NovelToon NovelToon
Benih Sang Pewaris

Benih Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:28.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Sebuah tragedi memilukan menghancurkan hidup gadis ini. Pernikahan impiannya hancur dalam waktu yang teramat singkat. Ia dicerai di malam pertama karena sudah tidak suci lagi.

Tidak hanya sampai di situ, Keluarga mantan suaminya pun dengan tega menyebarkan aibnya ke seluruh warga desa. Puncak dari tragedi itu, ia hamil kemudian diusir oleh kakak iparnya.

Bagaimana kisah hidup gadis itu selanjutnya?

Ikuti terus ceritanya, ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Akibat kejadian itu, Susi sampai jatuh sakit. Ia begitu malu dan bahkan tidak berani keluar rumah untuk menampakkan wajahnya di hadapan para warga Muara Asri. Bukan hanya itu, Susi pun melarang Virna untuk bermain bersama teman-temannya dan hal itu membuat Virna makin kesal kepada Dea.

"Ini semua salah Tante Dea! Gara-gara tante, aku sampai diledekin teman-temannya!" kesal Virna sambil menghentakkan kakinya dengan keras ke lantai.

"Ya. Kamu benar, Virna! Semua ini salah Tantemu itu. Seandainya saja dia mendengarkan kata-kata Ibu pada malam itu, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi. Bahkan pernikahannya bersama Julian pun akan baik-baik saja," sambung Susi yang saat itu sedang duduk di ruang televisi bersama Virna.

Plaster pereda sakit kepala masih menempel di kedua sisi kening Susi dan wajahnya pun terlihat memucat.

Dea yang sedang duduk termenung di salah satu sudut sofa, tidak bisa berkata apa-apa. Sebab ia pun sadar, apa yang dikatakan oleh Susi barusan memang benar adanya. Semua ini terjadi karena kesalahannya. Karena ia tidak mendengarkan apa yang diucapkan oleh Susi pada malam itu. Dea bersikeras menemui Julian dan sekarang ini lah akibatnya.

Jika Susi memilih mengurung diri di rumahnya dan menjauh dari warga desa untuk sementara, berbeda dengan Herman. Lelaki itu tetap melakukan rutinitasnya sama seperti biasa. Ia tidak peduli apapun yang dibicarakan oleh warga desa tentang keluarga kecilnya. Karena yang ada di pikirannya saat itu hanya satu. Anak, istri serta adiknya masih membutuhkan makan dan minum. Jika ia tidak bekerja, maka keluarga kecilnya pun akan terancam kelaparan.

Tok ... tok ... tok ....! Terdengar suara ketukan dari luar.

"Siapa itu?" gumam Susi dengan alis berkerut. Dia memasang telinganya dengan baik untuk mendengarkan suara dari balik pintu tersebut.

"Biar aku saja yang bukain pintunya ya, Bu," pinta Virna tanpa di suruh.

"Ya, tapi sebelum membuka pintunya, intip dulu dari balik kaca. Siapa tahu orang itu berniat jahat!" sahut Susi lagi.

"Baik, Bu!"

Virna pun bergegas menuju pintu utama rumahnya. Dan seperti pesan Ibunya barusan, ia pun mulai mengintip dari balik kaca jendela untuk melihat siapa yang menjadi tamunya.

Virna membulatkan matanya dengan sempurna setelah tahu siapa yang sedang berdiri di balik pintu tersebut. Virna kembali berlari menuju ruang televisi untuk memberitahu siapa tamu mereka kali ini kepada Susi.

"Bu! Bu!" panggil Virna dengan setengah berbisik. Virna menghampiri Ibunya kemudian menepuk-nepuk lengan wanita itu berulang-ulang.

"Apa, sih!" kesal Susi sambil melototkan mata kepada anak perempuannya itu.

"Bu, apa Ibu tahu siapa yang menjadi tamu kita kali ini?" ucap Virna dengan sangat antusias.

"Kalau Ibu tahu tidak mungkin Ibu menunggu jawabanmu sejak tadi, Virna!" sahut Susi yang semakin kesal. Kepalanya sudah sakit dan rasanya mau pecah, sekarang anak perempuannya itu mulai mengajaknya bermain tebak-tebakkan.

