NovelToon NovelToon
THE FORGOTTEN PAST

THE FORGOTTEN PAST

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Dark Romance
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Bagaimana jika kepingan masa lalu yang kamu lupakan tiba-tiba saja menarikmu kembali ke dalam pusaran kenangan yang pernah terjadi namun terlupakan?

Bagian dari masa lalu yang tidak hanya membuatmu merasa hangat dan lebih hidup tetapi juga membawamu kembali kepada sesuatu yang mengerikan.

Karina merasa bahwa hidupnya baik-baik saja sejak meninggalkan desa kecilnya, ditambah lagi karirnya sebagai penulis yang semakin hari semakin melonjak.

Namun ketika suatu hari mendatangi undangan di rumah besar Hugo Fuller, sang miliarder yang kaya raya namun misterius, membuat hidup Karina seketika berubah. Karina menyerahkan dirinya pada pria itu demi membebaskan seorang wanita menyedihkan. Ia tidak hanya di sentuh, namun juga merasa bahwa ia pernah melakukan hal yang sama meskipun selama dua puluh empat tahun hidupnya ia tidak pernah berhubungan dengan pria manapun.

*
karya orisinal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Jika melihat dalam suasana seperti ini, Hugo terlihat seperti orang yang benar-benar peduli. Hugo mengeluarkan kain kasa steril, menepuk-nepuk perlahan luka itu untuk membersihkan debu dan pasir yang menempel. Sentuhannya hati-hati, nyaris ragu, seolah takut menambah rasa sakit.

Karina meringis kecil, jarinya mencengkeram ujung bajunya, tapi ia tidak menarik kakinya menjauh.

'dia seperti memiliki dua kepribadian, baik dan mengerikan.’ Batin Karina tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari wajah Hugo

Pria itu meniup luka tersebut dengan lembut, lalu menekan kain itu sebentar hingga darah mulai berhenti. Lutut yang tadi tampak memerah kini perlahan lebih bersih, hanya menyisakan perih yang berdenyut. Setelah itu, ia membalutnya dengan perban, mengikat tidak terlalu kencang, memastikan Karina masih bisa bergerak dengan nyaman.

Ia menatap lutut itu sejenak, lalu mendongak. “Lain kali jangan berlarian,”

Karina mengangguk kecil. Hugo berdiri, dan duduk di samping Karina.

Keheningan jatuh di ruangan itu.

“Besok siang aku harus pergi selama beberapa hari,” kata Hugo setelah keheningan panjang.

Alis Karina bertaut bingung, kenapa Hugo memberitahunya? Malah bagus kalau dia tidak ada di rumah ini sehingga Karina bisa bebas dari rasa takut yang mencekam.

“Ya, kamu memang harus pergi.” Ucap Karina akhirnya.

“Apa maksudmu aku harus pergi?”

Karina langsung gelagapan, mendengar nada suaranya yang kembali dingin, Karina pasti sudah salah bicara lagi.

“Maksudku kan kamu besok mau pergi, ya pergi aja.”

Tatapan tajam langsung mengarah padanya, Karina menggeser duduknya. Ia bisa melihat kebencian yang sangat dalam di mata Hugo, tidak berusaha menyembunyikan sama sekali seolah dia sengaja memperlihatkan pada Karina.

Karina pikir Hugo akan melakukan sesuatu yang buruk, tetapi dia hanya pergi kemudian pergi begitu saja.

...\=\=\=\=...

Pagi itu matahari bersinar lumayan terik, membangunkan Karina yang tertidur pulas. Gadis itu menggeliat pelan di tempat tidur, mengubah posisinya menjadi duduk.

“Hoam…” Karina menguat lebar lantas turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.

Karina mandi selama tiga puluh menit lebih, selesai berganti pakaian dan mengeringkan rambu ia turun.

“Dimana semua orang, Ranra?” Tanya Karina pada kepala pelayan yang mengawasi pekerjaan para pelayan di dapur.

