Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.
Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.
Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.
Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32.
Cindy menghambur ke arah Liam, dan mencoba untuk merebut tablet itu dari tangan Liam.
"Tidak! jangan lihat David! mereka pasti merekayasa hasil rekaman itu, agar kamu salah paham padaku!!!"
Dengan tatapan dingin Liam melirik Cindy, tatapan peringatan yang tajam untuk David.
Dan David menyadari lirikan dingin Liam pada Cindy.
"Cindy! apa yang kamu lakukan!!" kata David mendorong tubuh Cindy.
Cindy menjadi panik melihat tablet itu telah berada di tangan David.
Ia hanya bisa saling merangkul bersama Ibunya, dengan harap cemas menunggu amarah dari David setelah melihat hasil rekaman cctv.
Mata David nanar melihat apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Cindy sampai mengadu padanya untuk segera datang ke toko pakaian tersebut.
Rekaman memperlihatkan bagaimana Cindy bergegas menghadang langkah Stefan dan Lara, dan kemudian disusul Anna datang menghadang Stefan dan Lara.
Lalu Cindy menunjuk Lara dengan raut wajah, yang terlihat marah sambil mengatakan sesuatu.
Ternyata Cindy dan Anna yang memulai perdebatan dengan Lara, yang sepertinya sangat membenci Lara, melihat cara Cindy menunjuk Lara.
"Bagaimana? apakah kamu sudah lihat seperti apa kejadian yang sebenarnya? istrimu itu selalu ingin berselisih dengan istriku!" kata Stefan dengan begitu tenangnya.
"Oh, iya! kejadian malam waktu itu juga, aku berhasil mendapatkan rekaman cctv di lokasi kami bertemu dengan istrimu itu!" kata Stefan lagi teringat dengan tuduhan palsu Cindy memfitnah Lara.
Liam meraih tablet yang di pegang David, lalu kemudian memberikannya lagi kepada David.
Mata David tidak berkedip melihat rekaman cctv, yang sangat jelas sekali bagaimana Cindy yang pertama menghadang Lara.
Dan dalam rekaman itu sangat jelas memperlihatkan, bagaimana Cindy terlihat dengan raut wajah marah mengatakan sesuatu kepada Lara.
Hingga detik berikutnya Stefan menampar wajah Cindy.
Di tempat mereka berdiri, Cindy dan Anna semakin terlihat cemas saling merangkul lengan.
David perlahan terdengar terkekeh dingin, setelah melihat dua hasil rekaman cctv tersebut.
"Rekaman cctv ini memang terlihat, kalau istriku yang pertama mencari masalah pada perempuan itu! itu hal yang wajar, karena mengingat selama ini perempuan itu selalu menindas istriku!!" kata David menyerah kan tablet kepada Liam.
Mendengar apa yang dikatakan David, sudut bibir Lara hanya menyunggingkan senyuman tipis.
Sementara Cindy dan Anna, yang tadinya begitu cemas, dan panik David akan mengetahui apa yang mereka lakukan pada Lara selama ini, ternyata hanya kekhawatiran yang tidak perlu mereka cemaskan.
Mereka tersenyum senang, dan merasa lega mendengar apa yang dikatakan David.
Cinta David mengalahkan kebenaran yang jelas sekali ia lihat, dan ia berpura-pura tidak melihat sifat asli Cindy.
Sementara Stefan mendengar jawaban David, setelah melihat hasil rekaman yang berhasil ia dapatkan, tidak terkejut melihat reaksi David.
Tangannya mengelus lembut lengan Lara, "Dia dibutakan oleh cintanya, makanya dia tidak perduli seperti apa sifat asli wanita itu" ucapnya pelan pada Lara.
"Cindy penolongnya, tentu saja tidak akan perduli mau bagaimana sikap asli perempuan yang dia cintai itu!" jawab Lara.
"Ohhh, seperti begitu rupanya!"
Stefan baru mengerti kenapa sikap David biasa saja, melihat hasil rekaman yang ia perlihatkan kepada David.
"Liam! kamu urus mereka, aku tidak ingin seorang pun masuk ke toko!" perintah Stefan, lalu membawa Lara untuk duduk pada sofa di depan ruang pas.
"Baik, Tuan!" jawab Liam patuh.
