NovelToon NovelToon
Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Momoxi

Noval seorang putra pertama dari keluarga Mahesa yang kaya dan ternama di kota Y, Tapi Noval memiliki kebiasaan buruk berjudi, mabuk, bermain wanita, bahkan mengedarkan obat-obatan terlarang.

Demi menutupi keburukan putra pertama keluarga Mahesa, mereka terpaksa menikahkan putra pertamanya dengan gadis yang tidak memiliki latar belakang keluarga kaya. Sampai akhirnya datang adiknya dari luar negeri yang bernama Sam, dan mereka tinggal bersama dalam satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoxi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Asisten Darma

Pagi-pagi sekali Riyu sudah terlihat rapi, dia terlihat elegan saat menggunakan kemeja putih dan rok span berwarna hitam. Riyu juga sangat bersemangat untuk memulai pekerjaan barunya. Tapi Riyu masih tidak habis pikir, kenapa kakek Darma tiba-tiba memintanya untuk bekerja sama.

 

Namun disisi lain juga Riyu memiliki perasaan yang sangat familiar dengan kakek Darma, seperti orang yang dekat dan tidak asing lagi. Dia juga pernah mengamati kakek Darma saat mereka mengobrol di taman itu, senyumnya hampir mirip dengan Galuh. Ayahnya. Riyu bagai mendapatkan keluarga baru. Ia masih belum tau bahwa Darma adalah kakek kandungnya karena dia belum pernah bertemu sama sekali dengan kakeknya selama ini.

"Non, sarapan sudah siap" ucap Mirah dari depan pintu.

"Oke Bi Mirah aku akan segera turun" jawab Riyu sambil berputar di depan cermin untuk mengecek bajunya apa sudah rapi atau belum.

Noval, nyonya dan tuan Mahesa sudah berada di meja makan. "Pagi" sapa Riyu sambil tersenyum ramah.

Noval sibuk mengoles rotinya dengan selai kacang tanpa menoleh sedikitpun.

"Noval, bisakah kau mengantar Riyu pergi ke perusahaan Darma union?" tanya Mahesa.

"Em... Tidak perlu pa, Riyu akan naik taksi saja nanti. Kalau Noval mengantarkan Riyu, bisa-bisa dia terlambat ke kantornya" sahut Riyu menggeret kursinya lalu duduk menyiapkan sarapan.

"Oke kalau begitu" ucap Mahesa lalu menikmati sarapannya.

"Setelah menggoda adik iparmu, sekarang kau beralih menggoda kakek tua? Hemh, tidak tau malu" ucap Noval.

Mendengar kata-kata itu Riyu tertunduk diam, ia mencoba menahan diri untuk tidak menuruti emosinya. Hari ini adalah hari yang baik untuk Riyu, jadi dia tidak ingin mengacaukan hanya karena kata-kata Noval yang tidak berguna.

"Noval jaga ucapanmu" tegur Mahesa.

"Aku selesai, aku duluan pergi ke kantor" ucap Noval melanjak jasnya yang tersampir di sofa.

Riyu memandang Noval yang beranjak pergi, meskipun dia terasa sakit atas hinaannya tapi biarlah, semuanya sudah biasa, Noval memang selalu menghinanya.

Usai sarapan Riyu langsung memesan taksi lalu pergi ke alamat yang telah di kirimkan oleh kakek Darma, selama 30 menit perjalanan Riyu sampai di sebuah gedung tinggi.

Sampai di loby Riyu merasa bingung, dia tidak tau harus bagaimana. "Kantor ini begitu luas dan tinggi, sekarang aku harus apa?" tanya Riyu pada dirinya sendiri.

Riyu menoleh kesana dan kemari seperti orang yang tersesat, dia belum pernah pergi ke perusahaan manapun sebelumnya. Namun tiba-tiba datang seorang pria memakai jas hitam menghampirinya.

"Nona Riyu?" sapa pria itu sambil menjulurkan tangannya sebagai tanda berjabat tangan.

"Kamu tau namaku?" ucap Riyu gugup lalu menyambut jabatan pria itu.

"Saya Bayu, orang asisten tuan Darma. Kau sudah ditunggu dari tadi, mari ikut saya ke ruangannya" ucap pria itu langsung berbalik.

Riyupun mengikutinya dari belakang, sambil memperhatikan setiap ruangan disana. Karyawan terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Riyu semakin merasa gugup. Telapak tangannya mulai dingin dan berkeringat.

Setelah naik ke dalam lift, mereka berhenti di lantai yang paling tinggi. Keluar dari lift Riyu melewati lorong menuju satu pintu ruangan yang besar. Bayu membukakan pintu dan menyuruhnya masuk.

