Apa jadinya jika yang menjadi sekretaris di perusahaan adalah istri sendiri? jangankan bisa menggoda karyawan wanitanya bahkan untuk sekedar lirik sana-sini pun tidak akan bisa dilakukan.
Sementara itu, dibalik sikap ceria sang istri ternyata dia harus bertahan menghadapi keluarga suami yang sering menyindirnya karena belum dikaruniai anak. Akankah rumah tangga mereka bisa kuat ataukah harus hancur hanya gara-gara sang istri belum juga dikaruniai keturunan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Permintaan Anton
Nathalie baru saja sampai di depan rumah Rio, dia hendak mengatakan yang sebenarnya kepada Anton karena Nathalie merasa Rio sudah mengabaikannya padahal saat ini dia sedang mengandung anaknya. Nirmala dan Melisa sangat kaget dengan kedatangan Nathalie tapi Nathalie tidak bisa diam saja. Saat ini semuanya sedang berkumpul di ruang tamu, Nirmala dan Melisa menundukkan kepalanya karena merasa takut oleh Anton.
"Siapa kamu dan ada tujuan apa kamu datang ke sini?" tanya Papa Anton.
"Perkenalkan Om, saya Nathalie dan saya adalah istrinya Rio," sahut Nathalie dengan penuh percaya diri.
"Apa? jangan bercanda kamu, istri Rio adalah Ashika dan saya tidak mengenal kamu," ucap Papa Anton sedikit emosi.
Nathalie melirik ke arah Nirmala dan Melisa, lalu dia pun menceritakan semuanya kepada Anton membuat Anton sangat terkejut dan memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Papa!" Nirmala dan Melisa segera menghampiri Anton.
"Kalian keterlaluan, bisa-bisanya kalian melakukan ini kepada Ashika. Apa Ashika tahu semua ini!" bentak Papa Anton.
Nirmala dan Melisa serempak menggelengkan kepalanya. "Kalian benar-benar jahat, padahal selama ini Ashika begitu baik kepada keluarga ini." Anton berbicara dengan susah payah sembari memegang dadanya yang semakin terasa sangat sakit.
Anton bangkit dari duduknya tapi baru saja satu langkah, Anton langsung jatuh pingsan. Nirmala dan Melisa sangat panik, bahkan mereka kesal kepada Nathalie yang tiba-tiba datang ke rumahnya. "Kenapa kamu tiba-tiba datang ke sini? lihat apa yang kamu lakukan kepada suami saya!" bentak Nirmala.
"Salahkan Rio yang sudah sebulan ini mengabaikanku, aku sudah sering memberinya peringatan tapi dia selalu abai maka sekarang mau tidak mau aku harus membongkarnya ke media karena aku juga tidak mau terus-terusan menyembunyikan kehamilan dan pernikahan aku. Mama tahu 'kan kalau aku seorang model dan sekarang aku harus cuti dan tidak keluar apartemen karena takut ada yang melihat aku jadi sekarang semua orang harus tahu," ucap Nathalie dengan bangkit dari duduknya.
"Tunggu Kak, jangan bertindak gegabah," tahan Melisa.
Nathalie menghempaskan tangan Melisa. "Anak kecil jangan ikut campur." Dia pun segera pergi dari rumah itu.
"Melisa, cepat panggil ambulance!" seru Mama Nirmala.
Rio kaget setelah mendengar Papanya masuk rumah sakit, dia dan Ikbal segera pergi ke rumah sakit. Begitu juga dengan Ashika, dia cepat-cepat menuju rumah sakit. Ashika sangat menyayangi Papa mertuanya itu karena hanya dia yang selama ini menunjukan kasih sayang yang tulus kepada Ashika.
"Ma, Papa kenapa?" tanya Rio panik saat masuk ke dalam ruangan rawat Papanya.
Rio mendekati Anton tapi Anton memalingkan wajahnya membuat Rio mengerutkan keningnya.
"Papamu kena serangan jantung, untung tidak berakibat fatal," sahut Mama Nirmala merasa bersalah.
"Kok bisa Papa kena serangan jantung?" tanya Rio.
"Tadi Kak Nathalie datang ke rumah dan mengatakan yang sebenarnya," sahut Melisa.
"Apa!"
Tidak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan Ashika terlihat sangat panik. "Pa, Papa kenapa?" tanya Ashika yang langsung menghampiri Anton.
"Papa tidak apa-apa kok, Nak," sahut Papa Anton dengan senyumannya.
Anton menggenggam tangan Ashika dengan mata berkaca-kaca. "Nak, Papa minta maaf," lirih Papa Anton.
"Minta maaf kenapa, Pa?" tanya Ashika bingung.