David mengedipkan matanya, setelah mengatakan apa yang baru ia katakan, dan sikap acuh tak acuh Lara dan Stefan mendengar jawabannya.
"Tunggu!!"
David menahan Stefan dan Lara, tapi dengan cepat dihalangi Liam.
"Anda tidak sopan, Tuan Lorenzo! apa kamu tidak terima, kalau Tuan Alden adalah atasanmu?!" tanya Liam dengan tatapan tajam memperingati David.
Sikap David seketika berubah mendengar perkataan Liam, yang memiliki arti dalam satiap kalimat Liam.
"Bu.. bukan begitu! sa.. saya hanya merasa kesal pada wanita itu!!"
"Apa anda tidak tahu, atau pura-pura tidak mau tahu, kalau wanita yang anda katakan itu adalah istri atasan anda?!!"
Raut wajah David sekita pias mendengar nada tajam Liam, sepertinya jabatannya sebagai wakil Direktur sudah tidak memiliki harapan lagi berada di Juorell grup.
"Mulai hari ini, istri dan juga orang-orang terdekat istri anda, tidak diperbolehkan lagi untuk berbelanja di mall mana saja, atas naungan Juorell grup!!" kata Liam memberi peringatan kepada David.
"A.. apa?!!" mata Cindy dan Anna terbelalak mendengar apa yang dikatakan Liam.
Liam mengambil ponselnya, lalu mengetik pesan kepada beberapa pemegang mall Juorell grup.
"Istri anda akan diusir dengan paksa, jika tidak menaati peraturan yang telah berlaku mulai hari ini, dan seterusnya!!" kata Liam lagi memberitahu David.
"Kenapa bisa seperti begitu?! aku tidak mau!!' kata Cindy tidak terima mendengar apa yang dikatakan Liam.
"Terserah anda, Tuan Lorenzo! kalau tidak memberi nasehat pada istri anda, jangan merasa menyesal nanti jika dipermalukan di depan umum!!" kata Liam memperingati David.
"Ayo pergi!!" sentak David pada Cindy.
David melangkah lebih dahulu keluar dari dalam toko, di susul kemudian oleh Cindy dan Anna.
"David, kamu harus menyelidiki kebenaran tentang anak muda itu! apakah benar dia atasan mu, atau tidak!!" kata Cindy dengan langkah cepat menyusul David.
David tidak menanggapi perkataan Cindy, ia semakin mempercepat langkahnya.
"Oh, iya! aku tahu kalau kamu lebih percaya penjelasanku, dari pada rekaman cctv yang mereka perlihatkan padamu!!" kata Cindy tersenyum senang.
Ia meraih lengan David, saat berhasil menyusul langkah David.
Plak!
Tiba-tiba David menepis tangan Cindy, dan semakin mempercepat langkahnya meninggalkan Cindy dan Anna.
Cindy terkejut dengan tepisan tangan David, yang terasa sakit mengenai tangannya.
"Ada apa dengannya? bukankah tadi dia begitu dingin menanggapi rekaman cctv itu?" tanya Anna memandang punggung David yang melangkah cepat di depan mereka.
Perubahan sikap David yang tiba-tiba menepis tangan Cindy, sepertinya tadi di dalam toko David hanya berpura-pura tidak perduli melihat rekaman cctv.
"Kamu harus lebih pandai lagi melunakkan hati David!" kata Anna memperingati Cindy.
"Mungkin dia kesal mendengar Asisten atasannya itu, memperingatinya untuk tidak membiarkan kita berbelanja di gedung mall grup Juorell!" kata Cindy menurut pikirannya.
"Tidak mungkin! dia marah mungkin karena rekaman cctv itu!"
"Apa Mama yakin?"
"Iya! dan mengenai Lara, tidak kusangka pria muda itu ternyata atasan David!"
"Ma, apa kamu yakin anak muda itu atasan David? aku merasa tidak mungkin! pasti dia menyewa Asisten pribadi atasan David, untuk menggertak David saja!!"
"Tidak mungkin! kamu tidak lihat tadi bagaimana Asisten pribadi atasan David itu, begitu menaruh rasa sopan pada anak muda itu?"
"Tapi aku merasa mereka sedang bersandiwara!" jawab Cindy.
Ia masih menganggap anak muda, yang selalu nempel pada Lara sejak bercerai dengan David, hanyalah bagian dari sandiwara Lara saja.
Bersambung........