Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Musuh yang menyerang
''Kau tidak punya iba!'' rombongan pocong berteriak keras kepada Aksara.
''Aku juga sedang memikirkan masalah ini dan Purnama sedang mengusut siapa pelaku ini sebenarnya.'' Aksara berusaha untuk menenangkan mereka.
''Kenapa lagi harus diusut sampai tuntas? Bukankah sudah jelas bahwa dia adalah pelaku dari ini semua!'' pocong wanita berkata dengan kesal.
''Ya, semua iblis juga tahu bahwa hanya dia yang memiliki racun itu!'' sambung pocong yang lain.
''Bilang saja kalau kalian itu merasa tidak tega ingin menghakimi Sukma saat ini, bahkan kau juga tega mengabaikan kami.'' pocong hitam membuka suara Setelah lama terdiam.
''Jangan sampai mulut kau itu aku robek ya!'' Aksara memberikan ancaman kepada pocong hitam itu.
Rasa takut kepada pendekar Pedang emas membuat mereka semua terdiam karena para pocong ini sebenarnya agak merasa sungkan kepada Aksara, selain Dia ada di agensi yang paling tinggi. Aksara juga adalah pocong yang memiliki senjata sehingga para pocong lain menaruh rasa sungkan kepada dia sampai saat ini.
Aksara adalah iblis yang berusia ratusan tahun sehingga para pocong itu jelas menaruh rasa sungkan dan tidak ada yang berani untuk terlalu melawan, ini saja mereka memberanikan diri untuk banyak berkata kepada dia agar bisa segera mendapat keadilan, sebab sudah begitu banyak pocong yang berjatuhan menjadi korban dari racun yang di tuduh sebagai milik Sukma.
Ini Aksara sudah sangat berdebat dengan perasaan yang ada karena dia juga antara percaya dengan tidak bahwa Sukma adalah pelaku, meski selama ini Sukma banyak di dalam lembah kematian namun setidaknya dia juga menyadari bahwa Gadis itu tidak pernah banyak tingkah atau pun menjadi penghianat.
Bahkan Aksara juga tahu kalau Sukma adalah gadis yang paling pendiam di antara semua gadis yang ada di agensi, jadi rasanya tidak mungkin pula bila dia diam-diam menebar racun untuk membantai seluruh iblis yang ada di sini, karena para iblis ini sama sekali tidak melakukan kesalahan terhadap Sukma.
''Kalian tidak pernah melakukan kesalahan dengan dia, jadi rasanya tidak mungkin kalau Sukma mendadak ingin membantai rombongan para pocong.'' Aksara berusaha untuk memberi alasan.
''Ya memang kami tidak pernah memiliki urusan dengan dia!'' teriak pocong perempuan.
''Heh! Kau dari tadi sangat nyaring sekali ketika berteriak.'' Aksara menutup telinga.
''Pokoknya kami tidak mau tahu, karena kami juga sudah mengatakan kepada Purnama kemarin. jadi saat ini kami akan bertindak dan mencari Sukma itu untuk melakukan pemusnahan!'' pocong hitam kembali bersuara.
''Kau ingin mengalami nasib seperti ketua pocong?'' tanya pendekar Pedang emas.
Pocong hitam terdiam karena dia tidak berani menjawab pertanyaan dari pendekar Pedang emas itu, ketua pocong memang sudah musnah karena dia mendapat tendangan maut pada bagian leher sehingga saat ini para rombongan pocong sudah tidak memiliki ketua lagi, mereka harus bergerak sendiri untuk mencari keberadaan Sukma dan mereka berambisi akan membantai semata ini juga sebagai ajang balas dendam.
''Lalu kau datang ke sini ini sebenarnya untuk apa?'' pocong betina bertanya kepada Aksara.
''Kita harus mencari tahu pelan-pelan Dan jangan terbawa emosi.'' ujar Aksara.
''Hahaaaa.. Kelihatan sekali karena kamu memang ingin membela wanita itu.'' pocong betina tertawa kencang.
''Kau jangan sampai saat ini juga aku tebas ya!'' Aksara memberikan ancaman kepada pocong betina.
Melihat pedang emas yang sudah keluar dan siap memenggal kepala dia, maka pocong betina ini tidak lagi banyak bersuara dan memutuskan untuk tutup mulut. yang lain juga akhirnya tidak bisa protes lagi kepada pendekar Pedang emas, mau tidak mau mereka menuruti saran yang ada untuk tetap diam dan mencari tahu dulu apakah Sukma memang bersalah.
...****************...
Swiiiing.
''Awas!'' Maharani cepat melindungi kucing hitam ketika dia mendengar suara berdesing.
Pyaaaar.
''Apa itu, Ran?'' Nana bertanya ketika dia bersembunyi di bawah sayap besi.
''Waspada, ada yang akan mencelakai kita sekarang!'' Maharani bangkit dengan mata bergerak liar.
