*"Di dalam kedalaman tanah yang menyelimuti kota Manado, ada sebuah ruang bawah tanah yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang telah 'dipanggil'. Lima belas wanita berjubah hitam berdiri melingkari lingkaran cahaya emas yang bersinar seperti darah yang baru saja mengering. Setiap malam, mereka menyanyikan doa yang tak dikenal manusia, memanggil sesuatu yang seharusnya tetap tertidur di dalam kegelapan.
Sevira, seorang dokter muda yang baru saja pindah ke Manado untuk mengobati warga miskin, tidak menyadari bahwa rumah yang dia sewa dulunya adalah bagian dari kompleks gereja kuno itu. Saat dia mulai menemukan jejak-jejak aneh – kain hitam yang tersangkut di pagar, suara nyanyian yang terdengar di malam hari, dan wajah-wajah menyakitkan yang muncul di cermin saat malam hujan – dia terjerumus ke dalam rahasia yang telah menyiksa keluarga keluarganya selama berabad-abad.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HUTAN YANG BERBICARA
Angin di hutan berbisik dengan suara yang mengganggu seperti ribuan orang yang sedang meratap sekaligus. Kaki ku terasa berat saat menginjak tanah yang basah dan licin, dan bayangan pepohonan tinggi itu bergoyang-goyang seperti makhluk hidup yang sedang mengikuti gerakanku. Bau tanah basah, daun yang membusuk, dan sesuatu yang lebih mengerikan seperti daging yang terbakar mengisi udara membuatku merasa ingin muntah.
Saya mengejar bayangan hitam itu yang terus melesat di antara pepohonan, tapi ia selalu menjaga jarak yang sama. Kadang ia berhenti dan menoleh padaku dengan mata yang merah menyala, lalu melanjutkan berlari lagi dengan cepat. Aku bisa merasakan bahwa ia sengaja membawa aku ke dalam hutan yang lebih dalam ke tempat yang sudah lama ditinggalkan manusia.
Saat aku memasuki bagian terdalam hutan, aku menemukan sebuah lembah yang luas dengan sebuah bangunan tua yang hampir roboh di tengahnya. Atapnya sudah hilang sebagian, dan dindingnya penuh dengan lukisan-lukisan tua yang menunjukkan simbol yang sama dengan yang selalu kukenal. Dari dalam bangunan itu terdengar suara nyanyian yang pelan tapi jelas nyanyian yang sama dengan yang dulu dinyanyikan oleh kelompok yang ingin membuka pintu.
Aku mendekati bangunan tua dengan hati-hati, sayap kain hitamku siap untuk melindungiku jika ada yang menyerang. Pintu kayu yang lapuk itu terbuka lebar dengan sendirinya, dan cahaya kebiruan samar keluar dari dalam. Saat aku masuk, aku melihat bahwa ruangan dalamnya jauh lebih besar dari yang kukira, dengan dinding yang dihiasi oleh lukisan tentang sejarah yang tidak pernah kudengar sebelumnya.
“Kamu akhirnya datang, Sevira,” suara yang aku kenal terdengar dari dalam ruangan. Aku melihat seorang wanita tua berdiri di tengah ruangan, mengenakan jubah hitam dengan simbol yang sama dengan yang ada di dahi Ratu Kegelapan. Wajahnya sudah tua dengan bekas luka yang banyak, tapi matanya masih menyala dengan semangat jahat.
“Siapa kamu?” tanyaku dengan suara yang tegas, kalung di leherku mulai bersinar dengan cahaya emas yang terang. “Kenapa kamu membawa aku ke sini?”
Wanita itu tersenyum dengan bibir yang tipis. “Aku adalah orang yang membuat semua ini dimulai, cucu,” katanya dengan suara yang penuh kekuatan. “Aku adalah nenekmu yang kedua yang kamu tidak pernah dengar cerita darinya. Aku adalah satu-satunya yang pernah berhasil melarikan diri dari perjanjian, dan sekarang aku akan menyelesaikan apa yang aku mulai seratus tahun yang lalu.”
Dia menjelaskan bahwa dia adalah saudara kembar dari nenekmu yang pertama mereka sama-sama ditunjuk untuk menjadi penjaga desa. Tapi dia tidak mau mengorbankan dirinya untuk perjanjian itu, jadi dia melarikan diri dan mencari cara untuk menghancurkan yang ada di bawah tanah dan mengambil kekuatannya untuk dirinya sendiri. Dia berhasil menemukan cara untuk mengendalikan sebagian kekuatan Ratu Kegelapan, tapi itu membuatnya harus tinggal di hutan selama bertahun-tahun, jauh dari semua orang yang dia cintai.
“Aku tidak ingin menjadi seorang penjaga yang terkurung!” teriaknya dengan suara yang penuh kemarahan. “Aku ingin menjadi yang paling kuat aku ingin semua orang menghormati dan takut padaku!”
Saat dia berbicara, aku merasakan bahwa bayangan hitam yang aku kejar mulai muncul dari balik tiang-tiang kayu yang besar. Itu adalah seorang pria muda dengan wajah yang mirip dengan Budi, matanya kosong dan tangan terbentang ke arahku. “Dia adalah cucuku,” jelas wanita tua itu dengan senyum yang mengerikan. “Aku telah mengendalikannya selama bertahun-tahun, membuatnya menjadi alat untuk mengumpulkan kekuatan yang aku butuhkan.”
