NovelToon NovelToon
Kembalinya Ratu Gangster

Kembalinya Ratu Gangster

Status: tamat
Genre:Pembaca Pikiran / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:375k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Nalea, putri bungsu keluarga Hersa, ternyata tertukar. Ia dibesarkan di lingkungan yang keras dan kelam. Setelah 20 tahun, Nalea bersumpah untuk meninggalkan kehidupan lamanya dan berniat menjadi putri keluarga yang baik.

Namun, kepulangan Nalea nyatanya disambut dingin. Di bawah pengaruh sang putri palsu. Keluarga Hersa terus memandang Nalea sebagai anak liar yang tidak berpendidikan. Hingga akhirnya, ia tewas di tangan keluarganya sendiri.

Namun, Tuhan berbelas kasih. Nalea terlahir kembali tepat di hari saat dia menginjakkan kakinya di keluarga Hersa.Suara hatinya mengubah takdir dan membantunya merebut satu persatu yang seharusnya menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Nalea tiba di alamat yang dimaksud, sebuah bangunan bertingkat terbengkalai di kawasan pergudangan lama. Tempat itu terlihat mengerikan. Ilalang tinggi menutupi sebagian besar dinding dan jendela lantai dasar, seolah bangunan itu sudah bertahun-tahun ditinggalkan. Udara basah bercampur bau debu dan kelembapan.

“Penculik ini memilih sarang yang cukup menjijikkan,” desis Nalea, matanya menyipit. Ia mengenakan jaket kulit hitam, tangannya memegang erat pisau lipat tajam di balik lengan. Ia tahu lima orang Black Rat mengikutinya dari jarak aman, tetapi ia harus menghadapi bahaya ini sendirian.

Nalea dengan hati-hati memasuki bangunan itu.

Srek! Srek!

Suara injakannya pada pecahan kaca dan puing-puing di lantai dasar terdengar memecah keheningan. Pencahayaan sangat minim, hanya ada sedikit cahaya senja yang menyelinap dari jendela yang pecah.

Lantai satu kosong. Nalea menaikkan penjagaannya. Ia melangkah ke lantai dua. Hanya ada debu dan keheningan. Nalea mulai curiga.

“Jebakan?” gumam Nalea. “Atau mereka memang suka tempat kotor?”

Namun, insting Ratu Gangster-nya, yang selama sepuluh tahun ini ia latih, berteriak bahwa keluarganya ada di sini. Ada aura ketegangan dan bahaya yang tidak kasat mata.

Dengan langkah perlahan dan tanpa suara, Nalea menaiki tangga ke lantai berikutnya. Hawanya semakin dingin, bukan hanya suhu, tetapi juga aura menyeramkan yang menusuk. Berbekal pisau tajam yang sudah ia siapkan, Nalea berhati-hati, terus mengawasi setiap sudut, khawatir jika ada yang menyerangnya secara diam-diam.

Saat kakinya menginjak lantai tiga, Nalea melihatnya. Di tengah ruangan yang gelap, terikat di kursi usang, ada sosok pria.

“Kak Zavian!” Nalea berteriak.

Zavian terikat di kursi dengan tali tambang tebal, tubuhnya penuh luka lebam yang menghitam. Wajahnya bengkak, dan ada lakban tebal menutupi mulutnya.

Mendengar suara Nalea, Zavian yang masih sadar berusaha mengangkat kepalanya. Matanya yang kelelahan menunjukkan kepanikan yang mendalam.

Nalea bergegas menghampiri Zavian. Ia segera memotong tali yang mengikat tubuh Zavian dengan gerakan cepat dan mematikan, lalu merobek lakban di mulut Zavian.

“Agh!” Zavian mengerang kesakitan, kulit bibirnya ikut terkoyak.

“Kak, apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini?” tanya Nalea panik, tangannya memeriksa luka-luka di tubuh Zavian.

Zavian terbatuk keras, menarik napas. Dia tidak membalas pertanyaan Nalea.

“Pergi, Lea!” Suara Zavian terdengar serak, dipenuhi keputusasaan. “Selamatkan dirimu! Di sini berbahaya!”

