NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:655
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Momen romantis di tengah hujan

Pembelajaran terakhir berlangsung dengan baik, meskipun hujan hari itu tidak kunjung reda. Di dalam kelas, suasana belajar mengajar terlihat sangat kondusif, meskipun ada sedikit ketegangan di antara Anindia dengan Dara.

Anindia kini memahami bahwa orang yang ia anggap terbaik ternyata justru sebaliknya. Sejak kejadian tadi pagi, ia dan Dara tidak berbincang sedikitpun. Anindia masih tidak mengerti mengapa Dara bisa bersikap seperti itu, padahal yang Dara tahu hanya hubungan pacaran saja tapi Dara langsung memusuhinya seperti ini.

Anindia merasa kehilangan sahabat terbaiknya, dan ia tidak tahu bagaimana cara mengembalikan persahabatan mereka seperti semula. Sangat sulit bagi Anindia untuk berbicara dengan Dara, terlebih gadis itu sama sekali tidak ingin mendengarkan apapun dari Anindia.

Anindia memutuskan untuk tidak memikirkannya lebih lanjut, karena ia tahu bahwa pelajarannya jauh lebih penting untuk saat ini. Ia menulis dengan santai, mengabaikan tentang Dara sepenuhnya.

Sementara Keanu, sedari tadi ia diam-diam memperhatikan Anindia dan Dara. Ia memicingkan matanya ke arah Dara, seakan sedang mengawasi gadis itu agar tidak menggangu istrinya lagi. Ia melanjutkan menulis catatan di bukunya, tapi ekor matanya selalu saja tertuju pada Dara, seakan ia menunjukkan bahwa begitu protektifnya dirinya terhadap Anindia.

Beberapa menit kemudian, bel pulang pun berbunyi menandakan bahwa pembelajaran hari itu telah berakhir. Semua murid langsung berjalan keluar dengan payung bahkan membentangkan jaketnya menuju ke arah parkiran. Sementara beberapa yang lain hanya duduk diam di kelas sampai hujan benar-benar berhenti.

Keanu langsung beranjak dari duduknya, lalu menghampiri Anindia yang masih duduk diam di bangkunya. Menyadari kehadiran Keanu, Dara pun langsung beranjak tanpa mengatakan sepatah katapun terhadap keduanya. Bahkan ia mengabaikan Yudhi dan Edo yang baru saja menghampiri mereka.

"Yee aneh banget si Dara, kenapa sih dia?" Ujar Yudhi yang merasa kesal melihat tingkah Dara hari ini.

"Lagi dapet kali," ujar Edo dengan nada santainya.

"Lo pulang sama siapa, Nindi? Sama Keanu?" Tanya Yudhi kemudian sembari menoleh ke arah Keanu yang sudah berdiri tepat di samping Anindia.

Anindia menoleh ke arah Keanu sejenak, lalu kembali menoleh ke arah Yudhi dan Edo dengan anggukan singkat. Sementara Keanu hanya mengangguk kecil membenarkan perkataan Yudhi.

"Iya Yudhi, aku pulang sama Keanu," ujar Anindia kemudian.

"Oh okelah, asal jangan kayak jelangkung aja. Datang tak di jemput pulang tak di antar, haha!" Ujar Yudhi yang sempat-sempatnya bercanda.

Edo langsung menyenggol lengan Yudhi cukup kuat, berusaha untuk menyadarkan temannya itu bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bercanda. Sementara Anindia langsung menggelengkan kepalanya, ia sudah sangat terbiasa dengan perkataan Yudhi yang tidak ada rem nya. Lain halnya dengan Keanu, ia langsung menatap tajam ke arah Yudhi, seakan tidak suka dengan perkataan pemuda itu untuk istrinya.

"Lo kali jelangkung nya," celetuk Keanu kemudian.

"Wih-wih, pacarnya sensi banget nih," ujar Yudhi dengan tawa kecil.

"Sorry ya Keanu, ni orang memang mulutnya gak bisa diem. Gue sama Yudhi duluan ya," ujar Edo sembari menarik kerah baju Yudhi dan langsung berlalu pergi meninggalkan Anindia dan Keanu di belakang.

"Woi Do, lepasin gue! Main tarik-tarik aja lo!" Kesal Yudhi ketika sudah menjauh dari Anindia dan Keanu.

Anindia langsung terkekeh melihat tingkah kedua temannya itu. Sementara Keanu langsung menggeleng heran, ia merasa aneh dengan teman-teman istrinya itu.

"Ada ada aja temen kamu, tapi kayaknya mereka baik banget ya?" Ujar Keanu setelah Yudhi dan Edo menghilang dari pandangan.

"Iya, makanya aku senang berteman dengan mereka. Gapapa kan, Kean?" Ujar Anindia menatap Keanu dengan tatapan serius.

