NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berjuang

Ayra hanya mengangguk pelan, membiarkan jemari Zavian melingkupi tangannya untuk beberapa saat. Kehangatan dari tangan pria itu entah kenapa terasa sedikit menenangkan badai yang sempat kembali bergejolak di dadanya. Namun, kesadaran akhirnya membuat Ayra perlahan menarik tangannya kembali dengan halus.

"Terima kasih, Mas Zavian. Tapi saya sudah mulai berdamai dengan keadaan. Mungkin memang ini jalan yang harus saya lalui agar saya bisa kembali fokus pada diri saya sendiri," ujar Ayra dengan senyum tipis yang dipaksakan.

Zavian terdiam, menatap lekat pada bening mata Ayra yang terlihat berkaca-kaca. Ia bisa merasakan ada luka yang sangat dalam di balik kata-kata 'berdamai' itu. Ia tahu, Ayra bukan sekadar kehilangan bayi, tapi juga kehilangan sandaran hidupnya.

"Lalu, bagaimana dengan... Suamimu?" tanya Zavian hati-hati. "Setelah saat itu... apa yang terjadi?"

Ayra menghela napas panjang, tatapannya beralih ke arah jendela restoran yang menampilkan hiruk pikuk jalanan kota.

"Kami sudah resmi berpisah. Itulah salah satu alasan saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah. Saya ingin memulai semuanya dari nol, tanpa bayang-bayang masa lalu."

Mendengar itu, ada tatapan kagum dari kedua mata Zavian yang tak berusaha ditutupi. Namun ada juga perasaan campur aduk di hatinya. Di satu sisi, ia merasa iba dengan beban yang dipikul wanita muda di hadapannya. Namun di sisi lain, ada secercah harapan yang tak dimengerti muncul di sudut hatinya.

"Saya juga pernah ada di posisi kamu. Kehilangan pasangan dan calon anak kami sekaligus. Butuh satu tahun lebih untuksaya bisa kembali berdiri tegak. Sementara kamu, kamu wanita yang kuat, Ayra. Tidak semua orang bisa bangkit secepat ini setelah kehilangan segalanya," puji Zavian tulus. Laki-laki dingin dan acuh jika di hadapan orang yang tak dikenalnya ini, justru menampakkan pribadi yang hangat di hadapan Ayra. Senyumnya tulus dan sorot matanya jujur.

"Saya.. hanya tidak ingin terus berada dalam hubungan toxic." Jawab Ayra jujur.

"Ya kamu sangat berharga. Keputusan kamu sudah benar." Ucap Zavian mantap. " Tapi... ada seseorang yang sangat merindukanmu."

Ayra mengernyitkan dahinya. Menatap Zavian yang kini memadang wajah cemberut.

"Siapa?"

"Salah satu penggemar beratmu."

Ayra terdiam dan mencoba menebak-nebak hingga akhirnya bibir tipisnya tersenyum senang.

"Saya juga merindukannya. Bagaimana kabarnya?"

"Sering merengek, minta bertemu kamu terus."

Ayra tergelak, mengingat Kenzie putra dari pria di hadapannya ini. Wajah tampan, imut dan sangat menggemaskan. Apalalagi celotehannya, terkadang membuat rahang pegal karena harus tertawa terus.

"Kalau begitu, bagaimana kalau hari minggu ini kita jalan-jalan bertiga?" Tawar Zavian. Ayra terdiam. Hati kecilnya mengiyakan. Tapi kepalanya ragu untuk mengangguk.

Melihat Ayra hanya diam, Zavian mengira wanita itu menolak.

"Tidak apa-apa kalau kamu sudah punya janji dengan orang lain. Mungkin lain kali."

Ada kekecewaan dalam nada suaranya. Tapi Ayra cepat-cepat menggeleng. Sambil tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.

"Mas Zavian?" Sebuah suara halus menyapa laki-laki yang tengah menyeruput sisa minumannya. Laki-laki itu menoleh.

"Marissa? Kamu di sini juga?" Tanya Zavian sedikit terkejut. Tapi ekpresinya kembali normal.

"Iya mas, aku bareng temen-temen."

Lalu Marissa menatap pada Ayra. Tatapannya tidak tajam tapi seperti menyelidik.

"Ini Ayra... Ayra, ini Marissa adik almarhumah istri saya."

"Oh," Ayra tersenyum lalu mengulurkan tangannya.

Beberapa detik tangan Ayra menggantung di udara tanpa sambutan. Tapi kemudian Marissa pun mengulurkan tangannya. Mereka bersalaman sekilas. Lebih tepatnya Marissa yang cepat-cepat melepaskannya terlebih dahulu.