Zavian menggunakan sisa tenaga terakhirnya, berusaha mendorong tubuh Nalea menjauh dari kursi.

“Tidak! Aku tidak akan pergi!” bantah Nalea, matanya berkaca-kaca melihat kondisi kakaknya. “Ayah, Ibu, Kak Azlan, di mana mereka?!”

Suasana gelap mencekiknya. Nalea tidak bisa melihat keadaan di sekelilingnya, takut mereka disembunyikan di sudut ruangan.

Zavian menggelengkan kepalanya kuat-kuat, matanya memohon. “Mereka, mereka pasti akan kembali. Pergi, Nalea, selamatkan keluarga Hersa! Jangan pikirkan kami!”

Ia mencoba berdiri, tetapi lututnya langsung lemas. “Mungkin ini karma untuk kami. Pergi, Lea! Cepat! Sebelum mereka kembali!” Zavian masih berusaha mendorong tubuh Nalea dengan tangannya yang gemetar.

Nalea menahan dorongan Zavian. Kekuatan Ratu Gangster-nya tidak gentar, tetapi hatinya terasa perih.

“Tidak! Tidak!” Nalea bersikeras, nadanya tegas dan penuh tekad. Air matanya mengalir membasahi pipinya yang kotor. Dadanya terasa sesak. “Aku harus menyelamatkan kalian semua terlebih dahulu! Katakan di mana mereka!”

“Kau tidak mengerti, Lea! Kau harus hidup! Kau yang paling pintar! Kau harus menyelamatkan perusahaan! Kami pantas mati setelah apa yang kami lakukan padamu!” Zavian berbisik, suaranya dipenuhi penyesalan.

“Diam, Kak Zavian! Jangan berkata begitu! Aku tidak peduli dengan perusahaan! Aku tidak peduli dengan masa lalu!” Nalea memeluk Zavian sekuat tenaga. “Aku hanya ingin kalian selamat! Aku tidak mau kehilangan kalian!”

Tepat pada puncak emosi Nalea, sebuah suara asing yang dingin dan menyeramkan memecah keheningan di ruangan gelap itu.

Prok! Prok! Prok!

Suara tepukan tangan yang ironis dan perlahan itu bergema dari sudut ruangan.

“Pemandangan yang menyentuh,” sebuah suara yang berat dan dalam berkata. “Aku kira mantan gangster sudah lupa bagaimana cara menangis. Ternyata kau masih sangat cengeng, Nalea.”

Sosok itu melangkah maju, perlahan keluar dari bayangan tebal. Pencahayaan yang sangat minim itu menangkap sosok ramping yang familiar.

Nalea melepaskan pelukan Zavian. Matanya menyipit, berusaha memastikan. Sosok itu mengenakan pakaian serba hitam, memegang tongkat kayu yang ujungnya tajam.

Lalu, sosok itu tersenyum. Senyum tipis yang pernah Nalea lihat saat Sisilia berpura-pura jatuh di dapur dua tahun lalu. Senyum yang penuh kemenangan.

“Sisilia!!”

Nalea terkesiap. Nama itu lolos dari bibirnya bagaikan seruan keterkejutan yang paling menyakitkan. Kedua mata Nalea membola, nyaris keluar dari rongganya. Sungguh, fakta yang menyesakkan dada.

“Kau… kau yang melakukan ini?” Nalea tidak bisa mempercayai indra penglihatannya.

Sisilia tertawa kecil, tawa yang tidak lagi manis, melainkan tajam dan sinis. “Tentu saja, Kakak.”

Di belakang Sisilia, muncul beberapa sosok lain. Ada dua pria bertubuh besar mengenakan topeng hitam polos, wajah mereka terlihat garang. Dan yang paling mengejutkan, Lidya, Ibu Sisilia, muncul dari kegelapan, tangannya memegang obor kecil. Wajah Lidya terlihat dingin, tanpa sedikitpun rasa penyesalan.

“Jangan terkejut, Nalea,” Lidya berkata, suaranya dipenuhi kebencian yang selama ini disembunyikan. “Semua ini rencana kami.”

