NovelToon NovelToon
EFEK MANDAROBA

EFEK MANDAROBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:164
Nilai: 5
Nama Author: just Zii

Hujan deras mengguyur gang sempit malam itu. Napas Sesil terengah-engah, memburu bersama ketakutan yang makin membelenggu dada.

Di tengah hawa dingin yang menusuk tulang, ia memeluk erat sebuah buku catatan bersampul hitam—satu-satunya bukti kejahatan mematikan yang berhasil ia temukan.

​Tiba-tiba, sorot lampu mobil menyilaukan memotong kegelapan dari arah belakang. Sebuah mobil mewah berhenti mendadak. Sosok pria berpostur jangkung melangkah keluar.

Alden.

Dengan payung hitam di genggamannya, ia berjalan tenang menghampiri Sesil tanpa raut panik sedikit pun.

​BRAAKK!

​Dentang besi bersahut-sahutan mengudara saat tubuh Sesil terpental keras ke aspal basah. Rasa sakit menusuk seketika, disusul pandangan matanya yang perlahan mengabur dan menggelap. Sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, bisikan dingin berselimut nada manis terdengar tepat di telinganya:

​"Tidur yang nyenyak, Sesil. Pas bangun nanti, kamu bakal mencintai aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon just Zii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: KAMAR RAHASIA

Lampu LED indikator pada kunci perak di genggaman Sesil berkedip hijau lembut. Suara mekanisme pengunci elektronik yang berat berdentang halus di dalam keremangan lorong utara lantai dua. Pintu kayu berornamen besi itu terbuka tanpa suara, terdorong sedikit ke dalam.

Di balik pintu kayu tersebut, seperti yang telah diduga Sesil, berdiri sebuah pintu baja kedap suara dengan panel sistem keamanan biometrik dan slot kunci manual emergency.

Sesil memasukkan kunci perak ber-chip khusus itu ke dalam slot mekanisnya, lalu memutarnya ke kanan.

KLIK-KLEK.

Gerendel baja seberat puluhan kilogram bergeser mundur. Udara dingin yang terisolasi, beraroma campuran antiseptik laboratorium, kertas tua, dan logam pekat, seketika menyeruak keluar menghantam wajah Sesil.

Dengan jantung yang berpacu kencang di balik rongga dadanya, Sesil melangkah melewati ambang pintu. Pintu baja itu berayun menutup secara otomatis di belakangnya, menguncinya di dalam sebuah ruangan tanpa jendela—jantung rahasia tergelap dari seluruh kekuasaan dan obsesi Alden.

Sesil meraba dinding di samping pintu. Jemarinya menyentuh sakelar perak. Saat sakelar itu ditekan, lampu-lampu temaram di langit-langit menyala satu per satu secara berurutan, menerangi seluruh isi ruangan.

Apa yang terhampar di depan mata Sesil membuat napasnya terhenti seketika.

Ruangan itu luas, berdinding beton kelabu tanpa plester, dipenuhi oleh deretan papan stasiun kerja monitor, rak-rak arsip berukuran raksasa, dan beberapa lemari pendingin kaca kelas medis. Ruangan ini bukan sekadar ruang kerja eksekutif; tempat ini adalah gabungan antara pusat pengawasan intelijen swasta dan laboratorium rahasia.

Sesil melangkah maju, telapak kakinya yang tanpa alas menapak dinginnya lantai semen yang dipoles. Pandangannya pertama kali tertuju pada dinding sebelah kanan yang tertutup penuh oleh papan gabus berukuran raksasa.

Mata Sesil membelalak lebar. Horor murni merayap naik di sepanjang tulang belakangnya.

Dinding itu adalah dinding obsesi psikopat. Ratusan foto bertumpuk dan terhubung oleh benang-benang merah yang rumit.

Dan subjek dari seluruh foto di dinding itu hanya satu orang:

Sesil Wijaya.

Foto-foto itu diambil dari berbagai sudut tersembunyi selama bertahun-tahun. Ada foto Sesil saat masih mahasiswa lima tahun lalu, foto Sesil sedang mengedarkan berita di kantor redaksi, foto dirinya sedang berbelanja di minimarket, hingga foto candid saat ia sedang tertidur di dalam mobilnya.

Alden tidak hanya mulai mengincarnya saat investigasi PT Mandaroba Medika dimulai; pria itu telah mengintai dan memetakan seluruh aspek kehidupan Sesil jauh sebelum kecelakaan rekayasa itu terjadi.

"Gila..." bisik Sesil, suaranya parau oleh keharuan yang mencekam. "Pria itu benar-benar iblis gila..."

Sesil berbalik menuju meja kerja utama yang berada di tengah ruangan. Di atas meja tersebut, tiga buah monitor berukuran besar menyala otomatis begitu mendeteksi pergerakan di dalam ruangan.

Salah satu layar monitor menampilkan puluhan kotak siaran langsung CCTV dari seluruh sudut kediaman perbukitan—termasuk kamera tersembunyi di dalam kamar mandi utama, rumah kaca, dan koridor. Namun, layar di sebelahnya menampilkan arsip rekaman video bertanggal enam bulan lalu.

Jemari Sesil gemetar saat ia menekan tombol play pada folder bertuliskan

"PROJECT_REBIRTH_SESIL".

Sebuah rekaman video definisi tinggi berputar di layar.

Video itu memperlihatkan sebuah ruang perawatan steril bertaraf ICU. Di atas ranjang, tubuh Sesil terbaring koma dengan berbagai selang medis menancap di tubuhnya—wajahnya penuh luka memar dan perban akibat benturan kecelakaan.