Sementara Dea masih diam sambil memperhatikan dan mendengarkan perbincangan kedua wanita beda generasi di ruangan tersebut.

"Sudah! Jangan bermain teka-teki lagi, Virna! Katakan saja siapa yang ingin bertamu ke rumah kita sekarang," kesal Susi lagi.

"Baiklah, baiklah!" Virna pun akhirnya mengalah. "Di luar ada suaminya Tante Dea bersama seorang wanita dan juga seorang laki-laki."

"Apa?!" pekik Dea dan Susi bersamaan.

"Julian maksudmu, Vir? Lalu, siapa wanita dan laki-laki itu?" sambung Susi dengan wajah serius.

"Ya, Bu. Om Julian. Dan Virna tidak tahu siapa laki-laki dan wanita yang datang bersama Om Julian barusan. Pokoknya Virna tidak pernah melihat mereka dan mereka bukan orang kampung sini," sahut Virna.

Mendengar penjelasan Virna barusan, Dea pun segera bangkit dari posisinya kemudian bergegas menuju pintu utama. Suara ketukan itu terdengar semakin kuat dan semakin cepat saja.

Ternyata Susi dan Virna pun penasaran. Mereka mengikuti langkah Dea dari belakang dan berhenti di jarak yang cukup aman. Di mana mereka masih bisa memantau tamu-tamunya tersebut dari tempat itu.

"Kita di sini saja, Virna. Biar saja Dea yang menghadapi tamu-tamunya," bisik Susi kepada Virna.

"Baik, Bu."

Setibanya di sana, Dea pun bergegas membuka pintu tersebut. Dea memperhatikan ketiga tamunya dengan seksama. Ya, apa yang disampaikan oleh Virna memang benar. Tamunya kali ini adalah Julian, seorang wanita cantik yang kini tersenyum padanya, dan seorang laki-laki dengan pakaian yang begitu rapi.

"Boleh kami masuk? Ada sesuatu yang ingin kami bicarakan padamu dan ini sangat penting!" ucap Julian dengan tatapan dingin menatap Dea.

Dea pun mengangguk pelan kemudian membukakan pintu rumahnya lebih lebar lagi. "Silakan masuk, tapi berjanjilah untuk tidak membuat keributan lagi," sahut Dea.

"Ya, kami berjanji tidak akan membuat keributan."

...***...

1
Avril
/Facepalm/
Shakiera Afaf Ihza
Luar biasa
Joel
kakak ipar yg jahat,, trus adik ipar yg bego terlalu lemah. masa ngelawan aja gak bisa,, terlalu golek jadi cewe. trus jadi Julian laki laki bego jg, gak bisa ngobrol secara baik2 malah dengan mabuk2 trus merasa diri loh jadi orang yg paling kecewa, paling terpuruk. heh bego yg paling menderita disini si dea, udh diperkosa disiksa sama kak iparnya, lah u. lah sudahlah lanjut lagi ke ceritanya.. jadi Greget aki bacanya..😤
Roroh Rohimah
Luar biasa
Tika Maniez
thor kemana aja gak ada kabar nya so apakah cerita ini gak ada kelanjutannya
Novano Asih
nah lo Ervan sama Nadia😃😃
Novano Asih
syukurin itu karma yg kedua buat Alfa tadinya kupikir nggak bisa on dari awal
Novano Asih
Wis merantau ke kota aja siapa tahu ketemu Alfa
Novano Asih
Julian ini tipe laki"plin plan maunya menang sendiri berarti cintanya untuk Dea nggak tulus
Hylos Nana
Luar biasa
Hanifah
mulutmu Susi tanpa saringan
Mazree Gati
ko ga mati di keroyok warga,,hebat sakti
Mazree Gati
dea bukanya kabur masih di situ goblok,,
Mazree Gati
bukannya pergi kabur ke kontrakan,,pingin ngakak takut keselek
Mazree Gati
end aja thorr
vit
Terima kasih atas karyanya kk author..
vit
🤣🤣🤣
Wulan Catur
ya ada bagus nya jugak sihh,,, walaupun matre 😏
altanum
akhirnya dea menemukan kebahagiaan nya.g jadi dapat mertua yg nyebelin,malah mertuanya sayang bnget...
Cindy Cindy
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!