NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:43.3k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 - Awal dari Kehancuran

Sebuah Laba –

laba raksasa berjalan menuju kearah gedung sekolah, kaki – kainya yang tajam,

matanya yang bersinar merah sudah pasti dia bukan makhluk baik – baik.

“Tenang saja kita

akan aman jika terus bersembunyi disini.” Kata ketua

“hmm....’kami’?”

Tiba – tiba aku

teringat kak Jay dan Kak Rui yang kutinggal diluar gedung seketika aku langsung

berlari keluar.

“Tunggu, Lina!”

Diana memegang tanganku

“Ada apa? Kenapa kau

tiba – tiba panik seperti itu? tenang saja kita aman disini.” Diana berfikir

aku berlari karena tekut

“Aku baru

teringat kalau aku kesini bersama orang lain dan aku baru teringat sekarang.”

Setelah menjelaskannya

Diana tetap tak melepaskan pegangannya,

“Ketua bagaimana ini?”

Diana yang kebingungan kemudian bertanya kepada ketua

“Biarkan saja.”

“Tapi ketua...”

Diana menolak untuk membiarkanku keluar

“Lina, dengarkan

aku. Jika kau keluar dari ruangan ini nyawamu akan dalam bahaya digedung ini

ada Shadow yang menantimu, dan

kemungkinan terburuk lain kau akan ditemukan oleh ‘Got, kami juga takkan

membantumu. walaupun kau sudah tau semua itu apakah kau tetap akan pergi?”

tanya ketua padaku

‘Got’ yang

dimaksud ketua pasti laba – laba itu, entahlah aku tak tau harus bagaimana jika

melawan makhluk sebesar itu sendirian dan jangankan melawan Got melawan Shadow

saja aku tidak bisa. Namun....

“Memang benar,

jika aku keluar dari sini kemungkinan besar aku akan mati, tapi aku harus

melakukannya jika aku membiarkan mereka terbunuh disini maka aku takkan berani

bertemu dengan Kak Dion!” Kulepas pegangan tangan Diana dan langsung keluar

dari ruang Osis

Sementara itu di

Ruang Osis,

“Ketua... tadi

dia menyebut Dion kan?”  tanya Diana

dengan kaget

Namun mereka

berdua tak menjawab pertanyaan dari Diana.

Diana terus

menekan Ketua dan Tiana agar mereka membantu Lina. Saat Diana berbicara tiba – tiba

terdengar suara kaca yang pecah dari lantai 1.

Tiana yang sedari

tadi mengawasi keadaan dari jendela melihat dua orang yang sedang dikejar oleh

Shadow.

Sedangkan Lina,

*Cetar!!!

Suara kaca pecah

dari lantai 1,

“Suara itu? itu

berasa dari lantai 1, itu pasti Kak Rui dan Kak Jay.” Ku berlari dengan sekuat

tenaga menuju kearah suara

Sementara itu Rui

dan Jay,

“APA – APAAN INI!!

MAKHLUK MACAM APA ITU?! KENAPA DIA MENGEJAR KITA?!” teriak Jay sambil terus

berlari bersama Rui

“Mungkin itu ‘sosok’

yang dilihat Lina tadi, yang jelas kita tidak boleh sampai tertangkap olehnya!”

jawab Rui sambil melirik kebelakang dan melihat Shadow terus mengejar mereka.

“TRUSS GIMANA?

AKU SUDAH MENGHAJARNYA TAPI PERCUMA TIDAK MUNGKIN KITA BERLARI SEPERTI INI

TERUS JUGA!”

“Hmm...” Rui

mencoba berfikir

“HEY! RUI

BRENGSEK KALAU ADA IDE CEPAT BERITAU AKU!”

“Hei, menurutmu

kenapa dia membawa cutter?”  tanya Rui

dengan nada datar

“MANA KU TAU!

LAGIAN KALAU ENGGK PENTING ENGGK USAH DITANYA!”

“Sepertinya aku

punya ide yang patut dicoba.”

“APA ITU?!”

“Tapi enggk ada

jaminan....hmmm... enggk jadi deh.”

“WOY! BERITAU

SAJA AKAN KULAKUKAN APA SAJA! STAMINAKU SUDAH MULAI HABIS!”

“Baiklah –

baiklah, jadi gini.....” Rui membisikkan sesuatu ke Jay sambil terus berlari

disekitar lapangan dibelakang gedung sekolah.

“Gimana?”

“KAU INGIN AKU

MATI YA?!”

“Hahaha, lebih

cepat lebih baik.” Rui hanya tertawa mendengar Jay protes

“Tapi aku percaya

padamu.” Jay mengepalkan tangannya kearah Rui

“Hahaha, kau akan

mati hari ini.” jawab Rui dan mengepalkan tangannya lalu melakukan Tos tinju

“Tenang saja,

kalau aku mati kau akan jadi orang pertama yang kuhantui.” Saat tos mereka

selesai mereka langsung berpencar.

