NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 6

Lorong Rahasia Menuju Aula Tengah.

Di sebuah sudut lorong gelap yang tidak terjangkau cahaya formasi makam, terdapat tumpukan mayat yang baru saja menjadi dingin.

Itu adalah mayat Gu Yan (Tuan Muda Lembah Ratusan Racun) dan para pengawal elitnya.

Ternyata, Gu Yan yang licik diam-diam mencoba mengikuti jejak energi Shen Yu dari pasar lelang, berharap bisa melakukan serangan belakang. Sayangnya, dia justru mengantarkan nyawanya sendiri ke mulut harimau.

Shen Yu berdiri di atas mayat Gu Yan. Dia baru saja selesai melakukan Pencarian Jiwa untuk mempelajari gaya bicara, teknik dasar, dan rahasia sekte mereka.

"Ganti pakaian," perintah Shen Yu datar. "Mulai sekarang, kita adalah murid Lembah Ratusan Racun."

Su Ling menggerakkan jarinya. Kabut ilusi tipis menyelimuti mereka.

Dalam sekejap, penampilan mereka berubah. Shen Yu berubah menjadi Gu Yan wajah pucat, bibir ungu, dan aura yin yang sakit-sakitan. Ye Qing, Long Tu, dan Feng Jiu berubah menjadi pengawal berjubah hijau-ungu dengan wajah tertutup cadar racun. Su Ling berubah menjadi pelayan wanita pribadi Gu Yan yang memegang kipas bulu.

"Ingat," kata Shen Yu, menirukan suara serak Gu Yan dengan sempurna. "Lembah Ratusan Racun itu arogan, kejam, dan tidak tahu aturan. Jangan bersikap sopan. Jika ada yang menghalangi, racuni dulu, tanya kemudian."

Ye Qing menyeringai di balik cadarnya. "Akting jadi penjahat? Itu keahlianku."

Makam Dewa - Aula Hutan Batu (Stone Forest Hall).

Ini adalah titik temu dari berbagai jalur di dalam makam. Sebuah ruangan raksasa seluas kota kecil yang dipenuhi pilar-pilar batu alami setinggi langit-langit.

Suasana di sini sangat tegang. Udara dipenuhi aura pembunuh.

Dua kekuatan besar sedang saling berhadapan di tengah aula.

Di sisi kiri: Sekte Pedang Langit. Dipimpin oleh Xiao Lang (Pangeran Pedang) dan seorang Tetua berjubah putih. Ratusan murid pedang berdiri dalam formasi tempur, pedang mereka terhunus, memancarkan Qi biru yang tajam.

Di sisi kanan: Kuil Buddha Vajra. Dipimpin oleh Biksu Wu Chen, seorang biksu muda buta dengan tongkat emas. Di belakangnya, puluhan biksu kekar dengan kulit sewarna tembaga (Teknik Tubuh Emas) berdiri diam seperti patung, memblokir jalan menuju gerbang berikutnya.

"Minggir, Biksu Bau!" teriak seorang murid Sekte Pedang. "Harta di dalam gerbang itu memancarkan aura pedang! Itu jelas milik Sekte kami!"

"Amitabha," Biksu Wu Chen menjawab tenang, matanya terpejam. "Segala sesuatu di dunia ini adalah ilusi. Harta itu memiliki aura pembunuh yang jahat. Kami di sini untuk menyegelnya agar tidak melukai makhluk hidup. Tuan Muda Xiao, mohon kembali."

Xiao Lang mendengus dingin. "Menyegelnya? Atau kalian ingin memonopolinya? Kemunafikan kalian membuatku mual."

Tangan Xiao Lang bergerak ke gagang pedangnya. "Jika kalian tidak minggir dalam tiga napas, pedangku tidak akan memandang botak atau berambut."

Ketegangan memuncak. Perang antar dua sekte lurus akan segera pecah.

Tepat saat itu...

"Hahahaha! Sungguh tontonan yang menarik! Anjing menggigit anjing!"

Tawa yang menyebalkan dan serak bergema dari pintu masuk lorong selatan.

Semua orang menoleh.

Dari balik bayangan, melangkah keluar seorang pemuda berwajah pucat dengan bibir ungu, dikawal oleh empat pengawal yang memancarkan aura berbahaya.

"Gu Yan!" seru murid-murid Sekte Pedang dengan jijik. "Sampah dari Lembah Racun juga sampai di sini?"

Shen Yu (dalam wujud Gu Yan) berjalan santai sambil mengipasi dirinya. Dia menatap Xiao Lang dengan tatapan meremehkan, lalu menatap Biksu Wu Chen.

"Tuan Muda Xiao," kata Shen Yu. "Kau ini bodoh atau bagaimana? Kau berdebat dengan keledai botak ini soal 'izin' lewat?"

Shen Yu meludah ke lantai. Ludahnya mendesis membakar batu.

"Lihat mereka," Shen Yu menunjuk para biksu. "Mereka sengaja mengulur waktumu di sini, sementara diam-diam mereka sudah mengirim tikus kecil lewat jalan belakang untuk mengambil harta itu. Benar kan, Biksu Wu Chen?"

Wajah Wu Chen tetap tenang. "Fitnah. Kami tidak melakukan hal licik seperti itu."

"Oh ya?" Shen Yu menyeringai. "Lalu kenapa aku melihat Jubah Kasaya Emas milik wakilmu ada di lorong sebelah sana?"

Mendengar itu, murid-murid Sekte Pedang mulai kasak-kusuk. Kecurigaan tumbuh. Kuil Buddha memang terkenal sering menggunakan alasan "takdir" untuk mengambil barang bagus.

"Jangan dengarkan Iblis ini!" teriak seorang Biksu senior.

