NovelToon NovelToon
KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS 2

KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS 2

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Kisah ini lanjutan dari KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS seasons 1
Banyak adegan kasar dan umpatan di dalam novel ini.


Cerita akan di mulai dengan Cassia, si Antagonis yang mendapatkan kesempatan terlahir kembali, di sini semua rahasia akan di ungkap, intrik, ancaman, musuh dalam selimut dan konflik besar, kisah lebih seru dan menegangkan.


Jangan lupa baca novel KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS season 1 agar makin nyambung ceritanya. Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

  Pertama, Geovano menunjuk ke arah seluncuran air kapsul jatuh yang ekstrim, matanya berbinar penuh semangat. 

  "Wah, lihat itu! Seru banget, kan? Kalian mau coba nggak?" tanyanya, penuh tantangan.

  Semua pun mengalihkan pandangan ke sana. Seluncuran itu tampak panjang dan tinggi, bentuknya seperti kapsul yang siap menjatuhkan siapa saja yang berani mencoba. Rasanya membuat dada berdebar-debar dan adrenalin langsung terpacu.

  Russel mengerutkan kening, ragu-ragu. "Kamu serius mau naik itu, Geov?"

  Geovano melirik Russel dengan senyum sinis sambil mengangkat alis. "Serius lah! Kalau kalian nggak mau, ya cemen namanya."

  "Aduh, jangan bilang gitu. Aku cuma pengen yakin aja," jawab Russel cepat, mencoba menutupi ketakutannya.

  Cassia yang sudah tak sabar langsung menyela, "Kalau kamu berani, ayo kita coba bareng-bareng! Setelah ini kita coba permainan yang lainnya."

  Mereka saling berpandangan, napas mulai terengah, tapi semangat menantang rasa takut perlahan menguasai. 

 "Oke, gas!" seru mereka kompak.

  Mereka melangkah menuju wahana itu dengan hati yang berdetak kencang, satu per satu mencoba meluncur dengan riang yang dipenuhi ketegangan.

  Wajah-wajah mereka menegang, napas memburu, seakan menantang batas keberanian sendiri. 

  Namun saat tubuh mereka terjerembab ke dalam air dingin, tawa pecah membelah udara, menggantikan kecemasan menjadi sukacita yang meledak-ledak. 

 Tapi tidak semua bisa bersuka cita. Ada yang wajahnya berubah pucat, bibir bergetar tanpa suara, seperti sedang berjuang melawan gelombang ketakutan yang merayap perlahan dari dalam diri. 

...****************...

  Di balik tawa itu, tersembunyi kegelisahan yang tak berani diungkapkan. Contohnya Russel yang sedari awal ragu untuk mencoba permainan tersebut. 

  "Russel, kamu nggak apa-apa, kan?" suara Mutiara bergetar, matanya membelalak penuh kekhawatiran. 

  Setelah melewati permainan ekstrim yang memacu adrenalin itu, mereka kini terengah-engah duduk di gazebo, tubuh Russel masih menggigil, menyiratkan sesuatu yang lebih dari sekadar lelah. 

  " Itu bibirmu kok pucat sekali?" tambah yang lain, nada panik menghiasi setiap kata. 

  Russel menghela napas, berusaha tertawa kecil tapi suara itu serak dan tipis. "Santai, aku cuma kedinginan," ujarnya, suara yang dibuat datar untuk menutupi ketakutannya sendiri.

  Padahal, di balik senyum tipis itu, Russel merasa tubuhnya memberontak, menggigil tanpa henti dan perutnya bergejolak seolah ingin mengeluarkan seluruh isi perutnya.

  Teman-temannya tak bermaksud untuk mengejeknya, tapi kekhawatiran mereka seolah membungkus udara, membuat ruang kecil itu penuh dengan kecemasan yang tak terucap.

  "Minum dulu air hangat ini dan bungkus tubuhmu dengan handuk, supaya badanmu kembali hangat," Morgan mengulurkan tangan, menyerahkan gelas dan handuk pada Russel tanpa basa-basi.

  Russel menerima dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Morgan," ucapnya lirih, suaranya masih bergetar lemah.

  "Sama-sama," balas Morgan dengan senyum tipis, seolah menguatkan.

  Russel segera membalut tubuhnya dengan handuk tebal itu, lalu menyesap air hangat yang perlahan mengalir ke tenggorokannya. Tubuhnya mulai terasa hangat merayap, rasa perih dan bergejolak di perutnya mereda sedikit demi sedikit.

  Warna wajahnya yang dulu pucat kini berubah menjadi lebih segar, tanda tubuhnya sudah kembali sehat.

  Dia menghela napas panjang, suara yang keluar penuh kelegaan sekaligus kepasrahan. 'Tidak akan pernah lagi aku berani naik wahana ekstrim itu,' gumamnya dalam hati, seolah berjanji pada dirinya sendiri.

  "Kita sebaiknya makan dulu, isi tenaga yang terkuras sebelum lanjut berenang," Dax mengusulkan dengan suara ringan, berharap mengalihkan suasana yang tegang.

  Russel menatap Dax, perlahan mengangguk. Energi memang harus segera dikembalikan, sebelum lanjut ke permainan selanjutnya. 

...****************...

