Nadeo Gibran Erlangga berniat untuk melamar Arzela Kayzel Atharva, yang selama ini dia klaim sebagai jodohnya.
Namun Nadeo terpaksa harus mengubur impiannya itu demi membalas budi pada keluarga yang sudah merawat dan membesarkannya selama ini.
Nadeo harus menikah dengan Sabrina Eleazar menggantikan sang adik yang kabur di hari pernikahannya.
Arzela hancur dan patah hati, namun ia harus tetap mengikhlaskan cinta pertamanya itu menikahi Sabrina yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
Akankah Nadeo bertahan dengan pernikahannya setelah tahu kebenaran yang selama ini tersembunyi?
Ataukah justru takdir mempersatukan Nadeo dan Arzela kembali?
Sekuel Belenggu Cinta Pria Beristri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
"Anu... itu... Sabrina---"
"Sabrina kenapa?"
Dania menatap suaminya penuh curiga saat mendapati Rako keluar dari kamar Sabrina dengan wajah sumringah.
"𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘭𝘦𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳?"
Kekhawatir mulai menyergap Dania, tiba-tiba saja ia teringat ucapan Harleya yang membuatnya naik pitam beberapa saat lalu.
Dania baru pulang arisan dengan teman-teman sosialita nya, dan Harleya juga ikut satu perkumpulan dengan Dania. Dania dan Harleya sempat bersitegang yang membuat keduanya kini sama-sama terlibat perang dingin.
Dania mengatakan jika ia menyesal telah menjodohkan Sabrina dengan Gentala. Dania menganggap Gentala hanyalah seorang berandal yang hanya bisa mempermalukan keluarga. Karena Gentala lah Sabrina harus terjebak pernikahan dengan Nadeo, anak haram yang Elang pungut.
Walaupun Nadeo tumbuh cerdas dan menawan, namun tetap saja Dania tidak melupakan asal usul menantunya itu. Predikat anak haram yang melekat pada Nadeo itu seperti aib yang tidak akan pernah lepas dari Nadeo.
Apalagi sejak Sabrina menikah dengan Nadeo, Dania selalu melihat putrinya itu menangis diam-diam. Sudah hampir satu bulan ini Nadeo tidak pernah menemui Sabrina membuat Dania semakin geram.
Andai Sabrina tidak mencintai Nadeo, sudah dari kemarin ia meminta putrinya untuk berpisah dengan anak haram itu. Namun Dania tidak bisa berbuat apa-apa karena sejak awal putrinya itu sangat mencintai Nadeo. Bahkan demi untuk mendapatkan Nadeo, Sabrina sampai rela mendekati Gentala dan menyerahkan kesuciannya pada pria berandal itu.
Dania tidak tahu saja Sabrina hanya menjadikan Nadeo ataupun Gentala sebagai alibi untuk menutupi hubungannya dengan suami Dania yang merupakan ayah tirinya sendiri.
Harleya tidak terima Dania mengatai putranya berandalan, ia pun akhirnya membeberkan fakta tentang Sabrina yang ia ketahui dari Gentala.
"𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘢𝘬𝘶, 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘨𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵. 𝘔𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘬𝘰𝘳 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪," 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘏𝘢𝘳𝘭𝘦𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢 𝘪𝘵𝘶.
Dania sangat mengecam ucapan Harleya yang menurutnya sangat mustahil dan terdengar menjijikkan. Namun saat melihat Rako yang keluar dari kamar putrinya dengan ekspresi mencurigakan, Dania mulai khawatir jika ucapan Harleya bukan sekedar isapan jempol belaka.
"I-itu... Sabrina sedih, dia baru saja mendapatkan surat dari pengadilan agama, Nadeo menggugat pembatalan pernikahannya dengan Sabrina."
Rako sangat gugup, namun ia berusaha menyembunyikan kegugupan nya. Jangan sampai istrinya mencurigainya, benak Rako.
"Baguslah kalau begitu. Biar Sabrina pisah aja sama Nadeo," ucap Dania. Ia tidak ingin ambil pusing. "Lagian, selama menikah dengan Nadeo Sabrina juga tidak bahagia."
