NovelToon NovelToon
OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di balik tatapan kosong dan cemoohan sebagai "dokter idiot" yang selalu diremehkan di rumah sakit elit, Arka Prasetya sebenarnya menyimpan kejeniusan otak super serta sertifikasi bedah internasional yang tidak diketahui siapa pun. Ketika hidupnya terus diinjak-injak oleh para dokter senior yang arogan dan terjebak dalam perjodohan tak terduga dengan Clara, seorang pewaris konglomerat yang angkuh, Arka perlahan mulai menunjukkan taringnya lewat operasi-operasi mustahil yang akan memberikan tamparan telak bagi siapa saja yang berani merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Suasana di dalam restoran bintang lima Grand Imperial mendadak menjadi tegang seketika.

Para pengunjung yang tadinya menikmati makan siang mewah kini menghentikan kunyahan mereka.

Semua mata tertuju ke arah tengah ruangan tempat Roy Handojo mengerang kesakitan di lantai.

Dua orang pengawal berbadan kekar dan berotot besar melangkah maju mendekati Arka.

Wajah kedua pengawal itu tampak sangat garang dengan kepalan tangan yang terkunci erat.

"Berani sekali kamu membuat Tuan Muda Roy terluka, keparat!" bentak pengawal bertubuh paling tinggi.

Arka tetap berdiri tegak tanpa menunjukkan ekspresi takut sedikit pun di wajahnya.

Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kerjanya dengan santai.

"Saya cuma menolong mendiagnosis penyakitnya secara gratis," jawab Arka tenang.

"Kenapa sekarang malah anak buahnya yang mau marah?"

Mendengar jawaban itu, pengawal pertama semakin murka dan langsung melayangkan pukulan keras.

Bugh!

Pukulan tangan mengepal itu meluncur deras mengarah ke bagian wajah Arka.

Clara Wijaya yang melihat serangan mendadak itu langsung menjerit kaget.

"Arka, awas!" jerit Clara histeris sambil menutup kedua matanya dengan tangan.

Namun, sebelum kepalan tangan itu sempat menyentuh hidung Arka, gerakan pemuda itu mendadak hilang dari pandangan.

Sshh!

Arka melangkah kecil ke sebelah kiri dengan sangat cepat dan elegan.

Pukulan sang pengawal hanya memukul angin kosong hingga membuat tubuhnya terdorong ke depan.

[Sistem Mendeteksi Serangan Fisik Tingkat Rendah]

[Mengaktifkan Mode Analisis Titik Lemah Tubuh Manusia]

Suara notifikasi bernada datar berderik pelan di dalam kesadaran kepala Arka.

Belum sempat pengawal pertama menarik kembali tangannya, Arka melayangkan jari telunjuknya.

Pluk!

Arka menekan dengan tepat di bagian bawah ketiak pengawal kekar tersebut.

"Ugh...!" desis pengawal itu seketika.

Seluruh tenaga di tubuh pria berbadan besar itu mendadak hilang dalam sekejap mata.

Bruk!

Pengawal pertama langsung tersungkur lemas di atas lantai marmer restoran tanpa perlawanan berarti.

Pengawal kedua yang melihat rekannya tumbang dalam satu sentuhan langsung terbelalak kaget.

"Sialan kamu! Berani bermain kotor, ya?!" maki pengawal kedua penuh amarah.

Ia langsung mencabut tongkat pemukul besi pendek dari balik jasnya lalu mengayunkannya membabi buta.

Swish!

Ayunan besi itu mengarah tepat ke arah kepala Arka dengan kekuatan penuh.

Arka mendengus pelan melihat serangan amatiran dari pengawal bayaran tersebut.

Ia mengangkat tangan kanannya dengan sangat santai untuk menepis tongkat besi itu.

Tring!

Suara dentingan keras bergemerincing saat tangan kosong Arka menahan besi tersebut.

Pengawal kedua melotot lebar tidak percaya melihat senjatanya tertahan begitu saja.

"Tangan terbuat dari apa anak ini..." batin pengawal itu ketakutan setengah mati.

Arka menyeringai tipis, lalu memutar pergelangan tangannya dengan tenaga dalam tersembunyi.

Kretek!

"Argh...!" jerit pengawal kedua kesakitan saat pergelangan tangannya terasa seperti patah.

Arka melayangkan satu tendangan kilat tepat ke arah perut bagian bawah pengawal tersebut.

Bugh!

Tubuh pengawal bertubuh kekar itu terpental mundur sejauh dua meter lalu menabrak meja makan.

Prang!

Piring, gelas, dan mangkuk makanan hancur berkeping-keping di atas lantai.