"Saya sudah mau pulang, Ayok, Ay!"

Zavian meraih tangan Ayra, menyatukan jemari mereka. Sejenak Ayra membeku. Ingin melepaskan tautan mereka tapi hati kecilnya melarang. Dia tak ingin membuat malu Zavian di depan wanita bernama Marissa itu.

"Permisi," Kata Ayra, lalu mengikuti langkah Zavian. Marissa menatap tajam mereka hingga menghilang di balik pintu restoran.

***

Hubungan Rayyan dan Liztha seperti jalan di tempat. Meski Rayyan sudah resmi bercerai dari Ayra, tapi sepertinya mereka tak berniat untuk meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan.

Rayyan sendiri masih terhalang restu dari Herman. Sementara Liztha juga ogah-ogahan karena kondisi keuangan Rayyan sekarang sudah tidak seperti dulu.

"Sampai mati pun, Bapak tak akan pernah merestui hubungan kamu dengan wanita itu."

Itu kata Herman saat Rayyan pulang ke rumah orang tuanya dan meminta izin untuk menikah dengan Liztha.

"Tapi kenapa, Pak? Bapak tidak boleh egois! Dari awal aku cintanya pada Liztha bukan Ayra. Aku sudah mengorbankan cinta kami demi menuruti permintaan bapak untuk menikahi Ayra. Tapi akhirnya hancur juga, kan? Bahkan aku yang hancur-hancuran. Sekarang aku jatuh miskin." Ucap Rayyan kesal. Tapi Herman hanya mendengus dan akan beranjak pergi kalau Rayyan tidak berkata lagi.

"Katakan Pak, apa alasannya?" Tanyanya setengah berteriak.

Herman berbalik dan menatap tajam putranya.

"Sudah kubilang, dia itu bukan wanita baik-baik!"

"Bapak seperti sudah kenal lama saja sama Liztha." Sindir Rayyan sinis.

"Memang, aku tidak kenal dia. Tapi sudah tahu siapa dia sejak lama!"

"Maksud Bapak?"

Herman memejamkan matanya, lalu menatap wajah putranya dengan raut wajah serius.

"Dia... wanita yang kamu puja seperti seorang ratu itu, tak lebih baik dari seorang pelac*r! Selama bertahun-tahun dia menjadi simpanan Bastian, teman Bapak. Tapi kemudian didepak karena ketahuan selingkuh dengan pria lain. Paham kamu?!"

Sejenak Rayyan membeku. Napasnya sesak dengan wajah merah padam menahan amarah.

"Bapak jangan pernah fitnah dia. Dari kuliah kami sudah berpacaran. Dia perempuan baik-baik dan setia!"

Ingin sekali Herman mengamuk dan memukuli kepala putranya dengan benda tumpul, supaya otaknya bisa waras. Tapi dia sendiri tak ingin kesehatan jantungnya terganggu. Akhirnya memilih pergi meninggalkan Rayyan yang masih memendam amarah.

***

Sementara Rayyan tidak tahu, kalau wanita yang disanjungnya, yang mati-matian dibela di depan ayahnya, tengah menjual cintanya pada laki-laki hidung belang. Demi lembaran rupiah dan barang-barang mewah. Demi kenikmatan duniawi yang tak pernah merasa puas.

Di sebuah kamar hotel mewah yang aromanya menebar bau kemaksiatan, Liztha sedang tertawa manja. Tidak ada jejak wajah "ogah-ogahan" seperti yang ia perlihatkan pada Rayyan akhir-akhir ini. Tangannya dengan sigap menerima beberapa lembar uang merah yang disodorkan seorang pria berperut buncit di hadapannya. Bagi Liztha, cinta adalah investasi, dan Rayyan adalah saham yang sudah anjlok nilainya.

"Hanya segini?" tanya Liztha dengan nada manja yang dibuat-buat, sambil memasukkan uang itu ke dalam tas bermerek yang baru saja dibelikan lelaki itu.

"Itu baru uang muka untuk malam ini, Sayang," jawab si pria sambil menarik pinggang Liztha mendekat.

"Kalau servismu memuaskan, aku akan memberimu lebih."

Lagi, Liztha tertawa manja yang menjijikkan.

DIa tidak menolak saat lelaki itu menggerayangi tubuhnya. Ia justru memejamkan mata, membayangkan deretan perhiasan yang akan ia beli besok, tanpa sedikit pun mengingat Rayyan yang mungkin saat ini tengah berjuang membukuk bapaknya. Tapi siapa perduli! Berhasil atau tidak, tak ada pengaruhnya untuk dia.

