NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:45.6k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia?

Zedna segera membukakan pintu untuk Arkan Zoya. Seorang butler yang mengenakan pakaian bersih. Lebih tepatnya setelan jas begitu rapi. Sedangkan majikannya menggunakan pakaian santai, celana panjang dan sweater.

"Silahkan masuk, nyonya pasti sudah berada di rumah." Ucap Zedna dengan bahasa yang benar-benar lembut dan sopan.

Tidak ada jawaban dari Arkan Zoya, pemuda yang melangkah dengan raut wajah polos tidak berdosa. Ditemani sang butler yang juga tidak kalah ramah dan baiknya.

Hingga pada akhirnya sosok itu terlihat di lantai satu.

Arkan Zoya pada awalnya terlihat tidak menyukai ini. Fransisca duduk satu meja dengan Doni?

Tapi pandangan mata Fransisca beralih. Wanita yang segera bangkit. Begitu cantik kala berlari mendekatinya. Bagaimana ini? Arkan Zoya tidak dapat bergerak. Selalu saja seperti ini.

Hingga tiba-tiba wanita ini telah sampai. Memeluknya erat."Arkan...kak Fransisca kita kamu kemana? Hampir saja aku menelepon polisi."

"Polisi? Apa untuk menangkap penjahat? Apa ada penjahat? Arkan takut!" Ucapnya manja, memeluk tubuh Fransisca erat.

Ini bukan mencari kesempatan dalam kesempitan. Ini namanya mencari gumpalan hangat. Apapun itu yang jelas sang butler hanya menatapnya tanpa ekspresi. Tanpa ekspresi? Siapa yang tau, berapa inginnya orang yang terkenal menjaga etika ini tertawa berguling-guling.

"Tidak ada penjahat! Tidak perlu takut. Hanya saja kak Fransisca menyangka Arkan diculik." Fransisca melepaskan pelukannya, mengacak-acak rambut Arkan Zoya.

Arkan hanya tersenyum dan mengangguk, seperti anak penurut. Sungguh imut dan manis pria rupawan ini. Benar-benar sosok berbeda dengan Arkan Zoya sebelum kecelakaan. Bagaikan dua orang berbeda.

"Fransisca! Kamu tidak perlu ke perusahaan lagi. Setelah keadaan Mira pulih, kamu tidak akan ada seujung kuku jarinya." Kalimat arogan dari Naya.

"Kakak ipar... mungkin kakak ipar salah paham. Aku pergi ke perusahaan ingin mengetahui kenapa keuntungan bersih yang masuk ke dalam kantong suamiku berkurang. Tidak ada hubungannya dengan bakat. Lagipula jika keuntungannya terus turun lebih baik jual saham. Kemudian membuat deposito. Aku yakin bunga deposito bank lebih besar."

Memang dasar wanita br*engsek! Mungkin itulah yang ada dalam benak Naya mendengar kata-kata dari mulut Fransisca.

"Walaupun mengambil sedikit keuntungan dari perusahaan Arkan tidak akan marah. Lagipula itu perusahaan milik adikku sendiri. Justru kamu sebagai orang luar tidak berhak ikut campur." Tegas Naya.

Fransisca menipiskan bibir menahan tawanya."Arkan pilih kak Naya atau kak Fransisca?" Tanyanya pelan.

"Arkan pilih yang mulia istri! Arkan pilih kak Fransisca!" Tegas Arkan.

"Kakak ipar dengar sendiri kan? Arkan memilihku. Memilihku dibandingkan dengan memilihmu. Itu artinya akulah keluarganya, dan saudara tiri sepertimu hanya hama." Fransisca tersenyum menatap ke arah Naya.

"Kakak ipar, terkadang karma dapat datang dari tempat yang tidak terduga. Kakak ipar mendukung perselingkuhan Doni dan Mira, bahkan menganggap anak mereka sebagai harta berharga. Tidakkah kamu takut dengan karma?" Tanya Fransisca padanya.

"Karma! Karma! Karma apa? Aku tidak pernah berbuat salah. Karena itu karma tidak akan menghampiriku. Tapi menghampirimu yang berhati busuk. Tuhan tidak tidur..." Tegas Naya.

Pada akhirnya Fransisca tertawa kencang. Benar-benar kencang."Kakak ipar benar! Tuhan tidak tidur! Terkadang balasan akan sampai pada orang yang bersalah tanpa disadari olehnya."

Pandangan mata Fransisca beralih pada Arkan Zoya."Ayo yang mulia suami, saatnya mandi, makan dan tidur."

"Arkan mau dimandikan! Arkan mau! Nanti kita main bebek karet bersama!" Ucap Arkan dengan nada ceria.

Doni mengernyitkan keningnya. Ada yang panas tapi bukan api. Ada yang mendidih tapi bukan air. Ada yang sakit tapi bukan kepala. Ada yang tertusuk tapi bukan oleh pedang. Karena ada hari yang tersakiti tapi tidak disadari. Itulah jealous.

"Fransisca! Kamu memandikan paman?" Tanya Doni.

"Tentu saja kami suami istri. Wajar seorang istri ingin meraba tubuh indah suaminya. Apalagi bentuk kotak-kotak yang pas ditangan membuatku begitu gemas." Kalimat dari Fransisca membuat semua orang tidak dapat berkata-kata.

Tapi tidak dengan Doni."Kamu bukan perawat! Tugas memandikan paman seharusnya diambil oleh perawat!"

"Aku tidak ingin perawat meraba-raba tubuh suamiku yang polos. Memang keponakanku ini ingin pamannya sendiri mengalami pelecehan." Kalimat penuh senyuman dari Fransisca.

