Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi
Alessia tersenyum lega saat akhirnya berhasil sampai di area tunggu,dimana hanya orang-orang yang mempunyai tiket yang di perbolehkan masuk.
Ia menoleh ke sedikit jauh di belakang,dimana Oliver berdiri di depan seorang wanita yang bermasker dan topi yang menutupi kepalanya.
Entah kebetulan atau keberuntungan, dengan seorang wanita yang memakai masker dan kaca mata bahkan menggunakan topi yang membuat wajah nya benar-benar tertutup dari ujung kepala hingga bawah, berdiri tepat di barisan samping nya.
Flashback on
Mata Alessia melotot saat melihat Oliver dengan orang-orang nya berjalan ke arahnya,hingga dengan cepat memegang erat-erat masker nya.
Pada saat itu tiba-tiba seseorang menyentuh bahu nya hingga membuat nya sedikit terlonjak kaget.
Seorang wanita dengan penampilan persis seperti nya,memakai masker topi dengan tambahan kaca mata hitam."Are you ok?,kau mengenal orang-orang itu?",tanya nya dengan tatapan mata yang khawatir.
Seolah ada harapan baru dalam dirinya,dan otaknya berjalan dengan cepat hingga meminta wanita itu berdiri di barisan nya dengan membuat semua orang ber- acak-acakan hingga membuat barisan tidak teratur membuat nya dengan cepat bisa mengganti barisan tanpa membuat Oliver curiga.
"Hei apa yang kau lakukan?",protes wanita itu itu.
Namun dengan cepat Ia menjelaskan tanpa menoleh ke arah nya,saat Oliver benar-benar beberapa langkah lagi di depan mereka.
"Mereka tidak akan menyakiti mu jika mereka tau kalau kamu bukan aku,tolong bantu aku menghalangi orang-orang itu sampai aku masuk ke dalam pesawat"
Wanita asing itu tak menjawab, tubuhnya seolah membeku saat seorang pria dengan tubuh menjulang dan atletis berdiri di hadapan nya dengan tatapan yang membuat nya takut.
Ia sedikit melirik tipis ke arah Alessia saat ini,yang sudah berjalan melewati mereka.
Mengingat ucapan Alessia yang ingin menahan mereka, membuat nya langsung memegang masker nya kuat agar identitas nya tidak cepat terbongkar sampai memastikan Alessia benar-benar akan masuk ke dalam pesawat.
Namun Ia benar-benar terkejut saat mendengar pria di hadapannya itu justru memanggil nya 'Istri ku?'
Ia mulai berpikir kalau pria itu memang suami Alessia,namun melihat orang-orang dengan seragam hitam dan aura kuat pria di hadapannya Ia yakin kalau pria itu dari dunia bawah tanah, seorang pria kaya raya yang merendahkan wanita dan kasar.
Flashback off
Lima menit akhirnya berlalu dan Oliver masih berdiri di hadapan wanita dengan masker,topi dan kaca mata itu.
Hal itu membuat Alessia justru semakin berdegup, berharap pesawat secepat nya berangkat sebelum identitas wanita itu terbongkar hingga membuat kepergian nya gagal.
Sampai seorang pramugari dan seorang pramugara datang dan mempersilahkan mereka untuk menuju pesawat yang sudah bertengger di lapangan luas bandara itu,yang sudah siap berangkat.
Ia menoleh kembali ke arah wanita asing itu,saat ini Oliver terlihat sudah membuka topinya.
Melihat hal itu membuat nya lebih dulu berlari ke luar dari tempat itu dan berjalan lebih cepat ke lapangan luas, dimana pesawat yang sudah Ia pesan ada di sana dan akan berangkat.
Sampai akhirnya Ia duduk pada kursi yang sudah di pesan,dan bernafas lega.
Di lihat nya ke tempat dimana Oliver dan wanita asing itu tampak saling terkejut.
***
Oliver merasa curiga dengan wanita di hadapannya itu saat setelah Ia berbicara,namun wanita itu tidak mengatakan apapun bahkan melihat nya dengan mata yang sayu dan takut.
Ia jelas tau bagaimana Alessia selama beberapa hari terakhir yang menatapnya dengan penuh kebencian,dia juga menyadari kalau tubuh wanita itu terlalu tinggi.
Hingga dengan gerakan sedikit perlahan Ia menarik masker wanita itu,hingga Ia menjadi syok dan hampir tidak percaya.
Jackson yang melihat nya juga tidak kalah terkejut, jelas-jelas beberapa saat lalu dari kejauhan mereka sudah yakin menemukan Alessia yang mereka cari.
"Dimana Alessia?"
Tanya Oliver menatap wanita di hadapannya saat ini dengan tatapan mengintimidasi,dan penuh penekanan membuat wanita itu tampak ketakutan.
"Maaf tuan,saya juga tidak mengerti kenapa kalian menghalangi jalan saya padahal pesawat saya akan segera terbang sekarang.Saya juga tidak kenal dengan wanita yang kalian sebut"
"Jadi tolong jangan halangi saya tuan"
Ucap wanita itu kemudian membawa kopernya, berlari dengan cepat masuk ke ruang area tunggu dan keluar ke lapangan luas dimana para penumpang pesawat yang berjalan menaiki tangga pesawat dan hampir semuanya sudah masuk,sehingga Ia semakin mempercepat larinya.
Sementara itu Oliver membeku di tempatnya kemudian berbalik melihat pesawat yang akan segera terbang,piikiran nya menjadi kacau dan hatinya begitu sakit tanpa sebab.
"Apa dia ada di pesawat itu?"
Jackson merasa iba melihat sang tuan,"Tuan saya nyonya Alessia tidak berada di sana, wanita yang kita curigai nyonya Alessia barusan ternyata bukan dia"
"Saya akan memerintahkan yang lain untuk memeriksa setiap orang di bandara ini untuk keberangkatan berikut nya",lanjut nya kemudian segera berlari.
Sementara Oliver menatap pesawat yang terlihat kecil di jarak Kejauhan nya saat ini,namun hatinya semakin terasa sakit saat melihat pesawat itu sudah siap.
Sementara itu di dalam pesawat, Alessia begitu berterimakasih dengan wanita yang sudah membantunya,hingga memberikan uang kompensasi karena hampir ketinggian pesawat.
Dan saat ini hatinya sedikit lega saat pesawat akhirnya akan segera berangkat.
"Oliver aku harap setelah ini kita tidak pernah bertemu lagi"
***
tapi jika Yasmine benar2 penyelamat nya Oliver bakalan dilema antara pilihannya dan tidak akan memiliki ketegasan sikap.
jadi lebih baik Alessia pergi jauh saja menata hidupnya kembali sampai bertemu seseorang yang mencintainya dgn tulus, menerima apa adanya serta mampu melindunginya.
preeet....
CEO kok goblok.
maaf ya jadi keluar sumpah serapah
3 tahun mang sebentar.