“Sepertinya tadi saya melihat beberapa orang bersantai di kolam renang sayap kanan,”

Setelah mendapatkan jawaban, Karina segera pergi kesana. Ia tahu letak kolam renang itu, tentu saja dengan mengandalkan peta rumah ini. Semua orang boleh pergi kemanapun di dalam area rumah ini, tetapi tidak diizinkan melewati gerbang. Jika ada yang pergi ke gerbang, maka harimau peliharaan Hugo yang kandangnya entah sejak kapan di pindahkan kesana akan langsung dilepaskan dan mencabik-cabiknya.

Di sekitar kolam renang, semua orang hadir kecuali Sam, si pendiam.

Karina duduk di salah satu kursi, memperhatikan Alam dan Miller yang sedang berenang.

“Hai,”

Karina menoleh ke kursi di sampingnya. “Hai, Kate.”

“Kamu baik-baik saja, Karin?” Tanya Kate memperhatikan wajah Karina yang pucat.

Sejujurnya Karina tidak merasa baik-baik saja, ia masih memikirkan anak kecil yang selalu terlihat di taman dan kenapa Hugo begitu terganggu ketika Karina menanyakan hal itu semalam?

'apa anak itu salah satu orang yang dia culik?’ pikir Karina menumpukan kepala ke meja, menatap kosong ke matahari yang bersinar terik.

“Jangan khawatir, Tuan Fuller tidak akan membunuh selama kita menaati semua aturan di rumah ini.” Kata Kata karena berpikir Karina sedang stress memikirkan cara untuk kabur.

“Aku tahu,” Karina menegakkan punggungnya. “Kedengarannya seperti kamu sangat mengenal sang Tuan rumah ini, siapa dia sebenarnya? Dan kenapa dia mengurung kita disini?” Tanyanya lagi.

Kate tampak tidak keberatan sama sekali berbagi informasi dengan Karina, dia mulai bercerita. “Di dunia luar Hugo Fuller hanyalah pria kaya raya yang bisa membeli apapun, dermawan dan suka berbagi.”

“Lalu?”

“Di dunia bawah tanah dia adalah iblis, kamu lihat David si tangan kanan mafia yang terbiasa membunuh orang?”

Karina mengangguk.

“Dia juga takut sama Tuan Fuller ini, tetapi apakah kamu tahu rumor paling mengerikan tentangnya?” Tanya Kate dengan suara pelan, nyaris berbisik seolah takut ada yang mendengarnya. Karina menggeleng.

“Banyak rumor yang beredar kalau dia adalah seorang Vampir,”

Karina seketika menyemburkan tawa keras. “Astaga! Itu rumor paling konyol yang pernah aku dengar,”

Kalau Hugo seorang kanibal itu masih mungkin, tapi vampir? Itu terlalu fiksi.

Namun Kate tidak tertawa, wajahnya serius.

“Itu beneran? Bukan lelucon?” Karina menelan ludahnya gugup. Bagiamana mungkin ada vampir di dunia nyata.

“Aku nggak tahu itu benar apa nggak, kita hanya perlu membuktikannya.” Kata Kate tersenyum misterius.

“Membuktikan apa?”

Kata berbisik. “Membuktikan dia vampir atau bukan.” Lalu kepalanya mengarah ke dalam kolam, Alam dan Miller masih sibuk berenang. Kemudian melirik David yang duduk dengan mata terpejam di sisi lain kolam. “Sekarang semua orang sedang sibuk, mari kita cari sesuatu di dalam.”

...***...

...like, komen dan vote ...

1
Maya Sari
Sangat menarik,seru ceritanya,bikin penasarn.
Maya Sari
Ceritanya seru….apa ada kelanjutan nya kk?
Nda
apakah yg berdiri di seberang jln itu hugo
Nda
makin penasaran thor,jangan sampe karina ketahuan Hugo.
sudah brusaha utk keluar,Mlah harus balik lagi😩
Nda
double up donk thor🤭,makin penasaran😩
Nda
duhh.. makin penasaran,apa jgn² benar Hugo itu vampir
Nda
novelmu keren thor
Nda
ditunggu double up-nya thor
Nda
duh,tunggu kelanjutanya thor makin penasaran,apakah itu fto karina🤭
lisa_lalisa
duhh, makin penasaran 😞
Nda
sebenarnya Hugo manusia vampir atau kanibal
di tunggu double up-nya thor
Kevin
Next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!