NovelToon NovelToon
Garis Tangan Nona Kedua

Garis Tangan Nona Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dunia Lain / Spiritual / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:43.2k
Nilai: 5
Nama Author: ImShio

Lilian Beatrixia. Seorang mahasiswi cantik semester 7 yang baru saja menyelesaikan proposal penelitiannya tepat pada pukul 02.00 dini hari. Ia sedang terbaring lelah di ranjangnya setelah berkutat di depan laptopnya selama 3 hari dengan beberapa piring kotor yang tak sempat ia bersihkan selama itu.

Namun bagaimana reaksinya ketika keesokan harinya ia terbangun di sebuah ruangan asing serta tubuh seorang wanita yang bahkan sama sekali tak ia kenali.

Baca setiap babnya jika penasaran, yuhuuuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ImShio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinasti Zhou

Kakek Zhou menutup pintu rumah kecil itu dengan perlahan, seakan ingin memastikan tidak ada satu pun suara dari luar yang ikut masuk ke dalam. Udara di dalam rumah terasa hening, hanya terdengar suara kayu tua yang berderit saat ia melangkah menuju meja tempat buku berlogo singa itu terbuka.

Wu Zetian masih berdiri di sana, matanya belum lepas dari halaman yang menampilkan lukisan keluarga besar Dinasti Zhou. Wajah Kakek Zhou versi muda itu masih terpatri jelas di benaknya.

“Baiklah, Nak, pertama-tama, aku akan menjelaskan tentang Dinasti Zhou.” ucap Kakek Zhou akhirnya, suaranya lebih pelan dari biasanya, penuh kehati-hatian.

Wu Zetian mengangguk pelan, lalu duduk bersila di lantai kayu, tepat di hadapan kakek itu. Tatapannya serius, penuh minat. Ia tahu, apa yang akan ia dengar setelah ini bukanlah kisah biasa.

“Dinasti Zhou adalah sebuah kekaisaran yang sangat besar, tangguh, dan makmur yang berada di benua utara. Sangat jauh dari tempat ini." Jelas Kakek Zhou,

Wu Zetian menyimak dengan saksama.

“Bahkan tidak ada seorang pun dari Kekaisaran Tang yang tahu bahwa ada sebuah dinasti bernama Zhou yang berdiri kokoh di seberang sana. Orang-orang dari dinasti ini sangat tertutup. Mereka tidak berdagang keluar, tidak mengirim utusan, dan tidak mencampuri urusan dunia luar.” kata Kakek Zhou sambil tersenyum pahit.

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, “Bagi mereka, dunia luar tidak penting. Semua yang mereka butuhkan sudah tersedia di Dinasti Zhou. Tanah subur, sumber daya melimpah, sihir yang kuat, dan sistem pemerintahan yang stabil. Mereka berpikir untuk apa pergi jauh di luar sana jika semua yang mereka butuhkan sudah tersedia di sana.”

Wu Zetian menelan ludah.

“Karena semua hal tersebut, mereka menutup diri dengan dunia luar sehingga tidak ada satu pun kekaisaran lain yang mengetahui keberadaan Dinasti Zhou.”

Wu Zetian menghembuskan napas pelan.

“Luar biasa…”

Kakek Zhou tersenyum tipis, lalu matanya berubah lebih dalam, seakan tenggelam dalam kenangan yang sangat jauh.

“Dinasti Zhou dipimpin oleh seorang kaisar perempuan. Namanya.. Wu Zetian.” Ucapnya pelan.

Tubuh Wu Zetian menegang seketika.

“Persis seperti namamu. Dia adalah nenek buyutku.” Lanjut kakek Zhou.

Wu Zetian terdiam. Jantungnya berdetak lebih cepat.

“Wu Zetian adalah satu-satunya kaisar perempuan yang pernah memimpin sebuah Kekaisaran raksasa selama hidupku,” kata Kakek Zhou dengan nada penuh kebanggaan. “Hanya dalam satu malam, ia berhasil menaklukkan tiga kerajaan besar sekaligus.”