"Papa tidak bisa mendidik Rio dengan benar, kamu sudah banyak sakit hati tapi Papa mohon jangan pisah sama Rio, Papa sudah sayang sama kamu dan Papa tidak mau punya menantu selain kamu," ucap Papa Anton.
Ashika kaget begitu pun dengan Rio. "Papa tahu jika Rio sudah melakukan hal fatal, tapi setidaknya kamu bisa bertahan demi Papa," ucap Papa Anton kembali.
Ashika terdiam, dia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa. Hati Ashika memang sangat sakit dan hancur tapi dia juga tidak bisa mengabaikan permintaan mertuanya. Ashika pun menganggukkan kepalanya lemah dan itu membuat Anton tersenyum.
"Terima kasih, Nak," ucap Papa Anton.
Ashika sama sekali tidak memperdulikan orang-orang yang ada di sana. Dia hanya fokus kepada Anton dan saat ini dia sedang menyuapi Anton. Semuanya hanya bisa melihat tanpa bisa berkata apa-apa.
"Kenapa kamu tidak pernah datang ke rumah lagi?" tanya Papa Anton.
"Ashika sibuk Pa, sekarang Ashika sedang belajar mengurus perusahaan milik Papa Rudi," sahut Ashika.
"Baguslah kamu bisa menyibukan diri, pasti kamu akan menjadi orang sukses," ucap Papa Anton.
"Aamiin, terima kasih Pa," sahut Ashika dengan senyumannya.
"Sudah Nak, Papa sudah kenyang," tolak Papa Anton dengan suapan yang diberikan oleh Ashika.
Ashika melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Pa, sepertinya Ashika harus kembali dulu ke kantor soalnya sebentar lagi Ashika ada rapat. Ashika janji nanti sore Ashika ke sini lagi," ucap Ashika.
"Janji ya, kamu nanti ke sini lagi."
"Iya, Pa. Kalau begitu, Ashika pamit dulu."
Ashika pergi tanpa pamit kepada siapa pun kecuali Papa mertuanya. Rio segera berlari menyusul Ashika. "Tunggu, Ashika!" Rio menahan lengan Ashika.
Ashika melepaskan tangannya. "Maaf Mas, aku harus segera pergi," ucap Ashika.
"Ashika, Mas mohon ada sesuatu yang perlu Mas bicarakan kepadamu," mohon Rio.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, tadinya aku memang mau menggugat cerai Mas tapi aku masih merasa kasihan kepada Papa, makanya aku undur rencana aku itu. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk bicara baik-baik kepada Papa supaya Papa mau mengizinkan aku bercerai denganmu, Mas," sahut Ashika dingin.
"Tidak, Mas tidak mau bercerai dengan mu jadi Mas mohon jangan bicara itu lagi," mohon Rio.
"Tapi aku mau bercerai, aku tidak bisa hidup dengan pria yang tidak bisa memegang janjinya dan menyimpan satu hati untuk dua wanita. Nathalie lebih membutuhkanmu Mas karena saat ini dia sedang mengandung anakmu, bukankah tujuan kamu selingkuh untuk mendapatkan keturunan? Maka dari itu, Mas tidak akan menyesal melepaskan wanita mandul seperti diriku," ucap Ashika dengan sangat dingin.
"Ashika, Mas mohon jangan berkata seperti itu Mas sangat mencintaimu dan Mas tidak mau berpisah denganmu," ucap Rio memelas.
Ashika tersenyum sinis. "Kalau Mas mencintaiku, tidak mungkin Mas berselingkuh bahkan Nathalie sampai hamil. Sering berbohong hanya demi menemui Nathalie dan selalu melakukan dosa, apa Mas tidak malu," geram Ashika.
"Mas tidak melakukan dosa karena Mas sudah menikahi Nathalie dengan cara siri," lirih Rio dengan menundukan kepalanya.
Ashika membelalakkan matanya. Dia tidak tahu masalah pernikahan Rio dan Nathalie. Seketika air mata Ashika mengalir dengan derasnya.
"Kamu benar-benar jahat Mas, kamu sudah berhasil membodohi aku selama ini," geram Ashika.
Ashika melangkahkan kakinya tapi lagi-lagi Rio menahannya. "Lepaskan atau aku akan berteriak kalau kamu berusaha melakukan kejahatan kepadaku," ucap Ashika penuh emosi.
Akhirnya dengan terpaksa Rio pun melepaskan Ashika. Ashika berlari meninggalkan Rio dengan hati yang kali ini benar-benar hancur lebur. Dia baru tahu jika Rio dan Nathalie sudah menikah tanpa sepengetahuannya.
.lili kyk nya kecintaan sm boy deh..
.ayo lili sadar lah . tunjukan km kuat.. jg nangisan