(Membaca artikel dan mendengarkan musik adalah hobi author,karya pertama untuk readers silakan dibaca ya.🤗)
Membuat sebuah cerita itu sulit tapi bagaimana kalau mengikuti kisah mereka?
Akira pemuda childish yang penuh enerjik!
Haru pemuda tengil yang tampan!
Dan Asa cewek pendiam yang menyukai karakter pertama!
Perjalanan Akira dan kedua temannya bukan hal biasa tapi ketika banyak misteri dan sosok masa lalu datang untuk membuat mereka lebih menerima kehilangan seseorang hal itu malah menjadi alur yang panjang dan menarik!
Yuk ikuti kisah trio karakter yang penuh kejutan dan keunikan tersendiri!
(DON'T PLAIGAT!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 karakter kedua
Apa yang ada dipikiranmu ketika melihat interaksi manis kakak adik?
Gemes?
Atau...
Gak gemes?
...
"Jio kau kemana saja!"teriakan Akira membuat seisi rumah kaget dan anak itu berlari dan langsung melompat kearah adiknya.
Dan untung saja Jio yang mempunyai lengan kekarnya menahan tubuh sang kakak atau tidak mereka berdua akan jatuh bersama kelantai.
"Akira..."desis Jio memanggilnya tanpa embel-embel 'kakak' tapi Akira hanya menunjukkan cengiran khasnya.
"Jio dari mana saja?kau tau saat aku ketiduran tadi siang terus dibangunin bunda untuk makan, Jio udah menghilang aja.Jadi aku keliling rumah buat cari Jio."
"Aku hanya mampir dirumah teman kak."
"Benarkah?"
Jio hanya mengangguk,karna lelah akhirnya dia duduk disofa masih dengan sang kakak yang bergelantungan didepan tubuhnya seperti anak monyet.
"Anak-anak ayah yang ganteng,kalian mau jalan-jalan gak?"sang ayah yang rupanya berada tak jauh dari sana dan sejak tadi melihat interaksi kedua putranya itu akhirnya berbicara.
Jio hanya menatap sang ayah seolah berkata:
'Tumben ayah udah pulang?'
Memang irit bicara sekali putra satunya itu.
"Hari ini ayah bosen lembur terus jadi ayah pulang lebih awal."ucap ayah seolah mengerti dengan tatapan putranya itu.
Perasaan istrinya itu ngidam apa sih?dapat anak modelan batu es kayak Jio.Batin ayahnya.
"Akira mau ke lotte world!"
"Kalau di Jakarta adanya Dufan nak,mau kesana gak?"tanya ayah.
Akira hanya mengangguk selama itu seru jadi dia ikut,mau ke Lawang Sewu pun dia juga ikut supaya kenalan sama jurignya.
Sang ayah mengangguk lalu ngacir kedapur buat ketemu istri tercintanya.
Sementara itu Akira tampak nyaman di pangkuan Jio sambil memperhatikan adiknya yang kini memejamkan matanya.
Wajah Jio sangat tampan,berbeda dengannya yang ada manisnya tapi Jio ada sangarnya dan rahang yang tegas hingga menambah kesan maskulin padanya.
Lihat saja alis tebal yang menukik,hidung mancung,dan bibir tebal yang terlihat merah dan seksi,kedua mata berwarna biru safir seperti Akira,tapi bedanya punya Jio lebih gelap,apalagi ketika anak itu menatap akan terlihat seperti mengintimidasi dan lesung pipi di kedua pipinya ketika dia tersenyum.
Kalau Akira?tentu saja dia punya juga,bahkan saat kecil banyak orang mengira mereka adalah anak kembar.
"Jio adalah adik kakak yang sangat tampan!"
"Aku tau."ucap Jio tiba-tiba membuat Akira terkejut hingga anak itu hampir terjungkal kebelakang kalau saja lengan tangan kekar Jio tak menahan pinggangnya.
"Kukira Jio tertidur...huh!aku kaget tau."
"Maaf."ucapnya singkat.
Akira terkekeh mendengar perkataan maaf adiknya,dari dulu adiknya ini tak pernah berubah.
Jika dia salah maka ia akan langsung meminta maaf duluan.
"Jio pokoknya kita harus tetap bersama ya sampai tua,kalau Jio udah punya keluarga jangan lupa main sama kakak."ucap Akira membuat Jio tersenyum tipis.