“Satu malam?” Wu Zetian hampir tak percaya.

“Ya, dengan kekuatan sihir, strategi, dan kepemimpinan yang luar biasa. Sejak saat itu, namanya langsung tersebar luas di benua utara. Semua kerajaan di benua utara gemetar hanya dengan mendengar namanya disebut.” Jawab Kakek Zhou mantap.

Kakek Zhou tersenyum kecil.

“Ia bukan penguasa yang kejam. Justru sebaliknya. Ia bijaksana, tangguh, dan sangat peduli pada rakyatnya. Hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Rakyatnya hidup sejahtera.”

Wu Zetian merasa dadanya bergetar. Ada sesuatu yang aneh. Seperti sebuah resonansi yang tak bisa ia jelaskan.

“Beberapa tahun setelah menjabat, ia menikah dengan seorang pria antah berantah. Seorang pria biasa, tanpa darah bangsawan dan tanpa kekuatan besar.” Lanjut Kakek Zhou

Wu Zetian mengernyit.

“Namun itulah Wu Zetian, ia tidak pernah tunduk pada tradisi bodoh." kata Kakek Zhou sambil tersenyum bangga.

“Dari pernikahan itu, ia hanya memiliki satu orang anak. Dan anehnya, di setiap generasi setelahnya… mereka juga hanya dikaruniai satu anak. Hingga berakhir di generasi ayahku.”

Ia menarik napas dalam.

“Pada generasiku, keluarga kekaisaran akhirnya memiliki tiga orang anak.”

Wu Zetian menunggu.

“Kaisar sebelumnya, buyutku menetapkan sebuah peraturan mutlak. Di Dinasti Zhou, dilarang keras memiliki lebih dari satu istri.” Kata Kakek Zhou dengan nada tegas.

Wu Zetian terkejut.

“Jika ada yang melanggar, para suami akan dihukum kebiri.” lanjutnya tanpa ragu.

Wu Zetian terdiam, lalu bergumam pelan, “Kaisar Wu Zetian sangat luar biasa” Ia tiba-tiba merasa termotivasi dengan kisah Kaisar Wu Zetian.

Kakek Zhou tersenyum. “Dia memastikan tidak ada perempuan yang dijadikan alat atau korban. Setiap wanita di Kekaisaran Zhou memiliki kedudukan yang terhormat.”

Setelah itu, Kakek Zhou menghela napas panjang.

“Kini… aku akan menceritakan tentang diriku.”

Wu Zetian menegakkan tubuhnya.

“Namaku sebenarnya adalah Zhou Yu.” ucapnya perlahan.

Wu Zetian membelalakkan mata.

“Orang-orang di Dinasti Zhou dulu memanggilku Pangeran Zhou Yu. Aku memiliki dua orang saudara laki-laki. Kakakku bernama Zhou Yiran, dan adikku bernama Zhou Enlai.”

Ia tersenyum tipis, seolah mengingat masa kecil yang telah lama berlalu.

“Aku adalah pangeran kedua Dinasti Zhou. Hubunganku dengan keluargaku cukup baik. Hingga saat aku mulai membangun keluargaku sendiri.”

Wu Zetian menahan napas.

“Istriku hanyalah rakyat biasa.”

Wu Zetian bisa melihat bayangan luka lama di mata kakek itu.

“Ibuku saat itu tidak merestui hubungan kami. Baginya, darah bangsawan tidak boleh tercemar. Bahkan ketika ibuku juga tahu bahwa kaisar pertama juga menikahi seorang pria yang bukan berasal dari kaum bangsawan."

Ia mengepalkan tangan.

“Dan aku menolak melepaskan istriku.”

Wu Zetian menatapnya dengan penuh empati.

“Akhirnya, aku memilih meninggalkan Dinasti Zhou. Kami memilih kabur. Berkali-kali hampir tertangkap oleh prajurit kerajaan. Saat itu, hidup kami terasa tidak tenang karena selalu diawasi oleh pihak kekaisaran.”

