Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adinda Hamil
Jovan yang sangat sibuk beberapa hari ini membuat dia tak sadar jika sang istri kelihatan tidak sehat. Dinda terlihat pucat tidak seperti biasanya.
Mami, panggil Chira yang peka terhadap Mami nya. " Mami cakit"? tanya Balita itu memegang tangan sang Mami.
Dinda menggeleng pelan namun rasa sakit di kepala nya membuat nya tak bisa menahan diri hingga dinda pingsan.
Chira sangat ketakutan dan berteriak memanggil Mami nya.
" Mami" panggil Chira membuat Pembantu berlari menuju suara Chira yang keras. Betapa terkejutnya pembantu melihat majikan nya pingsan.
Mbak Ria nama pembantu itu lalu membantu mengangkat tubuh nyonya rumah di bantu dua pembantu lain dan di letakkan di sofa .
Mbak Ria menelpon dokter dan juga Joban. Jovan yang akan meeting langsung pulang setelah mendapat telepon jika sang istri pingsan.
Sesampainya di rumah, Chira menangis memeluk Mami nya yang tak kunjung sadar. Jovan memeluk Chira agar balita itu tenang. " Jangan menangis nak, Mami enggak apa-apa " Ucapan Jovan namun hatinya tak bisa bohong jika dia mengkhawatirkan Dinda.
Seorang dokter wanita tiba. Dokter itu langsung memeriksa dinda. Dokter itu tersenyum dan memandang Jovan yang sangat khawatir. Dinda sadar karena tadi sempat mendapatkan infus untuk menambah tenaga nya.
" Apa yang terjadi pada istri saya dok?! tanya Jovan.
Dokter itu memandang Dinda dan Jovan bersamaan.
" Istri anda tidak apa-apa. Cuma kelelahan dan butuh istirahat karena istri anda sedang mengandung " Ucapan dokter itu membuat Jovan dan dinda saling pandang. Senyum terbit di bibir Jovan.
Harapan nya memiliki anak kembali akhirnya terlaksana. Jovan memeluk Dinda. " Terima kasih sayang, kamu sudah mewujudkan keinginan Aku" Ucapan Jovan.
Dinda tersenyum membalas pelukan suaminya. " Aku. udah janji dan seksual udah Aku tepati. Tinggal kamu tepati janji kamu Mas. Dinda memeluk Chira.
" Jangan takut sayang, Mami enggak apa-apa kok. Cuma kelelahan saja. Chira berhenti menangis.
Mendengar ucapan Dinda, tentang tidak menduakan nya dan cukup memberi Nafkah saja pada Bara, Jovan akhirnya menyetujui. Bukan dia laki-laki brengsek namun semua demi keluarga nya dan kehidupan Mila yang sudah damai. Dia tidak ingin menghambat kebahagiaan Mila dan Bara
Kehamilan Dinda sangat membuat Jovan bahagia. Apapun keinginan Dinda selalu Jovan lakukan.
Berbanding terbalik dengan Rayyan, Pria yang sebentar lagi akan jadi calon pengantin itu masih sibuk dengan pekerjaan nya.
Kehilangan banyak uang membuat Rayyan marah besar.
Proyek yang harusnya berjalan sejak bulan lalu sekarang mangkrak karena dana nya di korupsi.
" Laporan di kepolisian pun sudah Rayyan layangkan. Bukan masalah kecil, Uang senilai enam milyar hilang begitu saja, dan itu nominal besar untuk sebuah proyek.
Belum lagi kerugian Mengobati korban yang tertimpa bangunan roboh, membuat Rayyan marah besar.
Material yang di janjikan berbeda dengan yang di pasang Membuat bangunan itu yang harusnya bisa di gunakan paling tidak Dua puluh tahunan ini terhitung beberapa bulan sejak pemasangan malah ambruk dan menimpa beberapa pekerja.
Kasus berjalan di kepolisian dan ada saksi dan tersangka. " tuan Rayyan, tolong lepaskan kami tuan. Saya punya anak kecil dan ibu saya sakit tuan
Ucap Kepala proyek yang terlibat.
Rayyan tertawa sinis. " Kalau tau banyak tanggung jawab kenapa harus terlibat. Lihat sekarang, siapa yang menjaga orang tua mu dan anak mu?? mereka hanya menjadikan kamu kambing hitam setelah begini mereka tidak akan perduli pada kamu.
Pak Budi menangis meminta pengampunan, namun Rayyan berjalan keluar dari kantor polisi. Rayyan menelpon Mila dan meminta menjaga Naina untuk beberapa hari kedepan karena dia akan menyelesaikan masalah ini dulu sampai tuntas.