"Aku tak akan pernah meninggalkan kakak karna itu adalah sumpahku pada diriku sendiri,kita berdua akan terus bersama bahkan tak ada seorang pun yang dapat memisahkan kita,aku berjanji akan melindungimu dan tak akan membiarkanmu berada dalam bahaya,kau adalah nyawa dan nafasku.Meskipun kita adalah kakak adik tapi aku lebih menyayangimu dari pada saudara kau adalah orang yang paling berarti bagi hidupku jadi tetap di sisiku agar aku bisa terus mengawasi dan menjagamu."ucap Jio tulus.
Kedua mata Akira berkaca-kaca saat mendengar kata-kata adiknya itu.
Adiknya ini pandai sekali merangkai kata-kata hingga membuatnya terharu.
Dia juga sangat menyayangi Jio melebihi dirinya sendiri dan mungkin rasa sayang mereka lebih besar dari orang lain.
"Jio aku sangat sangat menyayangimu huhu..."ucap Akira memeluk Jio erat.
(Maksud Jio rasa sayangnya bukan melebihi kata suadara ya tapi dia itu menganggap Akira separuh hidupnya bukan dalam percintaan tapi rumahnya.)
...
Sementara itu dirumah Haru.
Haru saat ini tengah bermain dengan Hana.
Well...
Bagaimana bisa?
Itu karna paksaan gadis kecil itu,sebenarnya Haru tak membenci Hana tapi rasa iri nya memang membuatnya benci.
Tapi karna sekarang situasi berubah dan ibunya kembali memperhatikannya dia juga mulai terbuka pada keluarganya.
Bagaimana pun,Haru masih ingin merasakan kasih sayang keluarga.
"Anak-anak ini cemilannya!"seru Seina mengampiri putra dan putrinya yang sedang bermain monopoli.
Seina terkekeh saat wajah Haru yang kesal karna berkali-kali dia masuk penjara dan membayar uang hingga uangnya kini menipis.
Masa calon pebisnis kalau sama anak kecil?begitulah pemikiran Haru.
"Hei kau curang!"ucapnya sambil menuding Hana yang menatapnya polos.
"Curang apa kak?kan peraturannya gitu."ucap Hana membela diri.
"Tapi kenapa aku terus menginjak wilayahmu!itu membuat uangku akan habis karna membayar denda tau!"ucap Haru.
Seina akhirnya tertawa karna tak bisa menahan tawanya lagi,dia mengelus rambut Haru lembut dan menatap putrinya.
"Hana kau harus mengalah pada kakakmu,lihat dia kehabisan uang."
Hana memiringkan kepalanya binggung,tapi setelah itu mengangguk menyiakan karna tak mau kakaknya ngambek dan tak bermain dengannya lagi.
Sedangkan Haru tersenyum kemenangan.
Ternyata mudah saja dia membujuk dua orang wanita didepannya itu.
Apakah ini efek dari aksi gilanya?kalau iya maka mungkin dia akan melakukan lagi hehe...
Oh ya,sepertinya dia lupa untuk berterima kasih pada Asa,kira-kira gadis itu mau apa ya?kalau soal hadiah Haru sama sekali tak tau kesukaan gadis itu.Dulu dia pernah memberi kado ulang tahun untuk Asa yaitu boneka Barbie yang bisanya digemari gadis kecil,tapi bukannya senang Asa hanya menerimanya dengan wajah datar, lalu saat dia pergi kerumah Asa Barbie itu sudah tergantung di kamarnya sebagai hiasan tanpa kepala.
Ngeri kan...
Ah mungkin Haru akan menanyakan itu pada Akira,sahabat baiknya itu kan sudah menjadi kekasih Asa otomatis mereka pasti tau kesukaan masing-masing.
Atau saat dikampus dia akan mentraktir temannya itu makan soto ayam karna jika kekantin Asa selalu pesan soto ayam.
Ide bagus kan!
...
Seseorang bisa berubah seiring waktu setelah merasakan efek butterfly.
Apa itu efek butterfly?
Istilah butterfly effect adalah gagasan umum yang sering ditemukan pada kisah-kisah fiksi ilmiah dewasa ini. Seperti kembali ke masa lalu untuk mengubah masa depan.
Gagasan mengenai perubahan kecil dapat menimbulkan konsekuensi besar tersebut berawal dari istilah butterfly effect. Tahukah kamu alasan di baliknya?
Asal istilah butterfly effect dikutip dari Scholarpedia, akar istilah butterfly effect benar-benar bermula di bidang ilmiah. Dari seorang meteorolog bernama Edward N Lorenz (1917-2008) yang menemukan kata itu saat terjadi tornado di Texas.
(Visual Jio ganteng kan???)