Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.
Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.
Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Setan VS Setan
Damon menyentuh layar monitor transparan di hadapannya, menatapnya seksama, sambil berpikir serius.
Sebuah notifikasi muncul secara tiba-tiba di tengah kepanikan, seperti notifikasi sebelumnya, Damon melihat misi tugas yang wajib dia selesaikan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ?" tanya nya.
"MISI KEDUA. TAKLUKAN THE DREAM NIBBER DAN JADIKAN DIA TUNDUK PADA MU. IKAT DIA DENGAN TALI PERAK MAKA KAMU AKAN TEMUKAN JALAN PULANG."
Suara sistem alam mimpi kembali terdengar dari layar tersebut.
"Payah, tapi bagaimana aku bisa taklukan boneka rusak itu, tidak adakah petunjuk penting untukku ?" tanya Damon.
"CARI JAWABANNYA MAKA KAMU AKAN PAHAMI CLUENYA."
"Bagaimana caranya ?" tanyanya tak mengerti.
"TEKAN NOTIFIKASI BANTUAN JIKA KAMU MEMERLUKAN PETUNJUK PENYELESAIAN MISI KEDUA INI. SISTEM BEKERJA MEMBANTU MU."
"Notifikasi bantuan apa ?" tanyanya tetap tak mengerti.
"GULIR TANDA TIGA TITIK PADA POJOK KANAN ATAS LALU MASUK KE PENGATURAN SISTEM. TARIK KE BAWAH AKAN ADA TULISAN BANTUAN SISTEM LALU TEKAN MAKA AKAN ADA PETUNJUK SELANJUTNYA."
"Ya, ampun, rumit sekali, belum apa-apa, aku sudah mati konyol oleh iblis mimpi The Dream Nibber. Tidak ada cara lainnya menyelesaikan misi kedua ini." kata Damon.
"LAKUKAN SEGERA. WAKTUMU HANYA TINGGAL TIGA DETIK SAJA. PERGUNAKAN PETUNJUK SEEFISIEN MUNGKIN."
"Baiklah... aku lakukan sesuai petunjuk yang ada..." ucap Damon tanpa ragu-ragu menggulirkan layar.
"Tek... Tek... Tek..."
Ujung jari tangan Damon bekerja cepat saat menyentuh layar transparan, menyelesaikan petunjuk sistem alam mimpi lalu mencari jalan keluar dari tempat ini.
"Ketemu !!!" ucapnya sambil berseru senang.
"JAWABAN KASUS MISI KEDUA. NOTIFIKASI BANTUAN. KALAHKAN THE DREAM NIBBER DENGAN SUCCUBUS YULAN."
"Apa ?" ucap Damon terkejut kaget. Lalu ia teringat pada Succubus taklukan nya itu yaitu Succubus Yulan. Ratu Bunga Magnolia Ungu.
Layar monitor transparan di hadapannya berangsur-angsur menghilang, Damon tertegun sejenak lalu tersentak kembali.
"Tu-tunggu... Jangan menghilang dulu... !!!" panggil Damon panik.
Gema suara sistem kembali terdengar di seantero alam mimpi Juang Liang.
"UNTUK KALAHKAN LAWAN MAKA KAMU HARUS GUNAKAN CARA YANG SAMA. MONSTER LAWAN MONSTER. SETAN LAWAN SETAN. PAHAMI PETUNJUK SISTEM DAN KAMU PASTI BERHASIL MENYELESAIKAN MISI KEDUA INI."
"Tidak cukup notifikasi, tapi aku belum sebutkan notifikasi bantuan." sahut Damon kebingungan.
Hening. Tidak ada suara gema di sekitar Damon saat ini. Hanya keheningan tercipta seusai sistem alam mimpi memberikan petunjuk nya.
"Sial... !" umpat Damon sambil menghentakkan tangannya yang mengepal erat kemudian menatap Juang Liang.
Rupanya The Dream Nibber mulai menguasai Juang Liang, tidak hanya jiwa anak laki-laki itu yang ikut dikendalikan namun tubuh bocah itu seperti nya akan diambil alih sepenuhnya oleh iblis mimpi itu.
Damon menebak bahwa tujuan utama The Dream Nibber adalah mengambil tubuh nyata Juang Liang yang manusia. Sebab iblis boneka rusak itu tidak memiliki wujud tetap. Bentuknya mengikuti rasa takut dari anak yang jiwanya ia taklukan.
Sepertinya keinginan The Dream Nibber mempunyai wujud nyata berupa tubuh manusia karena itulah iblis mimpi itu bukan menyedot darah melainkan mimpi-mimpi indah milik anak-anak sehingga mereka bisa ia kendalikan.
"Iblis mimpi satu ini ternyata punya keinginan menjadi manusia seutuhnya." gumam Damon.
Damon melihat The Dream Nibber memeluk Juang Liang, caranya menyeruput pakai kuas jarinya, mengorek pelipis bocah itu. Terus ditempel ke mulut lingkarnya.
"SLURRRP... !!!"
"Menjijikkan sekali..." bisik Damon hampir muntah saat dia melihat cara iblis mimpi boneka rusak menguasai korbannya.
Wajah Juang Liang terlihat pucat, mata panda, tapi tidak ingat mimpi apa-apa. Kosong. Karena otaknya kelaparan mimpi.
"Lepaskan dia !!!" teriak Damon.
The Dream Nibber cuma menoleh sekilas ke arah Damon, rupa tanpa bibir itu cuma merespon seraya memiringkan sedikit kepala ke kanan.
Terdengar bunyi dari gerakan tubuh boneka rusak itu serta gema suara dari diri The Dream Nibber.
Bisikannya saat dia mau menyerang Damon.
