NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8 penyesalan di Depan Ruang ICU

Beberapa jam kemudian, Rina dipindahkan ke ruang ICU. Tubuhnya yang mungil kini dikelilingi kabel-kabel monitor dan selang oksigen yang membantunya bernapas. Gus Azkar hanya bisa melihatnya dari balik kaca besar.

Ia teringat betapa galaknya ia tadi, betapa tegasnya ia melarang Rina sekolah, dan betapa ngerinya ancaman yang ia lontarkan. Sekarang, di depan matanya, "milik" yang ia klaim dengan sombong itu sedang terbaring tak berdaya, menjauh darinya ke alam bawah sadar yang tak tersentuh.

Azkar menyandarkan keningnya di kaca dingin itu. Air matanya menetes—untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.

"Bangun, Dek... Mas janji," bisik Azkar lirih, suaranya tercekat oleh isak tangis. "Mas janji akan kembalikan sekolahmu. Mas janji akan kembalikan kebahagiaanmu. Tolong jangan pergi dengan cara seperti ini. Mas belum sempat minta maaf..."

Di ujung koridor, Bian menatap Azkar dengan kebencian sekaligus kasihan. Ia tahu, jika Rina tidak bangun, kedua pria ini akan hidup dalam neraka penyesalan seumur hidup mereka.

____________________________________________________Rina sekarang dalam keadaan koma, dan Gus Azkar benar-benar hancur.

____________________________________________________

Di tengah suasana yang sudah sangat hancur itu, suara langkah kaki kecil yang berlari terdengar mendekat. Itu Ila, sahabat karib Rina sejak SMP yang sudah menganggap Rina seperti kakaknya sendiri. Ila adalah satu-satunya orang yang tahu setiap tetes air mata Rina dan setiap curhatan pilu tentang mimpinya yang terkubur.

"Bak Rina! Bak!" teriak Ila dengan suara serak.

Begitu sampai di depan kaca ruang ICU, langkah Ila terhenti mendadak. Matanya membelalak menatap tubuh Rina yang terbaring kaku dengan berbagai selang menempel di tubuhnya. Rina yang ceria, Rina yang selalu merangkulnya, kini tampak seperti boneka kayu yang tak bernyawa.

Tangisan yang Menyayat Hati

"Bak Rina kenapa? Kenapa bisa jadi seperti ini?!" Ila menoleh ke arah Gus Azkar dan Bian dengan tatapan menuntut. "Tadi pagi dia masih pakai kebaya, dia bilang dia takut... dia bilang dia nggak mau... kenapa sekarang dia tidur di sana?!"

Ila histeris. Ia memukul-mukul kaca ICU, mencoba memanggil jiwa sahabatnya yang sedang berkelana entah di mana. "Bak, bangun! Katanya mau lulus bareng? Katanya mau kuliah bareng Ila? Bak Rina bohong!"

Gus Azkar hanya bisa menunduk, tak sanggup menatap mata Ila yang penuh kejujuran itu. Setiap kata yang keluar dari mulut Ila adalah tamparan bagi egonya.

Kesedihan yang Tak Tertahankan

Ila terus meracau, menceritakan betapa beratnya hari-hari Rina belakangan ini. "Bak Rina itu capek! Dia cuma mau dimengerti, bukan dipaksa! Kalian semua jahat!"

Napas Ila mulai memburu. Wajahnya memucat, oksigen seolah hilang dari sekitarnya karena rasa sedih yang terlalu menghimpit dada. Kepalanya terasa sangat ringan, dan pandangannya perlahan menggelap.

"Bak... jemput... Ila..."

Bruukk!

Ila jatuh jatuh pingsan di lantai koridor, tepat di hadapan Gus Azkar. Kesedihan yang luar biasa karena melihat "kakaknya" dalam kondisi koma membuat tubuh mungil itu tak sanggup lagi menopang beban emosi.

Kini, koridor rumah sakit itu semakin mencekam. Satu gadis sedang bertaruh nyawa di dalam ruangan, sementara sahabat terbaiknya terkapar tak berdaya di luar.

Gus Azkar memejamkan mata rapat-rapat, hatinya hancur berkeping-keping. Ya Allah... apa yang telah aku perbuat? Aku tidak hanya menghancurkan satu nyawa, tapi juga semua orang yang mencintainya.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!