NovelToon NovelToon
Lazy Emperor

Lazy Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action
Popularitas:244
Nilai: 5
Nama Author: kristanto artsx,....

setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cap 16 sapi sialan

Pagi harinya, keluar dari lubang pohon saat cahaya matahari menunjukan sekitar pukul 5.

Cahaya matahari masih sedikit remang namun seharusnya sudah aman untuk melanjutkan perjalanan.

Ary keluar dari lubang pohon yang berada di ketinggian 10 meter, iya naik sedikit lebih tinggi untuk memeriksa daerah sekitar. Setelah memastikan semuanya aman, ary kemudian turun dan ingin melanjutkan perjalanan, Namun saat iya melihat ke bagian bawah pohon iya langsung mengumpat.

"Bang*** anj*** kon***" Ary mengumpat namun iya tetap mengontrol suaranya sangat kecil, hal ini karena, Seekor banteng besar sedang tidur di bawah, banteng itu tidur sedikit bersandar di pohon tempat ary berada sehingga saat ary memantau area sekitar, iya tak memperhatikan area tepat di bawah kakinya.

Entah sejak kapan banteng itu tidur di sana.

Ary sama sekali tak berani bersuara keras, hal itu karena banteng ini andalah banteng berkulit besi, monster yang sebanding dengan kultivator tingkat pemurnian qi, terlebih lagi ukuranya saja membuat ary tak berani melawan nya.

Tinggi banteng iti sekitar 4 meter dengan panjang sekitar 5 meter, kulit di seluruh tubuhnya, ary memperkirakan iya tak akan bisa menggoresnya sedikitpun dengan anak panah kayunya.

Ary memperhatikan banteng itu, sepertinya masih tidur pulas

"Masih tertidur, apa sebaiknya aku pergi sekarang?, jika aku tak pergi sekarang, aku mungkin harus menunggu cukup lama dan membuang-buang waktu" Ary berguman berpikir keras

Meski sudah keluar dari jangkauan patroli keluarga Mu, iya tetap merasa belum aman, jika kebetulan orang yang melacak nya dari keluarga mu sangat keras kepala dan ingin menemukan nya, mereka mungkin bisa melacaknya hingga tempat ini

Setelah bimbang sejenak, ary memutuskan untuk segera pergi, iya melihat banteng itu masih tertidur pulas jadi iya turun dengan sangat hati-hati dari pohon itu.

Iya berhasil turun dan ingin segera pergi dari tempat itu namun saat itu sebuah tawa wanita tiba-tiba terdengar tak jauh dari sana.

" Ahaha apa yang kau lakukan?, Ada lembu besar yang bisa kau buru di depan mu kenapa kau ingin pergi" Sebuah tawa wanita di sertai pertanyaan terdengar dari atas pohon tak jauh dari sana.

Ary kaget dan berbalik dan melihat seorang wanita berdiri di atas pohon tak jauh dari sana.

'Iya cantik namun tak terlalu cantik' pikir ary secara spontan menilai, Insting lelaki sejatinya tak sengaja aktif.

"Tunggu bukan itu yang penting" Ucap ary kemudian melihat ke arah tempat banteng tertidur

Saat ini, banteng itu sudah terbangun dan berdiri, iya menatap tajam ke arah ary

"Bangs** anj***" Ary mengumpat keras dan langsung berlari ke arah kejauhan iya

Banteng yang sudah melihat ke ary segera menyemburkan nafas keras dari hidung nya menyebabkan dua semburan uap kabut keluar dari hidung nya.

Iya segera mengejar ary dengan kecepatan yang sangat cepat.

"Huh beraninya membuat mandi soreku tak tenang, huh rasakan itu" Gumam wanita yang masih berdiri di atas pohon Melihat ary panik di kejar banteng itu.

Ary yang berlari sekuat tenaga panik melihat banteng mengejarnya di belakang.

" Hey sapi Bangs** anj*** hey aku tak melakukan apapun, bukan aku yang mengganggu tidurmu, hey janga jangan mengejar ku" Teriak ary mengumpat saat banteng itu semakin mendekat.

Meski mengumpat pada banteng itu iya tek berani mengumpati wanita itu, penyebab sebenarnya iya di kejar banteng.

Wanita itu muncul tiba-tiba di tempat itu, padahal sebelumnya saat iya mengawasi sekeliling, wanita itu sebenarnya tak ada.

Itu artinya wanita itu datang tanpa suara mendekati tempat itu dengan cepat tanpa ary sadari.

Kekuatan kultivasinya pasti sangat kuat, ary merasa sangat di rugikan, mengapa wanita kuat seperti itu memiliki waktu untuk menjahilinya.

Ary tak tahu bahwa wanita itu sebenarnya melakukan itu hanya karena sedikit kesal.

Sore kemarin wanita itu sedang mandi di kolam tak terlalu jauh dari sana dengan senang namun, iya tiba-tiba merasakan keberadaan seseorang mendekati area itu, orang itu kemudian berputar-putar di area itu sehingga membuatnya tak tenang kalau-kalau orang ini tiba-tiba pergi ke kolam tempatnya.