"Silahkan nona" ucap Bayu sambil membungkuk.

"I... Iya baiklah" Riyu merasa sangat canggung di perlakukan seperti itu.

Dengan langkah kaki yang ragu, Riyu memasuki ruangan besar berlantai marmer. Pandangannya menyusuri ruangan itu dari bawah hingga atas, sampai tiba-tiba seseorang mengejutkannya.

"Aku kira kau tidak akan datang!" Riyu terkejut langsung menoleh ke sumber suara tadi.

"Kakek Darma?" ucapnya dengan perasaan lega.

"Bagaimana? Aku rasa kau akan merasa betah di sini kan?" ucap Darma sambil memberi isyarat Riyu untuk duduk di sofa.

"Tapi aku masih tidak mengerti kek, kenapa kau tiba-tiba memintaku untuk menjadi asistenmu? Sedangkan aku tidak memiliki pengalaman sama sekali" Riyu menunduk sambil memainkan jari-jemarinya.

"Kenapa kamu meragukan diri sendiri Riyu?

"Kakek... Aku hanya tidak ingin membuatmu malu ataupun kecewa. Aku hanya gadis kampung apa pantas bekerja di perusahaan yang besar ini?"

Darma terdiam, tatapannya fokus ke arah liontin Riyu yang terlihat dari kerah kemejanya. Darma menjulurkan tangannya mendekati liontin itu.

"Apa yang akan kakek Darma lakukan padaku? Dia tidak mungkin kakek yang mesum kan...?" gumam Riyu dalam hati. Riyu merasa takut dan memejamkan matanya saat Tangan Darma menyentuh kerah di lehernya.

"Darimana kau mendapatkan liontin ini?" Tanya Darma menahan getar di lehernya.

Riyu yang memejamkan mata langsung menoleh ke arah bandul liontin yang di pegang kakek Darma.

"Em... ini..." Riyu terdiam, dalam hati ia berkata "Tidak... Aku tidak boleh memberitahunya. Aku baru sesaat mengenal kakek Darma, meskipun dia baik tapi aku harus berhati-hati"

"Ini hadiah dari pakdeku kek" jawab Riyu melanjutkan ucapannya yang terpotong.

"Kau adalah putri dari Galuh Saputra bukan? pembisnis hebat yang pernah berkuasa di kota ini, Jadi... Aku yakin dengan kemampuanmu!" ucap Darma menatap Riyu serius.

"Kakek... Bagaimana kau..." Riyu sangat terkejut dengan tebakan Darma.

"Haha jangan khawatir Riyu, aku tidak akan membongkar identitas mu. Aku berjanji akan melindungimu jadi kau tenang saja. Aku semakin yakin denganmu setelah melihat liontin itu" ucap Darma lalu menyalakan cerutunya.

Ada perasaan senang di hati Riyu, tapi dia juga bingung. Setelah keluar dari rumah bude kenapa banyak sekali orang yang mulai mengorek indentitasnya.

"Aku anggap ucapan kakek barusan adalah janji padaku. Tapi bagaimana bisa kakek tau tentang liontin ini?" tanya Riyu penasaran.

"Bandul liontin itu adalah bandul yang langka, hanya keluarga Galuh yang memiliki nya. Turun temurun, generasi ke generasi. Siapapun yang memakai liontin itu maka dialah ahli waris yang telah di tetapkan!"

Riyu terpaku mendengar penjelasan Darma, hatinya juga bertanya tanya, kenapa kakek ini sangat tau banyak tentang keluarga Galuh Saputra.

"Mulai sekarang giatlah Riyu, aku akan membimbingmu"

"Terimakasih kakek, Riyu akan patuh pada bimbingan kakek Darma. Aku juga ingin menjadi orang yang kuat dan sukses, supaya aku tidak di hina lagi dan bisa membalaskan dendam" ucap Riyu, ekspresinya tiba-tiba berubah drastis.

Darma menatap Riyu, sebenarnya jika Riyu ingin membalaskan dendam Darma bisa membantunya saat itu juga. Tapi sebelum membalas dendam Riyu harus sudah bisa menjejakkan kaki di atas perusahaan Galuh peninggalan ayahnya.

untuk yang terpenting sekarang adalah Darma sudah menemukan cucunya, dia akan membimbing Riyu menjadi seseorang yang kuat di kota Y ini.

Meskipun dia belum bisa mengakui secara gamblang kalau mereka memiliki ikatan darah. Hari pertama Riyu bekerja, Darma mengajaknya berkeliling di kantornya. Dia juga memperkenalkan Riyu pada para karyawannya,

"Kakek... Bolehkah aku minta satu permintaan?" ucap Riyu menatap Darma penuh harap.