"Bu...bukan itu maksudku." Doni mengerutkan keningnya bingung harus mengatakan apa.

"Sudahlah! Lagipula kita tidak perlu mencampuri urusan masing-masing. Istrimu sudah sembuh jadi hentikan obsesimu pada bibimu yang cantik jelita ini. Karena hati bibimu ini hanya milik pamanmu." Fransisca tersenyum membimbing Arkan Zoya menuju lantai dua.

Sementara sang butler melangkah mengikuti.

***

Pada akhirnya dunia memang bagaikan papan bidak catur yang dapat dikendalikan olehnya.

Melepaskan pakaian Arkan. Tapi ada yang aneh, bekas kebiruan terlihat di bagian lengannya seperti bekas pukulan.

"Arkan kamu kenapa? Kenapa bisa biru seperti ini?" Tanya Fransisca.

Arkan menangis terisak."Sa... sakit..." Ucapnya manja bagaikan anak kecil yang baru teringat akan lukanya.

"Biar yang mulia istri obati! Arkan tenang saja. Tidak akan sakit lagi." Fransisca mencoba untuk positif thinking. Mungkin saja Arkan Zoya terjatuh? Entahlah. Yang jelas memandikannya dulu baru mengobati lukanya.

"Emm...ah..." Arkan meringis kala dirinya mengeluarkan semprotan pereda bengkak. Usai membersihkan tubuh pemuda ini.

Benar-benar terlihat manis dan tidak berdosa. Dirinya sama sekali tidak dapat berkata-kata.

"Sudah... saatnya tidur!" Kalimat yang diucapkan Fransisca penuh senyuman berbaring di tempat tidur.

"Kak Fransisca tidak minum susu? Susu sangat baik untuk kesehatan. Paman dokter mengatakan itu." Ucap Arkan Zoya menyodorkan segelas susu yang baru saja dibawa sang butler.

"Aku terlalu malas untuk minum susu! Lagipula kita baru saja makan malam." Gumam Fransisca.

"Kalau kak Fransisca tidak mau minum susu, Arkan juga tidak mau. Biar Arkan sakit saja." Kalimat rajukan dari Arkan.

"Nyonya... tolong saya...minum susu adalah perintah dokter." Pinta Zedna.

"Baik! Baik! Tapi Arkan janji, besok tidak boleh nakal di rumah." Tegas Fransisca.

"Hore! Kak Fransisca mau!" Teriak Arkan Zoya memeluknya.

Ah...sial dirinya teringat mimpi menggoda itu, setiap Arkan memeluknya.

"Arkan sayang kak Fransisca!" Benar saja, Arkan mengecup bibirnya tanpa aba-aba.

"Aku minum susunya!" Ucap Fransisca cepat. Menghabiskan susu hingga isi gelas tandas tidak bersisa."Ayo sekarang tidur..."

"Saya undur diri..." Sang butler merapikan letak kacamatanya. Kemudian melangkah undur diri meninggalkan kamar.

Tapi.

Terkadang ada hal yang seharusnya tidak diketahui. Dirinya mendengarkan suara pertengkaran seseorang. Fransisca mencoba membuka matanya, walaupun kepalanya sedikit terasa sakit. Matanya terasa begitu berat?

Entahlah...

Mencoba bangkit dari tempat tidur. Ini suara Arkan Zoya, lebih tepatnya suara tegas Arkan Zoya sebelum kecelakaan terjadi.

Berjalan di kamarnya mencoba mengetahui arah asal suara. Tirai balkon sedikit disingkap olehnya Arkan Zoya terlihat di sana, tengah menghubungi seseorang.

"Berikan asam sulfat di kulitnya, setetes demi setetes. Dia akan meminta ampun, untuk segera bicara."

Pembicaraan yang tidak dimengerti oleh Fransisca.

1
Alishe
tokohnya pinter manipulasi semua njay🤣🤣🤣🤣
Alishe
makin kepoo ihhhh
Alishe
lopeee sm beb author gue😘😘😘😘😘😘
Alishe
pantesan di bab awal sela nongol bilangnya mantan calon menantu ya🤔
Alishe
ikutan goyanggg ahay🤣🤣
Alishe
bantai yg mulia bantaiiii tikusssss🔥🔥🔥🔥
Alishe
selalu bikin gue... whoaaahhhhh/Drool/
Ufiyyyy
y ampun bgung y... arkan kmu ktrlaluan pdhl aslinya suhu... /Grin//Grin//Grin//Tongue/
ari sachio
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ari sachio
aku yakin rendi terlihat 5L krn habis dilatih mental maupun fisikny olh arkan🤭
Alishe
iyalah bapaknya gemes org selingkuhannya aja kerja nyambi ehem🤣🤣🤣
Alishe
ahahahaha semua mertua bakal ampeg keles tiap hari disuguhin sakit2 an trus rebahan bae sehat maah shoping wkwk auto kesel jg nanti🤣🤣🤣🤣🤣
Ayu Rahayu
nah kan... kemarin2 ngaku2 kanker stadium akhir,, lah ini di kasi gejala kanker beneran di tambah HIV lagi😄😄 selamat mira.. doamu terkabul🙏
ari sachio
bisa aee km thor....😁😁😁
Sulati Cus
les privat sm akyuu aja Arkan🤣
Alishe
/Applaud//Applaud//Applaud//Applaud/
Alishe
ihihihi cosplay drakula klo mlm🤭🤭🤭
Sulati Cus
wah 😅mira dpt jackpot
Sulati Cus
itulah kt nenek moyang " ucapan adalah doa " kena tulah nggak tuh🤣
Imas Karmasih
benar adanya omongan adalah doa, Mira benar-benar sakit malah lebih matikan🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!