NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: ISTANA YANG PENUH RAHASIA

BAB 26: ISTANA YANG PENUH RAHASIA

Mobil limosin hitam melaju perlahan menanjak bukit menuju Mansion Raisinghania. Di kursi belakang, Deep duduk bersandar sambil terus menatap ke luar jendela. Wajahnya yang pucat tampak bingung melihat perubahan lanskap Shimla tahun 2026—gedung-gedung pencakar langit baru yang menembus awan dan papan reklame hologram yang bersinar neon.

"Semuanya terasa begitu asing, Aarohi," bisik Deep. Ia menggenggam tangan Aarohi dengan erat, seolah-olah tangan itu adalah satu-satunya jangkar yang menahannya agar tidak hanyut dalam kebingungan.

Aarohi memaksakan senyum manis, meski di dalam hati ia merasa jijik setiap kali kulit mereka bersentuhan. "Dunia bergerak cepat saat kau tertidur, Deep. Tapi rumah kita tetap sama. Kau akan merasa lebih baik begitu sampai di sana."

Saat gerbang besi mansion terbuka, Aarohi telah memerintahkan Abhimanyu untuk menyingkirkan semua pengawal bersenjata dan menggantinya dengan pelayan lama yang sudah disuap. Ia harus menciptakan ilusi tahun 2022—tahun di mana Deep masih percaya bahwa Aarohi adalah istrinya yang lugu, dan Tara hanyalah ingatan yang telah disingkirkan.

Mereka masuk ke dalam aula utama. Aarohi sudah membersihkan semua foto-foto "Anjali Khanna" dan menggantinya kembali dengan potret pernikahan lama mereka yang ia ambil dari gudang bawah tanah.

"Rumah ini... terasa dingin," gumam Deep saat melangkah di atas lantai marmer. Ia berhenti di depan tangga besar, tempat ia dulu sering berdiri untuk memberikan perintah yang mematikan. "Kenapa aku merasa ada sesuatu yang hilang dari sini? Ada aroma parfum yang sangat kuat... seperti mawar hitam."

Jantung Aarohi berdegup kencang. Itu aroma parfum Tara yang masih tertinggal di celah-celah dinding, meskipun ia sudah menyemprotkan pengharum ruangan berliter-liter. "Itu hanya imajinasimu, Deep. Efek dari obat-obatan yang kau minum."

Aarohi membimbing Deep menuju kamar utama. Namun, saat Deep hendak membuka pintu, matanya tertuju pada sebuah bercak cokelat kecil di pojok pintu yang terlewatkan saat pembersihan—bekas darah dari perkelahian dengan Tara minggu lalu.

"Ini apa?" Deep berjongkok, menyentuh bercak itu.

"Hanya noda anggur tua," sahut Aarohi cepat, hatinya mencelos. "Pelayan sangat ceroboh belakangan ini. Aku akan meminta mereka membersihkannya besok."

Malam itu, saat Deep tertidur lelap karena pengaruh obat penenang, Aarohi tidak bisa memejamkan mata. Ia berdiri di balkon, menatap hutan gelap di bawahnya. Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Sebuah panggilan dari Abhimanyu.

"Aarohi, kita punya masalah besar," suara Abhimanyu terdengar tegang. "Deep mungkin lupa ingatan, tapi tim audit dari Keluarga Malik baru saja mendapatkan akses ke rekening bayangan Deep. Mereka tahu ada aliran dana besar yang keluar menuju sebuah panti asuhan di luar kota setiap bulan. Panti asuhan itu... adalah tempat tinggal asli Aarohi dulu."

Aarohi mengerutkan kening. "Kenapa Deep mengirim uang ke sana? Selama ini aku mengira dia hanya ingin menghancurkanku."

"Sepertinya Deep versi 2022 memiliki rahasia yang tidak ia beri tahu pada siapa pun, termasuk Tara. Kau harus menemukan catatan itu di brankas pribadinya sebelum Malik menemukannya. Jika Deep ingat alasannya mengirim uang itu, dia mungkin akan menyadari bahwa kau sedang menipunya sekarang."

Aarohi segera menyelinap menuju ruang kerja Deep. Ia harus bekerja cepat. Namun, saat ia baru saja menyentuh lukisan yang menutupi brankas, lampu ruangan tiba-tiba menyala.

"Apa yang kau lakukan di sini selarut ini, Aarohi?"

Aarohi berbalik dengan panik. Deep berdiri di ambang pintu, mengenakan jubah tidur hitamnya. Tatapannya tidak lagi terlihat bingung; ada kilatan ketajaman yang sangat familiar di matanya—tatapan Deep Raj Singh sang predator.

"Aku... aku hanya mencari buku catatanku," Aarohi terbata-bata.

Deep berjalan mendekat, langkahnya pelan dan mengintimidasi. Ia berhenti tepat di depan Aarohi, menatap lukisan yang sedikit miring itu. "Brankas ini... aku merasa ada sesuatu yang sangat penting di dalamnya. Sesuatu yang bahkan kau tidak tahu."

Deep mencoba menempelkan ibu jarinya ke pemindai biometrik. Aarohi menahan napas. Jika Deep berhasil membukanya, ia akan melihat dokumen identitas "Anjali Khanna" yang disembunyikan Aarohi di sana.

Bzzzt. Access Denied.

"Sial," umpat Deep. "Sidik jariku tidak terbaca."

Aarohi menghela napas lega secara rahasia. Tentu saja tidak terbaca; sidik jari Deep telah berubah karena luka bakar saat ledakan di biara. "Sudah kubilang, kau sedang sakit, Deep. Mari kita kembali ke kamar."

Namun, saat mereka berjalan keluar, Deep berbisik pelan tepat di telinga Aarohi, "Aku mungkin lupa banyak hal, Sayang. Tapi aku tahu satu hal: kau sedang sangat ketakutan. Dan biasanya, kau ketakutan saat kau menyembunyikan sesuatu dariku."

Aarohi merasa bulu kuduknya berdiri. Di tahun 2026 ini, di dalam istana yang penuh rahasia ini, Aarohi menyadari bahwa meskipun ingatan Deep hilang, insting iblisnya tetap utuh. Ia sedang bermain api di dalam gudang mesiu, dan satu percikan saja akan meledakkan seluruh kebohongannya berkeping-keping.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!