NovelToon NovelToon
Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.

Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.

Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.

Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zemima 31

Arsyad seketika ikut berdiri, memutar meja dan meraih lengan Zemima dengan cepat sebelum wanita itu sempat melangkah pergi. Rasa panik yang sejak tadi mengendap di dadanya kini melonjak tajam, berpacu dengan denyut nadi di pelipisnya.

"Tunggu, Dek! Jangan pergi dulu!" seru Arsyad setengah berbisik namun penuh tekanan, matanya melotot liar menatap wajah Zemima yang begitu tenang tanpa cela.

"Maksud kamu keluar kota apa? Sama siapa kamu pergi?! Klien perusahaan mana?! Kenapa kamu mendadak pergi tanpa minta izin dari Mas dulu?!"

Zemima melirik pelan ke arah jemari Arsyad yang mencengkeram lengannya. Tanpa mengucap sepatah kata pun, ia hanya menaikkan sebelah alisnya dengan pendar mata yang begitu dingin dan sarat akan intimidasi. Cengkeraman Arsyad mendadak melemah; pria itu perlahan menarik tangannya kembali, merasa kerdil hanya oleh satu tatapan.

"Iizin?" Zemima terkekeh pelan, menyampirkan tali tas mewahnya di bahu dengan gerakan teratur.

"Sejak kapan kamu peduli soal izin, Mas? Selama dua tahun ini, bukankah kamu yang paling sering mendadak dinas luar kota! Dan pulang-pulang bawa sepupu kamu tinggal di rumah ibumu,"

"Dek! Tolong jangan mulai lagi membawa-bawa Dina!" pangkas Arsyad cepat, berusaha menutupi rasa gugupnya seraya melirik canggung ke beberapa pengunjung kafe di sekitar mereka.

"Mas ini suami kamu! Mas berhak tahu kamu pergi ke mana dan sama siapa! Kamu itu wanita, Dek! Nggak pantas pergi keluar kota malam-malam sendirian apalagi sama klien laki-laki!"

Zemima menyunggingkan senyum tipis yang amat menawan, namun sanggup membuat bulu kuduk Arsyad berdiri tegak.

"Siapa bilang aku sendirian, Mas? Aku pergi bersama tim eksekutif dari holding. Ada urusan kepemilikan aset dan finalisasi penandatanganan dokumen penting."

"Urusan aset apa, Zemi? Di kota mana?!" cecar Arsyad, dadanya naik turun menahan gumpalan rasa penasaran yang membakar.

"Urusan yang sangat penting, Mas. Sesuatu yang akan menentukan apakah posisi orang-orang di Altamas Group benar-benar bersih... atau justru membusuk di dalam," sahut Zemima sehalus sutra. Jemari lentiknya melayang pelan, membetulkan posisi kerah jas Arsyad yang sedikit kusut, memberikan sentuhan yang justru terasa mematikan bagi pria itu.

"Apalagi kamu bilang hari Senin nanti adalah pengumuman Pimpinan Cabang yang baru, kan? Sebagai istri yang 'baik', tentu aku harus memastikan segalanya berjalan sesuai porsi yang pantas kamu dapatkan."

DRRRTTT... DRRRTTT...

Tepat saat kalimat itu usai, ponsel mewah berlogo apel di dalam genggaman Zemima bergetar heboh. Layar ponsel yang menghadap ke atas itu menyala terang, mempamerkan nama pemanggil yang tertera jelas dengan huruf tebal:

[ Rayhanan Arisanjaya ]

Mata Arsyad melotot lebar. Dadanya sesak menahan cemburu, melihat istrinya di hubungi laki-laki.

Zemima sama sekali tidak menutup layar atau menjauhkan ponselnya dari pandangan Arsyad. Ia sengaja membiarkan Arsyad membaca nama itu dengan jelas sebelum menggeser tombol hijau dan menempelkannya ke telinga.

"Ya, Pak Rayhanan?" sapa Zemima santai, nada suaranya begitu rileks dan setara, tanpa ada sedikit pun gestur canggung atau takut seperti bawahan kepada atasan.

