Dua tahun menikah dengan suamiku sungguh sangat membuatku curiga.Bagaimana tidak selama dua tahun ini dia Hannya menyentuhku tiga kali,mertua ku yang sangat sombong mengatai ku wanita mandul hingga suatu saat aku mengetahui rahasia suamiku yang sangat membuatku tidak percaya dan nyaris pingsan.
apa rahasia suamiku,apa yang terjadi dengannya ikuti dalam kisah cerita ini ya jangan lupa dukung cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 ~ Perempuan kotor ~
Tubuh Tamara gemetaran terlihat dari wajahnya yang pucat,semakin lama wajahnya semakin menunduk.
" Kamu dengar tidak apa yang ditanya Doni,kamu mau pura-pura bodoh,andai tadi aku tidak memergoki mu,aku yakin kamu pasti masih bersama pria itu." Ucap Sarah terus menuduh Tamara.
" Ma...Biarkan dia berbicara, kenapa mama terus yang bicara dari tadi kepala ku pusing mendengar mama yang selalu menyerobot dari tadi." Bentak Doni membuat sarah terdiam.
" Katakan kamu bersama siapa di sana?" Tanya Doni dengan nada mulai menurun.
"Itu mas tadi tanpa sengaja aku bertemu mas Abian,dia mengajak ku makan di restoran,dan kebetulan mama melihat kami di sana." Jawab Tamara dengan nada gemetaran.
" Oohh Abian ternyata,sudahlah itu tidak perlu di permasalahkan,dia rekan kerja ku,dia sudah punya kekasih yang sangat dia cintai jadi tidak mungkin dia menyukai istriku." Jawab Doni santai.
" Tapi Doni,mereka makan di restoran pasti mereka ada hubungan,please kamu jangan bodoh begitu." Ucap Sarah tidak terima dengan sikap Doni yang tidak sesuai dengan harapannya.
" Sudahlah ma,ngapain mengurusi hal itu,kenapa sih mama heboh sekali,lagian Tamara jarang keluar jadi tidak mungkin dia selingkuh.Sudah ya aku mau kembali ke kantor,jangan bahas lagi masalah ini,lagian mama sudah mau punya cucu seperti keinginan mama tapi masih saja belum puas." Jawab Doni lalu mengambil kuncinya yang ada di atas meja lalu pergi meninggalkan mereka di ruang tamu.
" Doni..Doni,!!!tunggu aku belum selesai bicara Doni." Panggil Sarah tapi Doni mengabaikan panggilannya dan tetap pergi dari rumahnya.
Tamara juga bergegas ingin kembali ke kamarnya,dia akhirnya bisa menghela napas lega karena suaminya tidak marah seperti yang dia bayangkan.
" Mau kemana kamu? dasar kamu wanita kotor,!! kamu sudah mencoreng nama baik keluarga ini..."
" Auhh...!! lepasin ma,ini hanya salah paham ma,tolong lepasin!!!." Tamara mengerang kesakitan saat Sarah menarik rambutnya dengan kasar.
" Aku tidak akan melepaskannya,sekarang juga kamu keluar dari rumah ini,kamu jangan mengotori rumah ini."
Sarah menarik rambut Tamara dan menariknya dengan kasar membawanya ke dalam kamar yang ditempati Tamara.
" Ma..!!ma ada apa ini kenapa mama menarik rambutnya,dia sedang hamil ma jangan sampai dia keguguran ma." Tiba-tiba Susi keluar dari kamarnya lalu melerai mamanya yang semakin brutal menghajar Tamara.
Sarah dengan kasar melepaskan tangannya dari kepala Tamara,dia mendorong tubuh Tamara ke dinding,untung saja tidak terjadi apa-apa kepadanya.
" Aku tidak akan membiarkan kamu tenang di rumah ini,aku yakin anak itu hasil dari zinah,kamu sudah menipu keluarga ku." Sarah menjerit kencang saat Tamara masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar.
" Ada apa sih ma,kenapa mama sampai marah besar seperti ini,mama sampai menyeret dia tadi,kalau sampai dia keguguran kayak mana ma, pasti bang Doni tidak akan memaafkan mama." Ucap Susi.
