Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam Tersembunyi
Tak lama Seno datang ke rumah Wijaya sesuai dengan perintah Sam yang meminta nya untuk menjemput dan mengantar kemana saja Natasya pergi.
Seno nampak heran kenapa rumah itu nampak sangat ramai. Pria itu melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah membuat semua mata menatapnya.
" Senoo.. " Seru Laras langsung berdiri menatap anak angkat nya itu.
" Selamat pagi buk Laras, saya di perintahkan pak Sam untuk menjemput bu Natasya. " Ucap nya yang selalu terlihat formal.
" Kamu langsung naik saja, mungkin Natasya sudah siap. " Seno mengangguk kemudian berjalan menuju lantai dua rumah itu menuju kamar Sam.
" Dia Seno, anak yang kamu bawa kerumah dan kamu besarkan itu jeng?. " Laras mengangguk dan kembali duduk di samping Alexsa.
" Iyaa, dia sudah dewasa sekarang. Tampan dan gagah seperti ayahnya dulu dia juga anaknya baik dan sangat pintar mungkin nanti aku akan berikan perusahaan sendiri agar dia bisa mengelola nya sendiri untuk nya dan calon istrinya nanti. "
***
" Gadis sialan itu berhasil mengambil posisi ku sebagai anak perempuan kesayangan disini, kurang ajar. " Ucap Natasya yang menatap Alexsa yang di sambut baik dan hangat oleh teman teman Laras.
Natasya sibuk bermain ponsel dan beberapa kali cekout barang di aplikasi oren untuk menghilangkan rasa kesala nya sembari menunggu Seno datang.
Tok Tok Tok
" Bu Natasya apa anda sudah siap, pak Sam meminta saya datang untuk mengantar anda. " Suara Seno menggema di luar membuat Natasya menghela nafas kesal.
Wanita itu menyambar tas putih nya kemudian membuka pintu dengan keras membuat Seno hampir terperanjat kaget.
" Selamat pagi, apa anda.. " Ucapan Seno terpotong oleh Natasya yang meminta nya segera berangkat.
Wanita itu berjalan lebih dulu di depan Seno yang menahan kesal melihat tingkah semenah menah Natasya pada semua orang, jika saja bukan Sam yang meminta nya dia tidak sudi mengantar wanita itu.
Natasya menuruni tangga perlahan membuat semua mata menatapnya.
" Natasya, sayang kamu pergi?. Beri salam dulu pada teman teman mami... " Laras menghampiri Natasya membuat wanita itu berhenti dan tersenyum terpaksa.
" Iya mi, selamat pagi tante. Natasya pergi dulu yah selamat menikmati jamuan. " Ucap Natasya pergi begitu saja membuat beberapa orang berbisik melihat tingkah menantu Wijaya itu.
" Saya permisi buk Laras. " Seno berlari kecil mengikuti langkah Natasya yang hampir sampai di depan pintu mobil. Jika terlambat maka wanita itu akan mencaci makinya dengan keras.
" Dia itu istri nya Sam bukan?. "
" Iyaa jeng itu istri nya Sam, sekarang sedang mengandung hampir 3 bulan jadi mood nya sedang tidak baik baik saja berubah ubah. Maafkan sikap nya yah.. " Gumam Laras membuat Alexsa merasa iba melihat wanita itu.
Setelah masuk kedalam mobil Natasya hanya diam menatap jalanan yang nampak ramai, sedang kan Seno sibuk mengemudi dengan pelan sesuatu dengan printah Sam.
" Astaga Seno, kamu bawa lansia apa yah naik mobil berasa naik angkot gue.. " Celetuk Natasya membuat Seno sedikit memiringkan kepalanya agar telinga nya tidak sakit mendengar teriakan keras Natasya.
" Maaf buk ini perintah pak Sam, kita harus berkendara pelan pelan yang penting perut anda tidak terguncang dengan keras. "
" Lo tolol atau apa sih Seno, ngebut sedikit gak bakalan ngaruh juga sama perut gue. Kalau gak lo turunin gue disini gue mau naik taksi aja.. "
" Baik buk. " Seno yang kesal melajukan mobil nya sedikit kencang membuat Natasya diam melipat kedua tangan nya di dada menahan kesal.
Tak lama mereka sampai di depan sebuah salon kecantikan milik tante Natasya adik dari ibunya, Natasya berpesan untuk Seno pergi dan tidak perlu menunggu nya di sana. Maka dengan senang hati pria itu pergi meninggalkan nya di salon itu, telinga nya teras berdenyut setiap kali mendengar wanita itu membuka mulut nya.
" Tantee... " Ucap Natasya memeluk wanita dengan dandanan yang cetar itu.
" Uhhh princess tante akhirnya datang juga, sini sayangku duduk sini. Tante denger kamu lagi hamil apa iya?. "
" Iya tante Rita aku hamil udah mau masuk 3 bulan sih, Natasya kangennn banget sama tante banyak yang mau Aca ceritain sama tante.. " Wanita bernama Rita itu menatap dalam sang keponakan. Rita baru saja kembali dari Jepang mengikuti sebuah fashion show di sana.
" Cerita aja sama tante apapun itu sayang, tante akan jadi pendengar yang baik untuk kamu. " Rita membawa tangan Natasya ke pangkuannya sembari menatap mata wanita itu dengan penuh kelembutan.
" Aca hamil sama Bram tante... " Seketika genggaman itu memudar rasa Keterkejutan membuat Rita membeku dan diam.
" Maksudnya?. "
" Iya Aca masih berhubungan dengan Bram dan hubungan kami semakin deket dan deket aku gak mau hidup mereka baik baik saja tante. Aku masih dendam dan aku akan membalas semua itu. " Mata wanita itu nampak kosong setiap menceritakan tentang Bram ada dendam terpendam di sana.
" Arkha, apa dia sudah kembali?. " Natasya mengangguk.
" Rasa cinta nya memudar tante, dia sudah menemukan aku di dalam gadis lain. Bahkan dia membantak ku demi gadis itu, tapi aku tidak akan tinggal diam aku juga akan menghancurkan nya sama seperti dia menghancurkan Aca 5 tahun lalu. " Rita membawa wanita itu dalam pelukan nya.
" Aca sayang dendam itu tidak baik nak, ini sudah berakhir semua nya harusnya sudah kamu kubur dalam dalam 5 tahun lalu tapi kenapa kamu masih melanjutkan?. " Natasya menggeleng di pelukan Rita.
" Sampai nanti mereka hancur Aca baru bisa mengubur semua nya tante, tapi untuk saat ini Aca tidak akan diam saja Aca akan pastikan semua nya berakhir sesuai dengan apa yang Aca inginkan. " Isakan halus terdengar di dalam dekapan kan wanita itu. Bahunya berguncang dengan hebat tangan nya dingin bergetar menandakan dia begitu menahan dirinya untuk tidak terisak selama ini.
" Tante hanya bisa melihat dan membantu mu saat kamu butuh bantuan tante Aca, jangan pernah sungkan jika kamu butuh bantuan tante. Tante siap menolong kamu apa pun itu sayang.. " Gumam Rita mengelus lembut punggung bergetar Natasya.