Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 Sayang Om atau tidak?
" Hanya ada satu cara Hans, jika ingin terus bersama maka kau harus membuatnya jatuh cinta dan ketergantungan pada mu , tidak ada pilihan selain itu " ucap Dave menepuk pundak Hans yang perlahan putus asa .
" Tapi bagaimana jika aku gagal?, aku tidak mau kehilangan nya " pernyataan Hans menggeleng dengan tidak berdaya .
" Soal gagal dan berhasil itu kehendak tuhan yang membolak-balikkan hati manusia" ucap Dave yang mendukung Hans sepenuhnya sebagai seorang sahabat .
" Tapi sebelum memulai semua ini , aku katakan satu hal bahwa akhirnya dari semua ini hanya dua Ayra membenci atau justru mencintaimu . Ambil resikonya jika kau tetap ingin mendapatkan Ayra , pikirkan itu " ucap Dave langsung berhenti bicara begitu Ayra datang .
" Om Dave , kenapa tiba-tiba ada disini padahal aku tidak melihat Om sebelumnya" tanya Ayra .
" Hmmmm, Dengar kalian menjadi sangat sombong sampai tidak melihatku jika sudah memakai pakaian kerja " ucap Dave memangku kedua tangannya.
" Mana ada gitu Om , kami benar-benar tidak melihat " kata Ayra dengan ekspresi seriusnya.
" Lagian Om terlihat sangat tampan pake jas biru muda , aku pikir bukan Om " kata Ayra menatap Dave penuh kekaguman.
" Hehhhh, jangan menatapku begitu nanti calon istriku cemburu " ucap Dave mendorong kening Ayra dengan telunjuknya.
" Hmmmm, sombong banget , kayak punya calon istri aja " ketus Ayra mempelototi Dave dengan perasaan kesal .
" Kamu tidak tau Ay , kalau Dave akan bertunangan Minggu depan ?" kata Hans yang membuat Dave ikut melotot mendengar nya .
" Beneran, kok Om nggak ada kasih tau aku , Om udah nggak anggap aku sebagai keponakan lagi, Om udah main rahasia-rahasia sekarang" marah Ayra .
" Tidak-tidak Ay, Hans hanya becanda " ucap Dave yang mana mungkin tunangan calon saja tidak ada .
" Ayra , kamu tidak percaya pada Om?" tanya Hans yang diangguki Ayra .
" Om Dave pembohong " kata Ayra yang lebih percaya Hans .
" Astaga , jangan karena perkataan keluar dari mulut Hans membuat kamu percaya begitu saja " ucap Dave .
" Dia berbohong Ayra , percaya padaku" ucap Dave .
............
Malam harinya.
Hans duduk diruang tengah dengan laptop dan banyak dokumen diatas meja , pria dewasa itu sudah terlalu muak dan lelah dengan pekerjaan begitu banyak sampai keluar dari ruang kerjanya.
Bodyguard dan pelayan hanya berdiri diam mencoba tidak melakukan kesalahan karena sedikit kesalahan saja akan membuat Hans bad mood .
" Hai Om" sapa Ayra dengan senyum ceria nya menghampiri Hans sambil membawa sepiring anggur .
" Mmmh" jawab Hans hanya bergumam saking sibuk nya .
Ayra duduk tepat didekat Hans dan menatap semua dokumen Hans sampai bertumpuk diatas meja .
" Om Sayang aku nggak?" pertanyaan Ayra yang duduk dengan sepiring anggur dipangkuan nya .
Hans menahan nafas berat dan mempelototi gadis nakal yang malah tertawa melihat wajah lelah Hans .
" Kalau Om sayang aku , kupas kulit anggur ini dong Om " kata Ayra yang selalu mengupas kulit anggur satu-satu sebelum memakan nya .
Hans menarik nafas dalam " baiklah, karena Om sangat menyayangi kamu sini Om kupas kulitnya untuk kamu " ucap Hans meletakkan laptop nya diatas meja .
" Ee, enggak Om , aku becanda lanjut kerja aja " kata Ayra jadi mendadak cemas melihat kode yang diberikan bodyguard dan pelayan nya .
" Tidak apa-apa biar Om kupas kulitnya, sabar ya " ucap Hans benar-benar mengupas satu persatu kulit anggur untuk Ayra .
