Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Flashback...
"Ma" panggil anak perempuan yang usianya enam tahun menghampiri mamanya lagi asyik masak makan malam untuk mereka bertiga jika kepala keluarga atau bisa disebut papa ditunggu pulang kerumah ini.
Kayla saat usia aktif dan ceria ini menghampiri mamanya menyerahkan gambar yang dibuatnya, mama menatap gambar kayla dengan senyum teduh sambil mengusap pipi tembem kayla.
"Gambar kayla sangat bagus" puji mama membuat senyum diwajahnya Kayla terbit dan menghilangkan mata kayla.
"Iya ma! Ini papa, ini mama dan ini aku" ujar kayla menunjuk gambar papa kayla.
"Papa kapan pulang ma" tanya Kayla polos membuat mama mengelus pipi kayla penuh sayang.
"Sabar ya! Sayang papa lagi cari uang buat kayla jadi papa jarang pulang" ujar mama membuat Kayla mengerucut kan mulut mungilnya.
Kayla menatap mamanya yang tiba-tiba diam dan sedih saat menanyakan papa. "Lihatlah mas, kamu tidak merasakan jika kayla sangat menyayangi kamu mas" lirih mama dalam hati mengusap rambut pendek Kayla yang asyik berceloteh mengenai apa yang dia lakukan saat disekolah.
Tiba-tiba orang yang dibicarakan datang dengan wajah kusut dan gusar, Kayla melihat papanya pulang membuat Kayla langsung tersenyum senang langsung berlari menghampiri papanya.
"Papa" teriak Kayla tersenyum senang langsung memeluk kaki papa yang terdiam sambil melihat kayla sulit diartikan.
"Mas kamu pulang" ujar mama mengambil jas Dimas menatap dengan senyum lembut tapi tidak membuat papa tersentuh, malah mendesis marah membuat mama hanya menunduk takut lihat wajah kesal papa.
Dimas dengan kasar melepaskan pelukkan kayla pada kakinya membuat Kayla tersentak mundur dorongan Dimas membuat mama dengan sigap menahan tubuh kayla.
"Mas jangan kasar pada Kayla" ujar mama menatap Dimas yang terlihat sangat marah atas teguran mama.
"Kayla kangen, kayla mau peluk papa" sendu Kayla mendapatkan penolak kan papanya.
Dimas hanya mendesis pelan. "Nanti saja papa lagi capek" ujar Dimas sambil melangkahkan kaki menuju kamar lantai dua meninggalkan dua perempuan yang menatap dia tatapan terluka.
"Papa gak sayang kayla " kata Kayla sambil menangis menatap mamanya yang terlihat sedih melihat Kayla yang kecewa penolak kan papanya.
"Papa sayang sama kayla, hanya saja hari ini papa sangat capek pulang kerja, kayla harus tahu jika papa sangat sayang sama kayla" ujar mama sambil menghapus air mata kayla pelan.
"Jika terjadi dimasa depan Kayla ingat? Jangan membenci papa ya! Karena bagaimana pun dia tetap papa kamu" kata mama membuat kayla mengangguk polos tidak mengerti apa yang dikatakan mamanya.
End Flashback....
.
.
.
Kayla menatap pandangan suasana malam di balkon rumah utama dia, saat ini Kayla mengenang masa dulu dia bersama mamanya.
Jika Kayla mengatakan jika Kayla mengatakan Kayla menyayangi papanya sebelum dia tahu bagaimana dia memperlakukan mamanya sehingga Kayla kehilangan rasa kehormatan pada papanya.
Kayla jika bisa memilih lebih baik dia tidak memiliki papa seperti dia, karena sangat tidak menghargai orang selalu mengutamakan dan mencintai dia, tapi balasan yang didapatkan mamanya! hinaan, cacian, dan aksi membuat mama sehingga tersakiti baik batin maupun fisik.
Sungguh Kayla belum cukup umur untuk mengetahui keadaan orangtuanya tapi melihat tindakkan papanya baik segaja maupun tidak membuat Kayla yang dulunya ceria dan mudah tersenyum menjadi dingin dan pendiam.
Kayla menghela nafas panjang melihat minumannya habis sehingga dengan terpaksa Kayla keluar dari kamarnya malam ini.
Padahal Kayla malas untuk keluar kamar tapi Kayla tidak bisa menahan rasa hausnya sehingga matahari terbit lagi, Kayla melangkahkan kakinya menuju dapur mengambil minuman untuk dirinya.
