Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.
Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?
Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.
Temukan kisah mereka hanya di sini:
"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.
Kantor firma hukum
Lucky duduk di kursi kerjanya dengan wajah lelah, setelah pulang dari kantor polisi. Di depannya tersaji tumpukan berkas perkara dari kliennya. Pria yang masih mengenakan setelah jas rapi itu, tampak sibuk menerima panggilan telepon sedang berbicara dengan nada serius.
"Ya, Pak Hakim. Kami memiliki bukti yang kuat untuk mendukung klaim kami," kata Lucky. "Kami yakin, pihak penggugat telah melakukan tindakan yang tidak etis dan melanggar hukum."
"Tentu, Pak. Kami akan hadir di persidangan besok dengan semua bukti yang diperlukan. Terima kasih, Pak Hakim."
Lucky menutup telepon dan menghela napas panjang. Dia menghubungi Darrel dan Zeya di grup whatsapp.
"Sidang pertama besok. Persiapkan mentalmu. Ini akan menjadi pertempuran yang sengit," ujarnya dengan nada datar.
"Aku gugup, Ky. Aku belum pernah berurusan dengan masalah seperti ini sebelumnya," jawab Darrel sedikit tegang.
"Kamu tenang, Rel. Aku akan mendampingimu. Ikuti saja apa yang aku katakan. Yang penting, kita harus tetap percaya diri dan jujur." Lucky berusaha menenangkan sahabatnya.
"Ze, yakin kita akan menang, Bang. Kita punya bukti yang kuat dan kita berada di pihak yang benar," sahut Zeya dengan nada optimis.
"Kamu benar, Ze. Tapi, jangan lengah. Pihak lawan pasti akan mencoba segala cara untuk menjatuhkan kita." Lucky mengingatkan.
.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Darrel membawa Zayn dan Zoey ke rumah adiknya. Bahkan kedua anaknya itu pun masih tertidur. Dari sana Darrel dan Zeya berangkat bersama.
Suasana di ruang sidang terasa mencekam dan penuh ketegangan. Darrel, Zeya, dan Lucky duduk di kursi terdakwa, sementara pengacara dari perusahaan kompetitor duduk di seberang mereka dengan ekspresi angkuh.
"Yang Mulia, kami memiliki bukti yang tak terbantahkan bahwa aplikasi KopiKeliling milik terdakwa telah meniru konsep bisnis dan fitur dari aplikasi kami. Kami menuntut ganti rugi sebesar satu milyar dan meminta agar aplikasi KopiKeliling segera ditutup," kata pengacara kompetitor dengan nada meremehkan.
Lucky berdiri dengan tenang. Ekspresi wajahnya sangat meyakinkan. "Yang Mulia, kami menolak semua tuduhan yang diajukan oleh pihak penggugat. Kami memiliki bukti yang kuat bahwa aplikasi KopiKeliling adalah ide orisinal dari klien kami, Saudara Darrel Naratama. Kami juga memiliki bukti bahwa pihak penggugat telah melakukan tindakan peretasan dan intimidasi terhadap klien kami."
Lucky kemudian mempresentasikan bukti-bukti yang mereka miliki: proposal bisnis aplikasi KopiKeliling, bukti peretasan, dan saksi ahli yang menyatakan bahwa aplikasi KopiKeliling memiliki fitur-fitur unik yang tidak ada di aplikasi kompetitor.
"Yang Mulia, saya mengembangkan aplikasi KopiKeliling berdasarkan pengalaman saya sendiri sebagai penjual kopi keliling. Suatu hari gerobak kopi saya disita oleh Satpol PP. Dari situ kemudian terbersit ide untuk menciptakan aplikasi KopiKeliling dibantu oleh adik saya." Darrel menoleh ke arah Zeya dan mendapat anggukan oleh wanita itu.
"Saya ingin dari aplikasi tersebut bisa membantu para pedagang kopi kecil untuk mengembangkan bisnis mereka. Saya tidak pernah berniat untuk meniru ide siapapun." Darrel memberikan kesaksian dengan jujur dan lugas.
Kemudian Zeya juga berkesempatan memberikan kesaksian tentang tindakan peretasan yang dilakukan oleh pihak kompetitor.
Setelah mendengarkan semua kesaksian dan bukti, hakim memutuskan untuk menunda sidang dan meminta kedua belah pihak untuk mengajukan bukti tambahan.
Setelah sidang selesai, Darrel, Zeya, dan Lucky berkumpul di sebuah kedai kopi.
