NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Dengan Lucian?

Cahaya matahari yang menembus celah gorden kamar terasa seperti ribuan jarum yang menusuk kornea mata Lucian. Pemuda itu mengerang, mencoba menggerakkan tubuhnya, namun setiap jengkal sendinya terasa kaku dan nyeri, seolah-olah seluruh tulang di tubuhnya baru saja dipukuli habis-habisan. Kepalanya berdenyut hebat, bagaikan ada genderang yang ditabuh di dalam tengkoraknya.

​Deg. Deg. Deg.

​Ia mencoba bangkit, tapi dunia di sekelilingnya berputar. Pandangannya sempat mengabur sebelum akhirnya ia berhasil duduk di tepi ranjang.

​Tok! Tok! Tok!

​Suara ketukan di pintu terdengar kasar dan berulang-ulang, memecah hening kamar.

​"Lucian! Kamu di dalam, kan? Lucian!"

​Itu suara Jeslyn. Suaranya terdengar cemas, nyaris panik. Lucian menghela napas panjang, memejamkan mata sejenak untuk menahan rasa pening yang kian menjadi. Dengan sisa tenaga yang ia punya, ia berdiri, berjalan dengan langkah sempoyongan dan limbung menuju pintu.

​Begitu pintu terbuka, sosok Jeslyn langsung menyambutnya dengan wajah yang tampak berantakan karena khawatir. Rambutnya yang biasanya rapi kini sedikit berantakan, dan matanya memindai Lucian dari atas ke bawah.

​"Ya ampun! Kenapa lama sekali membukanya, hah?!" seru Jeslyn tanpa jeda.

"Aku tadi sudah hampir mendobrak pintu ini! Kenapa tidak menjawab panggilanku, Lucian?"

​Lucian menyipitkan mata, menahan rasa perih di pelipisnya. Suara Jeslyn yang melengking membuat kepalanya terasa semakin berat.

"Ada apa?" tanyanya datar, suaranya parau dan jauh dari kesan bertenaga.

​Jeslyn terdiam sejenak, tatapannya melembut saat melihat wajah Lucian yang pucat pasi.

"Ada apa? Kamu tanya ada apa? Sekarang sudah jam satu siang, Lucian! Kamu tidak keluar kamar sejak pagi, sarapan tidak disentuh, tidak ada suara apa pun dari dalam sini. Aku khawatir, bodoh!"

​Lucian tertegun. "Jam satu siang?"

​"Iya! Kamu pikir ini jam berapa? Aku sudah bolak-balik memeriksa pintu ini seperti orang gila!" Jeslyn melangkah lebih dekat, tangannya terangkat seolah ingin menyentuh dahi Lucian, namun ia menariknya kembali.

"Kamu tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali. Apa lukamu infeksi? Atau ada yang sakit?"

​Lucian tidak menjawab. Ia hanya menekan keningnya dengan jari, mencoba mengusir rasa denyut yang semakin menyiksa. Tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan berjalan masuk kembali ke dalam kamar, membiarkan pintu tetap terbuka lebar.

​Jeslyn terdiam di ambang pintu, menatap punggung Lucian yang tampak limbung. Lucian segera menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, memunggungi pintu, menarik selimut hingga sebatas dada. Sikapnya seolah berkata bahwa ia tidak baik-baik saja dan tidak ingin diganggu, namun di saat yang sama, ia membiarkan pintu terbuka, sebuah sinyal diam yang aneh.

​"Lucian..." Jeslyn melangkah masuk ke dalam kamar, berdiri beberapa meter dari ranjang.

"Kamu sakit? Biar aku periksa suhu tubuhmu."

​Lucian tidak menoleh. Ia hanya mengeluarkan suara gumaman rendah yang tidak jelas.

"Pergilah."

​Jeslyn mengerutkan kening. "Apa? Kamu mau aku pergi? Kamu lagi sakit begini, Lucian!"

​"Aku hanya ingin tidur," sahut Lucian, suaranya kini terdengar lebih dingin dan tertutup.

​Jeslyn mematung. Ia menatap punggung anak laki-laki itu dengan perasaan campur aduk. Ada rasa kesal karena sikap dingin Lucian, namun rasa khawatirnya jauh lebih besar. Ia berdiri di sana selama beberapa detik, menunggu tanda-tanda Lucian akan berubah pikiran, namun pemuda itu tetap tidak bergeming.

​Hening. Hanya suara deru napas Lucian yang terdengar sedikit tidak teratur.

​Jeslyn menghela napas panjang, sebuah helaan napas yang sarat dengan kekecewaan. Ia menatap sekali lagi ke arah Lucian, lalu memutar tubuhnya dan melangkah keluar dari kamar dengan langkah yang sengaja dibuat pelan, berharap Lucian akan memanggilnya kembali.

​Namun, tidak ada suara.

​Lucian, yang masih berbaring memunggungi pintu, mendengar suara langkah kaki Jeslyn yang menjauh, perlahan menghilang di balik lorong. Begitu pintu tertutup meskipun ia sudah membuka pintu itu dengan harapan Jeslyn tetap tinggal, Lucian menghela napas panjang. Sebuah helaan napas yang terdengar getir.

​Ia membuka matanya yang terasa perih, menatap tembok di depannya dengan tatapan kosong.

"​Apa yang aku harapkan?" tanyanya pada diri sendiri.

​Sebenarnya, ia ingin Jeslyn tetap di sana. Ia ingin wanita itu bertanya lagi, memaksanya untuk minum obat, atau setidaknya memarahi sikapnya yang tertutup seperti biasanya. Tapi, ketika Jeslyn benar-benar pergi, ia justru merasa kesepian yang lebih dalam dari sebelumnya. Ia tidak ingin dimanja, tapi berada di tengah rasa sakit sendirian di mansion seluas ini membuatnya merasa sangat rapuh.

​Lucian memejamkan mata, membiarkan rasa nyeri di persendiannya menariknya ke dalam kegelapan tidur yang tidak tenang. Di luar sana, di sepanjang lorong, Jeslyn berhenti melangkah. Ia menoleh ke belakang, menatap pintu kamar Lucian yang kini sudah tertutup rapat.

​"Dasar anak keras kepala," bisik Jeslyn pelan dengan mata yang berkaca-kaca.

"Kalau saja kamu tahu aku cuma ingin memastikan kamu tetap hidup dan sehat, kamu pasti tidak akan mengusirku secepat itu."

​Jeslyn meremas ujung gaunnya, lalu dengan langkah berat, ia memutuskan untuk benar-benar pergi, membiarkan Lucian dalam kesendiriannya, sementara hatinya sendiri dipenuhi oleh rasa sesak yang tak terlukiskan. Ia tidak tahu apakah sikap Lucian tadi adalah bentuk penolakan, ataukah Lucian sebenarnya juga sedang berusaha beradaptasi dengan perhatian yang selama ini tidak pernah ia dapatkan. Yang pasti, kepergian Jeslyn meninggalkan rasa kecewa yang nyata di hati kedua orang itu, meskipun keduanya terlalu egois untuk mengungkapkannya lewat kata-kata.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!