"Apa yang kau minta?"

"Aku ingin tuan Darma Galuh menjadi kakekku, apa kau bersedia?"

"Aahh ini lebih membahagiakan daripada ungkapan cinta haha tentu saja kakek bersedia" Mereka tertawa lalu melanjutkan berkeliling.

"Riyu, kau sudah menikah dengan Noval, apa kau bahagia?" tanya Darma sengaja ingin tau kehidupan cucunya.

Riyu terdiam sejenak, ia menunduk lalu menjawab "Iya... Aku bahagia kek" ucap Riyu melempar senyum pada Darma.

"Lalu... Menurutmu bagaimana dengan Sam?"

Langkah kaki Riyu terhenti karena pertanyaan Darma, dia tidak menyangka kalau kakek itu tau banyak tentang kehidupannya.

"Sam... Dia, laki-laki yang baik" jawab Riyu gugup. Riyu bingung mau menjawab apa.

"Kau benar, dia mang pria yang baik. Suatu hari aku akan menjodohkannya dengan cucu tercintaku"

"Apa? Tidak!" ucap Riyu memperlihatkan ketidak relaannya.

"Tidak? Kenapa?" Darma mengerutkan kedua alisnya.

"Emm... Maksudku, Sam sudah memiliki pasangan" ucap Riyu

"Baru pasangan tunangan kan? Lagi pula, cucuku sangat mencintainya, begitu juga sebaliknya. Sam sangat mencintai cucuku!"

Ucapan Darma semakin membuat Riyu tidak karuan, "Tapi kek, kakek bilang cucu kakek hilang hingga sekarang, tidak mungkin kan kakek akan menikahkan mereka!"

"Perlu kau tau Riyu, kakek sudah menemukan cucu tercintaku. Aku akan memikirkan untuk melancarkan hubungan mereka, meskipun perlu waktu, Aku tidak rela jika mereka menderita karena saling mencintai"

Riyu merasa down, "Sam... Apa benar dia mencintai cucu kakek Darma? Lalu... Bagaimana denganku" bisiknya dalam hati.

Riyu tertunduk menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca, Darma tau Riyu sedang cemburu, sangat jelas tersirat di bola matanya. Darma sengaja menggodanya, ternyata Riyu memang gadis lugu.

**Villa**

 

Sam masih merasa kesal atas apa yang Lila perbuat tadi malam, hampir saja Sam masuk kedalam jebakan wanita rubah itu. Usai bersiap Sam langsung turun untuk berangkat ke kantor tanpa menyentuh sarapannya.

"Tuan apa kau tidak sarapan dulu?" ucap pelayan.

Saat itu Lila pun keluar dari kamar tamu hendak menghampiri Sam.

"Tidak bi, aku tidak selera" ucap Sam yang merasa sebal melihat Lila lalu pergi.

Lila bergegas menyusul Sam yang sudah hampir masuk ke dalam mobilnya.

"Sam! Sam tunggu!" ucap Lila berteriak sambil mendekat ke arah Sam.

"Sam apa kau marah? Semalam aku tidak bermaksud..."

"Lila. Lebih baik sekarang kau bersiap, biar supir yang mengatarmu pulang"

"Kau masih marah Sam? aku sudah meminta maaf padamu atas kejadian semalam, aku..."

Lila terdiam ketika melihat Sam menatapnya dengan tatapan yang tajam, Sampun kembali meneruskan langkahnya lalu masuk ke dalam mobil. Lila hanya terdiam di depan pintu.

"Selamat pagi nona" sapa Aji, ia langsung masuk masuk ke jok kemudi dan melajukan mobilnya.

"Eerrgghh!!! Dia sangat menyebalkan! Lihat saja Sam, meskipun aku mencintaimu tapi aku juga ga segan menyakitimu. Orang sepertimu memang harus di beri pelajaran!" ucap Lila geram merasa di remehkan.

Saat perjalanan Aji melihat Sam lewat sepion mobilnya, melirik bosnya nampak frustasi sambil memijit-mijit pelan keningnya.

"Bos, baru semalam menginap dengan istrimu, kau sudah merasa frustasi?" Ucap Aji lalu mengalihkan pandangannya ke jalan raya.

"Wanita itu benar-benar gila, dia sengaja membuatku mabuk supaya menyentuhnya" ucap Sam menyandar.

Aji tersenyum singkat, dia tau kalau Sam sangat risih pada wanita yang bertindak murahan. "Jadi kau lebih memilih memaksa wanita daripada wanita yang memaksamu?"