Aku merasa hati ku terasa sakit mendengarnya. Aku melihat ke arah pria muda itu dan bisa merasakan bahwa ada sedikit kesadaran yang tersisa di dalam dirinya dia sedang berjuang untuk keluar dari kendali wanita tua itu. Aku merentangkan tanganku ke arahnya dengan lembut. “Kamu tidak sendirian,” kataku dengan suara yang penuh cinta. “Kita bisa membantu kamu kamu bisa kembali menjadi dirimu sendiri.”
Pria muda itu mulai bergetar, matanya yang kosong mulai menunjukkan rasa sakit yang jelas. Wanita tua itu melihat ini dengan wajah yang penuh kemarahan. “Kamu tidak akan mengambilnya dariku!” teriaknya mengangkat tangannya ke atas langit. “Aku akan menghancurkanmu sebelum kamu bisa melakukan apa-apa!”
Wanita tua itu mulai mengucapkan kata-kata ritual yang salah dengan cepat, dan dari dalam tanah di tengah ruangan muncul lubang besar yang dalam. Bau yang tidak sedap semakin kuat, dan aku bisa mendengar suara gemuruh dari bawah tanah yang semakin keras. Bayangan dari Ratu Kegelapan mulai muncul dari lubang itu, tubuhnya lebih kecil dari sebelumnya tapi tetap sama mengerikannya.
“Bantu aku mengalahkannya!” teriakku ke arah pria muda itu, yang sekarang sudah mulai berjuang untuk melepaskan diri dari kendali wanita tua itu. Aku menggunakan kekuatan Pembawa Cahaya untuk mengirimkan rasa cinta dan harapan ke dalam dirinya, dan aku bisa melihat bahwa matanya mulai menunjukkan sedikit kilatan kesadaran.
“Saya… saya ingat sekarang,” bisiknya dengan suara yang lemah. “Saya punya keluarga… saya tidak ingin melakukan ini…”
Dia mulai bergerak ke arahku dengan langkah yang goyah, sementara wanita tua itu mencoba dengan segala kekuatannya untuk mengendalikannya lagi. Aku melihat bahwa di lehernya ada kalung kecil yang sama dengan milikku batu hitam pekat yang sedang bersinar dengan cahaya kebiruan. Itu adalah sumber kendali wanita tua itu padanya.
“Aku harus mengambil kalung itu darinya!” bisikku kepada diriku sendiri, melangkah ke depan dengan cepat. Wanita tua itu melihat ini dan mengirimkan bayangan Ratu Kegelapan untuk menghalangiku. Aku menggunakan sayap kain hitamku untuk menghindari serangannya, tapi ia tetap berhasil menyentuh lenganku dengan tangan yang dingin dan menusuknya dengan kuku tajamnya.
Rasa sakit yang luar biasa menusuk ke dalam tulangku, dan aku merasakan bahwa kekuatan jahat mulai masuk ke dalam tubuhku lagi. Suara bisik di kepalaku semakin kuat, mengatakan bahwa aku harus bergabung dengan mereka dan menggunakan kekuatanku untuk menghancurkan semua yang pernah menyakitiku.
Tetapi kemudian aku merasakan sentuhan lembut menyentuh tanganku pria muda itu sudah berhasil sampai ke sisiku, matanya sekarang penuh dengan kesadaran dan tekad. “Aku akan membantu kamu,” katanya dengan suara yang jelas. “Bersama kita bisa mengalahkannya!”
Kita berdua menyerang wanita tua itu dengan kekuatan yang digabungkan cahaya emas dari kalungku dan cahaya putih dari kesadarannya yang baru kembali. Ledakan cahaya yang sangat terang membuat seluruh ruangan bergetar hebat, dan aku bisa melihat bahwa wanita tua itu mulai menyusut dengan cepat.
Tapi sebelum kita bisa mengalahkannya sepenuhnya, dia menggunakan kekuatan terakhirnya untuk menyerang lubang besar itu, membuatnya terbuka lebih lebar dari sebelumnya. Dari dalamnya keluar suara yang sangat keras yang membuat telinga kita berdenging, dan aku bisa merasakan bahwa sesuatu yang sangat besar dan mengerikan sedang bangun di bawah tanah sesuatu yang bahkan lebih kuat dari Ratu Kegelapan itu sendiri.
“Aku tidak akan menyerah!” teriak wanita tua itu dengan suara yang semakin lemah, tubuhnya mulai menyatu dengan bayangan Ratu Kegelapan. “Kita akan kembali dan kali ini tidak ada yang bisa menghentikan kita!”
Saat dia menghilang ke dalam lubang itu, pintu ke dunia bawah tanah mulai terbuka dengan cepat, dan cahaya hitam pekat mulai menyebar ke seluruh ruangan. Aku melihat bahwa pria muda itu sudah terluka parah, dan aku harus membuat keputusan cepat apakah aku akan mengejar wanita tua itu ke dalam lubang atau membawa pria muda itu kembali ke desa untuk mendapatkan pertolongan.
Dari lubang itu terdengar suara nyanyian yang semakin kuat suara yang sama dengan yang dinyanyikan oleh penjaga wanita selama berabad-abad, tapi kali ini nada nya penuh dengan kegelapan dan kemarahan. Aku tahu bahwa apa yang sedang terjadi di bawah tanah sekarang akan mengubah segalanya dan bahwa aku tidak punya banyak waktu lagi untuk menyelesaikannya.