NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Tidak ada siapa-siapa di dekatnya selain pejalan kaki yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Ding.

[Sistem Pekerjaan Impian telah aktif]

Bima mematung di tempatnya berdiri saat melihat keajaiban di depannya.

Sebuah layar transparan berwarna biru mendadak muncul melayang tepat di depan wajahnya.

"Halusinasi macam apa ini?" batin Bima kebingungan.

Dia mencoba mengusap matanya, tetapi layar biru itu tetap ada di sana tanpa bergeser sedikit pun.

[Sistem sedang memindai Host]

[Pemindaian selesai, mengikat Host atas nama Bima Aditama]

Teks putih pada layar biru itu terus bergulir ke atas dengan sangat cepat.

Bima masih terdiam, otaknya yang cerdas berusaha memproses kejadian yang sangat tidak masuk akal ini.

"Sistem? Seperti di dalam novel-novel fiksi itu?" ucap Bima pelan.

Dia pernah membaca beberapa novel fiksi saat sedang senggang, tapi mengalaminya sendiri adalah hal yang sangat berbeda.

[Host akan diberikan pekerjaan baru setiap lima hari kerja]

[Selesaikan tugas pekerjaan mingguan untuk mendapatkan hadiah akhir pekan yang luar biasa]

[Membuka pekerjaan pertama]

Layar itu berkedip sesaat sebelum memunculkan teks baru dengan huruf yang lebih tebal dan besar.

[pekerjaan: Pengemudi Taksi Online]

[Target: Selesaikan 10 pesanan bintang lima dalam 5 hari ke depan]

[Hadiah Pemula sedang didistribusikan ke dalam inventaris Host]

Tiba-tiba, ponsel murahan di saku Bima bergetar dengan sangat hebat.

Dia buru-buru mengeluarkan benda itu dari sakunya untuk memeriksa layar.

Sebuah notifikasi dari aplikasi mobile banking muncul di layar beranda ponselnya.

[Transfer masuk: Rp 50.000.000.000]

Mata Bima melebar melihat deretan angka nol yang sangat panjang itu tertera jelas.

Dia buru-buru membuka aplikasi perbankan untuk memastikan apakah itu hanya pesan palsu atau bukan.

Saldo di rekeningnya benar-benar berubah menjadi lima puluh miliar rupiah secara tunai.

"Lima puluh miliar?" gumam Bima nyaris tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.

Ini adalah jumlah uang yang tidak akan habis meskipun dia tidak bekerja seumur hidupnya.

Namun kejutan dari layar biru misterius itu rupanya belum selesai.

[Hadiah Properti: Kepemilikan penuh atas Hotel Grand Cakrawala]

[Sertifikat kepemilikan dan dokumen legal telah disimpan di ruang penyimpanan sistem dan sudah diurus secara hukum]

Napas Bima tertahan di tenggorokan membaca baris teks tersebut.

Hotel Grand Cakrawala adalah hotel bintang lima termewah yang menjadi ikon kota ini.

Tempat para pejabat penting, pengusaha kaya, dan artis papan atas menginap.

Dan sekarang, sistem baru saja memberikannya hotel itu secara cuma-cuma tanpa syarat apa pun.

[Hadiah Kendaraan: Satu unit Lamborghini Urus hitam]

[Kunci kendaraan telah dipindahkan ke dalam saku Anda]

Sesuatu yang dingin dan berat mendadak terasa menyentuh paha dari dalam saku celana jins Bima.

Dia merogoh ke dalam sakunya dengan tangan yang sedikit gemetar karena rasa gugup.

Sebuah kunci mobil hitam dengan lambang banteng emas kini berada di telapak tangannya.

Bima menelan ludah dengan susah payah melihat bukti fisik dari keajaiban tersebut.

Dia memandangi kunci Lamborghini itu lalu menatap kardus berisi barang-barang bekas kantornya di trotoar.

Kontras antara nasibnya lima menit yang lalu dan sekarang sungguh membuat kepalanya berputar pening.

"Jadi sistem ini menyuruhku menjadi sopir taksi online."

Bima menatap layar biru yang mulai memudar perlahan tertiup angin jalanan.

"Dan modal yang diberikan untuk narik taksi online adalah lima puluh miliar dan sebuah Lamborghini?"

Bima tidak bisa menahan tawa kecil yang keluar dari mulutnya di tengah trotoar yang panas.

Ini benar-benar situasi yang sangat aneh sekaligus luar biasa menguntungkan bagi dirinya.

"Bella, Bella."

Bima menggelengkan kepalanya sambil tersenyum penuh arti mengingat percakapannya barusan.

"Kamu baru saja membuang satu-satunya tiket emasmu menuju kehidupan mewah yang sangat kamu impikan."

Bima mengambil kardusnya dari atas trotoar dengan gerakan santai.

Rasa kesal karena dipecat dan sakit hati karena diputuskan mendadak menguap begitu saja tak berbekas.

Dia sekarang punya hal yang jauh lebih penting untuk diurus daripada memikirkan masa lalunya yang suram.

Bima berjalan menyusuri trotoar menuju ke area parkir terdekat yang mendadak muncul di kepalanya.

Sistem seolah menanamkan insting informasi tentang letak mobil mewahnya diparkir.

Tidak jauh dari tempatnya berdiri, terdapat sebuah area parkir VIP bawah tanah.

Bima melangkah masuk ke dalam area parkir yang sepi dan remang-remang itu dengan langkah mantap.

Matanya langsung tertuju pada sebuah siluet kendaraan besar yang memantulkan cahaya lampu parkir dengan elegan.

Sebuah Lamborghini Urus berwarna hitam pekat terparkir dengan sangat anggun di sudut ruangan.

Lekuk bodinya tajam dan agresif, memancarkan aura kemewahan mutlak yang tidak bisa disembunyikan.

Bima menekan tombol pembuka kunci di tangannya.

Bip bip.

Lampu depan mobil super mewah itu menyala terang, seolah menyambut kedatangan tuan barunya.

Bima meletakkan kardusnya di bagasi belakang lalu membuka pintu pengemudi.

Aroma kulit premium yang sangat mahal langsung menyapu indra penciumannya saat dia duduk di balik kemudi.

Dashboard yang dipenuhi teknologi canggih menyala terang menyambutnya.

Namun ada satu hal yang membuat Bima kembali tertawa geli melihat desain interior tersebut.

Tepat di tengah dashboard yang super mewah itu, menempel sebuah dudukan ponsel murah seharga dua puluh ribuan.

Dan di layar sistem mobil itu, aplikasi driver taksi online sudah terpasang dan siap menerima pesanan pertama.

"Baiklah, sistem."

Bima memasang sabuk pengamannya dengan senyum percaya diri yang menghiasi wajahnya.

"Mari kita lihat kejutan apa lagi yang menungguku di pekerjaan baru ini."

Bima menekan tombol mesin dengan ujung jarinya.

Vrooom.

Suara mesin yang buas mengaum keras, memecah kesunyian area parkir bawah tanah.

Bima menginjak pedal gas, dan SUV seharga miliaran rupiah itu melesat keluar menuju kerasnya jalanan kota.

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!