"Aku nggak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku takut kita akan kalah," ucap Darrel dengan wajah lesu.
"Jangan menyerah dong, Rel. Kita sudah melakukan yang terbaik. Sekarang, kita tinggal menunggu keputusan hakim," ujar Lucky menenangkan.
"Abang tenang saja, sih. Ze akan terus mencari bukti tambahan untuk memperkuat posisi kita." Zeya meyakinkan.
Tiba-tiba, ponsel Lucky berdering. Dia mengangkat telepon dan berbicara dengan ekspresi terkejut.
"Apa...? Bagaimana bisa...? Oke, saya mengerti. Terima kasih atas informasinya."
Lucky menutup telepon dan menatap Darrel dan Zeya dengan wajah serius.
"Aku baru saja dapat informasi bahwa ternyata benar PT Mitra Inovasi Nusantara ada di balik semua ini," ucap Lucky.
Darrel dan Zeya menatap Lucky dengan ekspresi terkejut dan marah. Pertempuran ini semakin sulit dan berbahaya. Mereka harus berjuang lebih keras untuk membuktikan kebenaran dan melindungi aplikasi KopiKeliling.
.
Seminggu kemudian, sidang kembali digelar. Ruang sidang dipenuhi oleh orang-orang yang ingin menyaksikan babak akhir dari perseteruan antara KopiKeliling dan perusahaan kompetitor. Darrel, Zeya, dan Lucky duduk dengan tegang di kursi terdakwa. Di seberang mereka, pengacara dari perusahaan kompetitor tampak percaya diri dengan senyum sinisnya.
Hakim memasuki ruangan dan memulai sidang.
"Setelah mempertimbangkan semua bukti dan kesaksian yang diajukan oleh kedua belah pihak, pengadilan memutuskan..." Hakim berhenti sejenak, menciptakan suasana yang semakin mencekam.
"...menolak semua tuntutan yang diajukan oleh pihak penggugat. Pengadilan menyatakan bahwa aplikasi KopiKeliling tidak melanggar hak cipta dan tidak melakukan plagiarisme terhadap aplikasi milik penggugat. Selain itu, pengadilan juga menemukan bukti yang cukup kuat bahwa pihak penggugat telah melakukan tindakan peretasan dan intimidasi terhadap pihak tergugat."
"Oleh karena itu, pengadilan memutuskan untuk memenangkan pihak tergugat, yaitu Saudara Darrel Naratama dan aplikasi KopiKeliling," lanjut Hakim dengan tegas.
Sontak, Darrel dan Lucky saling berpelukan dengan gembira. Air mata haru mengalir di pipi mereka. Sementara Zeya hanya berjabatan tangan menyikapi kemenangan mereka. Akhirnya, kebenaran telah terungkap dan keadilan telah ditegakkan.
Pengacara dari perusahaan kompetitor tampak marah dan tidak terima dengan keputusan hakim. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah sidang selesai, Darrel, Zeya, dan Lucky keluar dari ruang sidang dengan senyum lebar. Mereka disambut bak pahlawan oleh para mitra aplikasi KopiKeliling yang telah menunggu di luar.
"Selamat, Darrel! Selamat, untuk kemenangan aplikasi KopiKeliling!" seru mereka sambil bertepuk tangan.
Darrel mengangkat tangannya dan tersenyum kepada para pendukungnya. Dia merasa terharu dan bersyukur atas dukungan yang telah mereka berikan.
"Terima kasih semuanya! Kemenangan ini adalah kemenangan kita bersama!" seru Darrel dengan suara lantang.
Dengan selesainya masalah hukum, Darrel bisa bernapas lega dan fokus mengembangkan aplikasi KopiKeliling. Aplikasi tersebut semakin populer dan membantu banyak pedagang kopi kecil di seluruh tanah air. Darrel menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin mewujudkan impian mereka.
.
Malam harinya Darrel selaku owner dari aplikasi KopiKeliling mengadakan syukuran kecil-kecilan di sebuah kafe. Dia bersama Lucky dan Zeya mengundang para mitra aplikasi KopiKeliling untuk datang dan merayakan kemenangan mereka.
Ponsel Darrel bergetar dan segera membukanya. Sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal.
"Selamat atas kemenangannya, Pak Darrel. Semoga setelah melewati badai, Anda semakin sukses. - Vira".
Darrel tersenyum membaca pesan itu. Mungkinkah ini akan menjadi awal dari kisah cinta yang baru?