"Tapi masalahnya, Sabrina sedang hamil, Mom." Ucap Rako.
Rako tidak terlalu memusingkan perpisahan Sabrina dan Nadeo, justru bagus jika mereka berpisah Rako akan dengan mudah mengambil saham Harleya sesuai perjanjian. Soal Sabrina yang ingin memiliki Nadeo karena iri pada Arzela, itu akan dia pikirkan nanti.
Yang Rako sesalkan adalah kabar kehamilan Sabrina saat ini tidak di waktu yang tepat. Rako terpaksa harus mempertahankan Nadeo untuk menjadi ayah kandung bayi yang saat ini Sabrina kandung. Lagi-lagi mereka akan menumbalkan Nadeo untuk menjaga nama baik keluarga.
"Hamil? Bukankah Sabrina bilang Nadeo belum pernah menyentuhnya?" Tanya Dania penuh selidik. Ketakutan Dania semakin menjadi saat ucapan Harleya kembali berseliweran di kepalanya. "Sabrina tidak mengandung anak Daddy, kan?"
Uhukkk... uhukkk
Rako tersedak ludahnya sendiri. "Kenapa Mommy menuduh Daddy?" Rako tanpa sengaja meninggikan suaranya pada Dania, membuat Dania semakin mencurigai suaminya.
"Kenapa Daddy marah?" Tanya Dania sambil memicingkan matanya. "Mommy cuma nanya."
Dania berusaha terlihat tenang, walaupun sebenarnya hatinya semakin diliputi rasa takut. Apalagi cara Rako merespon ucapannya sangat terlihat jelas ada kegugupan di setiap perkataannya.
"Tapi, perkataan Mommy itu terdengar seperti sebuah tuduhan, bukan pertanyaan."
"Kalau Daddy tidak merasa menghamili Sabrina, ya harusnya jangan marah."
Rako cukup tertegun dengan ucapan Dania, apa istrinya itu mulai mencurigainya? Kenapa Dania tiba-tiba bersikap seperti ini? Banyak sekali pertanyaan yang mencuat di kepala Rako.
"Mom---"
"Sudahlah, Mommy capek. Mau istirahat dulu."
Dania meninggalkan Rako yang masih mematung di depan pintu kamar Sabrina. Dania bahkan tidak berniat sedikit pun melihat keadaan putrinya. Saat ini isi kepalanya dipenuhi ucapan-ucapan Harleya beberapa waktu lalu.
"𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘬𝘩𝘪𝘢𝘯𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘪𝘢𝘮."
...----------------...
"Sayang, Kamu kenapa?" Nadeo menghampiri Arzela yang meringkuk di atas ranjang. Keduanya masih berada di ruangan pribadi Nadeo.
Nadeo baru saja menidurkan tongkat sakti miliknya. Begitu keluar dari kamar mandi, Nadeo sangat terkejut saat mendapati wajah Arzela terlihat pucat.
Arzela berusaha bangun dan menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. Namun gerakannya sangat lemah membuat Nadeo dengan cepat membantunya.
"Kamu demam, Sayang." Nadeo panik saat merasakan kening Arzela yang sedikit panas.
Nadeo menggendong Arzela ala bridal style. Pria tampan itu akan membawa wanita cantiknya ke rumah sakit.
Begitu keluar dari ruangannya, Nadeo sangat dikejutkan oleh kehadiran papanya yang tengah menatapnya penuh selidik.
"Kamu apakan lagi menantuku, Deo? Apa Kamu---"
"No, aku tidak melakukan apa pun. 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳," 𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪.
Tatapan Dewa membuat Nadeo sedikit takut, akhirnya ia pun terpaksa berbohong pada papanya dengan mengatakan tidak melakukan apa-apa pada Arzela.
"Terus, kenapa menantuku pucat seperti itu? Dia terlihat kelelahan. Papa yakin Kamu pasti menggempur nya lagi, kan?"
Dewa menatap tajam Nadeo, ia tidak akan mentolerir jika Nadeo ketahuan berbuat mesum lagi pada menantunya.
Dewa sangat menyayangi Arzela, bahkan ia sudah mengklaim kekasih putranya itu sebagai menantunya. Padahal jelas-jelas Sabrina lah menantunya, namun Dewa terlihat enggan mengakui Sabrina .