Di samping ranjang, Alden berdiri mengenakan jas laboratorium putih, memegang tabung suntik berisi cairan berwarna kuning jernih.

Di dalam video itu, suara Alden terdengar dingin dan sangat terstruktur, berbicara ke arah kamera seolah sedang merekam jurnal ilmiah:

"Hari ke-14 pasca-rekayasa insiden lalu lintas. Subjek Sesil Wijaya telah sadar dari koma buatan. Kerusakan otak frontal akibat benturan mencapai 22%. Hari ini, uji coba pengikatan memori dengan senyawa Mandaroba Compound-9 tahap kedua dimulai.

Formula ini terbukti berhasil mengikis ingatan jangka panjang dan sedang, menciptakan kondisi tabula rasa parsial. Efek samping kebingungan kognitif dan pusing akan dikendalikan dengan pemberian dosis harian teratur dalam bentuk pil. Subjek akan dikondisikan untuk mengidentifikasi saya sebagai penyelamat tunggal dan pasangannya.

Uji coba ini penting untuk membuktikan bahwa Compound-9 tidak hanya dapat digunakan sebagai peretas ingatan bagi saksi kunci, tetapi juga sebagai alat pembentuk kepatuhan mutlak tanpa membunuh fungsi motorik dasar subjek."

Air mata bening menetes deras melewati pipi Sesil, menghantam meja kayu jati di bawahnya.

Setiap kata di dalam video itu adalah pukulan telak yang meremukkan sisa-sisa kemanusiaan yang mungkin pernah ia semogakan dari diri Alden.

Ia bukan sekadar wanita yang dicintai oleh pria posesif yang salah jalan. Ia adalah kelinci percobaan. Ia adalah subjek eksperimen laboratorium yang digunakan Alden untuk menguji racun pemungkas milik PT Mandaroba Medika.

Pernikahan, perhatian, janji manis, dan rasa cemas Alden selama ini hanyalah bagian dari prosedur observasi klinis seorang peneliti terhadap bahan percobaannya!

Sesil menyapu air matanya dengan kasar. Rasa duka dan kehancuran batinnya lenyap seketika, menguap terbakar oleh amarah dan kebencian yang teramat sangat murni.

Ia berbalik menuju lemari arsip baja tahan api yang berada di sudut ruangan. Lemari itu tidak terkunci, mengandalkan perlindungan dari pintu luar ruangan yang sudah ditembus Sesil.

Sesil menarik laci teratas. Di sana, tertata rapi berkas-berkas medis tebal bersampul merah dengan logo PT Mandaroba Medika. Berkas-berkas itu memuat laporan uji coba Compound-9 pada puluhan manusia—pasien-pasien rumah sakit jiwa dan tunawisma yang dihilangkan secara halus dari masyarakat, lengkap dengan grafik penurunan fungsi otak dan angka kematian yang sengaja ditutup-tutupi dari Kementerian Kesehatan.

Dan tepat di bawah tumpukan berkas medis bersampul merah itu, tergeletak sebuah benda yang sangat familier.

Sebuah buku tebal bersampul kulit hitam dengan tali pengikat berwarna merah kusam.

Jurnal hitam miliknya.

Sesil mengulurkan tangannya, menyambar jurnal hitam itu dan memeluknya erat di dadanya.

Saat ia membuka lembaran-lembaran kertas di dalamnya, ia melihat tulisan tangannya sendiri—catatan investigasi detail tentang aliran dana gelap, nama-nama pejabat korup termasuk Komisaris Hendra dan Deputi Bambang, serta lokasi pabrik pembuat racun Compound-9.

Semua bukti ada di sini. Lengkap, utuh, dan tak terbantahkan.

Sesil menyambar sebuah flashdisk berkapasitas besar berenkripsi khusus yang tergeletak di atas meja kerja Alden. Dengan kecepatan dan ketangkasan jurnalis yang terlatih, ia menyambungkan flashdisk tersebut ke komputer, mengunduh seluruh file video eksperimen medis, rekaman CCTV kecelakaan, foto-foto pengintaian, hingga salinan draf surat izin ilegal dari kementerian.

Proses penyalinan data berjalan di layar monitor:

45%... 70%... 95%... SELESAI.

Sesil mencabut flashdisk itu, menyelipkannya ke dalam kantong tersembunyi di balik gaun tidurnya bersama kunci perak. Jurnal hitam itu ia selipkan rapat-rapat di dalam celah kain di bagian belakang gaun tidurnya, menahannya dengan ikatan tali jubah yang dikencangkan.

Ia menatap ruangan rahasia itu untuk terakhir kalinya. Kamar ini adalah tempat di mana Alden merencanakan untuk menghancurkan jiwa dan pikirannya selamanya. Namun malam ini, tempat ini telah menjadi kuburan bagi seluruh kejahatan pria itu.

Sesil melangkah keluar dari ruangan rahasia, mengunci kembali pintu baja tebal tersebut, dan mengembalikan suasana lorong ke dalam kegelapan yang sunyi.

Saat ia berjalan menyusuri lorong kembali ke kamar tidur, tidak ada lagi rasa ragu, tidak ada lagi dilema psikologis, dan tidak ada lagi keterikatan emosional pada Alden. Labirin kebencian dan cinta itu telah terbakar habis di dalam kamar rahasia.

Yang tersisa dari Sesil Wijaya malam ini hanyalah seorang algojo keadilan yang siap menjatuhkan hukuman bagi sang pemangsa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!