NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

  Nafis patut bernafas lega. Setelah proses begitu panjang dia akhirnya bisa menerima akta cerai juga hari ini. Dia berangkat ke Pati bersama dengan Andini dan di dampingi Eka juga Nadia. Orang tuanya tidak bisa ikut karena pak Jatmiko sedang ada acara, sementara bu Ningsih memilih menjaga cucu-cucunya yang berkumpul di rumah.

   Nafis keluar dari kantor pengadilan agama Pati dengan nafas berhembus lega. Dia memeluk Andini erat sebagai rasa terima kasih yang mendalam. Lalu beralih ke pelukan kakak laki-lakinya.

   " Semoga ini awal baik buat kamu ya dek, Alhamdulillah semua sudah selesai "

   " Iya kak, terima kasih sudah menguatkanku menjalani segala proses berat ini kak "

  " Sama-sama dek "

   " Mbak nggak tau harus bilang apa dek. Mau mengucapkan selamat kayaknya tidak etis. Tapi jujur mbak bersyukur, akhirnya semua ini selesai. Semoga setelah ini hanya keberhasilan dan keberuntungan yang menghampirimu."

  " Aamiin, terima kasih mbak doanya."

   Dari jauh Hanafi menatap manta istrinya dengan wajah sendu. Ada sesal di dalam hatinya. Sekarang dia bahkan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Dia menghela nafas, mungkin ini yang di sebut sedang menuai karma.

" Sudahlah mas ikhlas dengan takdir yang harus mas jalani sekarang. Ini adalah pilihan kamu, aku pun juga salah di sini. Andai aku mencari tau secara detail tentang kamu, mungkin aku tidak akan mengalami hal ini. Menjadi aku tidak enak mas, karena statusku adalah perebut di sini. Apapun alasanku tetap saja salah. Andai bukan karena permintaan mbak Nafis malam itu, akupun memilih menyerah sejak malam itu juga mas "

" Maksud kamu ?" Hafizah menatap suaminya sembari menarik nafas dalam.

" Aku menemui mbak Nafis malam itu sebelum beliau keluar dari pintu gerbang rumah. Aku menemui beliau karena rasa bersalah yang begitu besar dalam diriku mas. Aku bilang kepada beliau jika aku siap mundur dan tak apa jika mas kembali kepada beliau."

" Mas tau apa jawaban mbak Nafis waktu itu ?" Hanafi mengeleng.

" Mbak Nafis justru memintaku bertahan dan jangan sampai mundur dari pernikahan ini. Agar tidak ada lagi anak yang terluka karena perpisahan orang tuanya."

" Beliau juga meyakinkanku bahwa kamu itu sebenarnya pria baik mas. Hanya kamu terlalu tergantung pada ummi. Beliau juga yang menyarankan jika rumah tangga kita mau berjalan sebagai mana mestinya maka, akan lebih baik jika sedikit menjauh dari ummi. Agar kamu bisa menjalankan rumah tanggamu sendiri mas, tanpa campur tangan ummi. Maaf jika aku membuatmu menjauhi ummi. Karena aku rasa apa yang di bilang mbak nafis benar mas "

Hanafi tertunduk, tidak menyangkal ucapan istrinya. Memang selama ini dia terlalu patuh pada ibunya. Bukan tanpa sebab, diagnosa dokter yang mengatakan jatung ibunya sedikit bermasalah itulah yang membuatnya takut menolak kemauan umminya.

Tanpa dia sadari itu menjadi senjata andalan umminya ketika Hanafi menolak keiginan umminya, termasuk soal menikah dengan ning Hafizah ini.

" Sudahlah mas, kita pulang. Jika mas menyesal menikah denganku silahkan mas mundur. Aku akan jauh lebih tenang. Ketimbang mas bertahan hanya sebagai bentuk tangung jawab saja."

" Jangan bicara aneh dek, nanti bayi kita dengar kasihan dia. Ya sudah kita pulang "

Sebenarnya Hanafi tidak terlalu nyaman tinggal di dekat mertuanya. Sekarang ayah mertuanya tidak lagi seramah dan baik dulu. Bicara pun jika hanya perlu saja. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya kini hanafi harus menjadi pengajar di pondok dan sekolahan milik yayasan. Janji kyai Ahmad akan menjadikannya pemimpin yayasan pun tidak di laksanakan. Beliau malah memilih salah satu santri senior di pondoknya.

Hanafi hanya bisa menghela nafas. Dulu saat bersama nafis meski bukan putri kyai, Nafis begitu menghormatinya. Makan sudah disiapkan, baju juga sudah rapi dan tinggal comot di lemari tanpa tau dari mana datangnya. Keuangan selalu aman, jika gaji dari umminya belum keluar atau undangan menjadi qori sedang sepi, ada Nafis yang siap membantunya. Sehingga dompetnya tidak pernah kosong.

Kemana-mana naik mobil, tinggal pilih karena Nafis memeiliki 3 buah mobil pribadi dan ada dua untuk mobilitas butik milik Nafis.

Kemana saja dia pergi akan di sapa dengan hormat oleh para pengemar istrinya. Sekarang, boro-boro di hormati, beberapa santri yang mengetahui status dirinya sebelum menikahi ning Hafizah bahkan menatapnya pun seolah tidak mau. Tidak ada rasa hormat meski statusnya sebagai menantu dari pemilik pesantren.

Kemana-mana dia hanya menaiki sebuah motor matic itupun milik istrinya. Tidak ada lagi Hanafi yang gagah dengan baju rapi dan mobil bagusnya.