"Aku lebih suka Riyu yang memaksaku"

"Wkwkwkwk mimpi!"

Saat di perempatan jalan, Sam memutuskan, "Aji putar arah!"

"Kau sengaja mengerjaiku! Kenapa kau tidak bilang dari tadi!" ucap Aji sambil menoleh ke belakang.

"Hey perhatikan setirmu! Pokoknya kita putar arah. Aku baru ingat kita harus ke Darma union untuk menyerahkan file itu"

"Kau ini! Mengerjai orang tua saja!" ucap Aji yang usianya berbeda 10 tahun di atas usia Sam.

"Aku ini bosmu! Berhentilah ribut denganku!"

"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai bosku. Sam. Aku lebih memilih menganggapmu sebagai sahabatku!" ucap Aji membelokkan mobilnya.

"Sepertinya kau laki-laki yang kesepian" ledek Sam.

"Berkacalah sebelum bicara!" Sam nyengir melihat Aji mulai kesal.

Sebelumnya Darma memberikan tugas kepada Sam untuk menyelidiki keluarga Mangsur, melihat statusnya Sam yang kini tunangan Lila, semua akan lebih mudah untuk Sam mendekati dan menyelidiki mereka.

"Riyu, akan ada tamu penting yang hadir ke sini. Kau sambut mereka dan bawa mereka kemari" ucap Darma pada Riyu setelah menutup teleponnya.

"Baik kek" jawab Riyu, ia bergegas turun ke lantai utama untuk menyambut tamu yang di maksud.

"Hari ini adalah hari pertama aku bekerja, lakukan yang terbaik Riyu" ucap Riyu menyemangati diri.

"Apa tamu dari kakek Darma sudah datang? Beliau menyuruhku untuk membawanya ke ruangannya" ucap Riyu pada sekertaris.

"Sudah nona Riyu, mereka ada di ruang tunggu VIP sebelah sana" ucap sekertaris sambil menunjuk ke arah ruangan sebelah kanan.

Riyu mengucapkan terimakasih lalu bergegas pergi menemui tamu yang di maksud.

"Maaf telah menung... Sam?" Riyu terkejut saat melihat Sam dan Aji yang berada di ruangan VIP.

"Hei. Lama tidak berjumpa, Nona kau terlihat cantik saat mengenakan pakaian kerja" ucap Sam memandang Riyu.

"Apa yang kau lakukan di sini!"

"Aku rasa Tuan Darma sudah memberitahu kamu bukan? Aku tamu pentingnya" Ucap Sam dengan nada santai lalu berjalan ke arah Riyu. "Baiklah, antar aku ke ruangannya" Sam mendekati Riyu, wajahnya begitu dekat membuat Riyu gugup dan berdegup kencang.

"O.. Okey... Sebelah sini" ucap Riyu langsung mengalihkan wajahnya lalu mengantarkan mereka naik lift.

"Pria ini masih saja bersikap menyebalkan. Tapi... Sepertinya kakek dan Sam sangat dekat, apa dia benar-benar akan di jodohkan dengan cucunya?" gumam Riyu dalam hati. Angannya pergi entah kemana sampai lift berhenti Riyu hanya berdiri menatap kosong.

"Hey nona! Apa kita sudah bisa keluar lift sekarang?" Sam menjentikkan jarinya di depan wajah Riyu.

Riyu gelagapan tersadar dari lamunannya, "Oh... Iya, mari" ucap Riyu menyembunyikan wajah gugup.

Sam hanya tersenyum geli melihat tingkah Riyu yang terlihat lucu dan kikuk. "Gadis ini memang selalu membuatku gemas" gumam Sam dalam hati.

"Kakek, tamunya sudah tiba" ucap Riyu.

Darma berbalik lalu tersenyum, ia menyuruh Sam dan Aji duduk di sofa yang berada di ruangan dengan kaca di setiap sudut nya, bisa di bilang itu adalah ruangan rapat khusus di dalam ruangan.

Riyu di beri tugas menyalin tex untuk rapat besok, meskipun jarinya sibuk mengetik tapi pandangan Riyu sesekali melirik ke arah Sam.

"Aku sama sekali tidak bisa mendengar percakapan mereka, sepertinya mereka serius sekali. Apa yang mereka bicarakan sebenarnya! Apa tentang perjodohan itu??" gumam Riyu merasa resah.

Darma dan Sam yang sedang ngobrol, tapi sering sekali mereka berbicara sambil memandang Riyu. Riyu yang menyadari hal itu merasa grogi dan merasa tidak nyaman.

"Kerja bagus Sam, tapi ini masih belum cukup" ucap Darma sambil memeriksa berkas yang di berikan oleh Sam.

