NovelToon NovelToon
Paper Plane Memories

Paper Plane Memories

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Keluarga / Bullying dan Balas Dendam / Ibu Tiri / Balas Dendam / Romantis
Popularitas:546
Nilai: 5
Nama Author: SellaAf.

Aera, seorang anak perempuan yang kehilangan ibunya karena meninggal. Setelah ibu tirinya datang, hidup Aera berubah total. Ayahnya yang dulunya sangat mencintainya, kini tidak peduli lagi. Aera merasa sendirian dan terkucil, seperti bawang yang terlupakan. Aera hanya ingin satu hal: mengembalikan kasih sayang ayahnya. Tapi, dia menemukan kebenaran yang mengerikan: ibu tirinya lah yang membunuh ibu kandungnya. Aera merasa marah dan sedih, tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suatu hari, datanglah Leonar, seorang laki-laki muda. Dia ramah dan baik, serta peduli pada Aera. Aera merasa bahagia, tapi kebahagiaan itu tidak akan bertahan lama. Leonar membantu Aera untuk membongkar kasus meninggalnya ibu kandungnya, tapi mereka tidak tahu bahwa ibu tirinya akan melakukan apa saja untuk menyembunyikan kebenaran. Bagaimana Aera dan Leonar akan menghadapi bahaya yang mengancam mereka? Apakah mereka akan berhasil membongkar kebenaran dan mengembalikan kasih sayang ayah Aera? Ataukah mereka akan gagal, dan Aera akan tetap menjadi bawang yang terlupakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SellaAf., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Black Tigger

Di markas Black Tigger

“Sean, lo tau nggak mantan lo sekarang lagi deket sama siapa?” tanya Axel sambil menyender di meja.

Alsean yang sedang duduk santai di sofa, rokok masih terselip di jarinya, langsung melirik malas. “Mantan gue yang mana?” tanyanya balik.

“Parah,” celetuk Dafa. “Mantan sendiri aja nggak inget.”

Mereka semua sedang berkumpul di markas Black Tigger, menikmati makanan dan minuman yang dibawa Alfino—pemimpin mereka.

“Namanya juga playboy,” timpal Arlanka. “Mantan kebanyakan, mana inget.”

“Itu… Alexsa,” ucap Axel akhirnya. “Mantan lo. Sepupunya Alex.”

Begitu nama itu disebut, Alsean langsung terdiam. Rokok di tangannya dipadamkan, rahangnya mengeras.

“Alexsa deket sama siapa?” tanyanya dingin.

“Musuh kita,” jawab Axel cepat. “Sahabatnya Alex.”

Axel langsung mendekat dan memperlihatkan layar ponselnya.

“Liat nih. Instagram Davin. Isinya foto mereka berdua.”

Tatapan Alsean berubah gelap. Tangannya mengepal kuat.

BRAKK!

Meja dipukul keras.

“Keterlaluan,” geramnya. “Alexsa itu cuma milik gue.”

Tanpa berkata apa pun lagi, Alsean berdiri dan langsung keluar dari ruangan.

“Sean, lo mau ke mana?” teriak Axel.

Tak ada jawaban.

“Kira-kira dia ke mana?” tanya Axel ke yang lain.

“Ngapain nanya,” sahut Dafa santai. “Pasti ke markas ALAXTAR. Lagi cemburu.”

“Padahal salah dia sendiri,” ucap Alfino akhirnya. “Ninggalin Alexsa demi cewek lain.”

“Alexsa itu cinta pertamanya,” kata Arlanka. “Wajar kalau dia masih gamon.”

Alfino menatap Axel. “Pantau dia. Jangan sampai kenapa-kenapa.”

...----------------...

Di Markas ALAXTAR

“Wain, bucin itu apa sih?” tanya Zayyan polos.

“Buset,” Wain mendesah. “Dari tadi nanya itu mulu.”

“Ayolah,” rengek Zayyan. “Jawab dong.”

“Tanya Davin aja.”

Davin yang sibuk main ponsel langsung mengangkat kepala. “Apaan? Gue juga nggak tau.”

“Ckk,” Wain mendengus. “Bucin itu budak cinta. Udah. Jangan nanya lagi.”

“Ohhh,” Zayyan mengangguk puas.

PRANGGG!

Suara kaca pecah mendadak membuat mereka semua terlonjak.

“Siapa lagi ini?” Alex berdiri cepat.

“Kedua kalinya kita diteror,” gumam Wain.

“Ayo keluar,” ucap Wain tegas.

Mereka berjalan ke luar markas.

“Ini masih siang, woy!” omel Davin. “Neror mulu—”

BUGH!

Satu pukulan mendadak menghantam Davin.

“Berengsek!” teriak Alsean marah. “Lo pikir bisa rebut Alexsa dari gue?!”

Semua terkejut.

Davin mengusap sudut bibirnya, lalu tersenyum kecil. “Jadi lo udah tau?”

“Jauhin Alexsa,” bentak Alsean.

“Siapa lo nyuruh?” Leo maju. “Dia cewek sahabat gue.”

“Alexsa cewek gue—”

“Mantan,” potong Alex dingin. “Lo cuma mantannya.”

Tatapan Alsean mengeras.

“Lex, lo tau gue cinta sama sepupu lo.”

Alex tertawa sinis. “Dan lo juga yang bikin dia trauma. Gara-gara lo.”

Nada Alex berubah tajam. “Gue peringatin sekali lagi. Jangan pernah deketin Alexsa. Dia lebih bahagia sama Davin.”

Amarah Alsean meledak. Ia menyerang Alex.

Pertarungan pun tak terhindarkan. Keduanya saling balas, sama-sama keras kepala dan penuh emosi, hingga akhirnya,

“BERHENTI!” Suara itu menghentikan semuanya.

Black Tigger muncul. Alfino dan yang lain sudah sejak tadi mengikuti Alsean.

“Sean,” Axel mendekat. “Lo nggak apa-apa?”

Alfino melangkah maju.

“Cukup. Daripada ribut nggak jelas, gimana kalau kita selesaikan dengan balapan?”

Wain tertawa miring. “Belum kapok kalah?”

“Kali ini beda,” sahut Dafa.

“Buktikan,” tantang Zayyan.

Alfino menyeringai. “Oke. Malam ini.”

Wain menatap tajam. “Siap-siap kalah untuk ketiga kalinya.”

Udara memanas. Dan perang belum benar-benar selesai—baru saja dimulai.

1
SellaAf
😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!