mahasiswi yang tidak haus dengan kehormatan dan bersikap dingin terhadap laki laki
dosen sekaligus tuan muda tampan berhawatak dingin dan mematikan
cerita ini hanya fantadi penulis saja ya... bukannya kisah nyata...
mohon beri dukungannya ya entah apa yang akan terjadi dengan wanita yang bersifat dingin dwngan tuan muda apakah akan merasakan cinta atau akan merasakan kebencian semata atau bahkan mereka adalah saudara kandung
entahlah sya juga blum mengetahuinya ikuti saja terus ceritanya 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V A SYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
setelah proses tranfusi darah selesai dira kini berjalan hendak menemui om refano. saat berjalan melewati lorong dia melihat ada seseorang yang sepertinya mencurigakan menurut dira. dira mencoba ingin mengikuti orang tersebut tetapi terhenti karena mendapat sapaan dari seseorang.
"nona dira, apa yang anda lakukan mengendap endap seperti itu?"
"oh asisten riko, tidak apa apa hanya saja ada sedikit yang menggabggu pikiranku saat ini"
"baik nona saya permisi dulu" ucap asisten riko dengan sedikit membungkukkan badannya dan kemidian pergi berlalu menibggalkan dira.
dira kini mencari orang itu tapi dia sudah tidak menemukannya. akhirnya dira kini berjalan menuju ruang tunggu operasi dia melihat disana om refano sudah tidak sendirian dia kini telah bersama diego. setelah sampai di ruang tunggu dira segera duduk
"dira terima kasih nak telah mendonorkan darahmu" ucap refano.
"ah tidak apa apa om bukannya kita harus saling menbantu om" jawab dira
diego melihat dira dengan penuh tanya mengapa bisa dia ada di sini batinnya
dira yang melihat keberadaan diego hanya melemparkan senyumannya.
dira kemudian duduk menunggu kabar dari dokter.
tak lama dokter keluar dan operasi dini berjalan dengan lancar kini dini di pindahkan di ruang ICU.
"om maaf tidak bisa, Dira harus pulang ke rumah In Syaa Allah nanti malam dira akan kembali lagi menjenguk tante om" ucap dira setelah melihat jam yang tertera di jam tangannya sudah menunjukkan jam 16.00
"baiklah terima kasih karena telah menolong istri om" refano
"tidak mengapa om saya permisi assalamualaikum" dira
"tunggu nak dira" dira yang mendengar langsung menatap refano "bukannya kamu tidak bawa mobil nak" lanjut refano
mobil dira dia tinggalkan di parkiran mall tadi dia kerumah sakit dengan ambulance menemani dini.
"saya akan mengantar dira pulang dulu pah" diego
"tidak perlu kak saya bisa pulang dengan taxi"
"tidak apa apa biar saya antar" ucap diego berjalan dan dengan refleksnya menggenggam tangan dira. dira hanya mengikuti diego mungkin ini masih bagian dari aktingnya sebagai kekasih diego.
setelah keluar dari lobi rumah sakit dira berdehem agar tangannya bisa segera di lepaskan oleh diego.
khmm khmm
diego menghentikan langkahnya dan melihat dira. sedangkan dira menatap tangannya yang masih di genggam oleh diego. diego langsung melepaskan tangan dira dan meminta maaf kemudian melanjutkan lagi langkahnya.
kini diego mengantar dira pulang. diego hendak menanyakan perihal mamanya kepada dira tapi tidak tahu harus memulainya dari mana.
sementara itu dira merasakan ada sesuatu yang membuat diego resah dira melihat kegelisahan diego. "kak Yego jika ingin mengucapkan sesuatu ucapkanlah kak jangan di pemdam"
"sebenarnya saya ingin menanyakan kenapa mama bisa seperti itu"
dira menceritakan kejadian di toulet restoran.
dira tafi sedang akan melakukan rapat di sebuah restoran di salah satu mall tanpa sengaja bajunya terkena noda saus saat pelayan tidak sengaja menjatuhkan pesanan orang lain tepat di meja dira. dira hendak membersihkan bajunya di toilet dan saat dira membuka pintu toilet. dira melihat seorang wanita paruh baya telah tergeletak di depan pintu dengan banyak darah uang mengalir dari perut wanita itu. dira memanggil meminta pertolongan tak lama manajer restoran datang dan segera menghubungi team medis.
"siapa yang melakukan itu pada mama" tanya diego.
"justru itu yang ingin saya tanyakan apa kamu memiliki musuh di luaran sana?" ucap dira.
diego terlihat memikirkan sesuatu.
"kak yego bisa antarkan saya ke mall saja saya ingin mengambil mobilku do sana"
"tidak usah berikan saja kunci mobilmu pada saya nanti biar supir yang mengantarnya ke rumahmu" dira yang mendengarnya hanya diam sementara diego terus memikirkan siapa yang telah mencelakai mamanya.
🌺🌺🌺
di tempat lain..
"ah sial mengapa harus ada orang yang melihat dia harusnya sekarang itu dia sudah tinggal naman saja akhhh.." teriaknya dengan frustasi.
"ahh sepertinya gadis itu memikiki hubungan dengan keluarga itu. baiklah akan aku hancurkan wanita itu juga yang telah menggagalkan rencanaku"
orang itu kini sedang membakar sebatang rokok dan menghirupnya lalu menghempaskan asapnya melambung ke udara...
dia kemudian mengikat rambutnya dan menelpon seseorang.
"halo"...
"....."
"terus awasi tempat ibu dini di rawat. jika ada peluang segera hempaskan dia dan jangan biarkan dia hidup" perintahnya melalui telepon.
🌺🌺🌺
diri kini sudah sampai di rumahnya dan memberikan kunci mobilnya ke pada diego. setelah mengantar dira. diwgo kini kembali kerumah sakit menjaga mamanya...
belum sampai ia di rumah sakit ia menelpon seseorang
tuut... tuuut..
"berikan pengawasan ketat di kamar rawat mama"
"..."
"cari pelakunya periksa semua cctv di mall xx dan restoran zzz"
setelah mengatakan itu diego langsung mematikan sambungan teleponnya.
dan segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit tempat mamanya di rawat.
cerita nya bagus, tapi banyak sekali kata yang hilang, huruf yang salah,
mohon sebelum di phost, di telitii terlebih dahulu,
kita hanya membaca, memberi semangat, dan meluruskan,
semangat terus Thor,
----------------------------------
SEMOGA SuperWin😂