Rui berlari ke

arah aula olahraga sedangkan Rui berlari masuk ke gedung sekolah dan Shadow

mengikuti Jay masuk ke gedung sekolah.

“Bagus, sesuai

rencana.”

Jay membawanya

masuk ke dalam gedung dan mengulur waktu membawa Shadow berputar – putar dari

kelas ke kelas lain.

Namun, saat Jay

berlari ke lorong lantai 1 ia langsung masuk ke ruang guru untuk bersembunyi

dan disana ia melihat sesuatu..

Sebuah lemari

kayu tempat penyimpanan alat kebersihan tertancap dengan banyak sekali tongkat

sapu bagaikan kotak sulap dengan puluhan pedang yang menancap tapi lemari itu,

bagaian bawahnya menggenang darah yang cukup banyak.

Dengan

memberanikan diri Jay mendekati lemari itu dan mengintipnya.

“Ap – Apa ini?!”

Jay sangat terkejut melihat orang yang berada didalam sana

Gara – gara Jay

berbicara membuat Shadow mendatanginya.

*Grak!

Suara pintu ruang

guru terbuka dengan makhluk itu menatap lurus ke arah Jay.

“Jadi ini ulahmu

ya, SIALAN!!” Teriak Jay sambil berlari ke arah Shadow begitu juga dengan

shadow yang terbang ke arah Jay dan mengarahkan cutter itu pada kepala Jay.

(aku percaya

padamu, sahabatku.)

*Cetar!

Suara pecahan

kaca dari belakang Jay dan diikuti teriakan dari Rui.

“Pass!”

Jay langsung

menundukkan kepalanya dan melintaslah sebuah bola basket dari atas kepala Jay.

Sesuai tebakan Rui

bola itu tepat mengenai Cutter Shadow dan dengan cepat Jay langsung merebut

bola yang tertancap cutter itu dan langsung menendangnya kembali kearah Rui

dengan mulus Rui menangkap bola itu dengan kedua tangannya.

“KENAPA BOLA

BASKET!!”

“Mau gimana lagi,

aku kan sekarang anggota ekskul basket bukan ekskul sepak bola seperti mu!” jawab

Rui sambil melempar bola itu jauh sampai keluar zona sekolah.

(Sekarang adalah

penentunya, jika tebakan Rui benar maka makhluk ini tidak akan melawan lagi.)

Shadow itu hanya

terdiam saat senjatanya tidak ada dan kemudian pergi tanpa melakukan apa – apa.

*Duar!

Jay melempar buku

ke arah Shadow namun tembus dan mengenai tembok dan tak dihiraukan oleh Shadow.

“MAU KEMANA KAU,

BRENGSEK!” Jay terus melempar segala benda disekitarnya

“Hei,tung-“ Rui

berlari masuk ke ruang guru lewat jendela dan menghentikan Jay

“Jay! Berhenti apa

yang kau lakukan! Tenang lah!” Rui berusaha menenangkan Jay yang terlihat

sangat marah namun Jay tak berhenti bahkan sampai melempar sebuah kursi tapi

tetap tembus dan memecahkan kaca, Rui langsung memegang kedua tangannya.

“Tenanglah! Kenapa

kau tiba – tiba jadi terbawa emosi seperti ini? lagi pula kau tidak akan bisa

menyakiti makhluk itu!”

Jay bertekuk

lutut dan memukul – mukul lantai dengan kesal,

“SIALAN!!”

Air mata menetes

dari wajah Jay.

“GARA – GARA DIA!!!

Dion.....jadi....”

“Ada apa dengan

Kak Dion?” tiba – tiba Lina muncul dan mendengar perkataan Jay

“Hei, jawab aku. Kenapa

dengan kak Dion?”

Jay hanya terdiam

dan menangis tanpa menjawab pertanyaan Lina.

“HEY! JAWAB AKU!!”

Rui menyadari

bahwa di sepatunya ada darah, ia pun mencari tau asal darah itu dan melihat

lemari kayu disampingnya. Rui mengintip isi dari lemari kayu tersebut dan

terkejut.

Saat melihat

ekspresi Rui yang kaget Lina berjalan ke arah lemari itu juga namun kakinya

dihentikan oleh Jay.

“LEPASKAN AKU!!”

Rui langsung

menutup mata Lina dan memukul bagian belakang lehernya sampai ia pingsan.

“”Terima kasih.” Ucap

Jay

“Untuk apa kau

berterima kasih, aku melakukan ini untuk Ibo. aku tak ingin adiknya syok melihat

mayat Dion dengan wajahnya yang tersisa setengah itu.” jawab Rui sambil

menggendong Lina

“Ngomong –

ngomong Ibo dimana?”  Tanya Jay

“Entahlah, aku

sudah tak melihatnya sejak dunia menjadi gelap seperti ini.”

1
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda saya like
Zahroni Nur Hafid: waw serba support ya...wkwk makasih KK bot, btw sekarang aku lgi fokusin ke novel sebelah [One Of Us]....... tpi makasih supportnya bikin makin smangat nih mantap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!