Nalea melangkah mundur, melindungi Zavian yang ambruk di kursi. Ia tidak lagi merasakan sakit di tubuhnya, hanya amarah yang membakar.

“Kalian berdua?” Nalea menatap Sisilia dan Lidya bergantian. “Kenapa? Untuk apa kalian menculik keluargaku sendiri!”

Sisilia berjalan mendekat, kini berdiri tepat di depan Nalea, mengamati wajah Nalea yang berlumuran air mata dan darah kering di bibir.

“Keluargamu? Sejak kapan mereka menjadi keluargamu, Nalea?” Sisilia mencibir. “Mereka adalah keluargaku. Dan aku melakukan ini untuk melindungi apa yang sudah menjadi milikku.”

“Kami sudah menghabiskan waktu dua puluh tahun untuk menanamkan kebencian pada Mutiara dan Ivander agar mereka menganggap Sisilia putri kandung mereka,” sambung Lidya, obor di tangannya menciptakan bayangan menari di wajah mereka. “Dan kau datang, membawa darah Hersa yang sesungguhnya, mengancam posisi kami!”

Zavian, yang masih bersandar di kursi, menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajahnya dipenuhi rasa sakit, bukan hanya karena luka fisik, tetapi karena dikhianati.

“Sisil…,” Zavian berbisik lemah, tetapi suaranya tercekat.

1
lovely
waduh ada sequelnya makasiiii othorkuuu menyala othor🤣🤣🤣🔥oiya thor bhs daerahnya jgn dibanyakin ya thor😭pusing aku liat bhs nya tak ngerti wkwk🤣
lovely: 😭😭😭isoke othor takpe...semangat berkarya🤭
total 4 replies
lovely
😭😭bahasa jawanya nya aku tak ngerti othor
lovely: iya othor huhuhuhuh😭ceritanya enak....😭😭
total 2 replies
Atoen Bumz Bums
kirain Grace punya pistol kn tinggal tembak2 dor dor
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Fitrian
cuiiiiiihhhhh anak pembantu ngelunjak 🖕
dasar tidak tau diuntungkan 🖕
keluar kan saja biar jadi gepeng sekalian sama ibunya yang tidak tau diri 🖕🖕
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: sabar... sabar...🤣
total 1 replies
Fitrian
cuiiiiiihhhhh bego tolollll
Fitrian
cuiiiiiihhhhh pasti pembantu jalang beracun itu yang membuang anak kandung dan anaknya di jadi kan nona rumah itu. dasar pembantu jalang beracun b2 ngepeet cuiiiiiihhhhh🖕🖕
Nia Risma
lah pede amat ngakuin rumah orang rumahmu,,,
Nia Risma
ini anak sama ibu otaknya kena comberan keruh amat,,
g sadar diri banget,,
keluarga Nalea juga g tegas,,
Nia Risma
aduh aduh,,sombong kali anak pungut ini,,,
di kirannya ide licik kalian akan terlaksana,,
bangun bangun,,,mimpi Mulu jadii orang
Nia Risma
mereka yg balapan AQ yg deg" an🤣🤣🤣
Nia Risma
ini ibu anak emang pada Ngadi" jdi orang
dasar parasit
Nia Risma
dih si Lidya ini ya g tau diri juga,,pantes Sisilia jadi orang egois,serakah,iri dan sebagainya karena ibunya pun juga gt
Nia Risma
makanya cepet lah sadar sebelum kamu gila ngadepin adek pungutmu itu,contohlah kakak dan ayahmu yg bisa tegas
Nia Risma
lagian udah dewasa masih suka banget tantruman,,,
mana bisa nya minta duwit aja g mau usaha kerja kek,,sadar diri
Nia Risma
ya terima aja sikap anakmu yg kurang ajar itu,,
itu semua juga Khan hasil didikanmu sendiri
Nia Risma
kamu pengen bunuh anak pungut karena suruhan anak pungut,,
Nia Risma
ini si Sisil ga sadar posisi ya,,muka tembok bener jdi anak pungut aja
Nia Risma
ini si Azlan bodohnya masih aja nempel,,,
Nia Risma
g tau diri banget jadi anak pungut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!