NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salahnya sendiri tapi gak mau di marah

Berusaha melawan Nella tapi, suara tembakan di liat membuat tali yang mencekiknya mengendur dengan cepat di tariknya dan menjauh.

" Sialan jalang!" Menyerang Nella dengan tali lagi tapi tidak kena, Nella keluar dari sana berlari lewat lorong tapi, bukannya selamat bisa keluar dari kejarannya. Didepan sana seorang menunggunya.

Nella berhenti melihat pintu didepannya langsung masuk ternyata ruang kontrol mesin kapal.

Dengan cepat mencari tempat sembunyi.

Keduanya masuk mengikuti Nella masuk kedalam sana.

Mencari alat Nella menemukan kunci inggris yang besar bersiap memegangnya kuat-kuat.

Saat melihat mereka Nella melempar satu dan membawa dua di tangannya.

Serangan ala kadarnya membuatnya tertangkap di pegang bagian tubuhnya sembarangan di sentuh marah Nella dengan semua tenaga ia merusak titik lemah laki-laki dengan kunci inggris yang masih ia pegang dan menggigit kuat tangan yang memegang tangannya.

Darah sampai keluar mengenai mulutnya. Didorong Nella membentur salah satu pengikat besi pipa kapal.

Sakit di kepalanya benar-benar nyata. Segera Nella keluar sebelum mereka mengejar sampai didepan Nella mengunci pintu dengan kunci inggris tidak ada jalan lain lagi selain kembali ke luar dari sini masuk kembali ke ruang istirahat sana.

Secepat mungkin Nella naik keatas kapal setelah keluar dari ruang istirahat, langkah yang tinggal dua anak tangga lagi ia lewati, bergetar seluruh tangannya melihat sudah berapa banyak orang tergeletak disana dengan darah ini seperti genangan darah mayat. Apa-apa mereka semua sudah mati, siapa yang melakukannya, Kayla bohong tentang hidup aman. Nella belom memulai harinya tapi, sudah didekati kematian.

Turun kembali kebawah Nella tanpa banyak mikir lagi, baru akan turun di empat tangga kebawah malah bertemu dua orang tadi. Mereka berdua menunggu di bawah.

"Sialan kau menggigit ku, bagaimana jika milikku juga terluka kau gigit, hahahah."

"Bodoh biasanya kalo melawan dia lebih enak di cicipi."

Nella marah di lecehkan, siapa mereka melecehkan dirinya. Sialan, berani ayo berani Nella jangan takut.

"Kalian berdua mesum bodoh, muka p*n*s sialan!" Turun berniat menerjang.

Suara tembakan dan darah yang muncrat kena wajahnya beberapa kali.

Kaget dan benar-benar tak bisa bergerak. Nella puas mereka mati tapi, ia benar-benar kaget.

Keduanya tumbang dengan darah di baju dan lantai yang seketika genangan merah itu terus bertambah luas. Matanya terangkat melihat Javier. Cegukan yang muncul saat seperti ini benar-benar sialan juga.

"Sayang..."

"He..hehe hiks hiks.. Enggak! Enggak mau!" Takut karena Javier disana.

Duduk di tangga lemas kaki Nella takut dan juga kaget melihat penampakan Javier sudah penuh darah dan wajahnya terlihat menakutkan padahal ia biasa saja. Nella tak bisa bangun ia berusaha pergi naik lagi keatas dengan tangan gemetar berpegangan di tepi pegangan tangga.

Nella takut bukan karena ekspresi wajah Javier yang galak sekarang tapi, kesalahan yang ia buat. Javier jelas akan mencecarnya.

"Aku mimpi benar aku mimpi." Terus berusaha seperti tak sadar gila atau apapun itu yang penting gemetar di badannya hilang terlalu kuat gemetarnya sulit reda sampai semua tubuhnya ikut gemetar.

Berbalik Nella untuk naik keatas kapal tapi, tangannya di tarik Javier sebelum menaiki tangga lagi. Sialan tarikan ini benar-benar membuatnya kaget juga gemetar ketakutan tubuhnya memperlambat semuanya.

"Kita pulang." Suaranya lembut penuh perhatian tapi, Nella merasa kalo itu amarah Javier yang dingin.

Setelah jatuh di pelukannya Javier mencium dalam-dalam bau keringat dan parfum Nella.

Kedua mata yang terpejam mencium bau harum Nella dalam-dalam, apa ini benar-benar kecanduan.

"Aku... Aku...." Tangannya berusaha meremas jas Javier meredam gemetarnya.

"Husttt hussttt.... Kita ngobrol dirumah ya, aku sama sekali gak mau kamu bicara sekarang ya, amarahku besar sekarang, aku takut kamu yang terluka." Tangannya yang berlumuran darah mengusap kepala sampai ujung rambut Nella, suara yang masih tetap lembut perhatian.

Nella serasa di marahi bukan di sayang, ia takut dan malu. Mendorong Javier tidak bisa sekali susah ini pelukannya kencang tapi, tidak sesak.

Nella mau melihat wajah Javier yang marah tapi malah di gendong seperti karung beras tiba-tiba.

"Aku bisa jelasin semuanya kamu janji gak marahkan."

"Jangan sampai aku bunuh orang lagi Nella tutup mulut cantik kamu, ya sayang."

Rapat mulut Nella mendengar ancaman itu.

Sampai di luar dan masuk kedalam mobil disana Seam dan lainnya sudah menunggunya.

"Bereskan mereka semua laut luas terserah kalian." Nella kembali diam mendengarnya.

Di mobil Ini Javier mendudukan Nella dan Shinta membawakan kotak obat agak besar berisi pengobatan luka atau lainnya lengkap.

"Lihat lukanya sayang." Sibuk Javier hanya dengan Nella dan Daman juga Seam melakukan perintah Javier.

Saat mau menempelkan kapas obat merah di lututnya Nella menepisnya sambil menangis menutup matanya dengan satu tangan kirinya tangan kanannya menutup luka lututnya.

Sambil menangis ia memohon untuk pulang saja, maaf semuanya minta maaf, rengekannya sambil menangis di tambah sudah sesegukan.

Javier tak bisa marah, amarah besar yang tadi bisa menghabisi lebih dari lima orang tadi hilang dan hanya ada rasa gemas dan kesal biasa.

"Maunya gimana, kamu minta maafnya sama siapa sayang Hem.. Coba liat lukanya di obatin ya... Sini."

"Enggak! Aku bilang gak mau!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!