Shen Yu tertawa lagi. Dia berjalan mendekat ke arah kelompok Kuil Buddha, seolah ingin berbisik.

"Hei, Biksu," kata Shen Yu pelan, tapi cukup keras untuk didengar Xiao Lang yang memiliki pendengaran tajam.

"Kesepakatan kita masih berlaku, kan? Aku bantu kalian membunuh Xiao Lang dengan racunku, kalian bagi dua harta di dalam. Jangan lupa jatahku."

Mata Xiao Lang melebar. "Apa?!"

Biksu Wu Chen mengerutkan kening. "Omong kosong! Kami tidak pernah—"

"SEKARANG!" teriak Shen Yu tiba-tiba.

Shen Yu melempar sebuah bola hitam ke arah barisan Sekte Pedang Langit.

BOOM!

Bola itu meledak, mengeluarkan Kabut Racun Korosi Tulang berwarna hijau pekat.

"Awas! Racun!" teriak Tetua Sekte Pedang.

Beberapa murid yang tidak sempat menghindar menjerit saat kulit mereka melepuh.

Di saat yang sama, Shen Yu menggunakan teknik rahasia untuk menarik tangan salah satu biksu muda di dekatnya, membuatnya seolah-olah biksu itu melempar tasbihnya menyerang Xiao Lang.

PLAK!

Tasbih itu menghantam bahu Xiao Lang.

Itu adalah pemicu yang sempurna.

"BOTAK LICIK!" raung Xiao Lang, matanya memerah karena marah. "Kalian bersekongkol dengan Iblis Racun?! MATI!"

"Serang! Basmi pengkhianat dan iblis ini!"

Ratusan pedang terbang melesat.

"Tahan! Ini salah paham!" teriak Wu Chen, tapi suaranya tenggelam oleh bunyi ledakan. Para biksu terpaksa mengaktifkan Lonceng Emas untuk bertahan hidup.

DUAR! TRANG! BOOM!

Aula Hutan Batu berubah menjadi medan perang kacau. Sinar pedang biru beradu dengan cahaya emas Buddha dan kabut racun hijau.

Di tengah kekacauan itu, Shen Yu (Gu Yan) mundur perlahan sambil tertawa jahat.

"Rasakan itu! Bunuh! Bunuh yang banyak!"

Dia memberi isyarat pada timnya.

"Mundur. Biarkan orang-orang bodoh ini saling membunuh."

Shen Yu dan timnya menyelinap mundur ke dalam bayang-bayang pilar batu, menghilang dari pandangan. Mereka tidak benar-benar pergi, melainkan memutar jalan menuju Gerbang Utama yang kini tidak dijaga karena semua orang sibuk bertarung.

Di Depan Gerbang Harta Utama.

Suara pertempuran di belakang mereka mulai menjauh.

Shen Yu menghapus ilusi di wajahnya, kembali menjadi dirinya yang dingin. Dia menyeka keringat palsu di dahinya.

"Mudah sekali," kata Shen Yu. "Sekte Lurus selalu memiliki ego yang rapuh. Sedikit dorongan, dan mereka hancur."

"Kau jahat sekali, Bos," Ye Qing tertawa, menepuk peti pedangnya. "Aku suka."

"Jangan lengah," kata Su Ling. "Pintu ini... segelnya berbeda."

Di depan mereka, berdiri sebuah pintu batu giok putih setinggi lima puluh tombak. Tidak ada lubang kunci. Hanya ada ukiran puisi kuno yang memancarkan Dao yang dalam.

Shen Yu membaca ukiran itu:

"Aku memegang tombak membelah langit, namun hatiku kesepian."

"Siapa yang bisa membuktikan bahwa Langit itu salah, silakan masuk."

"Ini ujian Pemahaman Dao," kata Shen Yu. "Kekuatan kasar tidak akan membukanya."

Shen Yu meletakkan telapak tangannya di pintu itu. Dia menyalurkan, bukan Qi, tapi Niat Ketiadaan dari Jantung Iblisnya.

"Langit itu salah," bisik Shen Yu pada pintu itu. "Karena Langit membiarkan penderitaan. Dan aku... adalah ketiadaan yang akan menghapus Langit."

Pintu itu bergetar. Resonansi terjadi.

KRAAAK...

Pintu Giok itu perlahan terbuka.

Cahaya keemasan tumpah keluar, menyilaukan mata mereka. Aroma obat-obatan roh berusia ribuan tahun tercium sangat pekat, membuat pori-pori mereka terbuka.

Di dalam sana, terlihat taman surga yang dipenuhi tanaman langka, dan di tengahnya, sebuah istana melayang.

"Kita yang pertama," kata Feng Jiu, matanya berbinar melihat lautan tanaman herbal api.

Namun, saat mereka melangkah masuk, sebuah suara dingin menegur dari belakang.

"Akting yang bagus, 'Tuan Muda Gu'."

Shen Yu berhenti.

Dia tidak berbalik.

Dari bayang-bayang di belakang mereka, muncul satu orang.

Bukan Xiao Lang. Bukan Wu Chen.

Melainkan seorang wanita bercadar hitam dengan aura misterius yang tidak terdeteksi sebelumnya. Dia mengenakan jubah dengan lambang Bulan Sabit Merah.

Aliansi Pembunuh Bayangan (Shadow Assassin Alliance).

"Kalian menipu semua orang di aula sana," kata wanita itu. "Tapi kau tidak bisa menipu hidungku. Bau darah naga di tubuh temanmu itu... terlalu menyengat."

Wanita itu memainkan belati hitam di jarinya.

"Bagi hasil denganku lima puluh persen. Atau aku teriak sekarang dan memanggil Xiao Lang ke sini."

Shen Yu akhirnya berbalik. Dia tersenyum.

"Memeras Iblis?"

"Nona, kau memilih target yang salah."

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!