"Biarin,biarin saja dia keguguran itu yang mama inginkan,dia itu perempuan kotor yang hina,mama melihat dia bersama pria lain di mall sedang makan,aku tidak akan membiarkan si jala**Ng itu tinggal di rumah ini lagi." Jawab Sarah dengan wajah penuh kemarahan.
" Masak sih ma, terus apa kata bang Doni,aku lihat mobil bang Doni baru pergi."
" Itulah Abang mu,dia terlalu bodoh dan percaya dengan wanita itu,pokoknya mama harus mengusir perempuan itu dari rumah ini,tidak akan aku biarkan dia menikmati kekayaan kita,aku tidak ingin cucu dari perempuan kotor seperti dia,aku ingin cucu dari wanita terhormat."
Susi menghela napas berat,lalu dia berjalan ke arah sofa,dia juga tidak percaya kalau kakak iparnya bakal melakukan hal kotor seperti itu,karena sejauh yang dia lihat Tamara tidak terlalu suka keluar rumah.
" Terserah mama saja,aku tidak ingin ikut campur,lagian aku takut berurusan dengan bang Doni." Jawab Susi pasrah.
" Kamu mulai aneh ya,kamu sudah berubah,dulu kamu juga tidak menyukai wanita itu.Lagian apa yang kamu takutkan,Doni juga tidak mengharapkan anak itu." Sarah menatap Susi yang mulai tidak peduli dengan menantunya.
" Ahh sudahlah ma itu urusan mama." Jawab Susi lalu kembali ke kamarnya.
****
Doni memandangi ponselnya,pekerjaannya semua berantakan karena dia tidak fokus bekerja,dia masih kepikiran masalah Abian yang mengajak Tamara makan di restoran.
Walaupun dia tidak marah kepada Tamara dia sedikit khawatir terhadap Abian,dia takut Abian terpengaruh karena Tamara yang sedang hamil anaknya.
Setelah menjalani hubungan dengan beberapa pria,baru kali ini Doni merasa begitu cocok dengan satu pria tidak heran hubungan mereka sudah berlanjut lama.Biasnaya Doni menjalani hubungan dengan pria paling lama itu dua bulan sangat berbeda dengan Abian yang sudah hampir setahun.
" lagian aku terlalu bodoh,kenapa juga aku harus memberitahu masalah kehamilan Tamara,bodoh,aku memang sangat bodoh." Ucapnya dalam hati.
Ting...
Sebuah pesan masuk ke ponselnya,Doni dengan cepat membuka ponselnya dan membaca pesan yang dikirim Abian kepadanya.
[ Kita harus bertemu,mari kita bertemu di tempat biasa.]
Abian segera menutup ponselnya lalu dia segera keluar dari ruangannya,dia sudah tidak sabar ingin bertemu Abian.
" Pak,mau kemana? sekarang kita mau meeting bersama klien." Ucap Alex yang kebetulan ingin masuk ke ruangan Doni dan mereka bertemu di pintu.
" Batalkan,besok buat janji lagi." Jawab Doni lalu meninggalkan Alex yang masih berdiri di depan pintu ruangannya.
" Dasar laki-laki tidak normal,pasti dia mau menemui laki-laki itu lagi,entah sampai kapan kamu itu taubat,padahal kalau dia ada kemauan aku yakin dia bisa kembali normal,dia mengikuti nafsunya saja." Ucap Alex dalam hati sambil menatap Doni sampai menghilang di balik lift.
****
Doni sampai di cafe tempat dimana dia dan Abian sering bertemu,tempat itu sangat menjaga privasi para pengunjung makanya mereka sering main ke tempat itu.
Doni menghampiri Abian yang sedang duduk santai di sudut ruangan,setelah sampai dia meletakkan kunci mobilnya di atas meja dengan kasar.
" Apa maksud mu mengajak Tamara makan di restoran,kamu mau bongkar rahasia kita hah?" Tanya Doni begitu emosi.
Abian tersenyum kecil,dia terlihat tenang dan gayanya hari ini lumayan macho membuat Doni sedikit heran,padahal biasanya kalau bertemu Abian selalu bergaya seperti wanita bahkan dia tidak segan memakai tas wanita sangat berbeda dengan hari ini.
" Memangnya ada yang salah? dia mengandung anakku,aku hanya ingin memastikan kalau dia menjaga kandungannya_
Plak!!!!
❤️❤️❤️bersambung ❤️❤️❤️