Tahap revisi ...
Marsya yang kecewa dengan ucapan kakeknya berlari sambil menangis. Tanpa melihat kiri kanan dia terus berlari ke tengah jalan raya. Dia tidak menyadari ada mobil yang melaju dengan kecepatan maksimal. Akhirnya tabrakan tidak bisa di hindari.
Saat bangun dia harus menerima bahwa dia telah hidup kembali di dalam tubuh seorang permaisuri terbuang yang terlempar ke dasar tebing yang curam. Dia juga harus menerima bahwa didalam tubuhnya ada dua sosok janin yang sedang tumbuh. Entah kekuatan apa yang membuat dua janin itu tumbuh menjadi sosok tampan dan imut . Padahal ibunya telah jatuh ke dasar tebing yang curam. sungguh tak masuk akal.
Marsha yang dalam kehidupan sebelumnya masih duduk di bangku SMA harus menerima takdirnya membesarkan kedua anak yang terlahir dari tubuh yang ia tempati.
" Sayang akhirnya aku menemukanmu"
" Siapa kamu?"
Apakah pertemuannya dengan sang suami bisa merubah kehidupannya?
Apakah anak-anaknya menerima kehadiran ayahnya?
Bac
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbongkar
Di paviliun Giok seorang paruh baya sedang termenung sendiri. Dia memikirkan nasib keturunannya.
Putra pertamanya kaisar Yuan Lee sudah pernah menikah dua kali tapi belum memiliki keturunan.
Putra kedua pangeran Yuan Ye baru saja menikah juga belum memiliki keturunan. Sedangkan ketiga lainnya masih lajang alias jomblo.
Beliau masih belum tahu tentang si kembar. Andai saja beliau tahu pasti merasa senang. Dayang Su adalah pelayan pribadi yang telah mengikuti beliau sejak belia .Jadi beliau seolah bisa membaca pikirannya.
" Apa yang sedang anda pikirkan yang mulia?" tanya dayang Su.
Mendengar pertanyaan dari pelayan pribadinya membuatnya menghela nafas panjang.
Beliau mengambil teh yang sudah tersedia di atas meja dan meminumnya. Dengan perlahan teh itu diminum dengan perasaan.
" Entahlah... tapi aku merasa kesepian . Di usiaku yang sudah tua belum ada satu pun cucu yang bisa menghibur ku."
" Anda harus sabar yang mulia. Jika sudah waktunya tiba, anda akan merasakannya."
" Kapan?"
" Bukankah permaisuri dari pangeran Yu sedang hamil?"
" Kamu tahu dari mana?
saya sebagai orang tua saja belum tahu "
" Saya dapat menebak dari tubuh beliau."
" Aku kira ada pemberitahuan langsung."
" Tidak yang mulia. Tapi ada satu hal yang hamba beritahukan kepada anda. Meskipun...mungkin ini sedikit terlambat."
" Katakanlah!"
" Yang mulia permaisuri Yu Annchi saat akan pergi ke tempat pengasingan sedang mengalami kehamilan," kata dayang Su dengan lirih .
" Apa yang telah kamu katakan?
Jangan bicara yang aneh-aneh, biarkan dia hidup tenang di alamnya."
" Apa yang saya katakan benar yang mulia. Anda bisa periksa permaisuri Ying. Belum ada yang menyadarinya."
" Baiklah kita akan mengunjungi kediaman pangeran Yuan Ye."
" Kapan yang mulia?"
" Kita akan ke sana di sore hari. Selain itu saya ingin kamu mengajak salah satu tabib istana ."
" Baik yang mulia . Kami akan persiapan semuanya."
Setelah mengatakan itu, dayang Su keluar dari kamar Ibu Suri. Beliau akan mempersiapkan apa saja yang diperlukan untuk di bawah ke dalam kediaman pangeran Yuan Ye.
Ibu suri kembali termenung. Dia membayangkan andai saja peristiwa memalukan itu tidak pernah terjadi. Mungkin saat ini di sudah menimang cucu.
Satu hal yang sangat ia sesali, mengijinkan putranya menikahi dua orang wanita sekaligus. Akibatnya ada perasaan iri dengki di hati mereka sampai nekat melakukan hal-hal yang tercela.
Memang sudah wajar bagi seorang kaisar memiliki istri lebih dari dua orang. Itu bisa terjadi apabila isteri pertamanya dengan ikhlas menyetujuinya. Bagi ibu suri yang memang menjunjung tinggi kesetiaan , semua adalah salah.
Dulu saat dirinya masih baru menjabat menjadi seorang permaisuri juga hampir saja di madu . Suaminya ingin menikahi salah satu putri dari menterinya untuk dijadikan seorang selir . Beliau dengan tegas menolaknya.
Ibu suri lebih baik menjadi janda dan kehilangan segala kemewahannya dari pada harus berbagi suami. Seluruh keluarganya marah atas keputusan yang ia ambil, tapi beliau tetap teguh dengan pendiriannya.
Ternyata kegigihannya membuahkan hasil. Yang mulia kaisar terdahulu tidak pernah memiliki selir hingga saat ini.
