NovelToon NovelToon
SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR

Status: tamat
Genre:Spiritual / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Perperangan / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: adicipto

"Kekuatan mengendalikan segalanya, tanpa kekuatan, kau tak bisa melindungi apapun, bertahanlah apapun yang terjadi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adicipto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iblis berkulit Manusia

***

Rumah yang digunakan oleh Kelompok Bayangan Bulan yang ada di Desa Tinsang ternyata adalah markas cabang sementara saja, Fang An mengorek informasi semuanya dari ke 13 anak itu.

Tidak hanya itu, Fang An juga menanyakan gambaran situasi di sekitar markas, baik dari segi jalan, penjagaan, serta berapa keseluruhan para anggota Bayangan Bulan di desa Tinsang.

Jika dari luar, markas yang digunakan akan terlihat seperti rumah penduduk desa yang sederhana,Tentu tidak akan ada yang akan mengira jika rumah itu adalah markas Kelompok Bayangan Bulan.

Kelompok Bayangan Bulan sendiri adalah kelompok yang tidak diketahui oleh banyak orang, sebab Kelompok ini tidak seperti Kelompok Lembah Hantu, bahkan kelompok yang terkecil sekalipun seperti Kelompok Pisau Terbang dan Kelompok Singa Putih yang cukup dikenal luas di Kota Chang Lan.

Untuk di markas cabang yang ada di Desa Tinsang, ada 9 orang, dua orang biasa dan 7 orang Kultivator, dua orang biasa itulah yang akan beroperasi, sebab jika seorang Kultivator yang beroperasi pasti akan mudah di curigai.

Kedua orang yang beroperasi kedua-duanya adalah wanita dan salah satunya adalah Xia Yishi.

Taktik seperti itu memang sangat efektif, buktinya Fang An sendiri yang tidak merasakan apa-apa kecuali hanya menjaga jarak dan selalu waspada, nyatanya dirinya tetap tertangkap juga.

"Kakak, apakah kakak juga seorang Kultivator?" seorang anak berusia 7 tahun bertanya kepada Fang An.

Fang An mengangguk yang disertai dengan senyuman, dia melihat ke seluruh ruangan yang agak gelap dan pengap itu dimana cahaya disana hanya mengandalkan satu lampu minyak saja, terlebih lagi hari sudah malam.

Seorang penjaga datang ke penjara mereka dengan memegang semangkuk makanan yang isinya hanyalah nasi tanpa ada lauk apapun.

"Ini makanlah..!" ucap penjaga itu dengan mendorong semangkuk nasi itu dari balik jeruji sehingga mangkok tersebut miring dan akhirnya nasi didalamnya tumpah.

"Makan dan habiskan, besok kalian harus bersiap karena ada tiga orang yang akan datang untuk memilih kalian!" kata penjaga itu dengan nada keras membentak setelah itu dia keluar meninggalkan mereka.

Ke 13 anak segera mengerumuni makanan yang tumpah dan makan tanpa peduli apakah rasanya enak atau tidak.

Hati Fang An terasa renyuh melihat hal itu, dia tidak tega melihat penderitaan mereka semua, apalagi mereka hanya di kasih semangkuk nasi untuk di makan oleh anak sebanyak itu.

Walau Fang An bukan keturunan seorang bangsawan, namun sejak kecil hidupnya cukup terjamin. Fang tidak kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya sehingga membuat dirinya menyadari jika masih ada anak-anak di luar sana yang tidak seberuntung dirinya.

"Kakak tidak makan?" tanya anak kecil itu serta mengulurkan nasi yang tidak sampai satu suapan kepada Fang An agar ikut makan.

Fang An ingin menolak, namun mengingat niat baik anak kecil itu, dia menerima sesuap nasi itu kemudian memakannya, semua itu demi menjaga perasaan anak kecil itu, dan tidak terasa mata Fang An berair karena merasa kasihan kepada mereka semua.

"Keterlaluan sekali mereka, bisa-bisanya mereka memperlakukan anak-anak ini seperti binatang" gumam Fang An seraya mengepalkan tangannya dengan erat.

Tanpa Fang An sadari saat dirinya marah, aura merah samar muncul dari kepalan tangannya kemudian aura tersebut menjalar dan memenuhi seluruh tubuh Fang An.

Percikan cahaya kilatan petir juga muncul, walau kemunculannya hanya sepersekian detik saja, hanya saja cahaya yang mirip petir itu muncul berkali-kali.

Semua anak di dalam ruangan terkejut melihat tubuh Fang An yang tertutupi oleh aura merah samar yang aneh, terlebih lagi ruangan yang pengap kini mulai terasa sedikit panas.

"Fang An, kamu berhasil membentuk Spirit Root Elemen Api pertamamu, terlebih lagi kamu juga sudah naik ke Tingkat 2!" kata Feng Huang.

