mira. Sontak ia segera ingin memeluknya namun Mira tetap selalu menghindarinya.

"Mira ...." lirih Raka.

"Aku ... aku bilang, aku bilang jangan mendekatiku!" ucap Mira tegas.

"Kenapa, kenapa kamu selalu menjauhiku, Mira!" Raka berkata dengan agak tinggi tak menyangka Mira masih saja menjauhinya. Namun tak ada jawaban dari mulut Mira.

Raka pun dengan cepat langsung meraih tangan Mira membuat Mira tentu terkejut.

"Lepaskan tanganku! Lepaskan!" bentak Mira menatap sinis ke Raka dengan tatapan dingin seperti dulu.

"Tak akan kulepaskan. Sekarang, ikut denganku dan jelaskan padaku kenapa kamu melakukan itu semua." ucap Raka tak peduli lalu ocehan Mira lalu ia menarik tangan Mira dan menuntunnya menaiki tangga menuju ke kamarnya. Tentu Raka tak ingin Dean melihat pertengkaran dirinya dengan Mira nanti.

"Lepaskan!" bentak Mira mencoba lepas dari genggaman Raka. Namun Raka tak peduli dan tetap menarik Mira ke arah kamarnya.

Dokter Frans yang melihat perubahan istri Raka. Ia juga nampak tak percaya karena selama ini ia baru melihat seseorang yang memiliki kehidupan alter ego. Dean yang di sana langsung mendekati Dokter Frasn.

"Dokter, Mamiku kenapa? hiks." ucap Dean masih terisak.

"Tidak apa-apa. Ibumu sedang lagi bermain drama dengan Ayahmu saja." jawab Dokter Frans tersenyum sambil mengelus rambut Dean dan mencoba menenangkan gadis kecil itu. Gio yang di sana merasa ikut sedih melihat Dean menangis tadi.

Bam!

Suara pintu kamar tertutup begitu keras. Terlihat Mira kini berhasil lepas dari genggaman Raka.

Namun Raka langsung memeluknya membuat mata Mira membola. Tentu kini Mira mulai merasa risih jika seseorang menyentuhnya apalagi ada yang berani memeluknya. Tapi kini, ia malah terdiam merasakan pelukan Raka.

"Mira ... jangan---jangan menghindariku lagi." lirih Raka masih memeluk Mira. Pria tampan itu kini percaya jika wanita di depannya adalah kepribadian utamanya dan ia akan mencoba berbicara pada Mira.

"Kenapa ... kenapa bisa begini. Kenapa aku bisa ada di sini." ucap Mira mulai bicara dan masih menunduk. Walaupun begitu, suaranya terdengar begitu kecil dan ia nampak berusaha untuk tenang.

Raka yang mendengar ucapan Mira, ia agak merasa heran. Mira berkata seperti itu karena ia memang tak tahu apa-apa. Hal itu akibat dirinya di alam bawah sadarnya hanya ruangan gelap yang ia lihat dan karena itulah ia tak menyadari dirinya, apalagi ingatan Sovia tak terhubung pada ingatannya.

Raka pun melepaskan pelukannya lalu menepuk kedua bahu Mira lalu mengangkat dagu Mira agar ia bisa melihat dua mata merah delima yang begitu cantik yang sudah lama ia tak lihat.

"Kamu ... kamu tak ingat sesuatu?" tanya Raka melihat Mira. Mira berpaling muka lalu mundur sedikit.

"Aku tak ingat apa-pun." jawab Mira datar lalu menatap Raka. Ia masih terkejut melihat Raka kini berubah dengan penampilan yang berbeda.

Mira kembali tersentak karena Raka memeluknya lagi. Perlahan Raka menjelaskan perasaannya terhadap Mira. Ia juga menjelaskan mengapa Mira masih hidup sampai sekarang.

"Mira, aku benar-benar sangat senang kau masih hidup. Untung Pak Candy waktu itu melihatmu dan menolongmu segera. Aku sebenarnya sudah tahu kenapa kamu ingin bunuh diri pada waktu itu. Maaf Mira, aku tak bermaksud merusak hidupmu." jelas Raka mengingat dirinya yang tak sengaja memperkosa Mira sebelum wanita itu menjatuhkan dirinya ke sungai.

Setelah mendengar penjelas Raka. Mira kini ingat malam itu ia tidur dengan Raka, tapi bukan cuma itu alasan ia ingin mengakhiri hidupnya.