''Bangsat, tunjukkan dirimu sekarang bila memang berani!'' Nana berteriak keras karena dia ingin melihat keberadaan musuh itu.
''Mereka memiliki senjata anak panah, waspada bila mendengar suara angin berdesing.'' Maharani memberi pesan kepada Nana.
''Kita harus mendapatkan mereka, Siapa yang sudah berani memulai pertengkaran dengan aku yang cantik ini.'' ujar Nana dengan penuh percaya diri.
Maharani memutar bola mata dengan Malas karena sebenarnya dia juga memiliki rasa percaya diri yang sama seperti kucing hitam itu, meski dia tidak secantik Nana karena dulu Nana adalah kembang desa namun setidaknya Maharani juga tak kalah cantik karena dia memang memiliki wajah natural sejak dulu hingga sekarang, hanya saja sekarang dia terkontaminasi dengan barang-barang yang terkadang tidak perlu.
Swiiissssh.
''Hiaaaat!'' Nana bergerak cepat dan salto di udara ketika anak panah itu kembali datang.
''Memang pantas dia menjadi kucing karena bisa bergerak selincah itu.'' Maharani tersenyum kecil.
Tap.
''Tunjukan wajah jahanam itu, bangsat!'' Nana berkacak pinggang karena dia akan melawan yang sudah berani menyerang.
''Kenapa mendadak saja ada serangan seperti ini, anak panah beracun itu sangat berbahaya bila mengenai tubuh iblis.'' Maharani membatin di dalam hati.
''Aku sama sekali tidak bisa melihat ada yang bersembunyi.'' Nana berteriak dari atas pohon.
Maharani tentu saja tak tinggal diam Karena dia sudah mendapat serangan terlebih dahulu sehingga tidak mungkin bila meninggalkan begitu saja, ego Ratu burung hantu itu sama sekali tidak bisa dipantang sehingga hidup atau mati dia harus berjuang sekuat tenaga untuk bisa melihat Siapa yang sudah berani membuat serangan ini.
Swiiiing.
Swiiiing.
''Hahaaaa... Ternyata kau hanya berani bersembunyi dan melepaskan serangan seperti ini.'' Maharani tertawa mengejek.
Wuutttt.
Pyaaaar.
''Ayo keluar dan hadapi aku sekarang!'' bentak Maharani setelah mengibarkan sayap besi itu.
Nana juga tidak lengah karena dia terus memperhatikan dan ingin mengetahui siapa yang sudah berani menyerang mereka seperti ini, Karena musuh itu menyerang ketika mereka sedang bertugas maka dapat dipastikan bahwa dia memiliki sangkut paut dengan pembunuh yang sudah membuat masalah sampai sejauh ini.
''Ran, dia berlari ke arah timur!'' Nana berteriak karena melihat sosok wanita memakai gaun berwarna putih.
Wuutttt.
Wuutttt.
''Kau tunggu saja di sini karena aku yang akan mengejar dia.'' Maharani terbang di udara untuk mengejar lawan.
''Ah dia punya sayap sehingga bisa terbang dan aku cuman bisa loncat-loncat.'' Nana mengeluh dan segera turun dari atas pohon itu.
Kembali berjaga di dekat kuburan Andi karena dia masih tetap ingin mendapatkan arwah Andi untuk saat ini juga, terlebih tadi Maharani pun berpesan bahwa dia tidak perlu meninggalkan area perkuburan terlebih dahulu, Maharani pasti mampu untuk menghadapi iblis yang berani mencari masalah dengan mereka berdua.
Selamat malam, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
tp apa hubungannya dg Iis yaaaa ,, knp dia hrs membangkitkan arwah Iis dn membunuh byk orang serta para iblis ,, apa mksdnya ❓🤔
aiiss Sam ... congor mu dh ketularan virus yaaaa 🤣🤣🤣
bisa-bisa ngomong bgtu sama Luthfi ,, kn JD melongo orang nya 🤣🤣
mpe ngompol di buat nya sangkin ketakutannya PD Nana 🤦🤦
nyook ach temukan lg bukti-bukti itu biar Sukma TDK kna fitnah trs 👏👏
semangat kawan-kawan member 💪💪
yaa gmn purnama gak percaya ,,,, Krn Kunti yg Bu Warti ceritain itu adalah member nya purnama sndri 🤣🤣🤣
kn JD cacat skrg Krn punya satu kaki 🤣🤣🤣
mknya jgn macam-macam sama purnama 🤣
baby Gun gentle bgt 👏👏👏
gak kira-kira Nilam mukul perut nya Davin ,, untung Davin gak pingsang 🤣🤦
bgtu jg dg Salsa yg gak bisa nahan mulut nya untuk komentar dg penampilan mereka berdua 🤣🤣🤦🤦🤣🤣
dn Prakasa buru-buru di bantai jg dah buat gak rusuh trs 🤬🤬
kalau Sagara mah kalem ... sifat nya kga tegaan 🤣