NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Ting!

[Keahlian Analisis Pasar Saham Pasif - Harga: 100 PS]

[Deskripsi: Memungkinkan pengguna memprediksi fluktuasi pasar, menemukan celah saham kosong, dan memanipulasi arus kas digital perusahaan secara instan.]

"Beli," batin Tommy tanpa ragu.

[Pembelian berhasil. Poin Sistem dikurangi -100 PS.]

[Skill Keahlian Analisis Pasar Saham Pasif telah ditambahkan.]

Seketika itu juga, ribuan grafik, indeks harga, dan pola candlestick bursa saham membanjiri otaknya.

Pemahaman tentang bagaimana uang berputar di dunia korporat langsung melekat kuat di dalam kepalanya.

"Keluarga Leo memiliki jaringan sekolah swasta dan yayasan pendidikan terbesar di provinsi ini," batin Tommy merangkai rencana.

"Jika saham yayasan mereka tiba-tiba anjlok karena skandal korupsi internal, beasiswa Dito tidak akan pernah bisa mereka sentuh."

Teng! Teng!

Bel istirahat pertama akhirnya berbunyi membebaskan para murid dari rasa lapar.

Tommy tidak pergi ke kantin, ia justru berjalan menuju ruang komputer sekolah yang sedang kosong.

Berkat statusnya sebagai pahlawan olimpiade, penjaga ruang komputer membiarkannya masuk dengan mudah.

Wunggg.

Tommy menyalakan salah satu komputer sekolah dan langsung mengaktifkan proksi anonim miliknya.

Tak! Tak! Tak!

Jari-jarinya bergerak dengan kecepatan kilat meretas masuk ke dalam pangkalan data yayasan pendidikan milik keluarga Leo.

Pertahanan peladen yayasan sekolah jauh lebih lemah dibandingkan perusahaan konstruksi atau kepolisian.

Hanya butuh waktu lima menit bagi Tommy untuk mendapatkan akses administrator penuh.

"Mari kita lihat kebusukan apa yang kalian sembunyikan di balik seragam mewah itu," gumam Tommy pelan.

Matanya yang setajam elang memindai ribuan berkas keuangan yayasan dalam waktu yang sangat singkat.

Sesuai dugaannya, ia menemukan sebuah aliran dana gelap yang sangat masif.

Dana bantuan pendidikan dari pemerintah ternyata disalurkan secara ilegal ke rekening pribadi ayah Leo di luar negeri.

"Bodoh sekali, mereka mencuri uang rakyat dan menyimpannya di bawah nama perusahaan cangkang," ejek Tommy sambil tersenyum sinis.

Tommy segera mengunduh semua bukti transfer, laporan palsu, dan buku kas ganda tersebut.

Ia tidak langsung menyebarkannya ke publik karena itu terlalu mudah.

Ia ingin Leo merasakan penderitaan yang perlahan-lahan menggerogoti mentalnya.

Klik.

Tommy mengirimkan sebuah email anonim langsung ke kotak masuk pribadi Leo dan ayahnya secara bersamaan.

Isi email itu sangat singkat, hanya melampirkan satu lembar bukti transfer ilegal senilai dua miliar rupiah.

"Ini adalah peringatan pertama. Jauhi murid bernama Dito dari SMA Garuda, atau seluruh bukti ini akan tayang di berita nasional besok pagi."

Tommy mengetik pesan ancaman itu dan menekan tombol kirim tanpa belas kasihan.

Ia kemudian menggunakan skill Manipulasi Alamat Jaringan untuk menyembunyikan jejak pengirimannya.

"Sekarang untuk masalah polisi siber," batin Tommy beralih ke misi keduanya.

Ia membuka saluran khusus ke dalam pangkalan data kepolisian menggunakan jalur belakang yang pernah ia buat.

Para ahli siber kepolisian ternyata sudah membuat semacam jaring perangkap untuk menangkap residu sinyalnya.

"Perangkap yang lumayan bagus, tapi terlalu lambat untuk ukuran seorang jenius," puji Tommy secara sarkastis.

Ia menulis sebuah skrip pembersih otomatis yang meniru pola pembaruan sistem operasi server kepolisian.

Saat skrip itu dijalankan, ia akan menyusup masuk dan menghapus semua jejak forensik Blank tanpa memicu alarm keamanan.

Klik.

Program pembersih itu berjalan mulus, menyapu bersih semua jejak digitalnya dari peristiwa perang geng semalam.

Ting!

[Sebagian MISI GANDA SELESAI.]

[Evaluasi: Pengguna berhasil menghapus jejak digital dari kepolisian siber dengan sangat bersih.]

[Misi 2 Selesai. Setengah hadiah telah dikirimkan.]

[IQ pengguna meningkat +2 poin.]

[Poin Sistem bertambah +40 PS.]

[IQ Saat Ini: 133 Kategori: Jenius Menengah]

[Poin Sistem Saat Ini: 90 PS]

Sensasi dingin kembali menyegarkan otak Tommy, membuatnya merasa sangat berenergi di tengah jam istirahat sekolah.

Ia mematikan komputer dan menghapus riwayat peramban dengan sempurna sebelum keluar ruangan.

Sambil berjalan santai menyusuri lorong menuju kelas, ponselnya kembali bergetar.

Itu adalah balasan email dari ayah Leo yang ternyata langsung merespons ancamannya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

"Siapa kau?! Berani sekali memeras keluargaku! Apa maumu?!"

Tommy membaca balasan panik itu dan tertawa pelan di dalam hatinya.

Orang-orang kaya dan berkuasa memang selalu terlihat tangguh di luar, namun sangat rapuh jika rahasia mereka dibongkar.

Tommy tidak membalas email tersebut, ia sengaja menggantung mereka dalam ketakutan dan ketidakpastian.

Biarkan ayah Leo memarahi anaknya sendiri karena telah memancing monster yang salah.

"Leo, sebentar lagi kau akan menyadari bahwa dunia ini tidak hanya berputar di sekitar pialamu," gumam Tommy.

Tommy melangkah masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya dengan wajah idiot andalannya.

Nadin yang sedang membaca buku melirik ke arah Tommy sekilas lalu membuang muka dengan cepat.

"Gadis itu benar-benar sudah menyerah untuk mencurigaiku," batin Tommy merasa sangat puas.

Semua bidak catur di atas papannya kini bergerak tepat sesuai dengan arahan dan perhitungannya.

Tinggal menunggu waktu hingga yayasan Nusantara hancur lebur jika mereka berani melanggar peringatannya.

1
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!