Bahkan Dewa tidak berencana sedikitpun untuk memperkenalkan dirinya pada keluarga Sabrina. Dewa takut jika keluarga Sabrina tahu siapa Nadeo sesungguhnya, putranya itu akan semakin sulit melepaskan diri dari cengkraman Rako.
"Sudah kubilang, aku tidak melakukan apa pun. Aku bukan Papa yang suka celap-celup sembarangan," ucap Nadeo membalas tatapan tajam Papanya.
"Papa tidak pernah celap-celup, enak saja." Dewa menatap Nadeo semakin sengit, ia tidak terima dengan tuduhan putranya itu.
Nadeo memutar bola matanya malas. "Kalau Papa tidak sembarangan celup, tidak mungkin aku terlahir sebagai anak haram."
Deg
Ucapan Nadeo berhasil membuat Dewa kehilangan kata-katanya. Dewa memang belum menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu antara dirinya dan Naomi, ibu kandung Nadeo. Menurutnya yang terpenting sekarang adalah, Nadeo mau menganggapnya sebagai papanya.
Nadeo tidak perlu tahu kenyataan kelam yang terjadi antara dirinya dan Naomi.
"Kak, aku mau pulang."
Suara Arzela mengalihkan ketegangan yang terjadi antara Dewa dan Nadeo. Arzela yang sejak tadi diam saja dalam gendongan Nadeo, memang sengaja membuat perhatian mereka teralihkan.
"Kakak akan antar Kamu pulang, Sa---"
"No, kita ke rumah sakit dulu."
Dewa dengan cepat memotong ucapan Nadeo, bahkan pria paruh baya yang masih gagah itu mengambil alih Arzela dari gendongan putranya.
"Papa, jangan sembarangan menggendong calon istriku!" Nadeo mengejar papanya yang hampir saja hilang di balik pintu lift.
...----------------...
Tidak membutuhkan waktu lama, Mereka sudah sampai di rumah sakit. Dokter langsung memeriksa keadaan Arzela begitu sampai di sana.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dokter?"
Dokter yang bernama dokter Kiara itu mengernyitkan keningnya, sedikit banyak dokter Kiara tahu siapa istri Nadeo. Karena Kiara menyaksikan sendiri pernikahan Nadeo yang kala itu menggantikan Gentala, putra pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
"Nona Arzela---"
"Anda tidak perlu banyak tanya, sekarang katakan saja bagaimana keadaan menantu saya?"
Dewa tahu apa yang ada dalam pikiran dokter Kiara. Sebenarnya salahnya sendiri juga yang membawa Arzela ke rumah sakit milik Elang.
Dokter Kiara pun menganggukkan kepalanya. Ia sedikit takut dengan tatapan tajam Dewa yang penuh intimidasi. Walaupun banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya, Dokter Kiara mencoba mengubur rasa ingin tahunya.
"𝘍𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘒𝘪𝘢𝘳𝘢, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘮𝘱𝘶𝘳𝘪 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯𝘮𝘶," 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘪𝘢𝘳𝘢.
"Nona Arzela baik-baik saja, tapi untuk memastikannya sebaiknya Dokter Nadeo membawa Nona ke dokter obgyn saja. Dokter pasti paham kan maksud saya?"
Karena kepanikan yang mendera, mereka melupakan jika Nadeo juga seorang dokter. 😂
𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥
zela hmil.....deo blm slsai pula sm tu nnek shir....ccckkk......ksian zela sm anknya nnti....
gtu jwbnya kl kthuan sm istrinya....🤮🤮🤮.....
jgn cm omong doang y deo...km msti bnrn ngsih pljrn sm tu nnek shir....
thoooorrrr....lo bs yg rekan klakuan duo iblis mnjijikkan viralkan videox biar seruuuuu
krna jalang spertix tu su g py malu jd klakuan" bejadx hrs d viralkan, biar d hujat byk nitizen
bc d bab ni z lgsg muntah 🤮🤮🤮
sngat....sngaaàaatttt mnjijikkan
bner" jalaaaaangggg😠😠😠