" Ini makanlah" ucap Hans menyuapi Ayra.
" Gimana , enak?" tanya Hans yang diangguki Ayra .
" Makan lah lagi , sampai kenyang " ucap Hans mengupas dan terus menyuapi Ayra setiap anggur yang selesai dikupas kulitnya.
" Udah, Om, udah kenyang" ucap Ayra setelah makan cukup banyak anggur .
" Baiklah sekarang Om yang bertanya, Kamu sayang Om atau tidak?" tanya Hans .
" Iya, aku sayang Om " pernyataan Ayra .
" Baiklah kalau memang kamu sayang sama Om , kerjakan semua berkas ini dan input data dengan benar " ucap Hans kembali mengambil laptopnya diatas meja dan menaruh diatas pangkuan Ayra .
" Tapi Om,"
" Kamu sayang Om atau tidak, lakukan sekarang Om sangat lelah " tegas Hans yang membuat Ayra tidak bisa berbuat apa-apa selain memenuhi keinginan Hans .
" Khmmm" Hans mempelototi beberapa bodyguard yang berani tertawa melihat wajah campur aduk Ayra .
" Baiklah, karena aku sayang Om jadi aku akan melakukan nya " ucap Ayra menerima nya.
" Itu bagus , Om ingin istirahat " ucap Hans langsung merebahkan tubuhnya di sofa .
" Om mau kemana?" tanya Ayra memegang tangan Hans yang akan pergi setelah kembali berdiri .
" Sofa ini terasa kurang nyaman , Om tidur di kamar saja" keputusan Hans.
" Tapi kalau Om tidur dikamar nanti kalau ada data yang kurang aku pahami , bagaimana aku bertanya?, masa bolak-balik kamar Om " ucap Ayra yang pasti memerlukan Hans nanti jika ada yang tidak bisa dia pahami .
" Gimana kalau aku ikut kekamar Om , nanti Om bisa tidur dan aku mengerjakan disamping Om biar kalau ada yang aku tidak mengerti bisa langsung bertanya" ide Ayra .
" Baiklah, Bodyguard tolong bawa semua berkas-berkas kekamar ku agar Ayra bisa mengerjakan nya tanpa kesulitan " ucap Hans .
Hans berbaring diatas ranjang dan meluruskan tubuhnya yang sudah terasa pegang bekerja sejak tadi .
" Om ini diisi pada kolom yang mana?" tanya Ayra meminta Hans mengajari nya dengan detail untuk pertama kalinya.
Walaupun dia akan bertanya puluhan kali setelah nya!.
" Om ini bagaimana?" Ayra terus saja bertanya hingga Hans tidak bisa beristirahat.
" Ayra , kamu beneran sayang Om nggak sih?" tanya Hans .
" Sayang kok Om, percayalah ini aku lagi berusaha bantu Om " kata Ayra dengan begitu polos .
" Lalu kenapa terus bertanya, kapan Om akan istirahat, kalau begini biar Om aja mengerjakan nya " ucap Hans akan kembali duduk .
" Tidak, Aku berjanji akan mengerjakan nya dengan baik dan benar , Om tidurlah " kata Ayra menyelimuti Hans sampai ke leher .
" Kalau salah?" tanya Hans mengangkat sebelah alisnya.
" Aku tidak akan melakukan kesalahan, percayalah padaku Om , nanti kalau ada yang tidak aku mengerti akan bertanya pada Om Dave " ucap Ayra meyakinkan Hans .
" Ayo bobok Om " kata Ayra mengelus-elus kepala Hans berbaring tepat disebelahnya.
Elusan lembut tangan Ayra membuat Hans terbuai sampai perlahan tertidur karena benar-benar sudah lelah .
Ayra mengerjakan semua yang Hans minta dengan fokus hingga tidak sadar sudah hampir tengah malam .
hoammmm.
" Sedikit lagi selesai " kata Ayra yang sudah mengantuk sekali .
Ayra menyiapkan dengan cepat karena matanya sudah sangat mengantuk sekali .
" Mmmh, Om aku sangat mengantuk " kata Ayra yang bahkan tidak sanggup untuk berjalan menuju kamarnya saking mengantuk berat .
Ayra merebahkan tubuhnya ke bantal tanpa memikirkan apapun lagi mencari sesuatu untuk dipeluk nya dan tertidur dalam sekejap
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