  Sementara teman-temannya sudah bersorak riang menikmati gelombang di waterpark, Darian terkurung dalam hening yang menyesakkan di balik meja kerjanya.

  Tumpukan berkas dan kertas berserakan tanpa beraturan, saksi bisu perjuangan tanpa henti untuk menyelesaikan proyek besar yang menekan pundaknya. 

  Kepala Darian berdenyut tajam, seolah tiap detik menambah beban yang tak tertahankan. Dengan napas berat dan suara parau, ia menggeram, "Kapan ini akan selesai?"

  Matanya yang merah meradang terus menatap laptop yang menyala, menunggu harapan yang terasa semakin menjauh di balik layar. 

  Dunia luar mungkin penuh tawa, tapi untuknya, malam ini hanya ada tekanan dan kelelahan yang merobek jiwa.

  Kerjasama ini sangat berarti untuk perusahaannya, keuntungannya yang besar dapat ia gunakan untuk memperbesar perusahaan keluarganya. 

  Darian begitu sibuk, setiap berkas dan Laptop ia periksa untuk memastikan semua sesuai dengan harapan kedua belah pihak.

  Darian meregangkan ototnya, rasanya pegal dengan leher yang berdenyut nyeri menambah perasaan tak nyaman pada tubuh Darian yang lelah.

  "Melelahkan," gumam Darian, dia menatap kembali berkas itu untuk memastikan semuanya benar, senyum terbit sebab kerja sama kali ini akan membuat perusahaannya bertambah besar.

  Darian memiliki kerjasama dengan perusahaan properti dari negera tetangga, perusahaan properti yang mengimingi kesuksesan besar dengan Investasi yang Darian berikan. Maka akan ada hasil besar dari semua itu.

  Darian tak sabar, untuk menunjukkan kesuksesan itu pada kedua orang tuanya, dan ia akan menunjukkan semua itu pula pada teman-temannya, hasil kerja keras dan lemburnya selama ini akan terbayar saat kerjasama ini berhasil sukses.

TOK

TOK

TOK

  Ketukan pintu mengalihkan fokus Darian, pria itu menoleh dan menatap pada pintu ruang kerjanya,"Masuk!" serunya.

  Pintu terbuka, Darian melihat sang bunda masuk dengan nampan di tangannya, wajahnya menunjukkan binar cinta yang hanya di dapat dari seorang ibu.

  "Bun, ada apa?" tanya Darian, dia bangun dan kakinya melangkah untuk mendekat pada sang ibu.

  "Bunda bawakan teh dan camilan untukmu, jangan banyak menguras tenaga! Ingat kesehatan kamu lebih penting!" kata Angela perhatian.

  "Terima kasih, Bun!" kata Darian, dia menerima nampan itu dan meletakkan di atas meja.

  "Sama-sama, bunda keluar, ya! Kamu jangan lupa istirahat!" Angela mengusap pelan rahang tegas Darian.

  Darian mengangguk, dia menatap kepergian sang bunda dengan sendu, wajah lelah itu jelas terlihat dari sorot matanya yang tampak sekali tak bergairah.

  Darian, dia berubah, dirinya tak lagi bebas setelah perpisahan dengan Nafisha hari itu, ia lebih banyak diam dan menghabiskan waktu membangun perusahaan keluarganya agar lebih maju, sekarang waktunya habis untuk tumpukkan berkas dan tak ada lagi waktu untuk bermain-main seperti dulu.

...****************...

Sedangkan di sisi lain.

Sore harinya.

  Bus yang di tumpangi rombongan Cassia dan teman-temannya berhenti di halaman luas kediaman Yazeed.

  Mereka semua turun satu persatu, wajah-wajah senang dengan binar mata indah itu terlihat jelas, mereka tampak bahagia karena mendapatkan pengalaman baru sebelum nanti kembali ke London untuk meneruskan kuliah.

  "Kami pulang ya, ingat besok untuk pergi Jalan-jalan lagi!" Arzhela begitu semangat, mereka besok kembali memiliki rencana untuk ke Mall demi membeli beberapa barang yang akan di bawa ke London.

1
MataPanda?_
trus semngat kak sampe hapy ending 😀
hidagede1
ucapan cassia menjadi kenyataan, nafisa sampai tidak kepikiran untuk memikirkan/menjatuhkan cassia
hidagede1
nafisha benar" lupa akan cassia
Erna Ismail
👍
Aqil Baim
semangat pagi
hidagede1
sama" rubah licik, yg paling licik yg menang 🤭😂
hidagede1
jd arzhela tau kalo cassia hidup kembali?
Senjaku02: belum.
total 1 replies
hidagede1
kalo smith tau anak kandung nya, knapa smith tetap mencintai anak angkat nya ketimbang anak kandung nya?
Senjaku02: ikuti terus kelanjutannya ya☺️☺️
total 1 replies
MataPanda?_
trus lanjut kak semangat 😀
Jue
Kenapa Veronica tidak berjodoh dengan abang Casia sahaja , Dengan itu hubungan Veronica dan Casia akan bertambah erat serta dekat .
Jue
Akhirnya ada cinta di hati Casia buat Dax , Semoga mereka bahagia dan menang melawan kejahatan Nafisha dan Darian
MataPanda?_
wah udah ada kelanjutan y trimakasih kak semangat trus..
selalu d berikan kesehatan 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!