"Tenang saja Tuan, aku masih melanjutkan penyelidikan. Tuan Darma apa kau sudah mengaku pada cucumu?" tanya Sam lalu menyeruput kopinya.

"Belum Sam, aku... Takut dia akan menolakku. Aku pernah bercerita tentang bagaimana caraku memperlakukan ibunya, dan dia terlihat begitu marah" jawab Darma.

Mata rentanya menyiratkan rasa bersalah dan kesedihan yang mendalam.

"Tidak ku sangka, tuan Darma yang kuat dan kejam ini ternyata memiliki hati yang rapuh"

"Jangan menggoda orang tua Sam! Aku ingin mendidik Riyu terlebih dahulu supaya dia mengerti bisnis untuk menggantikan posisi ayahnya"

"Jadi... Perusahaan Galuh selama ini ada di tanganmu?" Sam mengerutkan keningnya.

"Ya, siapa lagi"

"Hmh pantas saja sulit untuk di bobol" ucap Sam menatap dalam.

"Kau memang pemuda yang brengsek!" ucapan Darma membuat Sam tersenyum geli.

Setelah lama mereka berdiskusi akhirnya mereka keluar dari ruangan kaca, Riyu juga kebetulan sudah menyelesaikan pekerjaannya.

Mereka berjalan bersama menuju loby untuk mengantar Sam, sebelum masuk ke dalam mobil Sam memandangi Riyu sesaat.

"Anak muda yang menyebalkan, tapi dia sangat tampan kan?" tanya Darma pada Riyu setelah mobil Sam meninggalkan kantornya.

Riyu berjalan di belakang mengiringi Darma, mereka kembali masuk ke dalam ruangannya.

"Lihat... Tuan Darma menjadi sangat ramah dan ceria setelah nona Riyu datang dan menjadi asistennya" ucap salah satu karyawan ke karyawan yang lainnya.

"Memang benar, tapi apa kalian ga curiga? Bisa saja kan nona Riyu adalah wanitanya tuan Darma. Meskipun sudah tua, tapi jika kaya raya siapapun tidak akan bisa menolak untuk menjadi wanitanya" jawab karyawan satunya lagi.

Sekertaris yang kebetulan mendengar mereka bergosip langsung berhenti di depan karyawan itu dengan wajah yang garang.

"Sekali lagi aku mendengar kalian bergosip, aku tidak akan segan melaporkan kalian kepada bos Bayu. Dia tidak suka pada orang yang suka asal bicara, hukuman paling ringan adalah Memotong lidah mereka!"

Karyawan itu saling pandang dan gemetar ketakutan.

"Maaf sekertaris, kami tidak akan bergosip lagi" ucap mereka serentak.

"Pergi sana! Kalian di sini untuk kerja, bukan bergosip!" hardik sekertaris.

Karyawan itu langsung bergegas menuju meja kerjanya masing-masing. Suasana kantor menjadi serius dan sibuk seperti semula hingga jam kerja usai.

1
Cahyaniya
pemeran wanita nya goblog
Cahyaniya
orng pinter tapi bego harsia sllu kethuan musu lebih dulu apa Lg Sam oon
ibeth wati
maaf Thor saya berhenti ceritanya sprt sinetron ikan terbang konfliknya berputar dan berulang
ibeth wati
kok macam orang bodoh ini orang" jadi citra buruk untuk para pebisnis aja
Neus Assalma
katanya orang kaya tapi gk ada yg peka ada org jahat dlm klurga.
Neus Assalma
18 tahun kala itu eh di bawah malah balik lg 17 tahun, lebih teliti lg Thor.
wina
bagus ada kelanjutannya lgi gk
Enung Samsiah
knpa nggk pki CCTV d ruangan nya,,, bikin drting aja sm noval
Enung Samsiah
ko datang lngsung keok gimn sih tor,, bikin drh tinggi bacanya,,
Enung Samsiah
adeeh tor nggk kepergok aja terus d vidio buat laporan
Enung Samsiah
😭😭😭😭
R_3DHE 💪('ω'💪)
korban kupu" malam...
R_3DHE 💪('ω'💪)
pengen punya ayah kayak si sam....
R_3DHE 💪('ω'💪)
😭😭😭😭😭
R_3DHE 💪('ω'💪)
berarti lila sama Noval sedarah???
pernah berhubungan juga???
wah wah... ini kisah menarik....
R_3DHE 💪('ω'💪)
😂😂😂😂
R_3DHE 💪('ω'💪)
jadi bu siti gak tau kalau riyu itu anak Sultan?
Yulianto
Lumayan
Yulianto
Biasa
Yulianto
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!