Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.
Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!
Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.
Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Terungkap pelakunya.
Halo guys maaf telah membuat kalian menunggu karena emak baru bisa melanjutkan novel ini sekarang, disini emak mau benar-benar minta maaf bagi pembaca setia emak khususnya yang sudah berkenan mampir ke novel Gairah satu malam wanita dewasa.
Karena satu dan lain hal novel ini jadi terbengkalai dalam waktu yang sangat lama, tapi novel ini pasti akan dilanjutkan sampai tamat! Per-hari ini emak akan menyelesaikan dan update rutin setiap hari untuk menyelesaikan novel ini.
Namun ada satu hal yang perlu emak sampaikan, jika aku hadir kembali di noveltoon hanya untuk menyelesaikan kedua novel emak yang belum tamat, setelahnya mungkin tidak akan ada novel baru lagi yang emak buat di noveltoon ini, jadi hanya untuk menuntaskan apa yang sudah dimulai ya guys, tapi untuk membuat novel terbaru lagi emak belum bisa. Happy reading guys 😊😊
Ketika hasil tes DNA bayi dalam kandungan Claire telah sampai di kediaman Daddy Liam, mommy Ameera segera menelpon Mateo yang saat ini sedang nongkrong disalah satu cafe bersama dengan teman-temannya, sementara Claire menghubungi Mommy Tiffany dan Daddy Xander agar keduanya bisa segera datang dan menyaksikan bersama-sama siapa sebenarnya pelaku yang sudah tega melakukan hal itu pada Puteri mereka.
Kring..
Kring..
"Halo,"
"Halo mom, mom hasilnya sudah ada!" kata Claire dengan nada terbata-bata karena menahan tangis.
"Maksudmu hasil tes DNA bayi dalam kandunganmu itu Claire? Rumah sakit telah mengirimkannya?" tanya Mommy Tiffany yang kembali menegaskan.
"Iya, Mommy dan Daddy cepatlah kemari! Aku sangat takut mengetahui hasilnya,"
"Iya sayang, kau tenang jangan terlalu dipikirkan! Mommy dan Daddy akan segera kesana!"
"Oke mom, aku tunggu,"
Claire pun menutup panggilan teleponnya, kemudian Daddy Liam pun menghampiri Claire.
"Jangan khawatir, pelakunya akan menerima hukuman yang setimpal!"
"Iya Dad, aku bersumpah akan menjebloskan pelakunya kedalam penjara," kata Claire.
"Ya, Daddy akan membantumu Claire, mom bagaimana apa Mateo sudah bisa dihubungi?"
"Belum Dad, tidak diangkat dari tadi!"
Mommy Ameera kembali menelpon Mateo karena sejak tadi Mateo tidak mengangkat teleponnya, Mateo yang baru saja kembali dari toilet kemudian kembali duduk bersama dengan teman-temannya.
"Teo, handphonemu terus berdering sejak tadi!" kata Tom.
"Oh ya?"
Mateo pun mengambil handphone miliknya yang dia tinggal diatas meja cafe, rupanya panggilan mommy Ameera kembali berdering.
"Halo mom,"
"Teo, kau kemana saja? Mommy sejak tadi menghubungimu, kenapa tidak diangkat-angkat?"
"Maaf mom, aku baru saja kembali dari toilet! Ada apa?"
"Pulang sekarang, rumah sakit telah mengirimkan hasil tes DNA itu!"
Mateo pun terdiam setelah mendengar kabar itu dari Mommy Ameera, entah harus senang atau sedih jika kenyataan yang dinanti-nanti oleh semua orang ini akan segera terungkap! Yang jelas, Mateo hanya tidak ingin kehilangan Claire dan hanya ingin menjalani rumah tangganya dengan Claire dengan bahagia.
"Teo, halo! Halo!"
"I-iya mom, Teo pulang sekarang,"
"Oke, cepatlah nak Claire sangat membutuhkanmu disini dia sangat terlihat gugup dan stres,"
"Iya mom!"
Mateo pun menutup panggilan teleponnya, kemudian segera mengambil tas miliknya.
"Guys, aku harus pulang sekarang hasilnya sudah keluar!"
Semua teman-teman Mateo pun ikut terkejut karena sebentar lagi mereka akan mengetahui siapa pelakunya, yang pasti mereka juga tidak ingin selamanya dicurigai oleh Claire karena dianggap ayah dari bayi yang dia kandung, terutama Tom! Dia sangat ingin ikut dengan Mateo.
"Apa perlu aku ikut denganmu?" tanya Tom.
"Tidak perlu, nanti kalian pun akan segera mengetahuinya," kata Mateo.
Kemudian Mateo buru-buru pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya, sementara Jason yang merupakan salah satu teman Mateo yang ada di pesta saat itu terlihat berkeringat dingin.
"Jason, kau kenapa terlihat gugup? Atau jangan-jangan kau?" kata Tom.
Saat Mateo tiba di rumahnya, mobil Xander dan Tiffany pun baru saja tiba! Mereka bertiga langsung bersamaan masuk kedalam rumah, di ruangan keluarga sudah berkumpul Claire, Daddy Liam, mommy Ameera, Oma Britney Oma Joanna, Opa Daniel dan Opa Elrald, yang turut ingin mengetahui pelaku sebenarnya.
Mommy Tiffany segera memberikan pelukan pada Claire agar gadis itu bisa sedikit lebih tenang, sementara Mateo duduk ditengah-tengah kedua orangtuanya.
"Baiklah, siapa yang akan membuka amplop ini?" tanya Daddy Liam.
"Sebaiknya biar Opa Daniel saja yang membukanya!" kata Mommy Ameera.
Akhirnya mereka semua pun sepakat untuk Opa Daniel yang membuka dan melihat amplop tersebut, otomatis Opa Daniel yang akan pertama kali mengetahui siapa pelakunya. Terlihat Opa Daniel menarik nafas panjangnya sembari kedua tangannya mulai membuka amplop tersebut.
Setelah itu diambilnya kertas hasil tes DNA dari dalam amplop, Opa Daniel membacanya secara seksama hingga kebagian bawah akhir yang berisi siapa Ayah biologis dari anak yang dikandung oleh Claire.
Kedua mata Opa Daniel terbelalak ketika melihat satu nama yang dinyatakan cocok sembilan puluh sembilan persen DNAnya dengan bayi dalam kandungan Claire, Opa Daniel pun tidak habis pikir dengan kenyataan yang harus diterima oleh semua orang yang ada disini.
"Siapa pelakunya Opa?" tanya Claire.
"Mateo, apa-apaan ini?" tanya Opa Daniel.
Pertanyaan Opa Daniel dan tatapan Opa Daniel terhadap Mateo, membuat semua orang yang ada didalam ruangan ini ikut menatap penuh tanya pada Mateo, sementara Mateo hanya bisa tertunduk dan tidak berani menatap wajah Claire.