Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.
Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.
Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Ting!
[Keahlian Analisis Pasar Saham Pasif - Harga: 100 PS]
[Deskripsi: Memungkinkan pengguna memprediksi fluktuasi pasar, menemukan celah saham kosong, dan memanipulasi arus kas digital perusahaan secara instan.]
"Beli," batin Tommy tanpa ragu.
[Pembelian berhasil. Poin Sistem dikurangi -100 PS.]
[Skill Keahlian Analisis Pasar Saham Pasif telah ditambahkan.]
Seketika itu juga, ribuan grafik, indeks harga, dan pola candlestick bursa saham membanjiri otaknya.
Pemahaman tentang bagaimana uang berputar di dunia korporat langsung melekat kuat di dalam kepalanya.
"Keluarga Leo memiliki jaringan sekolah swasta dan yayasan pendidikan terbesar di provinsi ini," batin Tommy merangkai rencana.
"Jika saham yayasan mereka tiba-tiba anjlok karena skandal korupsi internal, beasiswa Dito tidak akan pernah bisa mereka sentuh."
Teng! Teng!
Bel istirahat pertama akhirnya berbunyi membebaskan para murid dari rasa lapar.
Tommy tidak pergi ke kantin, ia justru berjalan menuju ruang komputer sekolah yang sedang kosong.
Berkat statusnya sebagai pahlawan olimpiade, penjaga ruang komputer membiarkannya masuk dengan mudah.
Wunggg.
Tommy menyalakan salah satu komputer sekolah dan langsung mengaktifkan proksi anonim miliknya.
Tak! Tak! Tak!
Jari-jarinya bergerak dengan kecepatan kilat meretas masuk ke dalam pangkalan data yayasan pendidikan milik keluarga Leo.
Pertahanan peladen yayasan sekolah jauh lebih lemah dibandingkan perusahaan konstruksi atau kepolisian.
Hanya butuh waktu lima menit bagi Tommy untuk mendapatkan akses administrator penuh.
"Mari kita lihat kebusukan apa yang kalian sembunyikan di balik seragam mewah itu," gumam Tommy pelan.
Matanya yang setajam elang memindai ribuan berkas keuangan yayasan dalam waktu yang sangat singkat.
Sesuai dugaannya, ia menemukan sebuah aliran dana gelap yang sangat masif.
Dana bantuan pendidikan dari pemerintah ternyata disalurkan secara ilegal ke rekening pribadi ayah Leo di luar negeri.
"Bodoh sekali, mereka mencuri uang rakyat dan menyimpannya di bawah nama perusahaan cangkang," ejek Tommy sambil tersenyum sinis.
Tommy segera mengunduh semua bukti transfer, laporan palsu, dan buku kas ganda tersebut.
Ia tidak langsung menyebarkannya ke publik karena itu terlalu mudah.
Ia ingin Leo merasakan penderitaan yang perlahan-lahan menggerogoti mentalnya.
Klik.
Tommy mengirimkan sebuah email anonim langsung ke kotak masuk pribadi Leo dan ayahnya secara bersamaan.
Isi email itu sangat singkat, hanya melampirkan satu lembar bukti transfer ilegal senilai dua miliar rupiah.
"Ini adalah peringatan pertama. Jauhi murid bernama Dito dari SMA Garuda, atau seluruh bukti ini akan tayang di berita nasional besok pagi."
Tommy mengetik pesan ancaman itu dan menekan tombol kirim tanpa belas kasihan.
Ia kemudian menggunakan skill Manipulasi Alamat Jaringan untuk menyembunyikan jejak pengirimannya.
"Sekarang untuk masalah polisi siber," batin Tommy beralih ke misi keduanya.
Ia membuka saluran khusus ke dalam pangkalan data kepolisian menggunakan jalur belakang yang pernah ia buat.
Para ahli siber kepolisian ternyata sudah membuat semacam jaring perangkap untuk menangkap residu sinyalnya.
"Perangkap yang lumayan bagus, tapi terlalu lambat untuk ukuran seorang jenius," puji Tommy secara sarkastis.
Ia menulis sebuah skrip pembersih otomatis yang meniru pola pembaruan sistem operasi server kepolisian.
Saat skrip itu dijalankan, ia akan menyusup masuk dan menghapus semua jejak forensik Blank tanpa memicu alarm keamanan.
Klik.
Program pembersih itu berjalan mulus, menyapu bersih semua jejak digitalnya dari peristiwa perang geng semalam.
Ting!
[Sebagian MISI GANDA SELESAI.]
[Evaluasi: Pengguna berhasil menghapus jejak digital dari kepolisian siber dengan sangat bersih.]
[Misi 2 Selesai. Setengah hadiah telah dikirimkan.]
[IQ pengguna meningkat +2 poin.]
[Poin Sistem bertambah +40 PS.]
[IQ Saat Ini: 133 Kategori: Jenius Menengah]
[Poin Sistem Saat Ini: 90 PS]
Sensasi dingin kembali menyegarkan otak Tommy, membuatnya merasa sangat berenergi di tengah jam istirahat sekolah.
Ia mematikan komputer dan menghapus riwayat peramban dengan sempurna sebelum keluar ruangan.
Sambil berjalan santai menyusuri lorong menuju kelas, ponselnya kembali bergetar.
Itu adalah balasan email dari ayah Leo yang ternyata langsung merespons ancamannya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
"Siapa kau?! Berani sekali memeras keluargaku! Apa maumu?!"
Tommy membaca balasan panik itu dan tertawa pelan di dalam hatinya.
Orang-orang kaya dan berkuasa memang selalu terlihat tangguh di luar, namun sangat rapuh jika rahasia mereka dibongkar.
Tommy tidak membalas email tersebut, ia sengaja menggantung mereka dalam ketakutan dan ketidakpastian.
Biarkan ayah Leo memarahi anaknya sendiri karena telah memancing monster yang salah.
"Leo, sebentar lagi kau akan menyadari bahwa dunia ini tidak hanya berputar di sekitar pialamu," gumam Tommy.
Tommy melangkah masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya dengan wajah idiot andalannya.
Nadin yang sedang membaca buku melirik ke arah Tommy sekilas lalu membuang muka dengan cepat.
"Gadis itu benar-benar sudah menyerah untuk mencurigaiku," batin Tommy merasa sangat puas.
Semua bidak catur di atas papannya kini bergerak tepat sesuai dengan arahan dan perhitungannya.
Tinggal menunggu waktu hingga yayasan Nusantara hancur lebur jika mereka berani melanggar peringatannya.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
logis dikit kelesss..😇😇