Saat sore hari ibu suri ditemani para dayang dan juga seorang tabib wanita mengunjungi kediaman pangeran Yuan Ye. Beliau ingin membuktikan kecurigaan dayang Su, yang memprediksi bahwa permaisuri Ying telah hamil.
Saat tiba di sana sudah disambut oleh pangeran Yuan Ye dan juga permaisuri Ying.
" Selamat datang yang mulia Ratu , semoga dilimpahi kesehatan dan kesejahteraan."
" Salam kalian aku terima. bangunlah!"
" Terimakasih yang mulia."
" Mari masuk ibunda." Pangeran Yuan Ye merangkul ibunya kedalam kediamannya.
" Tumben ibunda kesini, apakah ada hal yang penting?"
" Aku ingin memeriksa keadaan permaisuri Ying."
" Keadaan hamba baik-baik saja bunda."
" Biarkan tabib istana yang memeriksanya."
" Baiklah bunda, terimakasih."
Meskipun tidak tau apa yang terjadi, tapi permaisuri Ying menuruti kehendak ibu suri. Tabib istana memeriksa dengan teliti. Ternyata apa yang dicurigai oleh dayang Su benar adanya.
" Selamat yang mulia... Yang mulia permaisuri Ying sedang hamil. usia kehamilannya masih muda jadi rentan keguguran. Tolong jaga dengan baik kandungan anda permaisuri."
Perkataan dari tabib istana membuat mereka merasa gembira. Apalagi permaisuri Ying, dia langsung memeluk suaminya dengan penuh cinta.
Lain dengan wajah ibu suri. Di satu sisi dia bahagia dan sisi lainnya terluka. Tanpa bisa dikendalikan beliau menangis histeris.
Pangeran yang tadinya bahagia langsung panik. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada wanita yang telah melahirkannya itu. Dia memeluk ibunya dengan kasih sayang.
" Apa bunda tidak senang mendengar kabar ini?"
Mendengar pertanyaan putranya membuatnya sadar bahwa mungkin putranya telah salah paham dengannya. Beliau segera menghentikan tangisnya.
" Bunda sangat senang mendengar kehamilan permaisuri Ying. Bunda menangis bahagia akhirnya keinginan Bunda untuk memiliki cucu segera terwujud."
" Terimakasih Bunda."
Mereka berbincang seputar kehamilan. Ibu suri memberitahu apa saja yang dibutuhkan ibu hamil.
Ibu Suri pulang saat Kaisar agung menjemputnya. Kaisar agung memang sering bepergian. Menurut beliau itu sebagai liburan setelah puluhan tahun mengabdi pada kerajaan.
Saat tiba di kediaman giok, tangisan yang sudah berhenti tadi turun lagi. Kaisar agung yang sedang menemaninya jadi bingung. Apalagi beliau tidak mau berbicara .
Sejak saat itu ibu suri sering menangis diam-diam. Hal itu membuat dayang Su merasa bersalah. Meskipun begitu dia tidak bisa melakukan apapun.
Kejadian itu membuat kesehatan ibu suri menurun. Para tabib istana tidak bisa melakukan apapun karena sakitnya itu dari hati .
Tidak mau terus dihantui rasa bersalah, dayang Su memberi tahu kaisar agung yang sebenarnya. Kaisar agung merasa shock saat mendengarnya, tapi beliau masih bisa mengendalikan diri .
Ternyata ibu suri semakin parah, karena tidak mau makan apapun. Semua orang di istana menjadi cemas. Untungnya Yuan Lee berkunjung seperti biasa menggunakan sihir teleportasi yang ia miliki.
Saat mendengar keadaan ibunya yang kritis, Yuan Lee segera menemuinya.
" Bunda..."
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut ibu suri.
" Bunda...."
" ...."
" Apa yang sebenarnya terjadi ayahanda?"
" Ibumu merasa tertekan."
" Tertekan... Siapa yang berani menekan ibunda?" tanya Yuan Lee dengan marah.
" Kamu lah yang melakukannya putra ku."
" Apa yang telah hamba lakukan sehingga ibunda bisa tertekan?"
" Apakah kamu tidak pernah menyadari bahwa Yu Annchi meninggal dalam keadaan hamil?"
deg deg deg deg
" Apa maksud ayahanda?"
" Yu Annchi sedang hamil saat kau mengusirnya."
" Jadi ibunda sudah tahu, itukah yang membuat bunda sakit?"
Tidak ada jawaban dari ayahnya membuatnya menjadi yakin. Ternyata sudah saatnya membongkar keberadaan si kembar.
Dengan sangat lembut Yuan Lee mengelus rambut ibunya.
" Apakah Ibunda ingin melihat mereka?"
Mendengar ucapan Yuan Lee membuat semua orang yang sedang berkumpul merasa marah .
" Apa yang kakak katakan. Apa kakak menginginkan kematian ibunda?" tanya Yuan Ye dengan marah.
" Apa maksudmu, Siapa yang ingin kematian ibunda."
" Tadi_"
" Kapan aku bilang ingin Bunda mati."
" Terus maksudmu apa bilang seperti itu?" tanya kaisar agung.
" Bertemu dengan arti sebenarnya."
ibu suri langsung bangun begitu mendengar ucapan Yuan Lee. Dia yakin ada yang disembunyikan oleh putranya.