Keanu tersenyum menanggapinya, lalu ia membungkuk sejajar di telinga Anindia, membuat jantung Anindia langsung berdegup kencang. Bagaimana tidak, ia berpikir bahwa mungkin Keanu terlalu nekat, padahal mereka masih berada di lingkungan sekolah saat ini.

"Gapapa kok sayang, yang penting jangan hatinya. Karena kamu cuma milik aku," bisik Keanu tepat di telinga Anindia.

Jantung Anindia semakin berdegup kencang karena bisikan lembut dari suaminya. Tanpa sadar, seutas senyum pun terukir di wajahnya. Untung saja teman-teman sekelasnya tidak memperhatikan mereka berdua.

"Ya udah, ayo pulang," ajak Keanu sembari mengulurkan tangannya.

Anindia mengangguk singkat, ia pun mengulurkan tangannya dan beranjak dari duduknya. Mereka berdua berjalan menuju depan kelas yang terlihat lebih sepi, terlihat jelas bahwa air hujan masih mengguyur area sekolah itu.

"Kean, masih hujan lho. Enggak nanti aja pulangnya?" Ujar Anindia sembari memandangi rintikan air hujan di hadapannya.

"Sekarang aja, ayo. Aku pengen habisin waktu sama kamu di rumah," ujar Keanu dengan nada lembutnya.

"Tapi hujan lho Kean, ntar basah sampe parkiran," ujar Anindia menatap Keanu dalam.

Bukan Keanu namanya kalau tidak nekat. Ia melepas jaket yang melekat di tubuhnya, padahal Anindia baru saja mengembalikannya tadi. Anindia mengernyit heran, belum sempat ia bertanya tiba-tiba saja Keanu menutupi kepala Anindia dengan jaketnya. Bahkan tanpa aba-aba, ia langsung menggendong Anindia membuat Anindia refleks mengalungkan tangannya di leher suaminya itu karena terkejut.

"Keanu, nekat banget sih!" Omel Anindia karena ia merasa khawatir akan dilihat oleh teman-temannya bahkan guru-guru yang masih berada di sekolah.

"Udah gak usah bawel, satu... Dua... Tiga!" Ujar Keanu sembari berlari menerobos hujan menuju ke arah mobilnya.

Anindia tidak bisa berkata apa-apa, rasa terkejut, nyaman dan khawatir kini sudah bergabung menjadi satu. Ia hanya membiarkan Keanu menggendongnya menuju ke arah parkiran. Tetesan air hujan membasahi rambut dan wajah Keanu, menambah kesan tampan dari suaminya itu.

Punggung Keanu basah karena guyuran hujan, sementara Anindia hanya basah di bagian kakinya saja, karena jaket Keanu menutup kepala hingga punggungnya. Keanu terus berlari menghindari hujan, hingga akhirnya berhenti di bawah tempat teduh tepat di samping parkiran.

"Enggak basah kan, sayang?" Ujar Keanu setelah menurunkan Anindia dari tangannya.

"Aku sih gak basah, cuma kakinya aja. Kamu basah kuyup kayak gini, entar kamu sakit lho," ujar Anindia yang merasa khawatir dengan suaminya itu.

"Kamu khawatir, berarti tandanya sayang," ujar Keanu dengan seutas senyum sembari menaik-naikkan alisnya.

Anindia yang merasa khawatir kini justru merasa kesal dengan perkataan suaminya itu. Di saat ia sedang serius, Keanu justru menggodanya seperti ini. Ia pun langsung mencubit pinggang Keanu, membuat suaminya itu merasa geli dan juga sakit.

"Ihhh, orang lagi serius juga!" Omel Anindia di sela-sela cubitannya.

"Aduh-aduh ampun!" Ujar Keanu sembari tertawa kecil.

Anindia menghentikan cubitannya, tapi tatapan kesalnya masih terlihat jelas di raut wajahnya. Sementara Keanu hanya tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Anindia yang begitu menggemaskan di matanya.

"Jangan marah-marah mulu, ntar cantiknya hilang," ujar Keanu sembari mencolek hidung Anindia, membuat wajah istrinya itu langsung bersemu merah.

"Tapi gapapa sih lanjut aja, gemes soalnya," lanjut Keanu sembari menatap Anindia dalam.

"IHHH KEANUUU!!" Ujar Anindia yang kembali merasa kesal dengan perkataan suaminya itu.

"Tuh kan gemesin banget, jadi pengen karungin," lanjut Keanu yang tak henti-hentinya membuat istrinya itu merasa kesal.

"Hmph," Anindia yang merasa kesal kini memalingkan wajahnya, bahkan kedua tangannya langsung bersedekap dada.

Anindia merasa bahwa Keanu yang sekarang masih sama menyebalkan dengan Keanu yang dulu. Bedanya, Keanu sekarang menyebalkan dengan cara yang menggemaskan tidak seperti dulu yang selalu saja menyalahkan dirinya.