"Shhh... Jangan bangunin mama. Mimpi kamu kan tidak dipakai juga. Pinjam ya...selamanya."
Total vibesnya, dia bukan iblis mimpi yang seram teriak-teriak. Dia seram karena tenang, sopan, dan mencuri pelan-pelan seperti pencuri yang ambil warna dari hidup manusia sewaktu terpejam nyenyak.
Iblis mimpi itu melesat kilat menuju Damon, dengan kedua tangan merentang lebar ke kanan dan kiri bersamaan.
"Klek... Klek... Klek... " Gerakannya patah-patah ketika boneka rusak itu melesat mendekat ke arah Damon. Dan kedua tangannya berubah seperti senjata tajam yang menghujam kuat.
"BLEST... BLEST... BLEST..."
Damon menghindar cepat, pedang Agni di tangannya menghadang serangan mematikan lawan.
"Trang... !"
Keduanya saling beradu pandang satu sama lainnya, lama terdiam, menatap tajam.
"Boneka kayu rusak..." umpat Damon seraya tersenyum tipis lalu dia lemparkan telur bergambar Yulan Yaoji yaitu Ratu Bunga Magnolia Ungu penjelmaan iblis Succubus dari gunung Emei yang kesepian.
Telur Yulan Yaoji seketika berubah cepat, bayangan samar berwarna putih transparan keluar dari dalam telur bulat di tangan Damon lalu menjelma menjadi sosok wanita sempurna dengan paras jelita yang tersenyum lembut.
Damon sejenak terkesima saat melihat sosok cantik bak bidadari kahyangan turun dari atas langit, dan ia berada di hadapannya saat ini.
"Bunga Magnolia layu tanpa cinta mu wahai pengumpul mimpi... Kami mekar karena cinta kasih mu yang begitu lembutnya teruntuk kami..."
Suara jelmaan Yulan Yaoji mengalun bagaikan alunan nada lagu yang begitu merdunya. Ia ulurkan tangannya ke arah Damon sedangkan gerakan The Dream Nibber berhenti total.
"Ada waktu hadir di hadapan anda, saya datang demi memenuhi panggilan anda. Kelopak Magnolia berguguran untuk melayani anda, tuan kami. Ada hal yang bisa kami bantu, tuan pemburu iblis..."
Sekejap waktu berhenti berputar di sekitar Damon, kemunculan Ratu Bunga Magnolia ungu menghadirkan suasana magis yang sulit di tebak.
Damon merasakan atmosfer berbeda di sekitar nya saat jelmaan Succubus Yulan Yaoji hadir di hadapannya. Ia tersenyum samar pada Ratu Bunga Magnolia ungu.
"Apa kamu bisa bantu aku buat usir kayu rusak itu, aku bosan melihat tampangnya, membuatku kesal sekali, wahai Yulan Yaoji." sahut Damon tulus.
Succubus Yulan Yaoji melirik pelan ke arah The Dream Nibber yang terhenti gerakannya oleh kedatangan dirinya.
"Boneka rusak tanpa nama, yang ia incar tubuh manusia seutuhnya karena dia ingin menjadi manusia." gumam Yulan yang melayang di atas permukaan lantai istana mimpi Juang Liang.
"Apakah kamu tahu cara menghentikan iblis mimpi itu ?" tanya Damon.
"Baik, saya akan beritahukan kelemahan iblis mimpi The Dream Nibber pada anda, tuan pemburu iblis."
Yulan Yaoji mengerahkan kekuatan dari dirinya, ia bentangkan tangannya ke samping sembari merapalkan mantra-mantra khusus kuno sementara waktu terhenti di sekitar Yulan dan Damon.
Dari bibir merahnya yang ranum serta mungil, keluar suara lembut seperti petunjuk.
"The Dream Nibber alergi sama hal-hal yang buat anak merasa aman. Cahaya kuning lampu tidur bukan lampu putih terang. Harus lampu kuning redup membuatnya meleleh seperti lilin. Kelemahan fatalnya jika dia mendengar lagu Nina Bobo dinyanyikan seorang ibu dengan suara asli karena getarannya mengusir dia..." bisiknya tenang.
"Oh, begitu ternyata." sahut Damon mengerti.
"Kelemahan nya yang paling utama adalah gambar yang dia sendiri lukis dan ada yang berani gambar iblis mimpi ini pakai krayon, terus disobek-sobek sama dengan dia kesakitan. Karena kamu telah merebut kendali mimpi kamu balik." terang Yulan Yaoji sembari terpejam rapat.
"Artinya kita harus bisa membuat Juang Liang melakukannya karena dia kunci utama kekalahan The Dream Nibber." kata Damon.
"Nama aslinya, dia tidak punya nama. Kalau anak bisa kasih dia nama jelek seperti " Si Pengecut Bau Kaos Kaki" maka kekuatannya langsung turun lima puluh persen." sahut Yulan Yaoji lalu membuka kedua kelopak matanya yang indah.
"Baiklah. Mari kita ciptakan suasana yang paling dia takuti. Lampu. Kita buat pencahayaan di tempat ini berubah sesuai warna lampu tidur bercahaya kuning redup yang bisa membuatnya meleleh seperti lilin." ucap Damon disertai senyuman halus hingga tidak terlihat lagi senyumannya.
"Siap, tuanku..." sahut Yulan dengan anggukkan kepala mengerti lalu tersenyum penuh arti pada Damon.
Damon membalasnya dengan anggukkan kepala tegas, menatap tajam ke arah The Dream Nibber yang terpaku diam sementara Yulan Yaoji menjentikkan dua ujung jarinya, dan seketika waktu yang terhenti di sekitar iblis mimpi berwujud boneka rusak berubah normal kembali.