NovelToon NovelToon
0000

0000

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Bad Boy / Kutukan
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: M Rizky Ferdiansyah

Berhati-hatilah dengan ponselmu saat frekuensi malam sedang kosong.
​Di sudut kamar kos yang sempit di kawasan Teladan, Medan, Faris ketagihan membuang waktu di media sosial untuk mengalihkan rasa cemas akibat PHK. Hingga suatu malam, sebuah mitos urban tentang nomor pemanggil kematian melintas di layarnya. Sebuah ketukan tidak sengaja memicu dering ke nomor 0000.
​Sambungan itu tidak pernah memanggil operator. Sambungan itu justru mengundang sesosok iblis tak berkulit yang mencari saluran suara untuk berpindah ke dunia nyata.
​Sejak malam itu, ponsel Faris menjadi gerbang teror. Panggilan terus berjalan tanpa bisa dimatikan, dan setiap detik yang berlalu menuntut imbalan darah dari orang-orang di sekitarnya. Terjebak dalam perburuan waktu antara kejaran entitas supranatural dan ancaman menjadi pembunuh tak sengaja, Faris harus membongkar rahasia di balik frekuensi 0000—sebelum giliran jiwanya yang ditarik masuk ke dalam layar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M Rizky Ferdiansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hegemoni Yang Runtuh

​Ledakan gelombang anti-frequency yang menyembur dari puncak menara Senjaya Telecom memancar bagaikan riak air raksasa berwarna keemasan yang memotong kegelapan malam Kota Medan. Cahaya emas-keunguan itu menembus kabut pekat yang menggantung rendah di angkasa, membentang dari pusat kota hingga ke pinggiran Deli Serdang hanya dalam hitungan milidetik.

​BOOM!

​Suara benturan dua gelombang raksasa bertabrakan di udara terbuka tidak menghasilkan ledakan api biasa, melainkan sebuah hantaman hening yang merobek seluruh jaringan elektromagnetik ghaib. Gelombang pembalik yang ditenagai oleh darah murni Faris dan matriks tembaga merah Sigaik Begu menjangkau setiap sudut kota yang sebelumnya terkunci dalam perangkap sinyal tunggal.

​Di kamar-kamar rumah warga yang gulita, ratusan ribu telepon pintar yang semula menyala merah pekat dan bergetar ritmis mendadak berkedip liar. Sinyal angka 0000 di layar kaca bergetar hebat, terdistorsi oleh gelombang pembalik yang memotong jalur frekuensi induk.

​Bzzzt... KLAK!

​Panggilan otomatis dari nomor 0000 terputus serentak secara massal. Nada dengung mematikan dan suara ketukan kuku tek... tek... tek... yang merayap di saluran seluler mendadak lenyap, berganti hening murni yang menenangkan. Tekanan udara berat yang selama berjam-jam menyelimuti Kota Medan runtuh seketika. Bau belerang yang mencekik napas mendadak terurai, digantikan oleh embusan angin malam pegunungan Karo yang segar dan dingin.

​Warga yang sebelumnya meringkuk ketakutan sembari memegangi kepala mereka perlahan-lahan menghela napas lega. Ponsel-ponsel pintar di genggaman mereka kembali ke mode standby biasa, memunculkan pemberitahuan No Service yang aman.

​Namun di platform puncak menara pemancar, efek balikan sinyal (backfire) dari pembalikan fase gelombang berdaya megawatt menghantam Amplifier Transmisi Pusat dengan kejam.

​SPARK! BANG! BANG!

​Kapasitor utama, sirkuit bus tembaga, dan konsol transmisi raksasa milik Senjaya Telecom meledak beruntun dalam percikan bunga api biru-keemasan. Kobaran api seketika membakar rangkaian kabel serat optik dan jaringan bus data utama gedung.

​Hartono Senjaya menjerit histeris saat jaringan serat optik yang tertanam di dalam jaringan saraf biologisnya ikut memercikkan arus pendek. Hubungan ghaib dan teknologis yang ia bangun selama puluhan tahun terputus paksa secara seketika. Urat-urat hitam tebal di leher dan wajahnya meletus satu per satu, menyemburkan cairan hitam yang langsung menguap menjadi asap belerang berbau busuk.

​"Tidak... saluranku... mahakaryaku! Dengarkan aku! Jawab panggilanku!" jerit Hartono parau, suaranya kini melengking bagaikan suara raungan besi bergesek.

​Dengan tubuh yang dipenuhi percikan arus listrik korsleting dan baju terbakar, Hartono terhuyung-huyung mundur di atas platform besi yang licin oleh darah dan cairan tembaga. Pandangannya yang melabur tak lagi bisa melihat pijakan. Tumit kakinya meleset dari tepi pelat besi platform puncak.

​"Hartono, tahan!" teriak Maya, mengulurkan tangannya di tengah terpaan angin dan asap hitam.

​Namun sudah terlalu terlambat. Hartono Senjaya melayang jatuh terlempar dari platform puncak setinggi seratus meter. Tubuhnya meluncur deras menembus kegelapan malam, menghantam rangka baja pylon bagian bawah sebelum akhirnya lenyap ditelan kegelapan—mengakhiri riwayat sang taipan dan konspirasi Jamiah Frekuensi Nol untuk selamanya.

​Di dalam Master Server Room di lantai sepuluh, ribuan unit rak server mati serentak. Lampu-lampu indikator merah yang tadinya menyala liar padam satu per satu bagaikan lilin yang ditiup angin. Matriks kabel serat optik yang melilit lantai dan membentuk rajah Begu Ganjang meluruh layu, kehilangan pendar ghaibnya dan berubah menjadi tumpukan plastik dan tembaga tak berguna.

​Inang-inang yang terinfeksi dan mengepung lantai sepuluh tersungkur kaku di atas ubin semen. Cairan tembaga yang membeku di wajah mereka terkelupas menjadi debu hitam saat frekuensi induk 0000 yang menggerakkan jasad mereka menguap habis dari udara.

​Di platform puncak menara yang asapnya mulai disapu angin, Faris terkulai lemas di samping amplifier yang terbakar. Bahu kirinya yang tertembak bercucuran darah, dadanya naik turun mengesah napas yang terasa sangat lega saat menatap ke atas.

​Awan hitam pekat dan kabut merah yang selama ini menggantung rendah di atas Kota Medan perlahan-lahan terpecah ditiup angin segar. Di ufuk timur, garis-garis awan mulai membiaskan warna keemasan dari fajar yang menyingsing.

​Maya merangkak mendekati Faris, merobek bagian bawah kemejanya untuk menekan luka tembak di bahu Faris dengan balutan darurat. "Kita berhasil, Faris... Kota ini selamat. Panggilannya sudah terputus."

​Faris menyunggingkan senyum tipis di balik wajahnya yang bersimbah peluh dan darah. Tas berisi modul Sigaik Begu di sampingnya telah retak seluruhnya. Piringan tembaga merah buatan Guru Tawa di dalamnya telah meleleh dan menyatu permanen dengan soket transmisi pusat—mengunci dan memusnahkan saluran 0000 untuk selama-lamanya dari muka bumi.

1
M Rizky Ferdiansyah
seru bangettt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!