Uang tabungan yang ada pada umminya pun dia tidak berani ambil. Kini dalam rekeningnya hanya ada uang dari harta gono gini. Uang itu hasil penjualan rumah dan ruko yang di gunakan untuk butik Nafis. Dia tidak menyangka Nafis mengabulkan gugatannya itu.

Hanafi berencana membuka toko sembako dengan uang itu. Dia berharap toko itu akan maju sehingga dia bisa membiayai rumah tangganya kali ini dengan benar.

Sementara itu..

Nafis baru saja akan memasuki mobilnya dan akan langsung menuju ke bandara Ahmad Yani Semarang. Hari ini dia harus terbang ke Sumatra. Dia akan mengisi sebuah seminar di salah satu kampus besar disana. Sementara Eka dan Nadia akan langsung pulang ke Jogja. Bukan tidak tau terima kasih, namum sejak awal Nafis sudah sampaikan dan Eka beserta istri tetap kekeh ingin menemaninya ke Pati.

Sepanjang perjalanan banyak yang mereka obrolkan. Termasuk soal keutusan Nafis mengabulkan tuntutan Hanafi yang meminta separu dari hasil penjualan rumah dan ruko.

" Kenapa kamu menuruti kemauan Hanafi sih dek ?" Ucap Eka yang baru tau tadi jika Nafis mengalah megikuti kemauan Hanafi.

" Aku hanya ingin proses ini cepat selesai mas. Karena berkas kepemilikan rumah dan ruko itu ada di waktu masa pernikahan kami mas dan aku tidak punya cukup bukti jika itu adalah hasil kerja kerasku sendiri. Aku tidak mau semakin panjang urusannya mas. Aku ingin hidup tenang dan anggap saja itu sedekahku pada mantan suami."

" Untung saja mas Eka, mobil Nafis itu yang dua atas nama bapak dan mas Angga kalau tidak bisa saja Hanafi dan pengacaranya menuntut itu juga. Sementara yang lain masuk dalam inventaris butik. Hanafi juga tidak tau soal rumah Nafis yang ada di Magelang."

" Untung saja. Nggak kebayang kalau pria maruk itu tau"

" Lalu rencana kamu kedepannya apa dek ?"

" Aku mau fokus sama karier dan anak-anak saja dulu mas."

" Nggak trauma berumah tanggakan ?" Nafis tersenyum.

" Nggak mas tapi, untuk sementara waktu aku hanya ingin menikmati hidup bersama anak-anak saja dulu. Urusan itu terserah Alla saja. Tapi juga tidak dalam waktu dekat ini.

" Iya dek, nikmati saja dulu waktu kamu dengan diri sendiri dan anak-anak. Kasih waktu buat hatimu sembuh dulu. Lagian kamu juga bukan menjadi sulit tanpa pasangan bukan ?" Nafis mengangguk.

" Gimana baiknya saja deh dek, mas dan keluarga pasti dukung kamu. Lagian kalau saat ini ada yang mau dekat dengan kamu juga mas dan Angga nggak akan semudah itu melepas kamu. Nggak akan mas biarkan kamu salah pilih lagi. Apalagi sekarang ada anak-anak yang tentu akan menjadi pertimbangan kamu bukan ?"

" Iya mas, aku tidak mau membuat mereka merasa tidak nyaman. Siapapun nanti jika memang mau dekat denganku yang utama harus bisa dekat dengan anak-anak terlebih dahulu."

1
Kasih Bonda
Aamiin trima kasih.💪kak
Elia Rossa
Aamiin yra..makasih kakak author..🤗. doa yg sama buat kakak juga ya
nunik rahyuni
tokoh ummi g kluar lg thor ..sesekali kluarkan buat luapan esmosssi..😁
masih sj jd laki2 model robot setelan pabrik hanafi..😁
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ma Em
Hanafi dan ibunya msh saja kelakuannya menyebalkan tdk ada sadar2 nya , semoga Nafis makin sukses tunjukan pada mantan suami dan mantan mertua tanpa mereka juga hdp Nafis bahagia .
𝐈𝐬𝐭𝐲
ternyata mereka belum tobat juga toh masih saja sok😂😂
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
nunik rahyuni
tenggelamkan ke laut saja org modelan kya itu..
bu suuusiiiii ada orang tak berguna tenggelamkan bu...biar jd santapan iwak teri
Mayra Zahra: siap kakak. doakan otak encer ya kakak biar tidak mgelantur ceritanya
total 4 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
nunik rahyuni
bagooooes abi👏👏
nunik rahyuni
jd laki laki kok bodoh...g usah kawin jd buntut biyung mu sj..panggilan sj umi abi..harusnya paham beragama..mudahan abi bawa madu jg 👏👏
nunik rahyuni
padahal yo pinter mesti yo cantik soalnya duit adaodal jg ada kok mau model laki kya ini ..buang ja jauh jauh tukar tambah
nunik rahyuni
demi alloh jg kok tahan nya sampe punya anak 2 hidup sm laki macam ini..asli aq heran..ikut gabung thor mampir liat judulnya kya pinisirin....alon alon q mbc thor no skip..semangat lanjut sampe tomat..🤣 tamat maksudnya💪💪
La Rue
Semangat buat anak²nya Farid dan Bunda Nafis
Kasih Bonda
next Thor semangat
Reni Anggraeni
up lg thorrr
Kasih Bonda
next Thor semangat
Naufal hanifah
luar biasa /Good//Good/
Ma Em
Semoga Farid dan rombongan baik2 saja selamat dan sehat 🤲🤲.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!