Fang An yang tidak mengetahui hal itu melihat telapak tangannya serta seluruh tubuhnya yang di selimuti oleh Aura merah samar, belum lagi kilatan-kilatan cahaya petir halus yang juga terlihat muncul berkali-kali.

"Kenapa bisa? Dan cahaya putih ini seperti cambuk petir milik guru!"

"Itu adalah esensi elemen petir yang hampir terbentuk, jika aku tidak salah prediksi, kemungkinan besar pemicu naiknya tingkat kemampuanmu karena pertarungan mu sebelumnya dengan ketiga Yu Zhe yang memiliki tingkat 4 dan 5, dan sekarang dikuatkan dengan rasa amarahmu, hal ini juga bisa membuat Esensi Api mu yang hampir jadi kini sudah terbentuk!" ucap Feng Huang.

Fang An merasakan jika pusaran Qi nya juga bertambah, bahkan dia merasakan seperti ada sesuatu di dalam tubuhnya.

Dengan cepat Fang An segera bermeditasi untuk mengontrol aura merah yang tercipta dari Spirit Root Elemen Api pertamanya.

Padahal dulunya Fang An sempat mengeluarkan aura Biru samar yang juga memiliki hawa panas, namun sekarang auranya justru berwarna merah.

Fang An menghirup nafas secara perlahan-lahan kemudian dia menghembuskan angin keruh yang juga mengandung hawa panas.

"Yu Zhe Tingkat 2, rasanya sedikit berbeda dari sebelumnya!" gumam Fang An tanpa memperdulikan tatapan semua anak yang ketakutan melihat Fang An.

"Maafkan aku karena telah membuat kalian ketakutan, sebaiknya malam ini kalian semua istirahat, dan besok aku akan berusaha mencari cara untuk membebaskan kalian!" kata Fang An.

Salah satu dari mereka ingin mengatakan sesuatu, namun mengurungkannya dan hanya bisa mengangguk, walau hatinya ingin mengatakan jika Fang An tidak perlu melakukan apapun yang bisa mengancam nyawanya.

Setelah semuanya beristirahat, Fang An memperhatikan tubuh masing-masing dari semuanya, dan dengan tangan yang menggenggam erat, Fang An menatap ke arah Kertas Mantra Sihir yang menggembok pintu jeruji besi.

"Kamu harus memanfaatkan situasi besok Fang An, penjaga tadi bilang akan ada orang yang akan datang untuk memilih dan membeli mereka, jadi kamu gunakan kesempatan ini untuk membuat kekacauan!" kata Feng Huang.

"Apa guru memiliki ide?" tanya Fang An.

"Ada! Besok kamu pancing mereka semua keluar dan buat kegaduhan agar para anggota itu terfokus pada dirimu, namun sebelum itu, kamu sampaikan dulu rencana ini kepada anak-anak ini agar mereka bersiap untuk kabur saat dirimu menarik perhatian para penjahat ini dengan kerusuhan!" kata Feng Huang.

"Tapi guru, salah satu dari mereka ada seorang Yu Zhi, aku tidak mungkin sanggup menghadapi orang itu!" kata Fang An.

"Karena hanya satu orang saja, aku bisa meminjamkan sedikit kekuatanmu padamu, jadi pastikan dulu kamu sudah mengalahkan yang lain yang memiliki kemampuan Yu Zao!" kata Feng Huang.

"Baik, aku akan mengikuti rencana guru!"

Fang An mulai mensimulasikan semuanya, dia mungkin bisa mengalahkan enam orang Yu Zao, hanya saja dia harus berhati-hati dengan seorang Yu Zhi, sebab dirinya tidak mungkin bisa melawannya.

Untuk pinjaman kekuatan sendiri dari Feng Huang, Fang An masih belum bisa memprediksikan, sebab dia tidak tahu kekuatan pinjaman itu akan sekuat apa.

Fang An membaringkan tubuhnya, hanya saja dia tidak bisa tidur karena memikirkan masalah yang akan segera dia hadapi, dan akhirnya selama semalaman penuh dia tidak bisa tidur.

***

Sesuai yang dikatakan oleh Feng Huang, Fang An menyampaikan rencananya kepada para anak-anak saat mereka semua sudah bangun, setelah itu mereka semua hanya bisa menunggu para Penjaga datang membawa orang yang rencananya akan membeli salah satu dari mereka.

Setelah cukup lama, akhirnya pintu balok di buka, lalu beberapa kaki orang terdengar menuruni tangga.

Lima sosok orang satu perempuan berusia 40 tahunan, dan dua orang pria gemuk dengan pakaian rapi serta mahal, ditemani oleh dua pria penjaga berdiri di depan tahanan.

