Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 18
2 hari kemudian
Joan terus bolak balik periksa hp miliknya berkali kali, menunggu balasan dari Liana, Joan kebingungan sejak terakhir bertemu Liana selalu menghindari Joan, bahkan semenjak Joan masuk kembali dan sudah sembuh total.
" Kenapa sih, chat gua ga di bales, telpon ga di angkat bahkan di sekolahnya dia pun ga keliatan barang hidungnya" Gumamnya, Joan pun berdiri dan bergegas menuju sekolah Liana, karna kebetulan ini sudah masuk jam pulang.
Sesampainya di lentera putih Joan menunggu di depan gerbang sekolah itu, siapa tau kalo Joan menunggu di sana bisa bertemu Liana, Tapi justru Joan pusing melihat kerumunan orang yang baru pulang sekolah itu buat dia kewalahan mencari keberadaan Liana.
" Ehh gu, Minggu sini Lo sebentar " Panggil Joan yang lihat Minggu melewatinya, Minggu di sana berhentiin motor dia dan buka Helmnya, Joan menghampiri Minggu yang jaraknya tak jauh
" Lu liat Liana ga gu? 2 hari dia ga keliatan, chat gua ga di bales lagi " Ujar Joan.
" Aduh gua gatau lagi Jo, terakhir gua liat dia lagi ngobrol sama Yesa Jo di cafe Sono noh " Ujar Minggu lalu menunjuk ke arah cafe yang tak jauh dari sekolah.
" Yesa? Serius Lo? " Tanya Joan, nada bicaranya ketus sekali Joan.
Minggu mengangguk " ya yang gua liat ya kaya gitu " katanya.
Joan berdecak, rasa kesal dan geram mulai muncul, Kenapa Yesa lagi dan lagi tak pantang menyerah juga Yesa ini, Joan kembali berbicara pada Minggu
" Terus sekarang Liana dimana? " Tanya Joan pada Minggu, lalu Joan memperhatikan Minggu yang menunjuk ke arah belakang Joan yang ternyata saat Joan berbalik ada Liana yang kini tengah berjalan bersama Jihan.
Tanpa pikir panjang joan langsung menghampiri Liana, Liana yang melihat Joan menghampirinya langsung berbalik arah berniat menghindar dari Joan, namun sayang Joan lebih dulu menahan tangan Liana.
" Mau kemana? " Tanya Joan lalu memutar tubuh Liana " Kenapa sih Lo terus menghindar?" tanyanya lagi, kini Joan terlihat marah Liana rasa.
" Ada yang mau gua omongin, ayok ikut gua " Ujar Joan lalu berencana membawa Liana berpindah tempat.
Liana menahan diri dan melepaskan genggaman tangan Joan " Ngomong di sini aja, Ada apa? " Tanya Liana.
Joan menghela nafasnya kesal " Lo jalan sama Yesa? " Tanya Joan dengan wajah seriusnya, Joan ini ga bertele tele juga ternyata langsung ke point sesuai apa yang mau di tanya.
Liana menatap sini ke arah Minggu di sana mendengar ucapan Joan, Minggu di sana memalingkan wajahnya berpura pura tak melihat Liana.
Padahal Liana menolak apa yang di rencanakan Minggu beberapa hari lalu, tapi Minggu seenaknya main atur sendiri tanpa minta persetujuan Liana.
Liana kembali menatap Joan lalu mengangguk mengiyakan " Iya, kenapa? " Ujar Liana, Liana tak mau melewatkan kesempatan ini, Liana ikutin apa yang di rencanakan oleh Minggu sebelumnya.
" Kenapa? Lo tanya kenapa? " Tanya Joan, Liana mengangguk dan menatap Joan dengan wajah penasarannya,Joan pun menjawab " Gua ga suka "
Liana terkekeh mendengarnya " loh, Alasannya apa? " Tanya Liana.
Joan diam, apa sebelumnya Joan baru saja jujur yaa? " Yaa,, yaa gua gasuka aja, kenapa harus sama dia? " Kata Joan gugup.
Minggu yang berada sedikit jauh di sana menggeleng heran " Ternyata emang boudoh, Langsung ngomong aja ngapa sih, Gagigu amat perasaan " Gerutu Minggu yang kini di lihat oleh beberapa orang karna dia ngomong sendiri di sana.
" Loh, hak gue Jo mau Deket siapapun dong, memang Lo siapa gue? Cowo gue bukan dan ini bukan jadi masalah buat Lo kalo gue Deket sama siapapun " Jelas Liana membuat Joan terbungkam, Apa yang di katakan Liana ada benarnya juga " Gue ga bisa kalo terus jadi seseorang yang lu butuhin doang kalo Lo lagi butuh " Setelah Liana mengucapkan itu dia pergi melewati Joan begitu saja.
Joan di sana cuma bisa diem, ini Liana kayaknya serius banget kata katanya, ini salah dirinya kah? Atau apa Joan tidak mengerti, Liana membuat dirinya bingung.
" Salah gue apa? " Gumamnya lalu berbalik memperhatikan Liana yang perlahan menjauh dari pandangannya.
...----------------...
Liana menghentikan langkahnya saat dirinya di hadang oleh perempuan,Liana diam natap perempuan itu dengan tatapan bertanya, Liana hendak menghindar ke arah kanan siapa tau dirinya menghalangi jalan perempuan itu, namun perempuan itu tetap menghalangi Liana.
" Kenapa ka- " Ucapan Liana terhenti waktu dia baru inget kalo perempuan itu yang ada di rumah Joan sebelumnya " Ohh lo yang di rumah Joan? "
Dia Kinan, yang sekarang ada di hadapan Liana
" iyaa, gue mau ngomong sama Lo "
Liana hendak bertanya namun tak sempat, karna Kinan lebih dulu berbicara
" Gua saranin lo jauh jauh dari Joan, Lo ga pantes ada di sisi Joan, derajat Lo sama dia beda jauh orang tua dia pasti cari seseorang yang status keluarganya sama " Ujar Kinan.
Kata kata Kinan membuat Liana tertampar, Liana kini hanya bisa diam tak terpintas pikiran untuk membalas ucapan Kinan sekarang.
Kinan mendekat ke arah Liana " Apapun yang Joan lakuin lo abaikan, dan menjauh dari dia mulai detik ini " Ujarnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan Liana yang berdiri kaku.
Beberapa saat kemudian Liana melangkahkan kakinya namun tatapannya kosong, Liana berpikir apa yang di ucapkan Kinan ada benarnya juga, seharusnya Liana tak boleh ada perasaan lebih pada Joan apalagi berharap pada Joan.
Sampai akhirnya Liana berpikir untuk membulatkan niatnya untuk menjauhi kehidupan Joan.
Liana tak mau terlibat perasaan dengan Joan, dan malah menimbulkan masalah nantinya.
" salah banget Liana Lo ada hati sama dia " Gumamnya.
TO BE CONTINUED