DI LARANG KERAS PLAGIAT, TAMBAL SULAM DLL !! YANG NEKAT PLAGIAT SEMOGA KENA AZAB PEDIH DARI TUHAN
Pernikahan dengan menjalani LDR an sungguh berat dan rawan godaan.
Suatu rumah tangga ketika bertemu Pelakor atau Pebinor adalah suatu momok yang menakutkan. Konflik dilema cinta dan kebucinan non hakiki yang membutakan mata hati serta logika manusia sehingga mengorbankan pasangan dan anak serta menggoyahkan keutuhan rumah tangga.
Jessy seorang ibu rumah tangga punya dua buah hati kembar bernama Graham dan Gisella yang masih berusia lima tahun harus menelan pil pahit kala ia mendapati Revan suaminya ternyata memiliki wanita idaman lain. Apalagi sang pelakor tersebut adalah istri dari pemilik kebun teh tempat suaminya bekerja yang haus akan belaian kasih sayang lelaki dengan teganya merebut suami dari wanita lain. Sebuah kesetiaan cinta dalam maghligai pernikahan tengah dipertaruhkan atas suatu pengkhianatan cinta.
Bagaimana nasib rumah tangga keduanya? Simak kisah mereka📌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran Dadakan
"Apa kamu sudah lewat masa iddah?" tanya Rian dengan tegas.
"Hah..." respon Jessy terkejut mendengar pertanyaan Rian barusan. Ia berpikir apa telinganya sudah menurun fungsi pendengarannya.
"Kok bengong? Apa pertanyaanku salah ya?" ucap Rian tanpa basa basi bukan iklan rokok ya sobat.
"Ehm, gak salah kok Mas Rian hanya saja cukup kaget saja dengan pertanyaan Mas" ucap Jessy seraya menunduk tak berani menatap lelaki di hadapannya ini.
"Lalu jawaban atas pertanyaaku tadi bagaimana?" Ucap Rian setengah merajuk dengan mimik wajah yang mendadak cemberut seakan seperti anak kecil yang tidak dibelikan es krim oleh Mamanya.
Pertanyaan Rian pun terhenti sejenak kala mobilnya telah memasuki area sebuah Mall dan mereka berdua memutuskan berjalan dalam diam. Jessy terus mengikuti langkah Rian karena dirinya tak pernah masuk ke mall sebagus dan semewah seperti sekarang. Dahulu paling ia diajak tetangga kampungnya ke mall murah seperti pasar grosir atau Tanah Abang saja.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam sebuah Mall Pacific Place yang berada di kawasan Jendral Sudirman. Lalu Rian mengajak Jessy untuk mencoba makanan ala western yang cukup terkenal lezat di sana. Akhirnya langkah mereka memasuki restoran yang bernama Benedict yang terletak di lantai empat. Saat keduanya memasuki area restoran banyak mata memandang keduanya sebagai pasangan suami istri yang begitu serasi karena satunya tampan dan gagah serta yang wanitanya lemah lembut nan cantik. Padahal mereka kini masih berstatus sebagai orang asing bukan suami istri.
Walau Rian dengan Jessy berbeda usia hampir lima belas tahun namun kegagahan Rian dan pesonanya tak kalah dengan pemuda usia tiga puluh tahun. Hal ini dikarenakan lelaki ini rajin olah raga dan makan makanan yang sehat serta menjaga pola istirahat yang cukup walau pekerjaan sebagai pemilik perusahaan cukup padat.
"Aduh Mas Rian kenapa bawa saya makan di sini nanti saya gak kuat bayarnya?" bisik Jessy polos membuat Rian terkekeh.
"Aku yang traktir biar kamu gak makan ketoprak terus. Sesekali bolehlah menyenangkan diri sendiri apalagi jika menyenangkan wanita yang dicintai apa itu salah?" tanya Rian dengan senyum sumringahnya.
Pria parlente ini paham bahwa wanita yang di depannya ini berbeda dengan mantan istrinya dahulu. Wanita di depannya sekarang adalah sosok yang sederhana, bersahaja dan rendah hati serta tak suka berfoya-foya sehingga membuatnya dapat berdiri sendiri dengan kakinya tanpa mengemis belas kasihan dari orang lain terlebih sejak berpisah dari Revan suaminya. Jessy wanita yang unik dan pekerja keras menurutnya.
"Gak juga sih Mas Rian, hanya saja saya tak terbiasa ke sini takutnya memalukan kamu" ucap Jessy seraya menunduk.
"Masa iddah kamu apa sudah lewat? Pertanyaanku tadi masih terjeda belum terjawab dan aku menanti jawabannya" tanya Rian kembali seraya menatap Jessy dengan sorot mata yang tegas namun terpancar kesungguhan.
"Sudah Mas Rian tepatnya tiga bulan lalu masa iddah saya sudah terlewati. Memangnya kenapa Mas?" tanya Jessy dengan polosnya.
"Apa sudah ada lelaki yang meminangmu saat ini atau tengah dekat denganmu sebagai kekasih misalnya?" tanya Rian.
"Belum ada Mas. Namun aneh tahu Mas hahaa.. siapa juga yang mau sama janda miskin seperti saya ini dan punya buntut dua anak pula. Lagipula usia juga sudah tak lagi muda ada-ada saja bercandanya Mas Rian ini apa tadi kekasih atau pacar. Ya ampun dikira abege main pacar-pacaran" tutur Jessy sambil tertawa karena menurutnya pertanyaan Rian agak menggelitik sehingga terlihat lucu dari sudut pandangnya.
"Apa aku boleh melamarmu Jes, sebagai calon istriku sekaligus calon ibu sambung untuk kedua buah hatiku dengan Imel serta calon ibu kandung untuk anak-anak kita kelak yang akan lahir dari rahimmu dan semoga aku menjadi Ayah sambung yang baik juga untuk Graham dan Gisella?" ucap Rian seraya ia mengeluarkan sebuah gelang emas putih sepasang bertatahkan berlian sebagai tanda keseriusan lelaki ini melakukan lamaran mendadak pada wanita yang mendadak masuk di relung hatinya sejak beberapa waktu silam dan dipertemukan kembali oleh garis takdir yang tak disangka-sangka baginya
🍁🍁🍁
Coretan Othor Tidak Solehot :
Say YES or NO untuk couple kita yang unyu-unyu di awal tahun 2023 ini?
💋RJ💋Bukan ROMEO dan JULIET sobat
Tapi RIAN JESSY💋xixi...xixi...
1. cepat karna ada yang dikejar (kejar jodoh meski untuk keduakalinya takup kena salip)
2. cepat karna udah kebelet service jangan sampai turun mesin
😅😅😅😅
sesama yang disakiti mau mencoba bersatu (kasian deh loh para mantan)
cerita nya juga menarik, singkat, dan padat... gak bertele-tele.. seneng bacanya 👍👍👍👍🤗🤗🤗
banyak hikmah dan pembelajaran yg bisa dipetik 👍👍👍👍🤗