Iya yang sedikit kesal kemudian berhenti mandi dan pergi ke goa tak jauh dari kolam.

Pagi harinya, iya tak sengaja merasakan pria yang membuatnya kesal ternyata dalam masalah karena ada banteng besar yang tertidur tepat di bawah pohon nya, iya tentu saja tak melewatkan kesempatan membalah dendam.

ary yang malang, padahal iya hanya ingin beristirahat dan mencari tempat berlindung.

Kembali ke ary.

Ary yang di kejar banteng berlari sekuat tenaga namun, banteng itu lebih cepat, iya di susul dengan cepat.

Mooo

Banteng yang berhasil menyusul tepat di belakang ary mengeluarkan suara moo kemudian menandukan kepalanya ke arah ary.

Ary yang di seruduk dengan panik melompat dan berguling-guling ke samping menghindar kemudian cepat-cepat kembali melarikan diri.

Di belakang nya, banteng yang gagal mengenai ary cukup marah, iya dengan cepat berbalik dan kembali mengejar ary.

Ary yang panik di kejar hanya bisa berlari sekuat tenaga melihat ke arah yang kira-kira aman kemudian terus berlari, iya berharap tak menabrak hewan berbahaya lain nya.

Beberapa saat kemudian, ary telah berlari sejauh 1 km, iya beberapa kali di seruduk oleh banteng namun iya berhasil menghindari, iya beruntung meskipun bertemu hewan lain dalam perjalanan, hewan-hewan itu lebih lemah dati banteng yang mengejarnya sehingga hewan-hewan itu otomatis menghindari mereka.

Namun, sepertinya keberuntungan nya sudah habis.

Ary yang berlari kencang tiba-tiba bertemu dengan seekor babi hutan besar setinggi 3 meter di depan nya, ary yang merasakan banteng mengejar dari dekat sudah tak bisa berbelok dan mengurangi kecepatan lagi.

Terlebih lagi, babi hutan itu sepertinya sama sekali tak berniat menghindari mereka.

Babi hutan itu menatap tajam ke arah ary dan banteng di belakang nya, iya mencakar satu kaki depan nya ke tanah dan bersiap menghadapi ary dan banteng di belakang nya.

Ary yang sudah tak bisa berbelok panik.

Iya melihat babi hutan di depan nya bersiap dan kemudian menerjang ke arahnya.

Di depan adalah babi hutan, di belakang adalah banteng yang ganas, ary yang tak tak bisa kemana-mana lagi kemudian memfokuskan qi nya ke kaki.

Saat sudah sangat dekat dengan babi hutan, iya melompat sekuat tenaga kemudian menginjak punggung babi hutan sekali dan melompat ke belakang babi hutan.

Iya berpikir bahwa iya akan lolos dan iya adalah iya untuk sesaat mengejek banteng dan babi dalam hatinya karena berpikir mereka akan saling menabrak.

Namun kenyatan ternyata berbeda dari pikiran nya.

Banteng yang sudah mengejar didekat pantat ari juga melompat saat ary melompat.

Iya melompati babi hutan dan fokus mengejar ary.

Saat ary mendarat di tanah, benteng itu juga mendarat dan langsung menanduk pantat ary dengan keras.

Untungnya, pantat ary tak terkena tanduk yang tajam dan hanya terkena bagian kepala yang rata.

Meski begitu, ary merasakan sakit di tulang ekornya dan iya di tebangkan setinggi 20 meter.

Untungnya, ary menahan rasa sakit nya dan berhasil meraih sebuah cabang pohon di depanya sehingga iya tak jatuh dari ketinggian 20 meter.

Ary kemudian menstabilkan keseimbangan nya dan memanjat lebih tinggi ke atas pohon.

Ary yang memanjat lebih tinggi kemudian melihat ke arah banteng dan babi di bawah.

Babi hutan yg di abaikan oleh banteng mungkin merasa terhina, iya segera menyerang dan pertarungan sengit kemudian terjadi di bawah pohon ary.

Ary yang menonton dari atas pohon masih merasakan sakit di pantat dan tulang ekornya, iya juga kembali menjadi sangat kesal saat menonton pertarungan kedua hewan itu.

Mereka bertarung sengit namun entah mengapa, mereka tak pernah menjauh sama sekali dari pohon tempat aru berada.

Ary yang kesal terus menonton pertarungan dari atas pohon hingga beberapa saat kemudian, sang banteng akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhasil mengisr babi hutan.

Namun hal yang terjadi selanjutnya membuat wajah ary menjadi gelap.

"Bangsat anj kont** woi kenapa lu gak pergi" Ary mengumpat dan berteriak saat melihat kelakuan banteng itu.

Banteng yang memenangkan pertempuran ternyata tak pergi.

Iya melihat ke arah ary mendengus mengeluarkan dua uap asap putih kemudian tinggal di bawah pohon tempat ary berada

"Sial, dendam apa yang di miliki banteng ini padaku" wajah ary sangat gelap melihat banteng itu tinggal

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!