Lain halnya dengan Keanu, ia justru tertawa sembari menggelengkan kepalanya karena merasa gemas ketika melihat sikap Anindia yang merasa kesal seperti ini. Ia merasa berhasil membuat Anindia kesal dengan dirinya, hal itu juga yang membuat Keanu merasa bahwa mengusili Anindia adalah hobi barunya sekarang.

"Nyebelin!" Ujar Anindia yang masih memalingkan wajahnya ke arah lain.

Keanu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, membiarkan Anindia meluapkan rasa kesalnya. Ia terlihat lebih mengalah sekarang, tidak mengedepankan keras kepalanya kepada Anindia seperti sebelumnya. Bahkan, ia bisa melihat bahwa Anindia mulai menunjukkan sisi lainnya hanya untuk dirinya. Sisi dimana Anindia ingin terus dimanja dan mendapatkan perhatian dari Keanu.

"Iya, aku memang nyebelin. Maaf ya... Udah dong ngambeknya, masa iya sih suaminya dicuekin kayak gini," ujar Keanu sembari mengambil tangan Anindia yang masih bersedekap dada.

Melihat perhatian Keanu, perlahan Anindia pun luluh. Ia pun langsung menoleh ke arah Keanu dengan ekspresi yang masih terlihat kesal namun mulai melunak. Ketika tatapan mereka bertemu, Anindia dan Keanu bisa merasakan adanya cinta yang tersirat dari tatapan keduanya.

Saat itu, waktu seakan berhenti untuk sejenak, keduanya terjebak dalam lautan cinta yang mendalam. Anindia bisa merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang, begitu juga sebaliknya, Keanu juga merasakan hal yang sama.

Tatapan Keanu terlihat semakin lembut, semakin dalam, dan semakin penuh cinta. Ia seakan benar-benar melupakan jati dirinya yang merupakan seorang badboy dulu. Begitu juga dengan Anindia, ia merasa bahwa dirinya semakin luluh, semakin lemah, dan semakin jatuh cinta dengan Keanu. Hal itu juga yang membuat Anindia merasa enggan jika ada orang yang menyukai suaminya itu, tak terkecuali sahabatnya sendiri.

Cukup lama mereka bersitatap akhirnya Anindia menundukkan kepalanya, ia mencoba untuk menenangkan rasa gugupnya ini. Menyadari hal itu, Keanu pun langsung menekan tombol kunci mobilnya, lalu mengajak Anindia untuk pulang.

"Pulang yuk," ujar Keanu di sela-sela keheningan.

Anindia hanya menganggukkan kepalanya, Keanu pun langsung mengantarkan Anindia menuju ke arah mobil. Ia tidak peduli dengan guyuran hujan yang membasahi tubuhnya, yang ia pikirkan hanya Anindia. Ia tidak ingin istrinya itu sakit karena terkena hujan.

Anindia menatap Keanu sejenak dengan mata yang berbinar-binar, ia merasa bahwa Keanu memiliki sisi lembut dan romantis hanya untuk dirinya. Keanu sempat tersenyum sebelum menutup pintu mobil di sisi Anindia. Keanu pun langsung berlari ke sisi kemudi dan langsung masuk ke dalamnya.

"Kamu basah kuyup lho Keanu, ntar sakit gimana?" Ujar Anindia ketika Keanu hendak menghidupkan mesin mobilnya.

"Jangan khawatir, yang penting kamu aman," ujar Keanu dengan seutas senyum tipis.

Anindia merasa terharu dengan perkataan Keanu, ia merasa bahwa Keanu benar-benar peduli dengan dirinya. Tanpa sadar, ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Keanu lalu menyeka sisa-sisa air hujan yang membasahi wajahnya.

Keanu merasa terkejut dengan tindakan Anindia yang tiba-tiba, tapi ia tidak menarik diri, ia justru membiarkan Anindia menyentuh pipinya. Anindia menyeka air itu dengan sangat lembut dan Keanu bisa merasa bahwa sentuhan Anindia membuatnya merasa hangat dan nyaman.

Keduanya kembali terjebak dalam tatapan dalam tanpa kata, hanya bisa merasakan perasaan yang sangat dalam. Keanu merasa bahwa ia sangat bahagia dengan Anindia dan ia tidak ingin melepaskannya. Ia ingin selalu bersama Anindia, selalu melindunginya dan selalu mencintainya tidak peduli apapun yang akan terjadi kedepannya.

"Ekhem, kalo gini terus gak bakal pulang ke rumah kita," ujar Keanu yang mulai salah tingkah.

Anindia terkekeh sembari menggelengkan kepalanya, ia pun langsung menurunkan tangannya dari wajah Keanu. Keanu sendiri langsung menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukannya meninggalkan area sekolah di belakang.

Mobil itu melaju membelah jalanan, dengan swiper yang menari-nari di depan kaca, menyapu air hujan yang mengaburkan pandangan. Anindia dan Keanu berbincang santai, mencoba untuk menghilangkan keheningan yang tercipta sebelumnya.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!