Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror-2
"Hah!" Rama kembali tersentak kaget saat melihatnya, ia menggosok matanya, dan ketika ia membuka matanya, sosok wanita cantik sudah berada tepat didepan matanya,
Aroma melati tercium begitu sangat kuat, membuat bulu kuduknya meremang. "S-Siapa, Kau?" tanyanya dengan suara terbata, tetapi rasa penasaran membuatnya ingin mengenal lebih jauh.
Suara alunan gamelan samar terdengar, meski tanpa terlihat siapa yang menabuhnya, cukup membuat Rama seperti terhipnotis.
Gadis cantik dengan selendang merah dilehernya mengulas senyum yang cukup memikat, dan ia menarik selendangnya, lalu mengalungkannya kepada Rama.
"Jangan takut, aku akan membuatmu bersenang-senang." ia menarik tubuh Rama ke dalam pelukannya, dan mmebuat dua buah gunung kembar yang membusung tersebut menempel didada sang pria.
"A-aku seperti pernah melihatmu," ucap Rama dengan terbata, ditengah rasa hasratnya yang menggebu.
"Ya, tentu saja, maka saatnya aku melayanimu." sosok itu menyesap bibir Rama dengan cepat, lalu membuat pria terbakar gairah yang membara.
Perlahan hujan mulai turun rintik-rintik, dan halilintar berkedip, membelah langit yang mulai tampak menggelap. Lalu terdengar suara petir menyambar.
Duaaaaaar
Suaranya menggelegar, dan sesaat Rama tak dapat menghindar dari tubuh sang gadis yang sudah menyenggamainya dengan rakus.
"Sudah, hentikan, sudah, aku sudah tidak sanggup," ucap Rama dengan memohon, tetapi gadis itu tak mengindahkan permohonannya, gerakannya semakin liar dan cepat, hingga membuat pria itu harus mengeluarkan laharnya yang sudah mengering.
"Tolong, aku nggak sanggup." Rama semakin tertekan, lututnya terasa bergetar ia sudah tak lagi dapat menopang tubuhnya, sebab sosok itu menyenggamainya dalam posisi berdiri. Hingga akhirnya ia menyerah, semua terasa gelap, dan akhirnya tak sadarkan diri.
****
Kiara sedang berbaring ditepian ranjang, sembari bermain ponselnya, ia tak peduli dengan apapun yang terjadi, hingga ia melihat sekelebat bayangan yang memasuki kamarnya.
Satu sosok wanita berpakaian Nyai Ronggeng berdiri dihadapannya. "Hah!, Nyai?" sebutnya dengan sedikit terkejut.
Sosok itu tersenyum menyeringai, wajahnya penuh rasa puas, dan suara percakapan mereka tersamarkan bersama rintik hujan yang turun dengan cukup deras.
"Bangkitlalah, kau sudah membuatku merasa bangga, semakin banyak pria yang kau dapatkan, maka kecantikanmu akan semakin bertambah, dan kau akan mendapatkan kelayaan dengan sangat mudah, tanpa harus bekerja keras, sebab mereka akan memberikannya dengan cara sukarela," ucap sosok tersebut dengan suara yang begitu lembut, tetapi cukup membuat Kiara merasakan bulu kuduknya meremang.
"Berapa banyak pria yang harus ku dapatkan?" tanyanya dengan rasa penasaran. Sebab sang Nyai tak memberikan jumlah secara spesifik. Kiara beranjak bangkit dari tidurnya, lalu duduk ditepian ranjang.
"Carilah seratus pria, dan kau akan hidup bergelimang harta," sang Nyai menawarkan kehidupan mewah duaniawi.
"Seratus? Itu sangat banyak?"
"Maka kau harus pergi dari kampung ini, carilah pria yang lebih banyak, kau bisa hidup dikota, disana ada ragam pria yang bisa kau dapatkan," sahut sang Nyai, sembari menghampiri Kiara. "Hisap lah ubun-ubunku, maka kita akan terus bersama, dan tak akan terpisahkan." sosok itu duduk bersimpuh, dan kepalanya lebih rendah dari tubuh Kiara.
Gadis itu meradakan dorongan yang kuat agar ia melakukan apapun yang diminta oleh sang Nyai.
Tanpa ragu, ia menghisap ubun-ubun sang Nyai Ronggeng, lalu sosok itu berubah menjadi asap, dan masuk ke dalam tubuh Kiara.
Penyatuan keduanya terjadi, dan membuat tubuh Kiara bergetar hebat.
Setelah sosok itu menyatu, perlahan tubuh Kiara melemah, lalu ia membuka matanya, dan fisiknya menjadi segar.
Akan tetapi, ia merasakan getaran hasrat menggebu, dan itu adalah pengaruh dari sosok iblis yang menyatu didalam tubuhnya.