"Tuan, silahkan kalian pilih masing dari ke 14 anak ini, siapa yang ingin anda beli!" kata salah satu penjaga.

Ketiga orang yang terlihat dari kalangan orang bangsawan itu memperhatikan ke 14 anak yang berdiri, mata ketiganya sama-sama terkunci kepada Fang An.

"Aku mau itu! Sepertinya anak itu dari kalangan orang berada, belum lagi warna rambutnya yang unik, serta tubuhnya yang terlihat lebih sehat dari yang lainnya!" kata wanita paruh baya itu.

"Eee, aku juga mau anak muda itu!" pria gemuk dengan pakaian berwarna biru juga mengungkapkan keinginannya untuk membeli Fang An.

"Aku juga mau anak itu, cepat tanyakan kepada nyonya kalian, berapa harga anak berambut putih itu!" kata pria gemuk satu lagi.

"Tuan Yun Lang, aku minta anda untuk tidak mengambil anak itu dariku!" kata wanita paruh baya.

Pria gemuk berbaju kuning yang bernama Yun Lang mendengus lalu berkata, "Kenapa tidak? Selama aku masih bisa untuk membelinya, aku akan tetap mengambilnya, jadi siapa yang mampu memberikan penawaran tertinggi, maka dialah nanti yang akan menang dan berhak untuk membawanya!" kata Yun Lang.

"Perkataan Tuan Yun Lang memang benar, sebaiknya kita bersaing dengan harga saja, jadi bagaimana apakah kamu setuju nyonya Guong?" tanya pria gemuk berpakaian biru.

"Baik, aku terima tantangan persaingan ini!" jawab perempuan tersebut.

Mata Fang An menjadi merah karena dirinya dijadikan seperti barang pelelangan, sebab hanya barang yang di jual di pelelangan yang bisa melakukan tawar menawar perebutan dengan persaingan harga.

Masalahnya dirinya bukan barang maupun binatang, hal ini membuat Fang An semakin bertekad untuk menghentikan perdagangan Manusia, apalagi Fang An sudah menandai mereka semua sebagai Iblis berkulit Manusia, baik itu para Kelompok Bayangan Bulan, maupun para saudagar yang ingin membelinya.

"Kalau begitu keluarkan anak itu dan bawa dia ke atas untuk kita lelang!" kata Yun Lang.

Kedua penjaga segera membuka segel pengunci setelah itu mereka membawa Fang An ke atas tanpa mengunci pintu kembali dengan Kertas Mantra Sihir, sebab mereka yakin jika anak-anak tidak akan berani berbuat macam-macam.

"Bersiaplah untuk membuat keributan Fang An, pancing mereka semua untuk keluar agar anak-anak di dalam bisa meloloskan diri!" kata Feng Huang.

"Baik guru!" jawab Fang An.

1
Generazi_Z
Tingkatan ranahnya juga aneh2 dasar plagiat
Generazi_Z
baru baca awal saja sdh langsung gak minat lanjut. istilah bule kebanyakan, bgnilah jika bekas Kuli mencoba jd autor
Alexs Az
novelnya bagus
RubahPerak77: jangan lupa lirik juga karyaku ya "Penjelajah naga"🙏
total 1 replies
Rudhy ansyah
lah kucing aja kadang makan sayur sayuran🤭
Chornel Mlgaol
semoga lekas sembuh ya bayi kecil🙏
RubahPerak77: jangan lupa lirik juga karyaku ya "Penjelajah naga"🙏
total 1 replies
Adung Riyadi
Luar biasa
Apliti warman
terbaik
Nggenk Topan
bikin bola petir lama banget lbh cpt bikin ketupat lebaran thor thor...
Nggenk Topan
mantap coyyy
ORS
bodi kaya gitar sepanyol ya biola ya thor 🤣🤣🤣
ORS
🤣🤣🤣😂😂😂
ORS
🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂😂
ORS
🤣🤣🤣🤣🤣
Fitrul Akbar
aku gk punya platform yang lain jadi heemm deh
Fitrul Akbar
kode sihirku 08572295××××
Fitrul Akbar
voice note
Fitrul Akbar
hampir salah baca jadi kang guru
Fitrul Akbar
anjaaaayyyyy
baru kali ini denger ada kultivator tipe sensor,kalo tipe medis itu kemungkinan antara tabib dan alkemis.
Akbar Darmendra
Wah salah... malah sejak Juni 2023
Agen One: "Sini, masuklah ke dunia Iblis Penyerap Darah. Jangan salahkan kami bila kau tak bisa keluar."
total 1 replies
Akbar Darmendra
Komen awal sudah nunggu Season 2nya sejak tgl 25 Januari 2024, Sekarang sudah Mei 2025, sudah Setahun Setengah gak ada kabar... Harusnya Sebelum baca kemarin dicek Komen di bab akhirnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!