NovelToon NovelToon
Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Rebirth For Love / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Kebakaran Kecil di Gudang

Fajar baru saja menembus celah jendela istana, sinarnya menyorot marmer yang bersih dan menimbulkan bayangan panjang di lorong.

Arvella duduk di pangkuan Liora, matanya merah bersinar, mencondongkan tubuh ke arah gudang besar di ujung barat istana.

Sejak pagi, bayi itu sudah merasakan energi tidak stabil—campuran panas samar dan ketegangan yang menjalar di udara, membuatnya gelisah.

Arvella menggeliat, tangannya menepuk kain Liora, dan matanya menatap Kael yang sedang memeriksa dokumen di aula.

Kael menoleh, matanya biru bersinar menatap bayi itu.

“Arvella… apa kau merasakannya lagi?”

Bayi itu mencondongkan tubuh, matanya bersinar terang, menunjuk ke arah gudang, seolah mengatakan: “Ada bahaya nyata di sana.”

Kael segera mengangguk, memahami arti isyarat itu. Ia mengambil mantel dan melangkah cepat menuju gudang, bayi itu mencondongkan tubuh lebih jauh, tangannya menunjuk ke arah pintu.

Di lorong menuju gudang, aroma asap samar mulai tercium.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, membaca panas yang mulai muncul dari sudut gudang—tumpukan kayu dan kain tua.

Bayi itu menepuk kain lagi, memberi isyarat bahwa mereka harus berhati-hati.

Kael mempercepat langkah, matanya biru bersinar, menyiapkan ember besar berisi air yang dibawa oleh pelayan.

Begitu pintu gudang terbuka, percikan api kecil sudah terlihat di sudut ruangan.

Pelayan muda yang sedang menata barang menjerit panik, “Tuan Kael! Api… api di sudut sana!”

Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke arah pelayan agar menjauh dari sumber api.

Kael segera menyiramkan air ke titik yang paling dekat dengan percikan, sambil menenangkan pelayan itu.

Arvella mencondongkan tubuh lagi, matanya merah bersinar, mengingat pola kebakaran dari pengalaman masa lalunya.

Ia menepuk kain, memberi isyarat agar Kael menyiram bagian kayu di sisi kanan terlebih dahulu, karena api bisa menyebar cepat ke tumpukan lain jika diabaikan.

Kael mengangguk, matanya biru bersinar, mengikuti instruksi bayi itu dengan presisi.

Setiap percikan yang muncul segera padam, tetapi asap mulai pekat dan mengaburkan pandangan.

Di tengah kekacauan, seorang bangsawan muda muncul dari pintu gudang, penasaran dengan sumber kebakaran.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, tangan kecilnya menunjuk ke Kael—peringatan halus agar menjaga bangsawan itu tetap aman.

Kael menatap bangsawan itu dengan serius, tegas tapi sopan, “Jangan mendekat, Tuan. Api bisa menyebar tanpa kita sadari.”

Bangsawan itu mundur, menunduk, dan bayi itu menggeliat puas, matanya bersinar.

Ketegangan meningkat ketika tumpukan kayu di sudut lain mulai retak, percikan api melompat lebih tinggi.

Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke arah Kael—tanda bahwa sisi itu harus segera disiram.

Kael bergerak cepat, menyingkirkan kayu dan menyalurkan air dengan fokus, menjaga agar api tidak menyebar.

Bayi itu menepuk kain Liora, puas karena instingnya bekerja sempurna.

Namun masalah belum selesai.

Di lantai atas gudang, sebuah kotak tua yang penuh dokumen mulai terbakar karena percikan yang terbang dari tumpukan kayu.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, tangannya menunjuk ke Kael—sebuah peringatan untuk segera menyingkirkan dokumen.

Kael melompat ke arah kotak itu, mengambil dokumen satu per satu, menyelamatkan semua yang penting, sementara api mulai meredup di lantai bawah.

Sementara itu, beberapa pelayan lain mulai panik, berlari tanpa arah.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, menepuk kain untuk memberi isyarat agar mereka tetap tenang dan mengikuti arahan Kael.

Kael dengan cepat mengatur barisan pelayan, menuntun mereka menjauh dari area panas, sambil terus menyiram titik api yang tersisa.

Bayi itu menggeliat puas, matanya bersinar—bahwa semua orang bisa selamat berkat tindakan tepat waktu.

Di luar gudang, aroma asap menyebar ke halaman istana, beberapa burung terbang ketakutan.

Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke arah menara pengawas, memberi sinyal bahwa situasi harus dipantau lebih luas.

Kael segera mengirim beberapa pelayan untuk memeriksa setiap sudut gudang dan halaman, memastikan tidak ada titik panas yang tertinggal.

Ketika api benar-benar terkendali, Arvella mencondongkan tubuh lagi, tangan kecilnya menunjuk ke arah tumpukan kayu yang telah dipindahkan ke tempat aman.

Kael berdiri di sampingnya, matanya biru bersinar, menepuk bahu bayi itu dengan lembut.

“Kau benar-benar luar biasa, Arvella. Bahkan dalam bahaya nyata, instingmu selalu tepat,” bisiknya pelan.

Bayi itu menggeliat puas, matanya bersinar—bahwa keberadaannya sebagai pengawas kecil tetapi sangat berpengaruh terbukti nyata.

Meski begitu, Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, tangannya menunjuk ke arah lorong yang mengarah ke gudang lain.

Ia membaca energi tersisa—ada percikan panas yang masih bersembunyi, kemungkinan bisa memicu kebakaran lain jika tidak segera ditangani.

Kael segera bergerak, menyalakan lampu, memeriksa sudut-sudut gelap, sambil menyiramkan air tambahan.

Bayi itu menepuk kain, puas karena instingnya terbukti benar sekali lagi.

Seiring malam semakin larut, bau asap mulai mereda.

Pelayan yang sebelumnya panik kini mulai bernafas lega, melihat bagaimana Kael dan Arvella bekerja sama dengan harmonis.

Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke arah Kael—sebuah isyarat pengakuan dan rasa aman.

Kael menatap bayi itu, matanya biru bersinar, tersenyum tipis.

Bahkan setelah kebakaran terkendali, Arvella tetap mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, menandai setiap sudut yang mungkin menjadi bahaya lagi.

Ia menyadari bahwa peranannya lebih dari sekadar mencegah api—ia menjadi pengawas energi dan keselamatan, yang bisa merasakan bahaya sebelum muncul.

Kael berdiri di sampingnya, menjadi partner penuh aksi, pelindung, dan teman yang memahami kedalaman insting bayi itu.

Bayi itu mencondongkan tubuh sekali lagi, matanya merah bersinar, tangan kecilnya menunjuk ke arah dokumen yang berhasil diselamatkan dan tumpukan kayu yang kini aman.

Arvella merasakan kepuasan—bahwa ia berhasil mencegah bencana lebih besar, menjaga keselamatan semua orang di istana, dan menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar bayi biasa.

Tidak ada kata penutup yang klise.

Situasi di gudang mereda, tapi energi kewaspadaan tetap terasa.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, membaca setiap getaran kecil dari lingkungan sekitarnya—bahwa ancaman baru bisa muncul kapan saja, dan ia harus tetap siap, selalu waspada, dan terus belajar dari pengalaman masa lalu.

1
Passolle
lanjut ka
LOL #555
Hebat banget ,baru lahir udah bisa buka mata ,mendengar, ngendaliin kekuatan magis , serba bisa , kayak budak koporat
LOL #555: gak sih kak , biasanya juga kalau reinkarnasi gini ,baru lahir udah bisa ngalahin naga 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!