Di tempat lain, Rayyan masih duduk di bangku teras rumah orang tuanya dengan kepala tertunduk. Ia merasa menjadi pahlawan yang paling gagah karena telah mempertahankan kehormatan wanita yang dicintainya. Ia menarik napas panjang, mencoba menguatkan hati bahwa suatu saat ayahnya akan melihat kebaikan Liztha yang selama ini ia yakini.

Bodohnya Rayyan. Ia sedang mempertaruhkan masa depannya pada seorang wanita yang bahkan sudah lama menganggapnya tidak lebih dari sekadar batu loncatan yang sudah retak.

Malam itu, di bawah langit yang sama, dua hati sama-sama tengah berjuang. Yang satu memperjuangkan cintanya dan yang satu lagi berjuang menjajakan cintanya.

1
Tata Hayuningtyas
cerita nya pasti pergi ke toilet trs diculiklah...dibius lah....kaya ga ada yg lain gitu thor
Ma Em
Ayra kamu hrs percaya diri bersama Zavian jgn minder tunjukan aura dan pesonamu agar orang2 merasa kagum padamu dan tdk ada orang yg merendahkan mu .
Dini Yulianti
ayra kamu masih masa iddah mending jaga jarak dulu sama yg namanya laki laki bialng sama Zavian kalo mau jaga jarak sampe masa iddah selesai.
Brilliante Brillia: sudah slsai masa iddahnya kk🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
Ayra jgn percaya kalau Marisa mendekatimu Ayra karena Marisa dekat dgn Ayra bkn bermaksud baik tapi mungkin ada yg akan Marisa lakukan pada Ayra , lbh baik jaga jarak jgn mau diajak untuk berteman takut nanti Marisa mencelakai atau mungkin jebak Ayra .
Erchapram
Bagus banget
kalea rizuky
sejauh ini bagus MC gk menye menye g lemah
Dede Dedeh
ulat keket mah gigih.......
Dewi Anjani
ayra perempuan yg tangguh ya,,keren
Yani
ayra jadi janda harus berkelas,jgn kayak si artis viral ,dijandakan suami malah jual diri Ama laki org,ga inget rasanya sakit diselingkuhin.tolong ya min,ayra biar bisa disandingin ama zavian yg ganteng+ CEO 🥰🥰
lanjut min ceritanya
aku
definisi cerdas bnr 👍👍👍
partini
lanjut
Brilliante Brillia
Assalamualaikum wrwb.

Tak terasa buku ini sudah hampir mencapai 20 bab. Terimakasih othor haturkan untuk para readers, semoga kedepannya novel ini akan lebih seru dan lebih diterima oleh penyuka cerita drama rumah tangga. Dan juga lebih banyak komen serta like 🙏
Yuk follow akun othor untuk bisa mengikuti cerita-cerita berikutnya yang akan launching dan tentu dengan cerita yang lebih seru lagi.
Dini Yulianti
semoga rumahnya kebakaran dan mobilnya di gondol maling
Ma Em
Semangat Ayra , semoga kamu dapatkan harta Gono gini yg Rayyan pertahankan dan menang dgn hasil yg memuaskan , hancurkan kesombongan Rayyan dan ibunya juga selingkuhan nya .
Brilliante Brillia: Doain ya🤭
total 1 replies
Ma Em
Semoga Ayra berjodoh dgn Zavian setelah cerai dgn Rayyan .
partini
wah ada bocil
Brilliante Brillia: bocilnya ganteng ky papanya 🤭
total 1 replies
partini
lebih cepat lebih baik
partini
mau menggatal lagi ni Kunti,so kita lihat MR CEO apa dia berkualitas atau Gampng kerayu Kunti
Brilliante Brillia
Bayangkan, bagaimana rasanya hamil di tengah pernikahan yang dingin?

Hanya karena alasan dijodohkan, Rayyan berhak berlaku semena-mena pada istrinya dan terang-terangan lebih memilih cinta lamanya?

Disakiti, diinjak-injak harga dirinya dan dibuang seolah Ayra adalah barang yang tidak berharga, membuat batin Ayra terguncang dan harus kehilangan bayinya.

Lalu apakah Ayra akan tahan dalam kubangan ketidak adilan yang dia terima?

Tentu saja tidak!

Tak akan ada yang tahan dalam satu hubungan toxic. Di balik kelembutannya, bagaimana Ayra bangkit dan melawan ketidak adilan yang ia terima?

Temukan jawabannya hanya di, "Aku Menyerah!"
Brilliante Brillia
Assalamualaikum, para readers yang berkesempatan singgah di cerita ini. terimakasih banyak. ini cerita pertama saya di apk NovelToon ini. semoga karya saya bisa diterima dengan baik. terimakasih🙏🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!