anak seorang tukang becak
Nisa adalah seorang anak sangat baik, namun sayangnya dia memiliki kehidupan keluarga yang sangat miskin, sehingga keluarga dari ibunya pun tak mau mengakui mereka karena merasa malu jika memiliki keluarga miskin seperti Nisa hingga dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun Di usia yang terbilang masih sangat muda itu dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun harus mengurus kedua adiknya yang masih kecil, dan merelakan masalah kecilnya yang tak seindah teman-teman yang lain, bapaknya hanyalah seorang pria tua yng bekerja sebagai tukang becak Namun kehidupan Nisa berubah setalah bertemu dengan seorang pria kaya raya tempat Nisa mengikuti sebuah kompetisi, akan kah hubungan mereka mendapat restu dari keluarga sang pria ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Sedari kemarin Doni telah merekam perbuatan mesum nya bersama aura anak tirinya, mungkin sudah ada empat video yang dia dapatkan, dia memang sengaja meminta aura melayaninya dua kali sehari karena waktu yang di berikan oleh irfan hanya sebentar
Dia sudah memutuskan untuk kabur setelah menerima uang yang telah di janjikan padanya
Dia pun segera menghubungi Irfan dan ingin bertemu sekarang juga, Tak lupa dia membawa kameranya dan sedikit perhiasan istrinya yang dia ambil, dan di masukkan ke dalam tas pakaiannya, dengan alasan seperti biasa jika dirinya ada kerjaan di kota maka istrinya pun mengizinkan untuk pergi
" Akhirnya gw bisa dapat duit banyak, habis ini gw mau merantau kemana saja biar gak ada yang ngenalin gw" ucap doni merencanakan kepergiannya
Doni kembali ke tempat pertemuannya dengan Irfan, dan saat ini berada di depan Irfan dan memberikan kamera tersebut
" Nih videonya, Mana bayaran gw" tanyanya tak sabar
" Tenang aja, bayaran anda berada di dalam tas di atas kursi itu" ucap irfan menunjuk sebuah kursi yang terdapat sebuah tas besar di atasnya
" Tapi maaf saya harus memastikan keaslian video ini" ucapnya segera memutar video tersebut dan hasil nya cukup memuaskan
" Baiklah sekarang uang itu jadi milik anda, dan saya akan segera pergi dari sini, senang bekerja sama dengan anda" ucap irfan berlalu masuk ke mobilnya meninggalkan doni sendiri di sana
" Duit, duit, duit... I'm coming" ucapnya bahagia menuju tas tersebut, namun belum juga dia menyentuh tas itu sebuah suara mengejutkannya
" Angkat tangan atau anda kami tembak" suara polisi yang membuat Doni ketakutan hingga memilih melarikan diri, namun sebuah tembakan berhasil mengenai betis doni yang membuatnya tak bisa melarikan diri lagi
" Sialaaan....!!!!" Teriak Doni
" Pak Doni anda di tangkap atas tuduhan menjual video serta menjadi mucikari yang kami cari selama ini" ucap polisi tersebut
Doni hanya bisa pasrah karena kini impiannya untuk ke pulau lain hanya tinggal khayalan
******
Sementara nisa yang telah menerima sebuah video rekaman mesum antara pamannya doni dan aura kini merasa terkejut dan tak pernah menyangka jika mereka berdua sungguh sangat menjijikkan, Apalagi setelah nisa tau pekerjaan aura selama ini ternyata hanyalah seorang gadis panggilan yang lebih rendah dari pekerjaan bapaknya yang sering aura hina
" Baiklah mbak aura, aku akan membungkam mulut mu dengan video memalukan ini" gumam nisa
Di tempat lain, orang suruhan rio melalui Irfan membawa sebuah motor matic ke rumah Nisa, Pak Yunus sangat terkejut dan mengira kalau orang tersebut salah alamat
Namun mereka mengatakan kalau motor itu atas nama mbak Nisa yang di berikan oleh pak Rio
Nisa sudah tau kalau sebuah motor akan ada untuknya namun dia lupa memberitahukan bapaknya
" Terima kasih ya mas, maaf sudah udah merepotkan" ucap nisa
" Udah kewajiban kamu mbak, ya sudah kami pamit ya mbak" Jawab mereka
*******
Di rumah aura dan bi Siska tak tau kalau Doni telah di tangkap polisi, aura malah mendengar kabar bahwa nisa telah membeli motor matic keluaran terbaru
Panas? Ya aura sangat panas mendengar berita itu, Hingga dia pun tak sabar ingin ke
rumah Nisa dengan menggunakan mobil miliknya dia pun menuju ke rumah Nisa
Setelah sampai dia merasa sangat kesal karena Nisa memiliki motor yang selama ini sangat dia inginkan
" Waahhh ada yang lagi banyak duit nih" ucap aura memandang motor nisa
" Alhamdulillah mbak, Oiya mbak kok bisa langsung tau kalau aku beli motor baru? Ada mata mata ya mbak?" Tanya nisa
" Bukan urusan Lo, Cuma gw heran aja kok bisa ya orang miskin kayak lo beli motor semahal ini"
" Kenapa gak bisa mbak, mbak aja bisa tuh punya mobil semahal itu" jawab nisa santai
" Ya bisa lah kan Lo tau sendiri kalo gw kerja, mamah papah gw orang mampu, suami mbak karin juga kaya jadi wajarlah gw punya mobil mahal, gak kayak lo, mesti di pertanyakan seribu kali ini"
" Atau Lo jual diri ya nisa? Berapa sih tarif lo Sampai bisa beli motor ini? Ngelo**h dimana lo?"