Saat menuruni tangga Kayla melihat keluarga harmonis lagi berkumpul di ruang keluarga sambil bercanda tawa melihat aksi Alvin yang membuat mereka tertawa.
"Cih keluarga bahagia" sinis Kayla menuju dapur menghiraukan pemandangan menjijikkan buat Kayla.
"Iri?"
"Tidak akan"
Kayla merasa ini lebih baik dari pada mamanya merasakan sakit lebih dari ini, lebih baik kayla yang hadapi ini daripada mamanya.
"Tak layla" sapa Alvin suara cempreng nya.
Aku tidak menghiraukan keberadaan Alvin karena aku masih muak dengan kejadian saat mama fani menyentuh taman mama Kayla, sehingga saat ini mereka masih perang dingin, atau bisa dibilang kayla masih bersikap dingin pada mereka.
Kayla kenapa harus menginap disini padahal Kayla sangat tidak menyukainya hanya ada satu alasan yaitu taman yang dibuat khusus mamanya untuk Kayla saat menginjak usia 9 tahun sebelum mamanya pergi meninggalkannya.
"Jagalah seakan kamu menjaga mama" itu yang masih terngiang dibenak Kayla saat mamanya membuatkan taman ini buat Kayla, walaupun saat itu Kayla hanya menanggapi malas lantaran Kayla tidak hobi cocok tanam.
"Tak layla, napa yiam" tanya Alvin menatap Kayla polos tapi lagi-lagi tidak ditanggapi oleh Kayla.
Melihat sikap Kayla membuat papanya murka. "Kau harusnya bisa memisahkan masalah kamu dengan kami dan Alvin! Dia tidak ada sangkut pautnya masalah kita" kata Dimas marah membuat mama fani memegang lengan suaminya untuk mengontrol emosi nya.
"Hmm" gumam kayla tidak minat mengacuhkan perkataan papa.
"Kau makin hari makin merunjak kelakukan kamu? Apa yang diajarkan mama kamu" maki papa membuat kayla membanting gelas kaca sehingga pecah.
"Jangan bawa mama saya? Saya seperti ini karena anda yang memang tidak ada tanggung jawabannya dan membuat keadaan seperti ini! Jika anda merasa saya keterlaluan lalu anda apa ah? Memaki dan memukul mama saya di depan saya" teriak Kayla menatap papa yang terdiam. "Anda tahu saya sudah cukup sabar hadapi keluarga ini, jadi jangan salahkan saya jika saya kurang ajar? Karena itu contoh dari anda jika anda tidak menginginkan sesuatu bukan?" ledek kayla membuat mereka terdiam.
"Kehadiran kau tidak dibutuhkan dalam hidup saya tapi karena kehadiran kau membuat kehancuran dalam hidup saya" kata Kayla membuat Dimas terdiam seribu bahasa mengingat itu kata dia ucapkan di masa lalu.
"Jadi anda jangan sok berkuasa mengajari saya karena saya tahu apa yang saya lakukan" kata kayla tajam. "Bersyukur karena saya tidak melakukan tindakkan nekat sehingga merugikan keluarga anda yang akan dipandang remeh dimasyarakat" sindir Kayla membuat Dimas mengepalkan ke dua tangannya mendengar sindiran kayla.
"Anda tidak berguna jika itu terjadi bukan" sindir Kayla menatap papanya remeh karena dia dari dahulu sudah memegang kartu As papanya jika melakukan sesuatu, maka akan berimbas pada dia dan keluarga nya.
"So jangan sok berkuasa jika anda hanya boneka mainan yang bisa dibuang kapan saja" kata Kayla membuat papa menatapnya marah membuat senyum penuh kemenangan terbit diwajah kayla.
Kayla melangkahkan kakinya menuju kamarnha meninggalkan suasana tegang yang dia buat, bukan lari dari masalah tadi Kayla hanya memadamkan api yang mulai membakar rumah ini karena ini belum waktunya untuk menyala.
Kayla hanya butuh memainkan waktu sedikit lagi sehingga semua harus ada digengamannya, karena itulah target utama kayla untuk menang dalam perang ini.
"Aku bukan anak kecil yang menangis jika dibentak dan dimarahi karena sekecil apapun kucing tapi di saat marah akan mencakarmu" saat ini Kayla hanya mengikuti permainan dia agar semua berjalan dengan semestinya sambil memantau perkembangan dari semua ini.
Jadi jangan salahkan Kayla yang manis dan lagi menjadi dingin dan terlihat kejam terhadap semuanya.
.
.
.
*B**ersambung*.....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,