Pengawal kedua menyusul rekan di sebelah nya, pingsan seketika dengan mulut berbusa tipis.

Suasana restoran berubah menjadi hening total bagaikan kuburan.

Tidak ada satupun tamu yang berani mengeluarkan suara melihat kejadian mengerikan itu.

Dua pengawal profesional berbadan besar tumbang di tangan seorang pemuda berpakaian sederhana dalam waktu kurang dari sepuluh detik.

Roy Handojo yang masih meringkuk kesakitan di lantai membelalakkan matanya ngeri.

"M-monster... kamu benar-benar monster..." gemetar Roy ketakutan menatap Arka.

Clara Wijaya perlahan-lahan membuka kedua matanya yang tadi sempat tertutup rapat.

Ia terperanjat kaget melihat kedua pengawal Roy sudah tergeletak tidak berdaya di lantai.

Sementara Arka berdiri dengan sangat tenang merapikan kerah bajunya seolah tidak terjadi apa-apa.

"Kamu... kamu hebat sekali, Arka..." bisik Clara takjub dengan mata berbinar-binar.

Arka menoleh ke arah Clara lalu tersenyum ramah kepada wanita di sampingnya itu.

"Biasa saja, Nona. Mereka kan cuma kurang vitamin C makanya gampang tumbang," jawab Arka santai.

Clara hampir saja tertawa mendengar alasan konyol yang dilontarkan oleh Arka di tengah situasi serius tersebut.

Arka kemudian melangkahkan kakinya perlahan mendekati Roy Handojo yang sedang ketakutan.

Ia berjongkok di samping pewaris Grup Handojo itu dengan senyuman penuh misteri di bibirnya.

"Tuan Muda Roy," panggil Arka lembut.

"M-mau apa kamu mendekatiku?! Jangan bunuh aku!" teriak Roy panik sambil merangkak mundur.

"Tenang saja, saya ini seorang dokter yang baik hati," ucap Arka menenangkan.

"Kalau lain kali kamu mau menghina orang lain, pastikan dulu organ tubuhmu sendiri dalam keadaan sehat."

Roy mengangguk-angguk cepat seperti orang kesurupan karena rasa takut yang teramat sangat.

"I-iya... saya mengerti... saya tidak akan berani lagi..." janji Roy terbata-bata.

"Baguslah kalau begitu," ujar Arka berdiri tegak kembali.

Ia menoleh ke arah Clara yang masih terpaku menatap ketampanan dan karisma tersembunyi Arka.

"Ayo, Nona Clara. Makanan kita sepertinya sudah siap di meja VIP," ajak Arka santai.

Clara mengerjap-nerjap lambat lalu menganggukkan kepalanya dengan pipi yang merona merah.

Mereka berdua berjalan melewati kerumunan tamu restoran yang langsung membuka jalan dengan rasa hormat dan ngeri.

Manajer restoran yang baru saja datang berlari tergopoh-gopoh langsung membungkuk dalam-dalam menyambut Arka.

"Selamat menikmati makan siang, Tuan Muda dan Nona Clara..." ucap manajer gemetar ketakutan.

Arka hanya membalasnya dengan senyuman tipis lalu melangkah menuju meja mewah mereka.

Di dalam hati kecil Clara Wijaya, rasa kagum, penasaran, dan ketertarikan kepada Arka kini telah tumbuh berakar sangat kuat.

1
Shinta geol
karya yang bagus dan masuk ke dalam alur
Shinta geol
salut sama sikap thor yang tenang menguasai keadaan,saya kasih vote lah biar rame😍
Shinta geol
kasihan si arka selalu dekerjain para dokter lain nya😭
setiawan
motivasi hidup,saya kasih bintang 5
Jangkar pion
🥰😍🤩
Anton barly
saya suka karakter Thor🤗
gofur
karya yg menarik
yani
😶‍🌫️
fitri
motivasi untuk org normal biar tambah wawasan
fitri
hebat nya orang idiot tpi otak melebihi orang normal👍
Angel
sangat berkesan untuk orang nornal biar tambah semangat dalam bekerja💪
Angel
walaupun banyak yang hina tpi dia tidak runtuh sama sekali👍👍👍
Anton barly
orang idiot aja masih punya musuh,apalagi dia normal
Anton barly
orang pintar walaupun udiot masih aja punya musuh
fitri
sikap thor yang tenang menghadapi masalah👍
pricilia
jangan meremehkan orang yang memiliki kekurangan,belum tentu orang kekurangan itu di bawah batas kita,saya sadar orang normal belum tentu baik😒
clara
sangat bagus
clara
saya suka alur crita nya saya kasih vote 1 deh biar bisa lanjut baca nya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!