Dari seberang telepon, suara berat dan berwibawa khas pria paruh baya tingkat atas terdengar samar namun jelas di telinga Arsyad yang berdiri amat dekat.

"Kamu tidak lupa untuk makan malam kita nanti kan, Zemima?"

"Tentu saja, aku pasti tidak akan pernah lupa. Apalagi yang mengajak aku adalah seorang Rayhanan Arisanjaya..."

"Bagus kalau begitu," sahut suara berat Rayhanan dari balik telepon, diiringi tawa renyah yang terdengar teramat akrab.

"Tentu, Pak Rayhanan. Sampai ketemu nanti malam," jawab Zemima sehalus sutra sebelum mematikan sambungan telepon.

Arsyad berdiri membeku di tempatnya. Mukanya yang tadi merah padam oleh api cemburu kini berubah pucat pasi, namun urat-urat di lehernya menegang menahan murka yang bercampur rasa takut yang amat sangat.

"Siapa dia, Dek?!" bentak Arsyad dengan suara gemetar, matanya menatap Zemima dengan tatapan liar dan sarat akan kecurigaan.

"Siapa Rayhanan Arisanjaya itu?! Kenapa kamu ngomong seakrab itu sama laki-laki lain?! Pakai makan malam bareng,... Kamu ini istri Mas, Zemima! Kamu main gila di belakang Mas, kan?!"

Zemima tidak sedikit pun terkejut oleh gertakan itu. Ia justru memasukkan ponselnya ke dalam tas dengan gerakan anggun, membiarkan Arsyad berakting bagai suami yang tersakiti.

"Main gila?" Zemima memiringkan kepalanya, menyunggingkan senyum yang teramat manis namun beracun.

"Lucu sekali mendengar kata itu keluar dari mulutmu, Mas. Bukankah selama empat bulan ini kamu yang membiarkan aku sendirian, sementara kamu sibuk melayani 'sepupu' kesayanganmu dan ibumu?"

"Jangan mengalihkan pembicaraan!" potong Arsyad histeris, melangkah maju hingga memangkas jarak di antara mereka.

"Mas tanya siapa Rayhanan itu?! Kamu tahu kan, nama Rayhanan Arisanjaya itu nama Pemilik Utama Holding tempat Mas kerja?! Kamu... kamu ada hubungan apa sama dia?! Apa kamu rela menjual dirimu ke pejabat pusat demi bisa gaya-gayaan seperti ini?!"

PLAK!

Suara tamparan keras bergetar di sudut kafe yang sepi itu. Wajah Arsyad terlempar ke samping, rasa panas mendadak membakar pipi kirinya. Pria itu memegang pipinya dengan mata melotot tak percaya.

Zemima menarik kembali tangannya tanpa emosi, menatap Arsyad dengan pendar mata yang begitu dingin bagaikan belati.

"Jaga mulutmu, Arsyad Pratama," bisik Zemima tajam, setiap katanya menancap tanpa ampun.

"Kamu tidak pernah tahu siapa yang sedang kamu hadapi. Jangan samakan aku dengan isi kepalamu yang picik dan kotor itu. Rayhanan Arisanjaya adalah mitra bisnis utamaku, pria yang posisinya jauh di atas angan-anganmu yang dangkal."

"Mitra bisnis...?" Arsyad terbata-bata, lidahnya mendadak kelu saat menyadari tatapan Zemima yang sama sekali tidak memperlihatkan rasa takut sedikit pun.

"Kamu... bohong kan? Mana mungkin staf biasa kayak kamu bisa bicara dengan mitra bisnis Pemilik Holding?!"

"Terserah apa yang ada dalam pikiran kamu, Mas. Beberapa hari ke depan kamu bisa bebas mengurus sepupu jauh kesayangan kalian yang sedang hamil itu!"

"Aku pergi dulu, Mas. Aku nggak akan pulang. Tapi aku tak pernh mengizinkan kamu membawa siapapun ke rumah aku!"

"Dek! Tunggu, jawab pertanyaan aku, kamu bekerja sebagai apa di perusahaan Altamas Pusat?" tanya Althav menahan tangan Zemima.

"Bu, maaf kita harus segera pergi..." suara Maya membuat Arsyad semakin kebingungan.