Ia terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Setelah berpikir lama, kami memutuskan pergi sejauh mungkin. Kami menyamar, lalu membeli kapal nelayan dan berlayar lebih dari sebulan.”

Wu Zetian membayangkan perjalanan itu.

“Kami hanya membawa belasan tas makanan kering dan puluhan wadah air yang diisi penuh."

"Hingga akhirnya… kami tiba di sini. Dinasti Tang.”

Wu Zetian terdiam lama.

“Jadi… selama ini…” gumamnya pelan.

“Ya, aku menyembunyikan identitasku.” jawab Kakek Zhou.

Wu Zetian hanya mengangguk mengerti lalu kemudian teringat sesuatu. Ia mengambil sapu tangan bersimbol singa dari sakunya.

“Kek, aku jadi penasaran. Jadi, kemarin aku bertemu dengan seorang gadis kecil.” katanya pelan.

Kakek Zhou langsung menegakkan punggungnya.

“Gadis kecil?”

“Iya. Ia bilang dirinya diculik oleh segerombolan orang. Namun setelahnya, ada beberapa orang prajurit yang datang menjemputnya dan memanggilnya tuan putri.”

Wajah Kakek Zhou membeku.

Tuan putri…? gumamnya.

Wu Zetian melanjutkan dengan hati-hati, “Sapu tangan ini terjatuh dari salah satu dari mereka. Simbolnya sama dengan simbol di buku ini.”

Hening.

“Itu artinya.. gadis kecil itu adalah cucumu, Kek.” Ucap Wu Zetian tepat sasaran.

Kakek Zhou berpikir sejenak.

“Benar. Dia pasti cucu dari salah satu saudaraku.” Jawab Kakek Zhou dengan nada yakin.

Wu Zetian teringat bagaimana gadis kecil itu memeluknya dan memanggilnya Mama. Dadanya terasa sesak.

“Kek… Saat bertemu dengannya, gadis kecil itu langsung memelukku. Seolah telah lama mengenalku.” Ucap Wu Zetian pelan.

Kakek Zhou membuka matanya dan menatap Wu Zetian lama. Hening kembali menyelimuti ruangan.

__________________

Yuhuuuu~🌹

Jangan lupa beri dukungan dengan cara like, komen, subscribe dan vote karya-karya Author💖

See you~💓

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
jangn lama up nya thor...
Amriati Plg
Wu zaitan kok ngk bisa merasakan kehadiran orang asing di sekitar nya padahal dia punya elemen
Amriati Plg
Seharusnya dua jam waktu di dimensi berati dua puluh menit di dunia nyata
Amriati Plg
Bisanya di novel" masuk dimensi langsung dengan tubuh utuh ini hanya roh aja
@Mita🥰
perasaan ku klu ada laki " Tampan kok selalu jadi idamanku 🤭🤭🤭
Osie
semakin seruuuu...moga msh ada up lanjutannya🙏🙏
@Mita🥰
bagus
Osie
aku mampir dan udah baca sp bab ini..rada" dgn perbedaan waktu dunia dimens8 lilac n dgn dunia nyata.. biasanya dunia dimensi lbh cpt waktunya ..disini malah lbh lama dr dunia luar
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
pasti makannya dpt sambutan yang bagus💪💪
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor.... semangat
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor....
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor..... semangat
Murni Dewita
💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
permulaan yang baik.. 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
jan lama up nya thor🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤Aisyah³
bukannya bnyk org² yang dbeli kemarin kok cumn itu?
JasmineA
kok jadi curiga dou yifang ibu kandungnya wu zetian ya...secara dou yifang menghilang kira2 10 tahun lalu Dan ibunya zetian jg meninggal 10 tahun lalu....kan kata nana jika masuk ke dimensi lilac raga bakal di tinggal ngak berjiwa...bisa jadi dou yifang menghilang di ruang misterius itu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!