"Lepaskan aku!" Mira mendorong tubuh Raka.

"Akulah yang seharusnya meminta maaf. Karena akulah, waktu itu kamu hampir mati juga. Dan aku sudah tak peduli sama hidupku lagi dan semua itu aku lakukan untuk ...." ucap Mira terhenti akibat Raka langsung berbicara.

"Untuk menebus dosa?" ucap Raka membuat Mira berpaling muka.

"Benar, dan aku juga hanya tak ingin orang jahat sepertiku berkeliaran di dunia ini." lirih Mira mengingat perbuatan dirinya telah meneror beberapa orang yang sudah ia habisi.

Pluk!

Raka kembali memeluk Mira. Ia mengelus rambut Mira dengan lembut. Terasa begitu nyaman dirasakan Mira. Pelukan Raka memang dari dulu bisa membuatnya tenang.

"Aku tak peduli siapa dirimu. Yang jelas kamu adalah wanitaku. Jangan lagi melakukan itu, Mira. Pikiranmu itu sungguh bodoh, dosamu tak akan diampuni bahkan akan membuatmu menderita."

Mira yang mendengarnya, ia hanya terdiam menunduk mulai menyesali perbuatan aksi bunuh dirinya.

"Dan Ibumu benar-benar merasa kehilangan selama enam tahun lebih ini." lanjut Raka berkata dengan suara lembut.

Sontak Mira segera melepaskannya. Tentu ia terkejut mendengar enam tahun Ibunya merasa kehilangan dirinya.

"Apa--apa maksudmu itu, kenapa Ibuku merasa kehilangan diriku selama itu?" tanya Mira nampak tak percaya.

"Mira, kau hilang selama enam tahun dan aku juga selama ini mencarimu. Untung saja kau ditemukan dan dirawat oleh Pak Candy." jawab Raka menjelaskan.

"Selama itu?" Mira perlahan mundur.

"Jika selama itu, kenapa--kenapa aku tak ingat sesuatu sedikit pun." lanjut Mira nampak berhenti berucap. Ia merasa dirinya seperti melompati waktu padahal ia hanya merasa dirinya hanya beberapa hari tak melihat dunia ini.

Mira tiba-tiba tersentak, ia mulai ingat dengan wanita yang selalu ia lihat di alam bawah sadarnya dan itu tentulah Sovia.

"Mira, kau tak apa-apa, kan?" tanya Raka mulai kuatir melihat Mira terdiam saja. Ia kuatir Mira berpikir yang tidak-tidak lagi dan takut akan membahayakan dirinya.

Seketika Mira langsung menatap Raka lalu mengguncang-guncang Raka dan berkata kepadanya.

"Aku--aku sudah mengerti, ini semua gara-gara setan kecil itu, Raka." ucap Mira memberi nama julukan pada Sovia.

"Setan--setan kecil apa?" tanya Raka mencoba menenangkan Mira agar tak mengguncang dirinya.

"Raka, kau bisa melihat hantu kan. Jadi, sekarang kamu bantu aku singkirkan setan kecil yang ada ditubuhku," jawab Mira menunjuk dirinya.

"Dia, dialah yang mengendalikan tubuhku. Dia harus disingkirkan. Dia ingin mengambil tubuhku, Raka." lanjut Mira mulai meracau sambil menyetuh kepalanya.

Kini Raka paham maksud setan kecil yang dikatakan Mira. Raka kembali menepuk kedua bahu Mira lalu menatapnya serius.

"Mira, dia bukan setan kecil. Tak ada apa-pun yang merasukimu sekarang. Dia adalah dirimu."

"Diriku?" Tunjuk Mira pada dirinya lalu ia tiba-tiba tertawa.

"Hahaha ... apa maksdumu!" ucap Mira mulai dengan tatapan dinginnya.

"Mira, kau ini memiliki alter ego. Jadi sekarang, aku akan berusaha menyembuhkanmu." ucap Raka melihat Mira.

"Alter--alter ego apanya!" ucap Mira nampak tak paham. Baru saja Raka ingin menjelaskan, tiba-tiba saja pintu kamar dibuka oleh seseorang dan sontak mata Mira tak bisa berhenti menatap ke arah pintu tersebut.

______

Bersambung .....

Terima kasih, maaf telat update. Author lagi down banget huaaaaaaa~😭Tapi hari ini author mau crazy up sebagai tanda minta maaf hihihi~😁

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonymous
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!