"Baik, Maya..."

"Ibu? Apa maksudnya? Bukannya Maya teman kerja kamu, Dek? Dek tunggu jangan pergi dulu!" teriak Arsyad.

"Maaf Pak Arsyad, tolong jangan terllau dekat dengan Bu Zemima..." Dua pengawal menahan Arsyad.

"Apa? Siapa kalian? Zemima itu istri saya!" teriak Arsyad penuh emosi dan mencoba untuk mengejar Zemima yang masuk ke dalam mobil mahal.

"Maaf, Pak. Kami hanya menjalankan perinta. Mohon agar anda tidak banyak bertingkah agar kami juga tak melakukan kekerasan kepada anda!"

"Sialan! Zemimaaaaa.... Dek!"

1
Ma Em
Arsyad bodoh dia kira sdh sukses dgn karirnya dan Arsyad kira Zemima cuma staf biasa bkn orang penting di perusahaan holding ga taunya Zemima pemilik saham terbesar di perusahaan tempat Arsyad bekerja , selamat menyesal Arsyad dan pasti menangis darah dan minta ampun pada Zemima .
Adinda
jijik aku lihat benalu mokondo pula ditambah tukang selingkuh,gak nafkahi zemima kayak punya kuasa aja
nely_48
blm jg zemima beneran selingkuh km suami dajjal udh kebakaran jenggot,, apa kabar nya diri km sendiri yg udh jelas n nyata selingkuh sm s dina n lg hamil pula tuh s gundik nya
nely_48
pria n suami yg mulia hati nya s Arsyad ini,, sampe² semua anggota keluarga nya D gundik nya D kasih makan n foya-foya pake uang haram dr hasil korupsi D kantor istri nya
Fitria Syafei
emang enak..rasain ..rasain... mati berdiri nti kau kalau kau tau siapa sesungguhnya Zamima ntuh Arsyad 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Arieee
kebakaran jenggot tuhhhhhh🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
wkwkwkkwk.. siap2 arsyad sbentar lagi kamu kembali ke setelan awall 🤭🤭🤭
Yam_zhie: sabar ya
total 1 replies
Ilfa Yarni
kelamaan thor ah bosan munggunya terlalu diulur2
Yam_zhie: ya mau gimana Bun nanti aku kena sentil Edi kalau dari awal lambat terus cepet. gak dapat duit othor 🙈🙈🙈😭😭
total 1 replies
Aretha Shanum
sat set lah jangan ditunda2
Yam_zhie: kalau kecepatan hukumannya enak dong 🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
syukurin semakin di gin kan istrimu Arsyad ...😏 KK cantik pinisirin 🙄
ryuka
senin adalah hari kehancuran mu arsen 🤭🤭🤭
Yam_zhie: biar dia pusing dulu 🙈🙈🙈
total 1 replies
Ilfa Yarni
aduuuh msh Lama bomnya iih aku yg gregetan jadinya
Yam_zhie: sabar ya maaaakkk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ma Em
Mampus Arsyad kamu tdk akan menjadi kepala cabang malah kamu akan dipecat mungkin setelah Zemima tau tau semua kebusukan Arsyad juga keluarganya , selamat menyesal dan jadi gembel Arsyad .
Irsyad layla
jgn diundur terus deh ini mergokin nya malah bosen bacanya jadinya
nely_48
otak udang kau Arsyad,, nilep uang kantor buat foya-foya,, dasar org miskin d angkat derajat oleh istri bukanya bersyukur mlah makin menjadi korupsi
nely_48
josjis ath zemima,, jgn d ulur² trs
Fitria Syafei
hahahah baru jadi simpanan aja deh pengeretan apalagi jadi bini kedua ..ntuh laki orang lagi kelojotan ntuh kalau benar bini sah nya CEO di tendang deh kalian 😏 KK cantik kereen 🥰 terimakasih 🥰
ryuka
diihhh ada yg halu udah di nikahin 🤭🤭🤭🤭🤣
Oma Gavin
wkwkwk belum apa" sudah pusing arsyad baguslah nanti saat tau kebenarannya jadi stroke 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
aduh zemima kpn km Skalkmat ini orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!