Saat bersamaan, ia mendengar suara ketukan dipintu depan, dan membuatnya harus keluar untuk melihat siapa yang datang disaat malam dan hujan yang turun cukup deras.
Kreeeek
Pintu terbuka, dan ia melihat Jono sedang berdiri didepan pintu dengan tubuh basah.
"Eh, Pak Jono, ada apa, ya? Kok bisa nyasar kemari?" tanya Kiara dengan nada santai. Sepertinya ia tak takut jika ada sesuatu yang mencurigakan.
"Saya kehujanan, jadi numpang berteduh," ucapnya sembari bersedekap.
"Oh, gitu. Ya, sudah, silahkan masuk. Mau saya buatkan minum apa?" Kiara memberi jalan bagi Jono untuk masuk, dan pria itu tampak bersemangat, sebab ini adalah hal yang sangat dinantikannya.
"Kalau susu hangat ada tidak?" pancing Jono, ingin melihat reaksi Kiara yang sebenarnya.
Sebab ia merasa penasaran dengan gadis itu. Dimana Tarman dan Rama sampai rela keluar uang yang banyak demi untuk dapat mencicipi rasa apemnya.
"Waduh, saya gak punya stok susu kaleng, Pak. Kalau kopi saja bagaimana?" Kiara berbalik arah, dan berjalan dengan melenggokkan pinggulnya, laksana seorang penari ronggeng yang terbiasa menggoda para pria.
"Ya, kalau susu kaleng gak ada stok, susu gantung kan ada, justru lebih hangat meski tanpa diseduh air panas," jawab Jono tanpa rasa sungkan sedikitpun.
Ia merasa jika apa yang diraskan Tarman dan Juga Rama tidak dapat dipungkiri.
Belum saja mencicipi, dan hanya dengan memandang saja sudah membuatnya cenat dan cenut, apalagi sampai bosa merasakan milik Kiara, hal ini pasti membuatnya tidak tidur siang dan malam hanya karena memikirkan rasa yang tak dapat hilang begitu saja.
"Ah, Pak Jono bisa saja. Kalau susu yang itu tidak gratis, Pak. Harus ada bayarannya," jawab Kiara dengan santai.
Ia menghentikan langkahnya, menatap pria tersebut dengan tatapan yang sangat dalam.
Mendadak Jono menjadi gemetar. Rasa ingin melampiaskan hasrat yang besar, tetapi ada juga rasa takut yang tak dapat ia sembunyikan.
"Memangnya bayarannya berapa?" ia memberanikan dirinya bertanya.
"Kalau bapak mau service yang full, maka sediakan saja uang lima juta, saya akan memberikan pelayanan yang tidak akan dapat bapak lupakan,"
Jono terlihat gelisah. Uang lima juta rupiah sama saja dengan gajinya selama sebulan setengah, maka itu adalah hal yang mustahil, tetapi rasa ingin mencicipi Kiara cukup kuat.
"Saya baru saja gajian. Uang saya cuma ada tiga juta setengah, servicenya yang biasa saja, yang penting bisa rasain apem kamu." Jono mengeluarkan uang dari dalam saku celananya. Dimana ia yang bekerja sebagai buruh pengait janjangan sawit batu saja menerima gaji.
Kiara mengulas senyum bahagia. Ternyata begitu mudah baginya mengeruk uang para pria, hanya sekedar ingin menikmati rasa legitnya apem yang dimilikinya.
"Kalau cuma uang segini, berarti Bapak hanya satu sekali layanan saja," ucap Kiara dengan senyum sumringah, lalu mengambil uang dalam kantong kresek yang diberikan oleh Jono.
"Tidak apa sekali saja juga gak apa, yang penting tau rasanya," ucap Jono memburu. Bahkan ia tak merasa sayang harus membuang uangnya sebulan gaji demi Kiara.
"Baiklah, ayo kita ke kamar." ajak Kiara dengan nada yang terdengar manja diantara deru hujan.
Akan tetapi, sebuah tendangan dipintu depan mengagetkan keduanya.
Braaaak
Suaranya begitu kuat, hingga membuat Kiara tersentak kaget.
Diambang pintu, seorang wanita berhijab dengan tubuh tambun dan mata merah penuh amarah menatapnya sembari mengatur nafasnya yang tersengal.
"Beidah?! Kenapa bisa kemari?" tanya Jono dengan wajah ketakutan.
"Dasar, kau ya, Pak!" sahut wanita itu, lalu berjalan dengan cepat, dan menjewer telinga Jono dengan sangat kuat. "Saya cariin kemana-mana, malah ngumpet disini!" Beidah memukul punggung Jono berulang kali.
"Hei, Kiara! Jadi orang jangan jalang! Laki orang digoda! Kamu itu kalau patah hati ditinggal Rama nikah, ya jangan.balas dendam sama semua suami orang!" hardiknya ditengah rasa emosi yang meluap.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