Plaaakkk....
Nisa tak segan-segan menampar pipi kakak sepupunya itu, bahkan Nisa menampar nya lagi hingga dua kali
Aura sangat terkejut karena tak menyangka nisa akan berani melakukan itu padanya
" Kurang ajar, berani lo sama gw lon**h " teriak Aura memegang pipinya uang terasa perih
" Hahahaha lon**h? Siapa yang lon**h mbak? Lon**h kok teriak lon**h " Ucap nisa melipat kedua tangan nya di dada
"Maksud lo_"
" Mbak pikir aku gak tau kerjaan mbak selama ini apa? Dan hubungan mbak sama paman Doni gimana? Mbak pikir aku gak tau? Gimana perasaan bi siska ketika tau kalau anak yang di banggakan bisa membeli mobil dengan hasil menjual diri, aku yakin dia akan langsung mati di tempat" ucap Nisa tak bisa menahan ucapannya lagi
" Jangan sembarang kamu nisa, emang kamu ada bukti?"
" Hahahaha... Ckckckck mbak Aura pikir aku bodoh ngomong tanpa adanya ada bukti? Atau perlu aku lihatin langsung pada bi siska?"
" Hebat juga kamu mbak bisa main sama paman , terus malam nya bisa main sama orang lain" tutur Nisa membuat aura merasa bingung bagaimana Nisa bisa tau semuanya dan sedikit gemetar dan sangat takut jika Nisa benar-benar melaporkan pada mamanya
" Mbak masih belum percaya? Nisa kemudian mengambil ponselnya dan memutar video mesum aura dan paman Doni, aura terbelalak melihat videonya di ponsel itu
" Stoooop, Nisa gw mohon stop" pintanya tak mau menyaksikan video dirinya
" Kenapa mbak? Mbak takut atau malu melihat perbuatan mbak sendiri? Kalau aku tunjukin ke bibi gak apa kan mbak aura?
" Plisss nisa jangan tunjukin ke mamah"
" Kalau aku tetap mau nunjukin gimana?"
" Jangan nisa, gw bakal lakuin apa pun yang Lo mau asal Lo jangan tunjukin video itu pada mamah"
" Hahahah lucu kamu mbak, Dimana mbak aura yang dulu? Yang sombongnya selangit, dimana dia mbak? Dimanaaa? " Teriak Nisa pada aura dan saking kerasnya membuat pak yunus sampai keluar karena mendengar teriakan anaknya yang tak pernah dia dengar selama ini
" Nisa, tolong maafin gw, gw janji gak akan ganggu lo lagi" pinta aura
" Gak segampang itu aku bisa maafin kamu mbak, tapi kalau sekali lagi mbak menggangu kehidupan ku dan keluarga ku maka siap siap saja, aku bakal sebarin video ini ke seluruh dunia"
" Iya nisa gw janji, pegang janji gw nisa"
" Baiklah, aku pegang janjimu mbak"
" Terima kasih Nisa " Belum juga melangkah Nisa kembali menyambung ucapan nya
" Tunggu dulu mbak, buru buru banget. Aku belum selesai loh mbak aura" ucap Nisa
" Ada apa lagi Nisa?" Tanya aura dan kembali menatap nisa
Plaaaak,, plaaak,, plaaak
Tiga kali sekaligus tamparan untuk aura yang di lakukan oleh nisa
" Nisaaaaa!!! Teriak pak yunus sangat terkejut melihat perlakuan anaknya
" Ini belum seberapa di bandingkan sakit yang aku rasa atas perlakuan mu" ucap Nisa terlihat sangat emosi
Plaaakk...
Sekali lagi Nisa menamparnya...
" Ini untuk pembalasan karena kamu sudah berani menculik adikku aulia"
Aura makin terbelalak karena tak menyangka kalau nisa mengetahui semua itu
Nisa masuk ke dalam rumahnya meninggalkan aura yang masih mematung memegang pipinya
" Nisaaa... ada apa nak? Kenapa kamu menampar mbak aura?" Tanya pak yunus mengikuti nisa masuk ke dalam rumah
" Aku cuma membalas perlakuan dia pak, dia memang pantas mendapatkannya, bahkan jika ada cara yang lebih kejam maka aku akan melakukan nya" ucap Nisa sebelum masuk ke dalam kamarnya